
"Sas-sayang aku."
"Lepaskan aku Kak!" pekik Dara saat Exel meraih tangannya dan dengan kasar ia menghempaskan tangan suaminya itu. Ia pun berlalu meninggalkan Exel yang masih melongo karena baru pertama melihat istrinya semarah itu.
"Sayang, baiklah aku akan mengatakannya padamu aku yang melakukannya!" teriak Exel membuat Dara berhenti kemudian berbalik mendekati Exel.
"Kenapa-Kenapa jiwa preman mu itu tidak bisa hilang! apa semua masalah akan terselesaikan dengan kekerasan, kau sudah berjanji padaku untuk tidak melakukannya tapi kenapa kau melanggar nya. Jika kau masih seperti ini jauhi aku dan anakku aku tidak mau hidup dengan orang yang selalu berbuat kasar pada orang lain!"
Setelah berucap Dara pun kembali meninggalkan Exel.
"Sayang, dengarkan aku! sayang, Dara Primadita Anthony, berhenti!" Sarkas Exel membuat Dara pun menghentikan langkah nya. Exel meraih tangan Dara dan membalik kan tubuhnya.
"Apa aku tidak salah dengar dengan apa yang kau katakan tadi?" tanya Exel dengan wajah yang sudah memerah karena marah namun tidak membuat Dara ciut.
"Kau menyuruh ku untuk tidak menemui istri dan anakku! apa hak mu untuk melarangku melakukannya katakan padaku Nona Dara apa hak mu melarang ku!" geram Exel
"Atau jangan-jangan kau ada perasaan pada Damara?"
Plak,
"Apa hanya itu yang bisa kau lakukan kau tega menuduh ku menyukai adik ipar mu sendiri sedang selama ini kau mengetahui cinta ku itu untuk siapa!" Tangis Dara pun pecah karena ia merasa kesal dengan tuduhan Exel, sedang Exel yang sadar pun merutuki
kebodohannya yang sampai hati menuduh istrinya itu.
Exel yang merasa bersalah segera mengejar istri nya menuju kamarnya untung saja Dara tidak menguncikannya pintu.
Di lihatnya tubuh sang istri yang terbaring di tempat tidur dengan tubuh yang berguncang. karena Dara kini tengah terisak menangis.
"Sayang aku minta maaf dan tidak seharusnya aku mengatakan semua itu dan tidak seharusnya aku menuduh mu dan tidak seharusnya juga aku marah padamu." Ucap Exel penuh penyesalan.
Dara pun bangkit lalu duduk di tepi pembaringan dengan mata yang sembab nya, dan Exel tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk segera memeluk tubuh istrinya. Dengan penuh penyesalan, ia pun bahkan menangis dalam sesal nya.
__ADS_1
"Aku hanya takut apa yang dulu pernah terjadi akan kembali terjadi padamu aku tidak mau orang yang kau sakiti membalas dendam pada mu atau pada anak kita." Lirih Dara
"Iya sayang aku minta maaf, karena terlalu cepat terbawa emosi, karena kau tau sendiri aku tidak bisa hidup tanpa mu, apa lagi saat mendengar mu mengatakan untuk menjauhimu dan anak kita. Aku rasa aku tidak sanggup, lebih baik aku berhenti bernapas."
Exel pun menatap kedua mata sang istri yang masih mengeluarkan buliran bening itu Exel pun mengecup kedua mata itu dengan lembut kemudian turun ke bibir ranum milik istri nya. Lama ia saling ******* dan bertukar Saliva.
Sedangkan nafas Dara kini sudah mulai tak beraturan di saat tau tanya itu telepas.
"Aku ingin mandi." Cicit Dara menatap Exel yang juga sedang tersenyum menatap nya.
"Ayo aku juga belum mandi." Ajak Exel dan tanpa menunggu lama ia segera mengangkat tubuh istrinya itu dan membawanya masuk kedalam Bhatroom. Sedangkan Dara hanya menurut saja.
Kini tangan Exel ikut sibuk melepaskan pakaian yang ada pada tubuh Dara dan begitu juga dengan pakaiannya hingga membuat keduanya polos seperti bayi baru lahir.
"Kamu tunggu di sini aku akan mengisi air dulu!" dan hanya di angguki oleh Dara yang masih membelakangi suaminya itu.
Dan setelah di rasa air sudah penuh Exel pun menjemput istri nya.
"Kakak...!" Cicitnya menahan malu karena untuk kali pertama ia akan mandi bersama Exel.
"Biar aku yang melakukannya" ucap Exel saat melihat Dara begitu ke sulitan menggosok punggung nya dengan sabun. Setelah itu ia pun membilas dengan air, namun ntah mengapa ia begitu terpesona dengan kemulusan punggung istrinya itu, hingga ia pun memberanikan diri untuk menggigitnya dengan lembut dan itu membuat Dara merinding menahan geli akibat ulah Exel tersebut.
Dan bukan sampai di situ saja Exel mengecap ceruk leher jenjang Dara dari belakang, sedang tangannya bulai mengelus dua bukit favoritnya hingga menegang. Dara yang menerima serangan tiba-tiba tak bisa menolaknya, karena apa yang di lakukan Exel membuatnya terbuai.
Exel membalik tubuh Dara karena merasa tak mendapat penolakan Exel pun mulai mengatur posisinya untuk segera menuntaskan hasratnya, Dara ia dudukan di atas pahanya yang berselonjor kemudian ia melakukan penyatuannya sedang posisi Exel masih bersandar di dalam bathtub membuatnya leluasa mengecap dan menggulum dua gundukan yang terus bergoyang karena goyangan ero...tis dari Dara yang terus memaju mundur kan panggulnya. membuat Exel menekan pinggul Jelita di saat ia merasakan sesuatu miliknya yang ingin membuncah tubuh Dara pun tak kalah bergetar mesarasakan sensasi luar biasa.
Dara memeluk erat tubuh Exel disaat pelepasannya. Begitu pun sebaliknya, setelah itu mereka pun sama-sama kembali membersihkan diri, apa lagi Exel tak ingin istrinya berlama-lama di dalam air karena ia takut Dara akan masuk angin.
Setelah semua ritual sudah selesai, seperti biasa Exel akan mengurus semua keperluan istrinya. Dan setelah selesai makan malam Dara dan Exel beranjak untuk tidur sebelumnya ia harus mewajibkan Dara menghabiskan minum susu ibu hamilnya terlebih dahulu.
"Sayang ceritakan padaku apa yang membuatmu begitu marah pada Damara?" pinta Dara di saat Exel mendekap lembut tubuhnya.
__ADS_1
"Apa aku harus menceritakan semua nya padamu?" di tatapnya wajah sang istri yang sedang mengangkat wajahnya.
"Hmmm!" jawab Dara dengan anggukan cepat
"Haaaah...!" Exel menarik nafas panjang sebelum akhirnya memulai ceritanya.
"Apa jadi semua ini karena Kak Darandra tapi kenapa ia harus melakukan semua ini?"
"Ntahlah sayang aku juga tidak tahu mungkin ia marah pada Damara yang telah menyia-nyiakan Jelita."
"Tapi kenapa perusahaan mu yang juga kena dampaknya."
"Kamu tahu aku menghajar Damara kan?"
"Iya..!"
"Dia menginginkan seperti itu agar kami saling bermusuhan."
"Baiklah seperti nya aku harus turun tangan menyelesaikannya" tutur Dara
"Sayang aku tidak mau kamu terlibat dalam urusan laki-laki dan perusahaan"
"Jangan khawatir sayang aku akan memberikan nya sedikit pelajaran saja."
Ucap Dara meyakin kan suaminya, Exel pun kembali mengeratkan pelukannya.
"Terima kasih telah menjadi istriku sayang, I Love you"
"I Love you too" Dara pun tersenyum bahagia bisa menyelesaikan masalahnya dengan suaminya itu, meski awalnya ia harus berdebat dulu.
"Maafkan aku juga suamiku yang langsung saja marah padamu, itu semua karena aku takut hal buruk kan menimpamu." Lirihnya lalu terlelap ke dunia mimpinya.
__ADS_1