
Dan jangan di tanya tentang perasaan Devan, tentu dan sudah pasti dia sangat terluka, dan terpukul atas kabar yang di dengarnya , tidak ada hujan tidak ada api eh angin😆malah kekasihnya akan menikah dengan orang yang baru ia kenal.
"Dasar penghianat kau benar-benar menghianati aku Dara, kenapa kau melakukan ini...!!?" prank ia pun dengan segenap emosi menghancurkan cermin di depannya dengan satu kepalan tinju, dan darah segar meleleh dari jari jemarinya yang tertusuk bahkan tergores serpihan kaca yang ia hancurkan dengan tangannya sendiri.
Apa kah ia merasakan sakit? ya tentu namanya aja luka berdarah😊namun luka di tangannya tak seberapa di banding luka di hatinya, yang tak berdarah, itulah bahayanya kalau luka yang tak berdarah pasti nyesek,sakitnya tuh di sini.😭dah Van' yang sabar aja nanti Author carikan jodoh buat kamu ok😆(Author).
*
*
*
Akad nikahpun berlangsung hikmat mengharu biru walau terkesan sederhana namun ke dua orang tua kandung Dara yaitu Dokter Anthony dan Cleo pun datang bersama keluarga besar mereka yang lain nya.
begitu juga Leo, mantan asisten Rafa datang bersama keluarganya hanya Devan yang tak hadir di tengah-tengah mereka, yah semua memakluminya dan Rafa pun sempat meminta maaf kepada Leo atas keputusan sepihak putrinya itu. Dan Leo hanya menjawab
"Itu semua sudah jodoh Anda jangan khawatir seiring berjalan nya waktu pasti Devan akan melupakan Dara,"
dan Rafa pun merasa lega dengan ucapan sahabat masa kecilnya itu.
Setelah akad selesai kini tinggal pelemparan bunga dan para lajang pun berkerumun untuk siap-siap merebut bunga yang akan di lempar Dara. Dara pun berbalik dan melemparkan bunga ke belakang, dan bunga itu pun jatuh tepat di pangkuan Jelita yang tengah asyik menyantap makanan karena saking sibuknya ia pun lupa untuk mengisi perut.
"Kakak aku kan belom pengen menikah kenapa Kakak melemparkan ikatan bunganya padaku?" cicit Jelita tak terima, mendekati sang Kakak.
Kamu fikir Kakak sengaja melakukannya Je,tapi kalau emang udah ya terima aja" bisik Kakaknya sambil menyeringai membuatnya kesal.
"Iya aku akan terima kalau dia tampan tapi kalau dia tua bagaimana?"
__ADS_1
''ya jalani aja namanya aja udah jodoh. Itu kan pemberian Tuhan" kekehnya kembali.
"Kakak!" pekik Jelita lagi membuat Kakaknya semakin gemas mengerjainya.
"Kak, ada yang ingin aku bicara kan tentang Kakak ipar" ucap Jelita serius.
"Apa yang ingin kau bicarakan tentang Exel?" tanya Dara dengan perasaan yang was-was, "Apa Kakak tidak sadar kalau Kak Exel itu mirip sekali seperti Daddy dari cara bicaranya yang irit tatapannya bahkan dari cara dia berjalan duduk bahkan makan semua mirip Kak" jelas Jelita panjang lebar.
"Kau, apa kau sampai memperhati kannya sedetail itu?" ucap Dara mengerutkan alisnya. Dia itu suamiku kenapa kau yang terus memandanginya? jangan-jangan kamu--'' "Bunda juga sependapat denganmu sayang" sela Anggun yang baru saja masuk menjeda kalimat Dara.
"Dan Ntah kenapa Bunda melihat ada diri Kenan yang hidup dalam dirinya" lanjut Anggun dengan suara yang lirih.
"Bunda.." cicit Dara dan Jelita bersamaan, "maafkan Bunda sayang, Bunda hanya_" Anggun tak sanggup melanjutkan kata-kata nya, ia memeluk tubuh ke dua putrinya dengan berurai air mata.
membuat kedua putrinya pun menangis, saat tersadar Anggun pun mengurai pelukannya. "Hei..kenapa jadi kalian yang ikut menangis" sela Anggun.
"Bunda pasti kangen sama Kak Kenan ya?" tanya Dara menatap sang Bunda, Anggun tersenyum balas menatap sang putri sambil menghapus Cristal bening yang menggenang di pelupuk matanya.
"Dengarkan permohonan Bunda sayang, sekarang kau sudah menikah, dan kau menikah bukan dengan orang yang kau cintai,Bunda mengerti perasaanmu sama seperti Bunda dulu dan Daddy mu, tak ada cinta namun dengan kesabaran cinta pun hadir di antara kami, jadi apa pun yang terjadi ke depannya tetaplah bersama dengan suamimu selama kamu mampu." ucap Anggun.
"I-iya Bunda Dara janji Dara tidak akan pernah meninggalkan Exel apapun yang terjadi" ucap Dara gamang, karena ia tak tahu apa yang akan di lakukan Exel pada keluarganya kedepannya.
Namun ia akan berusaha bertahan walau ia akan mengorbankan hidupnya untuk pelampisan dendam Exel yang ia tak pernah tau apa penyebabnya.
"Kalian rupanya di sini ayo kita kedepan ada hal penting yang ingin Daddy sampaikan dan ini adalah waktu yang tepat." ucap Rafa menatap istri dan ke dua Putrinya itu.
*
__ADS_1
*
*
"Apa kami tidak salah dengar dengan keputusan Daddy?" celetuk Jelita memberani kan diri karena ini kali pertamanya ia menyela penjelasan Daddy nya, karena biar bagaimana pun bangornya dia, dia selalu di ajarkan untuk menghormati yang lebih tua.
Apa lagi menyela di saat orang lain berbicara, namun kali ini ia harus bicara karena ia heran dengan keputusan Daddy nya yang mengalih Namakan perusahaan atas Nama Exel yang baru saja jadi menantunya, sedangkan Jelita hanya mendapat 25 persen itu pun, setelah ia menikah.
Namun dengan percaya diri Rafa berucap "Karena Exel itu Kakak laki-lakimu di sini tidak ada yang namanya menantu Exel juga sama sepertimu dan dalam kepemilikan Exel ada bagian untuk Dara 25 persen jadi untuk Exel 50 karena dia anak laki-laki." jelas Rafa dan keputusannya tak dapat di ganggu gugat.
Karena sebelum menikahkan Putrinya Rafa pasti sudah mencari tau siapa Exel itu sebenarnya oleh karena itu yang lainnya diam saja' atas keputusannya itu.
"Exel Daddy percayakan pengurusan perusahaan di tangan mu Nak" ucap Rafa dengan suara bariton nya.
"Iya Dad, Exel akan memegang amanat Daddy" jawab Exel mantap Rafa pun tersenyum penuh arti.
Dan ntah kenapa Exel merasa hatinya seperti berbeda, ada kehangatan nyes, namun ia menapikkan perasaan itu.
"Tunggulah kehancuranmu Tuan Rafa Raindra Irawan kau begitu mudahnya percaya dengan ku musuhmu, dan kehancuranmu itu semakin dekat karena kau sendiri yang memper mudahnya," gumamnya hanya dalam hati, dan ada seringai tipis di wajahnya yang hampir saja tidak kelihatan.
"Dan aku harap kau dan Devan bisa bekerja sama dengan baik seperti Daddy dulu dan Om Leo," lanjut Rafa lagi.
Deg.
Dara hanya bisa menatap sang Daddy dengan perasaan yang tiba-tiba tidak enak, ia takut kejadian yang tak di inginkan akan terjadi terlebih hari ini saja Devan memilih tak datang di pernikahannya ia sudah tau ia telah menorehkan luka yang paling dalam di hatinya, tidak semudah itu Devan akan menerima semuanya,
"Bagaimana jika Devan sampai bertemu Exel."
__ADS_1
Gumamnya.