Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Aku hanya Menginginkanmu.


__ADS_3

Mendengar namanya di sebut tiba-tiba saja Risa pun berubah menjadi gugup.


"Kau tau dari mana semua itu,?"


Bukan nya menjawab Baron hanya tersenyum Devil, sedang kan lbu Sofia memilih pergi meninggalkan Baron, karena ia tau anaknya itu akan menyelesaikan masalahnya, dan tentu ia butuh privasi.


"Apa yang kau inginkan sebenarnya dariku, katakan apa yang kau inginkan!" Suara Baron yang semula pelan kini menggelegar di ruangan kedap suara itu.


Membuat Risa yang semula bersemangat kini menjadi ciut di saat tatapan mata yang nyalang seperti elang yang membidik mangsanya, mampu menghujam jantungnya, namun kegugupan itu berusaha ia sembunyi kan lewat sebuah senyuman nya yang terukir indah di bibirnya.


Bahkan kini Risa memberanikan dirinya untuk mendekat, tak peduli ia Benar-benar tidak peduli dengan apa yang akan baron lakukan untuk nya apa lagi ia sudah berjalan sejauh ini, ia adalah tipe wanita yang pantang menyerah jika menginginkan sesuatu. Bahkan ia akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.


"Mas, aku hanya menginginkan mu hanya kau saja, aku tidak ingin yang lain,"


Risa mencoba mendekat dan menggoda Baron dengan tubuh dan penampilan **** nya itu, namun Baron hanya bergeming pada tempatnya apa lagi saat Lisa kini mulai berani mengelus dadanya, Baron hanya menyeringai melihat aksi Risa yang kini telah berani melecehkannya itu, melihat Baron yang hanya diam menikmati sentuhannya membuat Risa begitu percaya diri terus melakukan aksinya seperti wanita itu sudah sangat berpengalaman saja padahal ia tau Risa belum menikah, Baron melirik kearah gawainya yang berkedip-kedip menandakan satu pesan masuk, ia pun lalu kembali menatap Risa yang kini tidak punya malu meraih tangannya dan menaruhnya di gundukan miliknya itu. Baron berbalik dan berjalan menuju sebuah lagi kecil lalu membukanya, dia pun mengambil strip obat, dan membukanya, di saat itulah Risa kembali memeluknya dari belakang.


"Sentuh aku Mas, sentuh aku, aku sudah lama menginginkan sentuhanmu, lakukanlah Mas," Risa terus saja meracau tidak karuan, karena ia kini sudah terbakar hasrat nya sendiri.


Baron yang menyaksikan langsung menggunakan kesempatan itu untuk membuat Risa benar-benar tidak berdaya, ia berbalik lalu memasukkan beberapa butir obat kedalam Mulut Risa.


"Apa ini Mas,?" tanya Risa bingung namun menelannya juga saat Baron memberinya segelas air dengan sebuah senyuman.


"Apakah kau sangat menginginkan aku, dan sentuhan ku ini,?" tanya Baron sedangkan tangannya terus aktif Meremas Kedua gundukan milik Risa itu hingga membuat Risa semakin bersemangat kalau dia bisa mendapatkan Baron dan yakin bisa menikah dengannya.


"Aku sangat menginginkan ini sudah lama, apa kau tau setiap malam aku akan mencari lelaki yang perkasa seperti mu untuk memuaskan ku dengan terus membayangkan wajah mu ini, ucap Risa tanpa sadar karena ia sudah terbuai dengan permainan Baron.


"Lalu, Bagaimana dengan Lisa, jika dia datang aku tidak bisa membedakan kalian kau tahu kan aku sangat mencintai nya,?"


Mendengar nama Lisa, disebut membuat Risa menghentikan aksinya, namun itu hanya sesaat, ia pun tersenyum sambil menatap Baron.

__ADS_1


"Kau jangan mengkhawatirkan itu sayang, karena kau tau dia itu sudah berada di surga,


Dan aku yang membuatnya pergi, aku tidak suka jika dia menyebut nama mu makanya aku melakukan itu, aku membuatnya lumpuh dengan obat yang aku campur dengan racun yang lambat laun akan merusak sarap bahkan bisa menghancurkan ginjal jika dikonsumsi terlalu lama apa lagi dalam jumlah yang banyak."


Mendengar itu membuat Baron mengepalkan kedua tangannya.


"Ahk...Mas, sakit," cicit Risa saat mendorong tubuh Risa dengan kasar ke dinding, la pun mengambil seutas tali yang ntah sejak kapan berada di samping nya.


"Kenapa kau mengikat ku Mas,?"


"Karena permainan kita baru akan di mulai, apa kau lupa itu,? aku akan membawamu ke suatu tempat yang seharusnya sekarang ikut aku sebelum kau merasa tersiksa sendiri.


Risa, hanya mengikuti langkah Baron keluar dan masuk di mobil, namun tubuhnya di dorong ke kursi penumpang, sedangkan Baron, sendiri yang menyetir.


"Mas, kenapa aku harus di sini biarkan aku bersamamu Mas..." rengek Risa namun Baron hanya diam saja pada tempatnya.


"Kau jangan takut, aku hanya memberimu beberapa obat perangsang aku ingin tau caramu untuk menuntaskannya, dengan tangan terikat sebelum kita sampai tujuan,"


Ucap Baron datar.


"Mas, aku tidak bisa tolong aku Mas...,"


Risa terus saja berteriak kepanasan sedangkan dirinya butuh penuntasan. Hingga ia berada di sebuah pelabuhan, Baron segera turun membuka pintu, dan Risa, begitu sangat tersiksa, saat mendengar pintu terbuka ia langsung bangkit,


"Lepaskan aku Mas," pintanya,


"tentu saja karena aku akan memberimu ke puasan disini" ucap Baron menyeringai, lalu ia pun melepaskan tali pengikat yang mengikat ke dua tangan Risa.


"Sekarang lakukan tugasmu seperti apa yang aku perintahkan,! berikan dia kepuasan hingga dia lupa cara untuk kembali pada ku karena jika dia berani kembali aku akan mencarimu.!" Baron memberikan perintah pada seorang laki-laki yang bertubuh tinggi besar, lelaki itu hanya menggangguk lalu mengangkat tubuh Risa yang sudah, setengah telanjang.

__ADS_1


Baron pun bisa bernafas lega di saat melihat Risa di bawa masuk kedalam sebuah kapal yang baru saja akan berlayar. Dan sekilas ia melihat bayangan Lisa yang tersenyum padanya.


"Lisa..." baru saja ia ingin mengejar bayangan Lisa kini menghilang berganti dengan bayangan Renata yang sedang menangis.


"Renata...! haah...haah...haah, ternyata hanya mimpi, Baron melihat sekelilingnya dan ia pun mengusap kasar wajahnya saat tersadar ternyata ia ketiduran di mobil, karena ia masih berada di pelabuhan, Baron menatap dimana kapal yang parkir membawa Risa pun sudah tidak ada di tepatnya, Baron pun tersenyum puas, lalu ia kini melajukan mobilnya untuk pulang dan selanjutnya ia akan meneruskan pencariannya untuk mencari Renata sebelum semua nya terlambat.


Sedangkan Risa yang terbangun merasakan seluruh otot bahkan bagian intinya terasa sakit padahal ia sudah melakukan nya beberapa kali dengan para lelaki hidung belang tapi kenapa masih sakit.


"Apa Mas Baron sekuat itu? Dan kenapa tempat bergerak-gerak?" fikirnya.


Dan begitu melihat dengan Jelas dia berada di mana ia pun terkejut ternyata ia berada di tengah lautan yang luas.


"Apa kau sudah bangun sayang?" tanya seseorang yang mengejut kannya.


"Kau siapa dan di mana Mas, Baron,?"


Lelaki itu hanya tersenyum lalu kemudian menatap tajam, dan menarik rambut Risa hingga membuatnya meringis kesakitan.


"Dengarkan aku wanita ****** Baron hanya membawamu kesini untuk memuaskan ku,"


"Apa tidaaak...!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Haiii...🤗sambil Nunggu Author UP mampir yuk di Novel temanku ini👇 pasti seru...😍



"Kau adalah milikku, sebanyak apapun wanita yang berada disekitar ku. Kau adalah satu-satunya yang tak akan aku lepas sampai kapan pun," ketegasan dalam ucapan tersebut seolah menjadi bukti bahwa gadis yang kini berada dalam sangkar emas milik laki-laki yang tak lain adalah seoarang mafia tersebut adalah gadis yang begitu ia jaga. Dia, Eric Roymond. Laki-laki yang memiliki tatapan mematikan dengan aura penguasa. "Kau hanya menjadikan ku budak mu, lalu bagaimana bisa aku bertahan dengan segala rasa sakit yang aku rasakan?" wanita tersebut menatap penuh kebencian pada laki-laki yang telah dengan sengaja menjebak pamannya tersebut. Untuk mendapatkan gadis tersebut Eric sengaja menjebak paman gadis tersebut agar menjual gadis tersebut padanya. Dia,Evelyne Gregory. Gadis lembut yang penuh dengan keceriaan. Kedua orang tersebut malah terjebak dengan takdir yang membawa mereka untuk menjadi satu. Namun akankah mereka benar menjadi satu? atau justru semesta memiliki cara untuk menjadi pemisa?

__ADS_1


__ADS_2