Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Kelahiran Baby Mentari.


__ADS_3

"Bagaimana dengan istriku Dokter,?" Tanya Exel begitu Dokter Heny keluar dari ruang pemeriksaan, di mana Dara tengah terbaring pingsan, Exel di temani Damara Mengantar kan Dara kerumah sakit, Jelita sendiri tidak bisa ikut karena harus menjaga putra mereka


Yaitu Kenan Exel Junior dan juga Arjuna Satria Perkasa.


Dokter Heny yang di tanya hanya bisa tersenyum melihat wajah-wajah ke khawtiran ke dua lelaki di depannya itu, jika Exel meng khawatir kan Dara, begitupun dengan Damara ia lebih meng khawatir kan Jelita yang di tinggal karena bukan tidak mungkin Jelita akan berjoget dangdut bersama kedua balita yang belum tau apa-ap itu.


Ya semenjak hamil Jelita juga punya Hobby baru yaitu mendengarkan lagu dangdut dan berjoget ria bahkan ia akan menyuruh semua pelayan menemaninya berjoget, pernah ia dilarang oleh Dan ada namun alhasil ia ngambek dan menangis sehari semalam seperti anak kecil yang meminta sebuah mainan.


Terkadang kelakuannya itu membuat Damara pusing tujuh keliling, namun ia berusaha untuk menikmati momen kehamilan istrinya yang ke dua ini, karena di momen pertama kehamilan Jelita dia tidak sempat menikmatinya karena saat itu mereka Tengah mengalami situasi yang ber Gejolak yang hampir saja memisahkan cinta mereka.


"Dokter, aku bertanya bagaimana keadaan istriku, tapi kenapa dokter malah tersenyum apa dokter bosan untuk hidup,?" sarkas Exel pada dokter Heni, membuat Dokter Heni seketika menciut.


"M-maaf Tuan jika saya membuat Tuan khawatir, tapi Tuan tidak perlu ada yang di khawatirkan karena Alhamdulillah istri anda baik-baik saja, hanya saja untuk kedepannya Anda harus memperhatikan konsumsi makananya benar-benar sehat untuknya baby nya karena istri anda sekarang tengah hamil, dan usia kandungannya memasuki dua bulan," Terang Dokter Heni menjelaskan panjang lebar, mendengar penjelasan dari dokter Heni membuat Exel tertegun antara senang dan Haru, mendengar apa yang dikatakan oleh dokter Heni tersebut.


"Hai... kakak ipar, apa Kau mendengarkan apa yang disampaikan Dokter tadi padamu,?" tegur Damara sambil menepuk punggung kakak iparnya yang masih saja bengong, seolah terhipnotis dengan apa yang di sampaikan dokter Heni.


"A-Apa tadi,? Apa kau boleh mengulangnya,?" "Begini Tuan istri Anda sedang hamil Jadi Anda harus memperhatikan konsumsi makanan dan vitamin yang harus dimakannya, dan usia kandungan istri Anda memasuki usia 2 bulan, serta tidak ada yang perlu dikhawatirkan atas kandungannya semuanya sehat dan normal jelas dokter mengulang kembali penjelasannya kepada Exel.


"Hah-hamil kau kau dengar itu kan Damara? apa aku tidak salah dengar apa kau mendengarnya? Kalau dokter itu mengatakan istriku hamil,?" Cicitnya dan ingin memeluk Damara, namun dengan cepat Damara, mencegatnya.


"Iya aku mendengarnya kakak ipar, tapi kau jangan memelukku, hanya Jelita yang boleh menyentuh ku, nanti kejantananku bisa ternodai," Ujar Damara, membuat Exel mendengus kesal.


"Apa kau tau begitu banyak orang tergila-gila dengan tubuhku bahkan ingin merasakan pelukanku dan kau, kau menolaknya,? dasar kau adik ipar tak tahu bersyukur," Omelnya namun sambil terkekeh.


"Kakak, ipar itu orang lain, dan bukan aku karena kau bukan seleraku aku hanya berselera dengan istriku saja, Kakak ipar sedang hamil, Jadi sebaiknya sekarang kakak ipar menunggu saja di sini, biarkan aku pulang untuk menemui Jelita aku juga tidak mau meninggalkan istriku lama-lama nanti malah dia mengajak anakku yang belum keluar itu berjoget dangdut,"


"Baiklah, terserah kau saja, aku akan di sini menemani Dara hingga ia sadar, ya, sebaiknya Kau Pulanglah lebih dulu,"


"Baiklah aku pulang dulu dan selamat ya kakak ipar karena akan menjadi Ayah lagi," Damara pun pergi meninggalkan Exel yang tengah bersukacita atas kehamilan istrinya itu.


*

__ADS_1


Dan beberapa bulan kemudian, Jelita terus meringis kesakitan di saat merasakan perutnya mules.


"Yang kuat ya sayang, kamu pasti bisa," ucap Darandra menyemangati sang istri.


"Sayang, apa tidak sebaiknya aku harus menjalani operasi kembali,"


"Baiklah, aku akan membicarakannya kepada dokter Dulu," Damara pun pergi menemui Dokter dan mananya kan perihal istrinya akan di operasi atau tidak, dan kebetulan sekali kalau istrinya memang harus segera di operasi.


"Selamat Tuan, anak Anda lahir sempurna dan sehat, dia juga begitu cantik sekali," ucap sang dokter, memberi selamat atas terlahir nya Anak kedua Damara, dan Jelita sambil memberikannya pada Damara untuk mengazaninya.


Damara pun menyambut putrinya itu dengan senyum yang merekah, dan air mata bercucuran.


"Selamat datang ke duniamu anak Papi, semoga kau kelak jadi anak yang berguna," setelah mengazani sang putri, ia pun segera memberikan sang putri kembali pada seorang perawat yang akan membersihkan, karena Jelita masih dalam pengaruh obat bius.


Damara pun mendekat, pada bankar istrinya saat melihat Jelita melenguh tersadar dari pingsannya.


"Hai...Sayang bagaimana keadaanmu sapanya pada Jelita begitu Jelita membuka mata.


"Terima kasih sayang Kau sudah memberikan aku seorang putri yang sangat cantik sama sepertimu, dan kau tahu Karena kecantikannya itu aku akan memberikannya nama sinar mentari ia akan dipanggil dengan nama Mentari,"


"Nama yang sangat indah, Aku sangat menyukainya, Apa kau sudah menemui si kembar, dan bagaimana keadaannya Sepertinya aku juga merindukan kelucuan mereka, kasihan kan mereka masih kecil harus kehilangan kasih sayang ibunya." Ujar Jelita, saat mengingat ke dua putra dan putri Amara.


"Hei... kau kenapa seperti itu harusnya aku yang bersedih karena biar bagaimanapun Amara adalah adik kandungku, Dia pergi meninggalkan kita semua tanpa ingin beritahu Bagaimana keadaannya dan dia hanya menyuruh seseorang membawa bayi kembar nya Itu kembali kepada Darandra, dan apa kau tahu penyesalan besar yang dirasakan Darandra membuatnya menjadi pria yang tertutup dan dingin, semoga kehadiran si kembar bisa membuatnya bangkit kembali, dan menjalankan tugasnya sebagai seorang Dokter dengan baik."


"Tak lama kemudian Seorang perawat masuk membawa sebuah box bayi.


"Apakah dia putriku suster," tanya Jelita pada perawat tersebut.


"lya ini Putri anda Kami sudah membersihkannya dan saatnya Anda harus menyusuinya terlebih dahulu,"


Damara, meraih tubuh Sang Putrinya yang mungil itu, lalu menyerahkannya kepada Jelita, Jelita pun meraih Putri dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

__ADS_1


"Hai...anak Mami kamu apa kabar? kamu sudah haus ya, sayang,?" dan benar saja begitu Jelita memberikan ujungnya, Mentari pun langsung menyambarnya dengan begitu lahap.


"Lihatlah putrimu ini sayang, dia ini anak perempuan tapi kenapa dia minum susunya banyak sekali,?" heran Jelita.


"Sudah, biarkan saja, Mungkin saja dia sedang haus dan lapar." Timpal Damara


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf ya aku jarang Update masih oleng soalnya, tapi jangan khawatir ikuti cerita Autor lncesku, di bawah ini pasti seru dech😁 dan jangan lupa Budayakan Like, komen, Vote, dan hadiahnya agar Author bisa terus berkarya.😍



Nomor 33


Belum ada dalam pikiran Dira untuk segera mengakhiri masa sendirinya, ia masih trauma pasca ditinggalkan oleh suami yang teramat ia cintai pergi untuk selamanya dan disusul satu-satunya superhero yang selalu berada disisinya, yaitu Ibu.


Meskipun pada kenyataannya sosok pria yang selama ini selalu memperlakukan Dira dengan lembut, ternyata diujung usianya menunjukkan sebuah kenyataan yang teramat pahit, sehingga menyisakan luka dan trauma yang teramat mendalam bagi Dira.


Dira masih tetap mencintainya.


Disisi lain, putra sulung dari pemilik Raymond Group mengalami kegagalannya dalam berumahtangga.


Setelah berhasil dari masa keterpurukannya dan memilih tinggal diluar negeri, akhirnya ia kembali ke tanah air dan menggantikan posisi ayahnya, Erick Raymond.


Awal pertemuan yang tidak sengaja antara Edgar Raymond dan Dira.


Dira ternyata bekerja di salah satu cabang milik Raymond group.


Sebuah problema mengharuskan Dira berurusan langsung dengan Tuan Edgar Raymond.


Urusan apakah itu?

__ADS_1


__ADS_2