Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Jangan mencariku.


__ADS_3

''Tit-tidak Tuan ak-aku-aku hanya_''


''kamu hanya apa?'' bisik Exel menjeda kalimat Dara. Exel menghembuskan nafasnya dengan lembut membuat tenggkuknya merinding.


''Tut-Tuan aku hanya tidak tau maksud Anda membangunkan siapa?'' Exel hanya bisa tersenyum dengan kepolosan istrinya.


''Apa kamu betul-betul tidak tau atau pura-pura tidak tau?'' tanya Exel kembali.


''Tidak!'' tegas Dara sambil menggelengkan kepalanya cepat, membuat Exel semakin gemas ingin mengerjainya.


''Apa kau ingin tau jika dia terbangun maka dia akan membuatmu terlena, apa kau ingin merasakannya atau mencobanya?'' Dara pun hanya bisa mengangguk polos.


''Baiklah pejamkan matamu dan nikmati apa yang akan aku lakukan Dara pun hanya mengangguk tak berani membantah kata-kata suaminya itu. Dan saat Dara memilih memejamkan matanya kembali Exel pun kembali tersenyum.


''Aku tidak menyangka selain baik hati ternyata kamu betul-betul polos'' gumamnya dalam hati, dan Ia pun kembali menautkan bibirnya membuat Dara terkejut namun ia tak bisa menghindar atau bahkan melepaskan diri karena tengkuknya kini sudah tertahan.


Walau Dara masih kaku tak bisa mengimbangi permainan suaminya itu. namun Ia berusaha membalas apa yang Exel lakuka dengan ikut menyecap dan membuka sedikit bibirnya dan Exel pun dengan leluasa mengeksplor di dalamnya sedang tangannya Exel kini melepas penghalang di tubuhnya sendiri dan kini Ia benar-benar polos.


Ia pun melepas tautannya begitu menyadari Dara sudah tak bisa bernafas sedang tangannya kini bergerilya menyentuh titik sensitif yang ada di tubuh Dara hingga membuat Dara menahan nafasnya apa lagi di saat Exel kini menyecap dua buah kesukaannya membuat Dara *******-***** rambut Exel dan menekan kepalanya.


''Tut-Tuan suara berat Dara pun keluar saat tangan Exel mengelus dengan lembut bahkan menekan juniornya di klitorisnya.


membuat Dara mengigit bibirnya,


Exel hanya bisa tersenyum melihat istrinya kini tetbuai dengan permainan panasnya, tak berhenti di situ saja Exel kembali mempermainkan Dara menggunakan jari telunjuknya terus menggelitik kepemilikan Dara, hingga membuat tubuh Dara bergetar hebat,


''Ex-Exel!'' suara Dara tertahan, Dara meraih tangan Exel yang menggelitiknya dan menekannya saat merasakan ada sesuatu akan tumpah, dan Exel pun menggunakan kesempatan itu untuk melakukan penyatuannya, dengan gerakan cepat Ia mengungkung tubuh Dara lalu melakukan penyatuanya.

__ADS_1


''Aaaaw sakit!'' pekik Dara saat merasakan sesuatu yang keras memasukinya Ia pun mencengkram dengan kuat tubuh Exel hingga kuku kukunya tertancap. Dan di saat itu juga Exel tersadar dengan apa yang Ia lakukan,


''Sial!'' umpatnya, lalu dengan cepat Ia menarik miliknya sebelum terlanjur masuk dan Ia pun bergegas bangkit menuju Bhatroom untuk menuntaskan hasratnya.


Sedangkan Dara di buat melongo melihat kepergian suaminya itu secara tiba-tiba dan apakah suaminya itu marah padanya karena cakarannya tadi pasti melukai tubuh Exel,itulah pertanyaan di dalam fikirnya saat ini. lalu Ia pun bangkit dan betapa terkejutnya Ia saat melihat dirinya hanya memakai lingeri yang begitu tipis.


''S-siapa yang menganti pakaianku bukankah tadi malam aku--?'' Dara memotong kalimat gumamannya karena mengingat betul dengan baik baju apa yang Ia kenakan semalam.


''Aku yang mengganti bajumu samalam' kenapa? apa kau berharap ada orang lain disini yang bisa mengganti pakaianmu?'' ucap Exel yang baru keluar dari batroom hanya dengan memakai balutan handuk di pinggangnya membuat Dara terkesima dengan roti sobeknya.


Namun dengan cepat Ia menundukkan pandangannya Ia tak ingin Exel mengetahui kalau dia sedang terpesona.


"Kau kenapa?" tegur Exel saat melihat Dara hanya diam menundukkan pandangannya.


''Tit-tidak Tuan aku hanya_" segera bersihkan tubuhmu karena aku ingin berbicara hal penting denganmu!" perintah Exel memotong kalimat Dara sedangkan Ia melengang menuju walk in closed, dan itu membuat Dara kesal.


Namun Ia pun segera membersihkan diri saat Ia menyadari kalau ternyata dirinya belum sholat subuh, setelah selesai menunaikan ibadah sholat Ia pun segera menuju dapur ingin menyiapkan sarapan untuk suaminya itu.


"Aku ingin membuat sesuatu untuk Tuan sarapan jawab Dara menatap suaminya itu tanpa berkedip.


"Aku sudah memesan makanan jadi kau tidak usah repot-repot."


Ucap Exel dengan nada datarnya.


"Kemarilah ada yang lebih penting yang akan aku sampaikan padamu!" imbuh Exel lagi berucap.


Dan Dara pun mengikuti arahan suaminya itu.

__ADS_1


"Duduk lah!" perintah Exel dan Dara pun duduk tepat di depan Exel. Exel kemudian mengeluarkan sabuah map berwana biru lalu menyerahkannya kepada Dara.


"Ini apa Tuan?'' ucapnya penuh tanda tanya, ''Bukalah dan lihat isinya'' Dara pun membuka lalu melihat dengan teliti apa isi map itu sebenarnya. ''Villa ini menjadi milikku dan kita pun akan akan berpisah dan Tuan akan pergi dari negara ini dan melupakan dendam Tuan kepada keluarga saya?'' bukannya menjawab namun Exel hanya mengangguk tegas.


''tapi kenapa kita harus berpisah Tuan?" tanya Dara dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.


Namun dengan sekuat mungkin Ia berusaha untuk tidak menangis di depan Exel.


"Kau lupa dengan apa yang pernah aku katakan jika kau adalah teman masa kecilku maka kita akan berpisah, karena aku tak ingin menghabiskan sisa hidupku dengan wanita yang orang tuanya telah membunuh orang tuaku, dan aku juga tak ingin punya keturunan darimu! kejadian hari ini aku tak sengaja melakukannya'' Terang Exel panjang lebar membuat Dara merengut kesal.


''Apa? dia bilang tak sengaja melakukannya sedangkan itu terasa nyata dan sakit sekali. Gumam Dara dalam hati, lalu Ia pun menutup map yang ada di tangannya lalu Ia meletak kannya di atas Nakas yang berada di depan Exel.


''Setelah berpisah apa yang akan Anda lakukan?''


''Aku akan menikah dengan Jennifer bukankah aku pernah mengatakannya'' bohongnya.


''Baiklah Tuan jika itu membuat Anda bahagia aku akan merima apa pun keputusan Tuan!'' ucap Dara datar, lalu Ia pun melengoskan wajahnya menjaga butiran bening yang akan jatuh.


Ting tong ting tong terdengar suara bel bertanda ada yang datang.


''Biarkan aku yang keluar untuk melihatnya sela Dara lalu bangkit meninggalkan Exel.


Ceklek.


''Maaf Nona pesanan Anda!'' Masuklah kedalam orangnya sedang menunggu di dalam ucap Dara mempersilahkan sangpengantar makanan itu untuk, masuk kedalam.


''Kau...! kenapa kau yang masuk? kemana Istri ku kenapa juga tak ikut masuk!'' Tugas Exel membuat orang itu hanya menunduk. Setelah melunasi tagihannya Ia pun beranjak ingin memanggil Dara namun baru saja dia melangkah gawainyapun bergetar.

__ADS_1


''Dara!'' gumamnya, ''Hal_"


''Jangan mencariku aku akan pergi jauh seperti yang kau inginkan, maaf aku tak bisa datang di pernikahanmu Villa itu aku kembalikan padamu sebagai hadiah pernikahan.'' lalu panggilan pun di matikan sepihak oleh Dara ''Halo..halo...Dar_sit sial.''


__ADS_2