
Tidak sampai di situ saja Bram pun mulai menyecap ceruk leher Sonya, mengexplor seluruh tubuh istrinya dan meninggal bekas merah sebagai tanda kepemilikannya, Bram berusaha memberikan kelembutan di dalam permainannya agar Sonya bisa menikmati permainannya dan benar saja Sonya kembali mende..sah membuat Bram bersemangat berpacu dalam gair..ah..nya. Dan kini tiba saat nya ia akan melakukan penyatuannya.
''Aaaaw sakit Mas Bram...!" Jerit Sonya sambil menggeliat menahan sakit saat sesuatu yang keras berusaha masuk di bawah sana. Dan jeritannya mampu membuat Bram berhenti melakukan aksinya.
"Maafkan aku sayang... aku akan melakukannya dengan pelan" ucap Bram sambil mengecup kedua mata istrinya yang sudah mengeluarkan air mata itu.
Bram kembali memberikan ransa...ngan ditubuh Sonya agar Sonya tidak trauma dengan permainannya.
Setelah berusaha sekuat tenaga dan bersusah payah akhirnya Bram pun berhasil melakukan penyatuannya dengan sempurna dan kini Ia terus memompa dengan lembut dan pelan, sedang Sonya yang semula merasakan sakit luar biasa kini kembali di buat menggila dengan permainan suaminya yang begitu lihai mempermainkannya.
Apa lagi saat Bram terus memompanya dengan penuh kelembutan membuatnya kembali merasakan sensasi luar biasa di saat sesuatu yang ingin tumpah ruah. Sonya menekan pinggang suaminya agar Bram melakukannya lebih dalam Bram yang paham pun lalu mempercepat gerakannya dan menekan dengan kuat.
"Kita keluarkan sama-sama ya?" pinta Bram dan hanya di angguki oleh Sonya. Karena dia sudah tak sanggup lagi untuk berkata-kata oleh sensasi yang ia rasakan.
Bram menautkan kedua jemarinya pada jemari tangan istrinya lalu menggenggamnya kuat saat pelepasannya keluar sedang sonya mengangkat sedikit panggulnya agar Bram dengan mudah melakuka penekanan, dan sudah beberapa kali Bram mengulangi permainan dan pelepasannya hingga membuatnya ambruk di sisi sang istri dengan nafas yang masih menderu. Sedangkan Sonya hanya bisa menatap suaminya yang kini berada di sampingnya dengan memeluk erat tubuhnya seolah tak ingin kehilangan Sonya.
Bram pun membalas tatapan istrinya itu dengan mata yang berkaca-kaca semburat penyesalan tergambar jelas diwajahnya. Namun sesaat kemudian ia pun tersenyum lalu mengecup dengan gemas wajah istrinya yang baru ia sentuh selama puluhan tahun dan ia merasa benar-benar bahagia karena mendapatkan istrinya yang masih suci.
''Mas kamu kenapa?'' Sonya memberanikan dirinya untuk bertanya dengan menyentuh wajah suaminya.
__ADS_1
Bram hanya menatapnya tanpa ingin menjawab lalu di raihnya tangan sang Istri lalu menyimpannya di pinggangnya Sonya pun faham maksud suaminya lantas dia pun memeluk erat tubuh suaminya itu dan di balas oleh Bram.
"Maafkan aku terima kasih untuk semmuanya aku sudah banyak memberimu luka tapi kau tetap setia untukku. Dan berjanjilah apa pun yang terjadi jangan pernah meninggalkan ku.
Aku mencintaimu sayang sangat-sangat mencintaimu aku tak sanggup jika harus kehilanganmu, berjanjilah bahwa kita akan menua bersama mungkin ini sudah terlambat tapi aku berharap kau mau tetap berada di sisiki." Ucap Bram panjang lebar dan hanya di angguki Sonya karena dia tak mampu untuk menjawab permintaan Bram.
Karena apa yang di ucapkan Bram benar-benar membuatnya terkejut sekaligus bahagia, tak jadi masalah buat nya cepat atau lambat nya Bram mengungkap kan perasaan nya yang terpenting sekarang ia tahu kalau Bram sangat mencintainya. Sonya melonggarkan pelukannya pada tubuh suaminya. Dan dia pun melepas pelukan Bram pada tubuhnya yang masih polos tanpa sehelai benangpun itu.
Lalu Sonya bangkit turun dari ranjang.
''Kau mau kemana?'' seru Bram tiba-tiba.
"Diamlah di sini kau belum boleh keluar kamu ingat kata-kata ku hari ini kamu akan aku hukum dan di larang keluar kamar sebelum hukumanmu selesai dan soal minum aku akan mengambilnya untukmu!" ucap Bram sambil melangkah keluar. Glek. Sonya yang mendengar kata-kata hukuman menelan saja susah salivanya dia tak dapat membayangkan setelah ini apakah ia masih bisa berjalan atau tidak.
*
*
*
__ADS_1
"Bagaimana Tuan apakah kita akan menyerang markas mereka? anak buah kita sudah stanby di tempat, mereka akan bergerak setelah Tuan memberikan perintah."
"Baiklah katakan pada mereka untuk tetap waspada karena musuh kita adalah orang yang paling berbahaya, jangan sampai kita lengah" lanjut Exel lagi dan di angguki oleh Reno.
"Tuan saya dengar om Bram dia_"
"yang kamu dengar itu benar om Bram sudah keluar dari kelompok mereka, oleh karena itu kita harus bergerak cepat kamu tau mereka juga pasti mengincar Mommy Sonya, orang yang dekat dengan Om Bram." Jelas Exel memotong kalimat Reno.
"Ok baiklah lalukan sesuai rencana!" perintah Exel, Reno pun beranjak meniggalkan Exel untuk segera menjalankan misinya sementara Exel, masih memantau situasi dan kondisi di klan lawan tentu saja lewat perangkat lunaknya.
"Aku tidak pernah berurusan dengan tim kalian tapi kalian mencoba membunuh ku bukan satu kali tapi dua kali" gumamnya dengan mengepalkan tangannya. "Aku ingin tahu siapa di balik semua ini Tuan Park adalah ketua dari Time Black Bat tapi aku tau dia tidak akan melakukan hal yang curang kecuali ada orang lain di belakangnya dan kenapa Om Bram keluar dari kelompok Black Bat. Apa ini ada kaitannya dengan keluarnya Om Bram? sejumlah pertanyaan bersarang di otaknya sedangkan ia sendiri tak mampu menjawabnya. Memang walau ia tumbuh dan hidup dalam dunia yang keras Exel tak pernah sekalipun mencari musuh kecuali memang orang itu yang lebih dulu menantangnya maka dia pantang mundur kebelakang sebelum berperang.
Dan tiba-tiba saja dia di kejutkan dengan suara gawainya. ''Om Bram kebetulan sekali dua menghubungiku?'' gumamnya lalu menerima panggilan dari Om Bram.
"Aku tau kamu sekarang ada dimana Om cuma mau bilang berhati-hatilah dengan Yuri''
"Yuri siapa dia?"
"Sepertinya gadis itu benar-benar tergila-gila padamu. tapi sayang dia mengetahui kalau kamu sudah menikah, mungkin itu yang membuatnya marah dan ingin balas dendam padamu jika dia tak dapat memilikimu, maka tidak ada yang boleh memilikimu. Makanya lebih baik dia membunuhmu. Dan ini tidak ada sangkutannya dengan Tuan Park. Karena semenjak Om memilih keluar Tuan Park juga tak ada kabarnya kemungkinan besar telah terjadi konsfirasi di dalam kelompok Black Bat, dan bukan tidak mungkin Yuri berada di balik semua ini dan dia tidak sendiri ada rekannya dari Hongkong yang ikut membantu. Kamu jangan khawatir aku akan menjaga Mommy mu di sini." Jelas Bram mengakhiri keterangannya Bram seakan tau kalau Exel menghkwatirkan Sonya. Setelah mendapat informasi yang kongkrit akhirnya Exel pun mengatur rencana untuk menghadapi Yuri secara langsung tanpa harus melibatkan orang lain karena ini antara dia dan Yuri. yang sebenarnya ia juga tidak tahu menahu tentang Adik Tuan Park apa lagi sampai wanita itu menaruh hati padanya.
__ADS_1