
''Hei...tunggu! kalungmu ketinggalan!" teriak Kenan kecil yang masih menggenggam erat kalung yang ada di tangannya. Namun Dara menghilang di balik rimbunan pohon. Exel terus mengingat kata-kata yang di ucapkan gadis kecil itu padanya.
''Aku berjanji aku akan menjadi orang sukses demi dirimu dan bahkan aku akan jauh lebih sukses dari Daddy mu aku pun akan terus mencarimu gadis malaikatku." Gumam Kenan sambil mengengam erat kalung yang ada di tangannya lalu mengaitkannya dilehernya.
"Exel, Exel, kamu dimana Nak!" teriak seseorang. "Exel kamu sedang apa disini dan kenapa baju kamu basah? Exel jawab Mommy jangan diam saja!"
"Mommy jangan khawatir aku baik-baik saja aku hanya ingin berenang'' terangnya.
''Baiklah jika kamu ingin berenang kita latihan di tempat khusus bukan disini sayang. Ini tempat orang dewasa kamu bisa tenggelam nanti'' Ucap Sonya menjelaskan.
*
"Dara..! Dara bangun Nak kamu kenapa?" Anggun berteriak histeris melihat Dara yang tiba-tiba saja jatuh limbung dengan baju yang sudah basah kuyup. ''Mas Rafa Dara Mas!'' pekik Anggun sambil mengguncang tubuh sang putri.
''Ada apa ini? ada apa dengan Putriku Kak?" cicit Cleo yang baru saja tiba.
"Kak Dara tadi berenang Mami" terang Jelita kecil.
"Bagaimana keadaan Dara apa dia baik-baik saja?" tanya Rafa,
"Dia tidak sedang baik-baik saja mulai sekarang jangan pernah izinkan dia untuk berenang karena begitu ia akan tersentuh air kolam perut dan kakinya akan keram jadi untuk sementara biar dia istirahat beberapa hari." Terang Anthony.
#Flashback of#
*
*
"Kak bagaimana keadaan Kak Kenan?"
"Kenan?"
"Maksudku Kak Excel." Jelita merutuki kebodohannya kenapa Ia sampai menyebut nama Kenan berkali-kali.
"Ha...h huuuf kau ini ada-ada saja. Untuk sementara ini Kakak belum bisa menjelaskannya karena ada benturan keras dikepala dan kakinya mungkin butuh di operasi. Jadi berdoalah, semoga dia baik-baik saja. Dan dimana Dara kenapa dia tidak bersamamu? lalu kenapa Exel bisa kecelakaan? kamu juga berhutang penjelasan padaku!" Darandra memberikan pertanyaan secara beruntun setelah memberikan keterangan perihal keadaan Exel yang sebenarnya.
"Apa separah itu Kak?" tanya balik Jelita sambil menatap lekat pada Kakak sepupunya itu tanpa ingin menjawab pertanyaan Andra.
__ADS_1
"Untuk itulah aku ingin bertemu Dara dan menjelaskan semuanya" terang Darandra ."Kak Dara, Kak Dara di culik Kak." ucap Jelita pelan dengan wajah sedihnya.
"Di culik, siapa yang menculiknya?" Darandra yang terkejut mendengar tentang penculikan Dara kini menjadi gelisah. "Jawab aku Jelita katakan siapa yang menculiknya!"
"Aku juga tidak tau Kak," jawab Jelita bingung.
Ia pun mulai menceritakan awal kejadian hingga bagaimana Exel mengalami kecelakaan.
"Ini semua salahku Kak, aku yang menyebabkan Kak Exel seperti ini. Jika terjadi sesuatu dengan Kak Exel, apa yang akan aku jelaskan pada Kak Dara'' tuturnya sambil menunduk sedih.
''Sudah-sudah kau jangan sedih aku lihat Excel itu orang yang kuat jadi jangan khawatir dia pasti baik-baik saja.'' Terang Darandra ''sekarang hubungi Kak Devan minta tolong padanya untuk mencari Dara!'' imbuh Darandra.
''Tapi Kak bagaimana kalau Kak Devan keberatan karena Kak Dev_''
''Apa kamu mau minta bantuan sama Dad Rafa?''
''Tit_tidak Kak aku tidak mau Bunda jadi khawatir.''
''Itu kamu tau, telpon sekarang!'' perintah Darandra.
''Dan aku akan masuk melihat perkembangan Exel agar bisa mengambil tindakan lebih lanjut'' imbuhnya lagi. Lalu Jelita pun menelpon Devan dan menceritakan semuanya.
*
*
*
''Jadi Exel adalah Kak Kenan dan Om Bram lah yang membuat Exel seperti ini?'' cicit Dara dengan mimik wajah terkejutnya.
''Iya sayang suami Mommy yang menanamkan dendam di hatinya untuk itu apapun yang terjadi tetaplah bersamanya'' pinta Sonya dan hanya di angguki Dara.
''Bunda pasti senang dengan kabar ini'' cicit Dara.
''Tapi tidak sekarang sayang karena itu pesan Dad, Rafa.''
''Apa jadi Dad Rafa pun sudah tau? tentang Kak Kenan dan Daddy diam saja."
__ADS_1
"Iya bahkan Daddy mu tau sebelum pernikahanmu. Saat Mommy bertekat' untuk membongkar semuanya, karena Mommy sudah capek' awalnya Daddy mu marah karena kenapa harus memilih sekarang untuk memberitahukannya' alasannya Mommy sangat mencitai Exel. Dan Mas Bram tidak mungkin melepaskan keluarga kalian begitu saja. Pasti dia akan mencari cara lain untuk menghancurkan keluarga kalian." Terang Sonya dengan wajah sendu.
''Lalu kenapa Daddy tak ingin Bunda tau''
"Itu karena Daddy mu tak ingin Bundamu sedih dan khawatir. Kamu tau sendirikan tujuan Exel menikahimu? dan jika Bunda mu tau lalu dia jujur pada Exel apa akan semudah itu Exel mau menerima kenyataan? sedangkan dendam di hatinya sudah tertanam selama bertahun-tahun.
Itu sebabnya Daddy, mu merahasiakan dan menyetujui pernikahan mu dengan Exel, karena Daddy, mu sangat yakin kamu pasti bisa bertahan dan bisa mengubahnya.'' Dara hanya bisa mengangguk sambil merenungi semua penjelasan yang di sampaikan Sonya.
Namun tiba-tiba saja jantungnya berdebar sangat kencang. ''Kamu kenapa sayang?'' tanya Sonya sambil mengerutkan alisnya saat melihat Dara mengelus dadanya.
''Entahlah Mom sepertinya perasaanku sedang tidak enak. Mom apa boleh Dara meminjam telepon? Dara ingin menelpon Jelita karena tadi Dara sempat menelpon dan memberitahu kalau Dara diculik.
Dara takut Jelita khawatir tentang keadaan Dara saat ini.''
''Tentu boleh dong sayang' ini ambillah!'' ucap Sonya sambil menyodorkan gawainya Dara pun segera meraihnya dan segera melakukan panggilan.
''Halo ini siapa?'' Assalamualaikum Je, Ini Kakak.''
''Kakak, Kakak di mana bagaimana keadaan Kakak sekarang?''
''Alhamdulillah Je kakak baik-baik saja. Kamu tidak usah khawatir ya!''
''Tentu saja aku khawatir kak, kakak kan bilang kakak diculik. Bagaimana aku tidak khawatir sedangkan Kak Exel sekarang di Rumah Sakit dan sedang dioperasi''
''Apa Exel di Rumah Sakit? dan sedang dioperasi Memangnya apa yang terjadi pada Exel?'' cicit Dara mulai tak tenang.
''Kak, Exel mengalami kecelakaan saat mendengar kabar tentang tentang penculikan Kakak.''
''Baiklah Je, aku akan sana kasih tahu aku alamat rumah sakitnya.''
''Oke Kak, biar Kak Devan yang menjemput kakak'' ''oke Je, terima kasih Assalamualaikum.
''Waalaikumsalam Kak'' Dara pun segera menutup panggilannya dengan gelisah.
''Ada apa dengan Exel Dara? Kenapa dia di Rumah Sakit? dan kenapa dia harus di operasi?''
"Dara juga tidak tau dengan pasti kejadiannya Mom,tapi menurut Jelita Exel kecelakaan saat mendengar Dara di culik'' tutur Dara dengan mata yang berkaca-kaca. ''Kita harus segera ke Rumah Sakit sekarang!'' lanjutnya bangkit dari tempat duduknya.
__ADS_1
''Baiklah Nak tapi tenangkan dirimu dulu jangan tergesa-gesa seperti ini." Sonya pun berusaha menenangkan Dara "minumlah Mommy akan ganti pakaian dulu" ujarnya lalu meninggalkan Dara yang masih tertegun.