
"Haaah...aku tidak tau apa aku bisa bertahan tanpamu Ren...! Kembalilah Padaku dan anak kita ini aku merindukanmu sangat merindukanmu. Bukankah kau pernah berjanji padaku kalau kita akan mengadakan resepsi pernikahan kita tapi sekarang kenapa kau pergi meninggalkanku Ren...hiks hiks hiks!"
Jennifer terus menangis sesenggukan saat memikir kan nasip diri dan buah hatinya yang belum lahir kedunia malah kehilangan sosok seorang Ayah.
Tok tok tok!
"Jen apa kau sudah tidur!" teriak Exel memanggil dari luar, Jennifer pun buru-buru menghapus air matanya agar tak ketahuan menangis oleh Exel Ia pun bangkit berdiri lalu berjalan membuka pintu.
"Aku ingin keluar sebentar apa ada sesuatu yang ingin kau pesan biar Aku membelinya untukmu.?"
"Aku tidak menginginkan sesuatu Tuan, aku hanya... Bagaimana kalau aku ikut, bawa aku jalan-jalan sebentar saja karena aku tidak bisa tidur yang ada di pikiranku hanya Reno" lirihnya.
"Tapi kau harus banyak istirahat kasihan bayimu."
"Tapi aku kan sudah minum obat dan vitamin nya Tuan aku mohon!" pinta Jennifer dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca sedang Exel yang melihat Hanya bisa menarik nafas panjang.
"Baiklah tapi jangan lama-lama. Kamu harus istirahat.
"Baik Tuan..." jawabnya dengan hati yang sedikit gembira.
"Kalau begitu ayo kita pergi, kamu tunggu dulu di sini aku mau mengambil sesuatu Exel pun segera berlalu dan Tak lama kemudian ia kembali membawa sebuah sweater ini pakailah semoga cocok di tubuhmu. Di luar dingin kamu harus menjaga tubuhmu agar tidak terkena angin malam karena itu tidak baik untuk kesehatanmu dan bayi sedangkan kau kandung."
Terang Exel memberikan nasehat, Jennifer hanya menurut saja apalagi saat Exel memasangkan sweater di tubuhnya.
__ADS_1
"Ayo kita berangkat!" seru Exel kembali mereka pun berjalan beriringan dan Tanpa mereka sadari Sepasang Mata sudah melihat kepergian mereka dengan perasaan yang hancur.
"Jadi ini yang kamu lakukan di belakangku Exel? Apa artinya diriku bagimu? Apakah kau sudah melupakanku, kau tahu aku ini sedang mengandung anakmu, tapi aku tidak bisa mengatakannya, karena ternyata dirimu mempunyai anak dari wanita lain, kau membawanya ke sini tanpa memberitahuku kamu tega padaku Exel hiks hiks hiks."
Perasaan Dara begitu hancur saat melihat suaminya pergi bersama seorang wanita yang sangat ia kenal. Bagaimana tidak wanita itu juga sedang mengandung anak suaminya.
"Ya Tuhan,, apa yang harus aku lakukan aku tidak kuat melihatnya, apa aku harus pergi dari sini? tidak, aku tidak ingin pergi dari sini itu sama saja dengan aku yang mengalah aku akan melihat Exel memilihku atau memilih dia Jika dia memilih perempuan itu maka aku yang akan pergi dari kehidupannya dan aku tidak akan pernah kembali lagi untuknya, aku akan pergi Sejauh Mungkin dari hidupnya''
Dara terus bermonolog pada dirinya sendiri sambil menangis sesenggukan ia merasakan betapa hatinya begitu hancur.
"Aku akan menyuruh Wanita itu pergi dari sini, aku yang duluan menikah dengan Exel, bukan dia, jadi aku berhak sepenuhnya atas diri Exel!"
Dara pun segera masuk ke kamar untuk melupakan semuanya sejenak karena bayinya juga butuh beristirahat. Sebenarnya tadi Dara sudah ingin tidur ketika Exel melangkah keluar meninggalkannya namun Entah mengapa tiba-tiba saja Ia haus dia pun keluar dari kamar untuk mengambil air ke dapur dan tak disangka ia melihat Exel berdiri di kamar tamu dan dari jauh Ia pun berniat untuk mengintainya apa sebenarnya yang suaminya itu lakukan Padahal setahu dia kamar tamu itu tidak ada siapapun dan dia begitu terkejut ketika melihat suaminya berbicara dengan seorang wanita.
*
*
*
"Apa kau baik-baik saja? Apakah kau Butuh sesuatu atau ingin makan sesuatu?" tanya Exel pada Jennifer yang tengah asik menatap jalan dari jendela mobil.
"Aku tidak lapar dan aku tidak ingin makan aku hanya ingin Tuan mengajakku jalan-jalan Aku ingin datang ke sebuah tempat jika aku sedih aku selalu datang ke sana, Apa kau mau mengantarku ke sana Tuan?"
__ADS_1
"Tentu saja aku akan mengantarmu kemanapun kau mau, tapi sebelumnya kita harus singgah dulu untuk makan aku tahu dari tadi kamu belum makan sesuatu kamu harus makan demi anakmu."
"Baiklah Tuan aku ingin makan es krim rasa strawberry dan rasa jagung bakar" jawabnya.
"Apa hanya itu yang kau inginkan?"
"Iya Tuan hanya itu aku hanya ingin mendinginkan perasaanku saja mungkin dengan memakan es krim aku bisa mendinginkan perasaanku."
"Oke baiklah tapi kau harus menunggu di dalam mobil ya, apa harus kita ke tempatmu malam ini juga? apa tidak besok pagi saja ini kan sudah malam," terang Exel lagi.
"Sudah tidak apa-apa Tuan, Kalau Tuan tidak mau mengantarku aku akan pergi dengan naik Taxi online saja," ujar Jennifer.
"Tidak! kau tidak boleh naik Taxi. Oke Baiklah aku akan mengantarmu tapi kamu harus janji padaku kamu harus makan" tawar Exel. "Baiklah Tuan aku akan makan tapi setelah kita sampai di sana.
Setelah sampai di sebuah pusat perbelanjaan Exel pun segera turun dan dia pun memilih apa yang dipesan oleh Jennifer Tak lupa juga beberapa minuman kaleng dan juga air mineral dia pun tak lupa membeli snack dan berbagai macam makanan untuk persediaan dan dia pun berjalan di rak susu khusus untuk ibu hamil Aku tidak tahu kesukaannya tapi aku ambil ini saja dulu yang rasa coklat Semoga aja dia suka" pikirnya lalu mengambil susu rasa coklat setelah semua dirasa cukup dia pun segera menuju kasir untuk membayar semua barang yang telah disimpannya ke dalam troly setelah selesai Ia pun segera menuju mobilnya.
"Jen, Ini pesananmu!" sambil menyerahkan bingkisan yang berisi pesanan Jennifer "Terima kasih Tuan, terima kasih banyak ucap Jennifer dengan mata yang berbinar ketika menatap es krim rasa strawberry dan jagung bakar.
"Sudahlah tidak perlu berterima kasih Ayo makan dan kamu bisa menunjukkan Ke mana tujuan kita yang sebenarnya.
"Baiklah Tuan...!" Ia pun segera memberikan lokasi yang akan mereka tuju Exel pun membulatkan matanya melihat lokasi yang akan mereka tuju itu berada di pinggir kota yang lumayan jauh.
"Kamu yakin kita akan ke sana malam ini? kalau kita balik lagi kemungkinan kita bisa sampai di rumah pagi-pagi sekali itu pun kalau kita sempat istirahat, Kamu tahu kan kamu itu sedang hamil Aku tak mau kamu kecapean."
__ADS_1
"Ya Tuan aku mengerti tapi aku hanya ingin ke sana jika Tuan ingin pulang duluan pulang saja tidak apa-apa kok, aku tinggal di sana."
"Tidak kamu tidak boleh tinggal di sana Kamu tahu kan musuh ku dan musuhnya Reno masih berkeliaran di mana-mana. Aku tidak ingin kau dan anakmu akan jadi incaran mereka selanjutnya" terang Exel memberikan pengertian kepada Jennifer.