
Tumbuh rasa penyesalan di hatinya. Namun naluri ke..lela...kiannya membuatnya ingin terus melanjutkan aksinya walau tak sekasar tadi, karena dia sadar pasti sekarang Dara sedang merasa sangat kesakitan apa lagi dia memulainya tanpa pemanasan. Sedang ini adalah pengalaman pertama untuk Dara.
Ia berusaha memberikan kenyamanan untuk Dara agar Dara bisa menikmati permainannya terbukti dari dia mengatur ritme permainannya Ia pun mulai meraih dan menyecap dua gundukan yang berwarna coklat kemerah merahan yang menjadi paforitnya itu.
Hingga membuat Dara menggit bibir bawahnya walau tak ada suara yang keluar namun, bisa di tebak kalau Dara kini menikmati permainan yang Kenan berikan,karena kedua jemari tangan yang tadi menancapkan kuku-kukunya di punggung Kenan kini hanya bisa *******-***** ujung seprai, apa lagi saat Kenan, menekan dengan lembut mebuatnya begetar tidak karuan, dan kini Kenan mempercepat gerakannya.
Karena Ia merasa sesuatu yang akan memb..uncah begitupun dengan Dara merasakan hal yang sama, Dara memeluk erat tubuh Kenan saat Kenan menekan lebih dalam dan bersamaan dengan Itu juga Kenan memuntahkan laha...rnya kedinding rah...im milik Dara. Hingga membuat tubuh Dara bergetar hebat.
Ada sedikit rasa bangga di hatinya karena mendapatkan Dara masih dalam keadaan suci, namun sekaligus hatinya di liputi rasa bersalah karena untuk ke sekiankalinya ia harus menyakiti Dara.
Di tatapnya dengan seksama tub..uh yang masih polos tanpa sehelai benang itu nampak tubuh itu masih bergetar menyisakan isak tangis, perlahan Kenan menarik selimut untuk menyelimuti tubuh Dara.
Ia pun masuk di dalamnya lalu meraih tubuh Dara dan membawanya masuk dalam pelukannya.
''Maafkan aku, maafkan aku!''
ucapanya lirih. Ia pun mengecup pucuk kepala milik Dara dan mencium ke dua mata yang masih terpejam namun masih mengeluarkan air mata itu.
''Hei...! jawab aku apakah kau masih marah padaku, aku sudah meminta maaf dan ya! seharusnya aku yang marah dan kecewa karena kau pulang di antar lelaki lain, kau tau aku tidak suka ada lelaki yang mendekatimu karena kau hanyalah milikku dan selamanya menjadi milikku!" ucapnya menekan kalimat milikku.
Dara yang dari tadi hanya diam tak menjawab sepatah katapun karena masih sakit hati atas perlakuan Kenan dan kata-katanya seolah-olah Ia adalah seorang ******. Untuk itu hanya bisa terisak dalam diamnya seandainya Exel yang melakukannya mungkin ia tidak keberatan, walau Exel dan Kenan adalah orang yang sama. Ia hanya takut jika Exel mengingat siapa dirinya dia akan melupakan apa yang telah di lakukan kepadanya saat ini seperti Exel yang lupa akan dirinya sebagai istri.
Namun perkataan Kenan yang baru saja membuat Dara seketika berhenti untuk terisak, perlahan Ia membuka matanya dan menatap dengan intens wajah yang ada di depannya itu. Dengan perlahan Ia menelusuri wajah itu dengan jari jemari tangangannya. Kenan meraih jemari tangan yang mengusap wajahnya lalu mengecupnya lembut.
"Ada apa?"
__ADS_1
pertanyaan itu di lontarkan Kenan lantaran Dara hanya diam tanpa berbicara mengusap lembut wajahnya.
"Apakah kau sudah kembali? aku sangat merindukanmu Exel. jangan pernah seperti ini lagi kau menakutiku, dan kenapa kau selalu,menyiksaku dengan perasaan ini. Kau tau kau itu jahat aku membencimu-aku membencimu,kau tau aku sangat takut jika kau tidak akan akan mengingatku lagi, aku tak_Ummp...''
untuk kesekian kalinya suara Dara tenggelam dalam tautannya dan kali ini penuh Dengan kelembutan Dara pun membalas apa yang suaminya itu lakukan dengan penuh gai..r..ah.
"Jadi sebenarnya kau berfikir bahwa aku ini Kenan, bukan Exel?"
tanya Exel saat menjeda tautannya.
"Hmmm"
hanya itu yang keluar dari bibir Dara di sertai anggukan pelan, karena Exel tangan Exel yang tidak tinggal diam menyentuh dan menekan area sen..siti..fnya. Exel tersenyum penuh makna dia begitu bahagia ternyata Dara selama ini merindukannya.
"Sekarang katakan padaku kalau kau mencintaiku"
Namun di balas gelengan kepala oleh Dara, Exel pun merasa gemas melihat tingkah istri nya itu.
"Kau benar-benar tak ingin mengatakannya, baiklah aku akan menghukummu sekarang juga hingga kau mengatakannya padaku."
Lanjut Exel, kembali menelusuri setiap le..kuk tu..buh istrinya itu. Kini Dara benar-benar di buat tidak berdaya oleh suaminya apa lagi saat Exel menekan kl..itoris miliknya membuatnya men..egang, Exel kembali tersenyum karena melihat Dara yang suka rela meren..ggan..gkan kakinya seakan meminta sesuatu yang lebih.
"Apa kau menyukainya Sayang?"
Dara hanya menjawab lewat anggukan, karena ia sudah tak mampu untuk berkata-kata.
__ADS_1
"Sekarang ucapkan padaku bahwa kau mencintaiku!"
tekannya di telinga Dara. Namun Dara tetap kekeh pada pendiriannya, Ia kembali menggelengkan kepalanya. membuat Exel tersenyum jahil.
"Baiklah kau sendiri yang memintanya"
ucap Exel kini Exel menyecap dan menggelitik klit..ori..snya dengan lembut dan pelan membuat Dara semakin men...egang bahkan kini tangannya mulai menjambak rambut dan menekan kepala Exel yang masih asyik bermain di bawah sana.
Dara terus menahan diri agar tidak meracau dengan menggit bibir bawahnya, namun Exel yang lihai dalam permainannya cukup membuatnya tak berdaya apa lagi saat merasakan sesuatu yang ingin segera di tuntaskan, namun Exel tetap tak mengindahkannya, hingga Dara kembali merasakan sesuatu yang ingin membuncah sampai ke ubun-ubunnya.
"Ex_Exel...Aa-aku mencintaimu aku mencintaimu sangat-sangat mencintaimu" ucapnya berulang-ulang dengan nada suara yang tertahan karena Ia seperti ikan yang menggelapar-lepar akibat sensasi yang di rasakannya.
Exel yang mendengar pengakuan cinta dari Dara pun tersenyum puas, Ia pun segera meringsek naik dan kembali mengungkung tu..buh Dara untuk segera melakukan peny..atuannya karena Ia sebenarnya sudah setengah mati menahan dirinya dari tadi yang ingin segera di tuntaskan.
Dengan pelan tapi pasti kini Exel melakukan hentakan demi hentakan membuat tubuh Dara kembali bergetar hebat Dara menekan pinggang Exel agar Exel melakukannya lebih dalam lagi.
Exel terus memberikan permainan yang membuat Dara terus merasakan di atas awang, entah sudah berapa kali Ia membuat Dara klim...aks.
Tanpa memperdulikan suara panggilan telpon yang masuk, Exel dengan enteng melempar benda pipihnya itu hingga masuk ke tong sampah yang ada di kamar tersebut.
Dan kini gilirannya untuk menuntaskan apa yang di tahannya sejak tadi. Dengan satu kali hentakan Exel kembali menaburkan benihnya di rahim Dara.
Sedang tangan mereka masih saling bertautan satu sama lain. Dan kini Exel kembali memeluk tubuh istrinya yang masih polos dan basah oleh keringat, sehabis olah raga malam tersebut.
Dan Ia pun segera menarik selimut sedang Dara sendiri sudah tidak berdaya, tenaganya benar-benar seperti terkuras habis oleh suaminya itu. Bagaimana tidak sudah 3 jam mereka terus bergulat di atas tempat tidur.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain Reno, terus menggerutu karena sudah kurang lebih 3 jam Ia menunggu Tuannya itu di bandara, namun yang di tunggu malah tak kelihatan batang hidungnya, sedang teleponnya sudah tak bisa di hubungi.