Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Dokter David.


__ADS_3

"Suster. Susan, boleh ikut aku sebentar?" Pinta dokter David pada suster Susan. :"Memangnya ada apa dokter? tumben nampaknya Dokter David serius," timpal suster Susan.


"Sudahlah Ayo cepat ikut aku ke ruanganku karena aku tidak punya banyak waktu lagi," Sela Dokter David, dengan nada yang sangat serius, dan tanpa banyak bertanya akhirnya suster Susan memutuskan untuk mengikuti Bosnya itu.


"Silakan masuk dan duduklah kau ingin minum apa Tanya Dokter David menawarkan minuman saat ia membuka lemari pendingin yang ada di ruangan nya itu.


"Untuk saat ini saya tidak ingin apa-apa, sebaiknya Anda to the point saja, apa sebenarnya yang ingin Anda bicarakan,?" tanya Suster Susan memberanikan diri untuk bertanya karena terus terang saja ia sangat penasaran, sedangkan Dokter David berusaha menenangkan perasaannya dengan berdehem terlebih dahulu sebelum ia berbicara lebih jauh.


"Ehem...baiklah, sepertinya kau tidak sabaran mendengarkan apa yang akan aku sampaikan ini, suster Susan mulai sekarang kau aku pecat dari rumah sakit ini, dan ini surat pemecatanmu, dan aku sudah mengirim ke rekeningmu uang pesangon yang harus kau terima, Dan Aku berharap semoga itu cukup untuk biaya hidupmu kedepannya," ucap Dokter David tanpa titik dan koma membuat Suster Susan membulatkan matanya mendengar apa yang di sampaikan lelaki di depannya itu.


"Apa maksud Dokter,? Kenapa Anda tiba-tiba memecat saya? apa salah saya, apakah ini hanya karena kejadian malam itu Anda ingin lari dari tanggung jawab Anda Dok...? Jika iya maka saya tidak akan pernah untuk meminta atau menuntut pertanggungjawaban Anda karena saya cukup tahu diri, lalu untuk apa dan kenapa Anda harus memecat saya? Apakah Anda takut jika ketahuan Anda akan dikeluarkan dari rumah sakit ini untuk itulah Anda memecat saya lebih dahulu."


"Cukup suster Susan,! Kenapa kau banyak sekali bicara,? Ikuti apa yang aku katakan kalau kau tidak ingin menyesal," Ancam Dokter David.


"Wao...apa Dokter sudah mulai berani mengancam saya, Kenapa Dokter katakan apa salah saya yang sebenarnya? Saya hanya ingin bekerja Kenapa dokter harus memecat saya?" protes suster, Susan dengan suara yang sudah mulai bergetar.


"Susan, apa kau belum mengerti dengan apa yang aku katakan, ambil surat pemecatan ini dan keluarlah dari sini secepatnya,!" Usirnya tanpa peduli apa yang apa yang ada di hati dan fikiran Suster Susan saat ini,


"Apakah sekarang kau sudah paham dengan apa yang aku katakan ini,? dan ingat jangan katakan apapun tentang kejadian malam itu, Anggap semua itu adalah kehilafan kita berdua, sekarang Keluarlah dari sini dan kemasi barang-barangmu, karena aku sudah tidak membutuhkanmu lagi disini,! Semoga di luar sana kau bisa mendapat pekerjaan di tempat yang baru,!" Ucapnya sambil berbalik pergi dari ruangan tersebut karena ia tidak ingin berdebat lebih lama dengan suster Susan yang selalu bersamanya beberapa tahun ini.


"Tunggu,! Baiklah, dokter jika ini yang Anda inginkan," tanpa banyak protes suster Susan pun segera keluar dari ruangan dokter David sedangkan Dokter David menatap kepergian suster Susan dengan tatapan yang sulit dimengerti.


'Maafkan aku Susan jika aku harus melakukan ini padamu Tapi aku harap ini adalah jalan yang terbaik untuk kita aku yakin suatu saat kau akan mengerti kenapa aku harus melakukan ini padamu, aku hanya tidak ingin ada yang menyakitimu, aku berjanji aku akan bertanggung jawab padamu, dan kau harus menungguku.'


Dokter David pun segera menelpon seseorang.


"Aku ingin kau mengawasinya lakukan seperti apa yang aku pernah sampaikan padamu dan ingat jangan sampai ada orang lain yang mengetahuinya jika ini sampai bocor kau lah orang pertama yang aku cari." Ancam nya pada orang yang di seberang telepon.

__ADS_1


Setelah itu ia pun kembali memilih menghempaskan bokong nya di atas kursi kebesaran nya itu, lalu menjambaki rambutnya secara kasar.


...****************...


Rumah utama


"Kemana perginya Jelita? seharusnya aku tidak mengusirnya dan mengatakan hal itu padanya" sesal Damara saat menyadari emosinya membuatnya sampai melukai perasaan istrinya itu.


"Susi apa kau melihat Jelita?" panggilnya pada Susi yang baru saja melintas sambil membawa baki berisi makanan.


"Tunggu itu makanan untuk siapa?" tanyanya kembali saat Susi belum menjawab pertanyaan nya, lalu Susi pun menjelaskan makanan yang di bawanya untuk siapa.


"Biarkan aku yang membawanya" ucap Damara sambil meraih nampan yang di bawa Susi.


"Tapi Tuan, Anda di larang masuk," Sela Susi menahan Nampan yang masih berada di tangannya itu.


"Kau tidak usah takut aku yang akan bertanggung jawab jika Jelita marah padamu." Dan tanpa ingin berdebat lebih lama dengan Susi Damara merampas nampan' yang berada di tangan pelayannya itu.


Ceklek.


"Kenapa Jelita harus masuk dalam ruangan ini sih di rumah ini kan banyak kamar, tapi kenapa dia harus kembali ke ruangan di mana dulu aku pernah menyuruhnya tinggal, dan apakah ia kesini, ingin mengingat kekejamanku kepadanya waktu itu.?"


Damara terus melangkah masuk hingga dia melihat seluit tubuh seseorang yang berbaring membelakanginya, Damara menaruh nampan yang di bawanya di atas Nakas' yang ada diruangan tersebut, lalu kemudian dengan perlahan dia mendekat tanpa suara, karena ia tak ingin membuat ke gaduhan, yang akan mengganggu Jelita dan membuatnya menyadari ke hadirannya.


"Simpan saja makanannya di atas Nakas sebentar aku akan memakannya,!" ucapnya tanpa berbalik karena ia yakin yang datang adalah Susi.


Hingga tiba-tiba ia merasakan sebuah tangan kekar yang memeluk pinggangnya dari belakang.

__ADS_1


Deg.


"Maafkan aku, aku bersalah seharusnya aku tak melakukannya padamu, seharusnya aku bisa menahan diriku dan emosiku."


Tak ada jawaban hanya yang di rasakan tubuh itu kini bergetar dengan suar isak tangisnya yang di dengar oleh Damara, dan itu membuatnya semakin merasa bersalah, dengan cepat ia membalikkan tubuh wanitanya tersebut.


"Maafkan aku, maafkan aku sayang," ujarnya menatap kedua manikmata yang sudah mulai memerah dan berair itu.


Damara lalu mencium kedua mata wanitanya sebisa mungkin ia ingin wanitanya untuk tidak menangis lagi, kini ia pun menakutkan bibirnya untuk menghilangkan suara isak tangis Jelita, dan entah siapa yang memulainya kini mereka sudah serti bayi yang polos tanpa sehelai benang pun itu.


Damara kini mengecap kedua buah favoritnya yang masih sedikit berair itu dengan rakus, ia terus menyecap lebih dalam seperti bayi yang ke hausan, sedang jemari tangannya kini dengan lihai bermain dan keluar masuk di bawah sana membuat Jelita menggelinjang, sebisa mungkin ia berusaha agar suasa desahannya tidak keluar dengan mengigit bibir bawahnya.


"Sayang aku ingin melakukan nya sekarang," pinta Damara saat mengetahui kalau wanitanya sudah mengalami pelepasan, sedangkan Jelita hanya mengaguk sebagai sebuah jawaban.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hayya...hayya lkuti juga cerita dibawah ini ya! selamat membaca dan semoga terhibur.



Nomor 22


Selena Young adalah seorang Queen of gambler dia adalah putri dari Erick Young seorang Legend of gambler. Tidak ada yang mengetahui jika Selena adalah queen of gambler. Seminggu sebelum pertandingan judi se-Asia. Selena beserta teman-temannya menuju Dubai untuk merayakan ulang tahun salah satu teman Selena. Seorang teman yang menyukai Selena memberi Selena obat perangsang membuat Selena menghabiskan malam bersama pria asing.


Segerombolan pria mencoba membunuh Selena saat pertandingan judi se-Asia di sebuah kapal pesiar. Selena jatuh ke laut dan diselamatkan nelayan. Selena mengalami amnesia dan mendapati dirinya hamil.


Sanggupkah Selena menjalani hidup menjadi single mom?

__ADS_1


Akankah Selena bertemu kembali dengan pria yang menanamkan benihnya?


__ADS_2