Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Apa kau butuh tumpangan?


__ADS_3

"Sudah jam 9 malam sebaiknya aku pulang lagi pula besok aku sibuk dengan kursus dan tugas kampus ku." Gumam Jelita pada dirinya sendiri.


Sekali lagi ia menatap wajah Amara lalu ia pun berjalan mendekat, di raihnya tangan Amara lalu mengusapnya lembut.


"Aku pulang dulu Ra besok mungkin Kakakmu yang akan datang kesini karena besok aku bakalan sibuk, kamu tetap semangat ya dan cepat sembuh." Setelah berucap dan pamitan pada Amara Jelita pun melangkah keluar dari ruangan tersebut dan kini ia menoleh ke kiri dan ke kanan tak ada orang.


"Kemana pergi pengawal itu biasanya mereka stanby menunggu ku tapi kenapa hari ini mereka tidak ada? tapi baguslah aku jadi bebas bergerak tanpa harus di awasi mereka." Gumannya lalu segera melebarkan langkah kakinya karena ia juga sudah merasa sangat lapar. Ia pun memilih untuk singgah di sebuah kafe' di dekat situ. Karena terburu-buru ia pun tak melihat seseorang melintas di depan nya hingga.


Bugh.


"Kamu kalau jalan lihat-lihat pakai mata!" bentak orang tersebut ternyata seorang wanita


"Mam-maafkan saya tidak sengaja." Ucapnya dengan nada lembutnya dan berusaha bersikap sopan.


"Maaf-maaf apa kau tidak melihat semua bajuku kotor karena minuman ini!" tunjuk nya pada sebuah minuman yang berada dalam gelas plastik lengkap dengan sedotannya itu.


"Lalu apa yang bisa saya lakukan agar baju Anda bersih atau bagaimana kalau saya Menggantikan baju Anda, Anda tinggal menyebut harganya saja." Terang Jelita


"Kau, ternyata kau sombong dan punya nyali juga ya! apa kau kira aku ini pengem_" Renata menjeda kalimatnya setelah memperhatikan dengan seksama siapa wanita di depannya itu.


"Bukankah dia yang waktu itu aku tabrak dan dia wanita yang membuat Damara tidak mau mencintai ku lagi. Brengsek dasar sial."

__ADS_1


Renata pun mengumpat dalam hati saat menyadari siapa wanita yang berada di depan nya saat ini dan akal licik pun terlintas di benaknya.


"Baiklah setelah aku fikir tidak ada salahnya kau mengganti pakaianku ini, apa kau punya uang kes, lima juta gantilah. Maka kau akan ku biarkan pergi." Tapi bukannya menjawab Jelita hanya tersenyum dengan senyum yang mengejeknya. Ia pun mendekat kan wajahnya pada wajah Renata.


"Kau bukan pengemis tapi kau itu adalah perampok, lihat saja bajumu yang harga seratus ribu, kau menghargainya lima juta heh...yang benar saja apa kau kira aku ini bodoh!" Sarkas Jelita di depan wajah Renata


"Ini aku rasa sudah cukup untuk mengganti bajumu itu bahkan lebih, dan bajumu kotor itu semua bukan sepenuhnya salahku kamu saja yang jalan sambil minum tanpa melihat ku ada di depanmu!" setelah berucap dan melemparkan bebera lembar uang berwarna merah, Jelita pun segera meninggalkan Renata, yang masih membulatkan matanya karena saking terkejutnya dengan apa yang baru saja Jelita katakan dan lakukan padanya, tanpa menyadari kalau Jelita sudah melenggang jauh.


Sedang Jelita yang kesal akhirnya memutuskan untuk segera pulang kini rasa laparnya sudah hilang berganti dengan rasa jengkelnya. Dan kini dia pun terpaksa segera mencari taxi online, namun baru saja dia ingin Memesan taxi tiba-tiba saja handphone nya mati.


"Ya ampun kenapa aku sampai lupa kalau batereinya habis bagaimana ini." Di tengah kepanikannya tiba-tiba saja sebuah mobil sport berwarna merah singgah tepat di depannya.


"Apa kau butuh tumpangan"? ucap seseorang yang baru saja turun dari mobil itu dan kini melangkah mendekati Jelita. Sedangkan Jelita sendiri hanya diam membisu karena keterkejutannya saat melihat siapa sekarang yang berada tepat di depannya.


"Hah...kak_kau kek_kenapa kau berada di sini dan kau mau apa!" gugup Jelita saat menyadari orang tersebut sudah berada tepat di depannya.


"Kau itu aneh aku yang bertanya tapi kenapa kau malah balik bertanya. Ayo sebentar lagi hujan akan turun cepat masuklah," tanpa babibu lelaki tersebut langsung menarik Jelita dan memasukkannya ke dalam mobilnya.


"Kau apa yang kau lakukan berhenti aku bilang berhenti!" teriak Jelita saat dirinya sadar sudah berada didalam mobil lelaki tersebut. Namun tak di gubris oleh lelaki tersebut bahkan kini ia semakin melajukan mobilnya.


"Apa yang sebenarnya kau ingin kan dariku apa kau ingin membalas dendam terhadap ku, karena aku telah menendangmu waktu itu dan ya ak_"

__ADS_1


"Kamu ingin bilang kalau kamu tidak menyesal melakukannya kan karena itu memang pantas untukku, dan pada akhirnya Dokter mengatakan aku tak bisa punya keturunan." Sela Jhony sambil tersenyum menjeda kalimat Jelita, ya lelaki itu adalah Jhony, Jelita terbelalak dengan penjelasan Jhony ya pria yang pernah dia tendang selangkangannya itu adalah Jhony.


"Sekarang beritahu aku alamatmu dimana?"


tanya Jhony semakin membuat Jelita heran,


"Kenapa kau diam saja, aku ini bukan penjahat kelamin dan juga aku tidak ingin merampok rumahmu karena aku cukup mapan, jadi kamu tidak usah takut, oh ya aku juga meminta maaf atas kelakuan ku beberapa bulan yang lalu kau tahu aku sebenarnya ingin membalas dendam pada kalian berdua, tapi aku sadar itu murni kesalahan ku dan aku melakukan itu karena aku benar-benar merasa takut kehilangan Sasa. Tapi sekarang aku sudah belajar untuk mengikhlaskan.


Kehilangan adalah momok yang paling menakutkan buatku hingga pada akhirnya membuatku berlaku yang tidak wajar. Sekarang beri tau alamatmu dimana atau kita akan terus berputar di satu tempat saja!" pintanya lagi setelah menjelaskan panjang lebar sedikit tentang maksudnya dan semua penjelasannya itu mampu membuat Jelita terdiam dan sempat merenung, hingga Jhony membuyarkan renungannya itu.


"Oh, iya..."


Jelita pun mau tidak mau memberi kan alamat tempat tinggalnya sekarang ini.


setelah satu jam perjalanan karena jalan yang juga kebetulan sangat macet tak seperti biasanya, Jelita pun sampai di depan tempat tinggalnya tanpa menyadari sesosok mata tajam menatap kedatangannya dari ke jauhan.


Jhony pun segera membukakan pintu mobil untuk Jelita, membuat Jelita semakin merasa tidak enak dan merasa bersalah pada apa yang di lakukannya selama ini.


"Sekarang masuklah ini sudah mulai gerimis aku juga akan segera pulang." Cicitnya dan segera berbalik menujuk mobilnya.


"Oh ya Je, apa kau bisa menyampaikan salam maaf ku untuk Sasa, aku ingin menemuinya tapi aku takut dia akan marah dan semakin membenciku, apa lagi yang aku lihat dia sekarang sudah terlihat jauh lebih bahagia setelah punya penggantiku." Ujarnya dengan raut wajah yang sangat sedih.

__ADS_1


"Aku tidak bisa janji tapi akan aku usahakan, oh ya terimakasih atas tumpangannya, dan...maafkan atas kesalahan ku waktu itu, aku sungguh, maksud ku aku hanya melakukannya untuk memberikan pelajaran agar kau sadar tapi,..."


"Sudahlah itu murni bukan salahmu. Cepatlah masuk sepertinya ada yang lagi menunggu mu.!"


__ADS_2