Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Aku pernah terhkilaf.


__ADS_3

"Kak, Kakak…! cepat buka pintu aku mau masuk!" teriak Amara mengetuk pintu dengan begitu kencang.


"Ada apa sih Am?" kamu itu mengganggu saja." Gerutu Jelita sambil membuka pintu.


Ceklek.


"Aaaaa Kak, Jelita…it-it-itu" tunjuk nya pada leher Jelita yang terlihat memerah, Jelita pun menoleh ke arah telunjuk Amara, dan ia hanya bisa nyengir untuk menutupi rasa malunya itu.


"Apa,, lintah di tempat tidur Kakak balik lagi?" tanya Amara dengan wajah yang bergidik ngeri.


"Ii-iya dia balik lagi, mam-maksudku lintahnya. Mm… Oh ya,, ada apa kau memanggil Kakak.?" tanya Jelita mengalihkan pembicaraan.


"It-itu tadi Amara ingin masuk ingin bertanya sesuatu, tapi sudahlah Amara takut," Amara pun segera terbalik pergi namun seketika ia menahan langkahnya.


"Kak, mungkin saja lintah itu adalah lintah penyihir, maksudku ada yang menyihir tempat tidur kakak supaya berubah menjadi lintah, atau menurutku kakak Cium saja itu lintahnya siapa tahu dia berubah jadi Pangeran ganteng. Lumayan kan Kak, bisa untuk teman jalan-jalan." Kekeh Amara


"Yaya, kamu betul juga. Nanti akan Aku coba." Jawab Jelita asal.


"Kakak…!"


"Ya,, ada apa lagi?"


"Apa Kak, Jelita serius akan, melakukannya?"


"Menurutmu?"


"Aku tak tahu." Ucap Amara melongo sambil menggeleng kan kepalanya.


"Ya tentu saja tidak! kau kira aku ini bodoh! Makanya jangan suka Nonton film yang aneh-aneh, mending aku Mencium Damara biar bagaimanapun menurutku Damara tidak akan tergantikan dengan apa pun.


"Cieee yang lagi kasmaran udah ahhh gara-gara Kakak aku jadi lupa kalau Kak, Danu sedang menunggu, aku pergi dulu!" Amara pun segera meninggalkan Jelita.


"Amara kau bilang tadi akan menanyakan sesuatu?" teriak Jelita karena Amara sudah kian menjauh.

__ADS_1


"Lain kali aja Kak...!" Balas Amara berteriak tanpa berbalik.


"Auuw…Kau sayang…turun kan aku!"


Jelita menjerit, terkejut karena Damara tiba-tiba saja mengangkat tubuhnya seperti karung beras.


"Kau bilang apa tadi?"


"Yang-yang mana? Ap-apa maksudmu?" "Apakah setelah kau tidur bersama lintah itu sekarang kau sudah mulai pikun? atau sudah lupa ingatan?"


"Ap-Apa maksudmu sayang?" ucap Jelita gugup, saat Damara menurunkan tubuhnya di atas tempat tidur, lalu kemudian mengungkungnya.


"Bukankah tadi kau bilang ada lintah di tempat tidur kita, dan. Sejak kapan Lintah itu berani bercinta denganmu? Katakan padaku?" "Sayang dengarkan aku dulu, apa aku akan menjelaskannya kepada adikmu itu kalau kau yang selalu melakukannya, dan semua ini atas perbuatan mu. Kau lihat tanda merah-merah di badanku ini.


Apa kamu akan menjelaskannya pada Amara kalau ini adalah hasil perbuatanmu."


"Aku rasa sebaiknya begitu biar dia tau kalau kakaknya ini paling jago membuat tanda," ucap Damara sambil menyeringai,


"Sayang Kau...


"Oh iya sayang! dua minggu lagi acara resepsi pernikahan kita, apa kau sudah siap dengan undangannya?" Damara menghampiri sang istri yang sedang bermain dengan baby Ar kamu saja menyiapkan semuanya sayang kamu Lihatkan aku sedang sibuk dengan baby Ar, mana sempat mengurus yang begituan."


"Baiklah aku akan menyuruh Amara melakukan nya"


"Amara sedang punya kesibukan sendiri kenapa kau mengganggu nya, bagaimana kalau aku minta bantuan Renata saja."


"Sayang kau, apa kau tidak memikirkan ku.?"


"Kenapa, apa kau masih dendam padanya?"


"Tidak hanya saja Aku, maksudku dia pasti akan mengundang teman-teman ku waktu aku bersamanya, lalu mereka akan mengira aku akan menikah dengan nya."


"Kenapa? apa yang kau takutkan? biarkan orang yang menilai sesuka hatinya, yang penting hati kalian tetap terjaga. Dan aku yakin Renata adalah wanita yang baik," ucap Jelita meyakinkan suaminya.

__ADS_1


"Sayang aku memang orang yang tidak akan pernah ingin mengalah, jika tidak merasa salah dan aku orang yang keras kepala, tapi apa kau tau Bunda mengajarkan kami untuk tidak menyimpan dendam, dan kau tahu sendiri aku pernah terhilaf, lupa akan ajaran Bunda. Hingga membuat ku hampir kehilangan mu, aku, aku minta maaf padamu. Hiks...hiks...hiks..."


"Jelita tiba-tiba saja terisak saat mengingat kembali kejadian yang hampir saja membuatnya kehilangan nyawa itu.


"Hei...sayang kok, malah menangis sih? sudah jangan di ingat lagi sayang, kau melakukan itu karena kau merasa kecewa pada ku, dan kau belum seutuhnya percaya akan diriku, dan aku sangat memaklumkannya, aku juga sebenarnya yang sangat menyesal atas semua kejadian itu. Karena sebagai suami aku tidak bisa menjaga hati istri ku dengan baik."


Damara kembali memeluk tubuh istrinya memberinya dekapan kasih sayang, bahkan dekapan nya begitu dalam. Hingga suara rengekan tangis dari baby Ar, terdengar menyadarkan mereka.


"Sayang anak Papi, Mamy, kenapa sayang? kamu marah ya! Papi, Mamy cuekin? baiklah Papi, Mamy minta maaf juga pada pangeran kecil Papi, Mamy," dan benar saja mendengar kata maaf dari Damara Baby Ar, malah tersenyum riang.


"Sayang aku yang capek menabur benih tapi kenapa dia lebih menuruni sifat mu?" Kekeh Damara yang sangat gemas,


"Mungkin anak kita sempat kesal saat kau tinggalkan ke luar negri." Kekeh Jelita


"Waktu itu kan aku tidak tau sayang dan lagi pula aku disana terus merindukanmu."


"Benarkah?"


"Ya,, tentu saja. Apakah kau masih tidak percaya pada suami ini?"


"Ya,, ya,, tentu saja aku percaya kalau tidak Mana Mungkin kita bisa sampai sekarang ini." Sahut Jelita.


"Sayang terima kasih untuk tetap percaya padaku, dan apapun yang terjadi kedepannya Tetaplah seperti ini.!" untuk kesekian kalinya Mereka pun saling berpelukan dengan rasa penuh cinta dan kasih sayang sayang bagaimana kalau acara kita nanti, kita adakan di mension Dad, Rafa?"


"Apa kamu yakin sayang?"


"lya,, aku juga Sudah meminta izin pada kak, Exel Untuk mengadakan acara kita di sana. Karena aku ingin keluarga besar Daddy dan Bunda semuanya akan hadir di acara kita nanti, untuk itu aku tak ingin mengundang terlalu banyak tamu."


"Baiklah,, aku akan menugaskan Baron untuk membereskan semuanya."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dua minggu kemudian.

__ADS_1


Acara yang sudah di gadang-gadang sebagai tempat ajang berkumpulnya keluarga itu, kini sudah di penuhi para tamu undangan yang datang bahkan mereka datang dengan pasangan mereka masing-masing...


Seperti saat ini, ada Danu dan Amara, Darandra dan Tasya, sedangkan Adam atau Jhony datang bersama para anak-anak panti. tak lupa juga Baron dan Renata yang turut hadir bersama putra kecil mereka, dan juga kelurga Anggun dan Rafa, seperti Angga dan Dinda, datang bersama putra dan putri mereka dari Singapore, Ada Cleo dan Dokter Anthony, tentu saja mereka kedua orang tua si kembar Dara, Dan Dokter Darandra. Sedang ke dua orang tua Rafa sudah meninggal begitupun dengan Oma Clara.


__ADS_2