
"Ada apa Mas, kok mukanya tegang amat?" Sonya yang baru saja selesai membersihkan dirinya langsung mendekati Bram yang terlihat murung dan seperti memikirkan sesuatu. Dia pun berusaha memberikan kelembutan dengan mengusap pundak sang suami sambil bertanya dengan lembut.
"Hem tit-tidak sayang aku-aku han_" ucapan nya pun terhenti saat Sonya mengecup lembut bibirnya.
"Sayang kak-kamu cantik sekali hari ini dan kak_kamu sudah mulai berani menggodaku ya! awas saja aku akan membalasmu." Kekeh nya menyambar tubuh Sonya dan membuatnya terlentang di tempat tidur Ia pun lalu menindih tubuh Sonya lalu menggelitik perut Sonya tanpa ampun. Sedang Sonya terus tertawa geli dengan perbuatan suaminya yang membuatnya meliuk-liuk di tempat tidur.
"Kamu tau sayang kenapa aku memilih meninggalkan dunia hitamku yang selama ini aku geluti?" Bram mulai membuka suaranya sedang tubuhnya masih mengungkung tubuh Sonya.
"Apa Mas apa yang membuat mu memilih keluar?" Sonya bertanya dengan nadanya yang antusias karena dia juga sungguh sangat penasaran kenapa juga suaminya itu berubah 180 derajat sambil mengelus lembut dada bidang suaminya kadang tangannya pindah di area wajah sang suami.
"Kamu...! kamu adalah alasan utamaku untuk meninggalkan dunia hitamku." Terangnya sambil menatap sang istri dengan begitu lekatnya.
"A-aku?...kenapa aku Mas...?" Sonya pun bertanya sambil menunjuk dirinya sendiri seolah tak percaya dengan apa yang di katakan suaminya itu.
"Karena duniaku yang sebenarnya ada pada dirimu sayang, aku sudah terlalu banyak menyakitimu dan melukaimu untuk itu mulai saat aku hanya akan memikirkanmu dan seterusnya aku tidak inginenyakiti mu lagi."
Bram kembali memberikan tautannya membuatnya kembali melakukan aksi panasnya bersama Sonya, yah semenjak satu minggu ini Ia benar-benar terus menggempur Sonya dan tidak membiarkannya keluar sendiri dimana ada Sonya pasti di situ ada dia, Bram betul-betul sangat posesif terhadap istrinya, kadang kelakuannya itu membuat Sonya merasa gerah mungkin dikarenakan ia belum terbiasa dengan semuanya. Namun satu hal pasti yang di rasakannya saat ini yaitu bahagia yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
"Sayang aku harap anak kesayangan mu baik-baik saja dan bisa menang melawan musuh- musuhnya" Cetusnya begitu selesai dengan aktifitas olahraga di atas ranjangnya.
"Mam-maksud kamu Exel Mas,"
"Iya siapa lagi Anak 2 kesayanganmu kalau bukan dia?"
__ADS_1
"Exel kenapa Mas?" selanya dengan nada gelisah lalu memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Bram yang juga posisinya sedang miring menghadap Sonya. Bram pun mulai menceritakan apa yang Exel alami dan lakukan selama ini Bram mengetahui tentang Exel melalui anak buahnya. Dan Sonya yang mendengar penjelasan suaminya itu pun menatap gelisah.
"Sayang kamu tidak usah khawatir dia anak yang pintar dan tangguh dia pasti kembali dengan selamat kok, lanjut Bram menghibur sang istri. Sonya kembali menatap lekat suaminya lalu tersenyum membuat Bram mengerutkan alisnya.
"Terima kasih Mas!" lirihnya sambil menyandarkan kepala di dada bidang suaminya.
"Untuk apa?" tanya Bram mulai binggung sambil mengelus rambut panjang sang istri.
"Untuk semuanya untuk Exel, kau membawanya untukku di saat aku membutuhkannya kau benar-benar mengubah duniaku dengan kehadirannya, anak itu benar-benar tumbuh dengan cepat dan sehat, dia tak pernah menyusahkan orang lain." Kenang Sonya saat mengingat kembali Flashback masa kecil Exel.
"Dan aku rasa aku orang yang sangat jahat padanya hingga harus membuatnya tumbuh dengan sara balas dendam yang menyala di hatinya bahkan aku menyuruhnya membunuh orang tuanya sendiri sesal Bram.
"Tidak mas, kita bisa memperbaiki semuanya kita akan menemui ke dua orang tuanya untuk meminta maaf dan menjelaskannya."
*
*
*
"Apa kamu sudah tidak waras! ingin melakukannya sendiri apa kau punya alasan yang kuat untuk melakukan itu!" Exel berteriak saat Reno mengungkap keinginanya untuk bertemu Yuri dengan alasan mereka dulu bersahabat dan sangatlah akrab.
"Aku mengenal Yuri Tuan dan sangat-sangat mengenalnya bagaimana gadis culun itu berubah sadis hanya karena sebuah cinta tak terbalas apakah Tuan pernah menolaknya?"
__ADS_1
"Mungkin tapi aku sudah tidak ingat kau tau sendiri bukan sudah banyak wanita yang mendatangiku mereka datang ingin menghrapkan cintaku tapi tak satu pun membuatku jatuh cinta kecuali Dara." Jelas Exel yang memang tak pernah pacaran dengan siapapun.
"Apa Tuan ingat Mr Chan?"
"Mr Chan...? maksudmu yang bunuh diri karena aku buat bangkrut?"
"Benar Tuan Anda benar sekali, aku curiga kalau Anaknya di balik semua ini."
"Aku tidak mengerti apa maksudmu setahuku Mr Chan kan tidak punya Anak?"
"Anda benar sekali Tuan tapi Mr Chan mempunyai Anak angkat di Hongkong kalau tidak salah namanya Dony cheung dia ketua gangster yang paling di takuti di Macau dia dikenal dengan segala kejahatannya Nama kelompok mereka adalah Black hold (Lubang hitam).
Seperti namanya (Lubang hitam) adalah bagian dari ruang waktu yang merupakan gravitasi paling kuat bahkan cahaya tidak bisa kabur. Seperti itulah gambaran kelompok mereka tidak ada yang bisa kabur atau keluar dari kelompok Black hold.
Jika ada yang berusaha kabur atau berhianat mereka tak akan pernah bisa untuk di temukan ntahlah mereka membunuh atau membuangnya yang jelas tak ada yang bisa menemukan tubuh bangaki atau sisa-sisa tulangnya semuanya lenyap seperti tak ber sisa. Menurut kabar yang saya dengar mereka di buang di lubang hitam yang entah tak satupun orang mengetahui tempat dan posisinya hingga saat ini tempat itu belum ada yang tau bagaimana bentuk dari lubang hitam itu."
Reno pun mengakhiri cerita dan penjelasan nya yang panjang lebar, namun Exel begitu serius dengan apa yang di jelaskan Reno kepadanya.
"Baiklah aku ijinkan kamu untuk bertemu Yuri cari tau apa sebenarnya yang terjadi tapi kau juga harus hati-hati bukan tidak mungkin dia mengetahui kau itu orang kepercayaanku untuk itu akan tetap mengawasimu lewat ini." Exel memperlihatkan sebuah chips lalu dia segera memasangkannya di tubuh Reno.
"Aku percaya padamu jadi berjanjilah padaku kau harus kembali dengan selamat demi istri dan Anak mu!" Exel menepuk bahu Reno untuk memberikannya dukungan.
"Aku pun akan berusaha masuk dengan menyamar, aku tidak pernah mengusik mereka tapi mereka yang sudah membangunkan singa yang sedang tidur jadi mereka harus merasakan bagaimana rasanya kalau terusik!" seringainya dengan mengepalkan ke dua tangannya.
__ADS_1
"Klau begitu saya pamit undur diri Tuan untuk bersiap-siap" sela Reno yang hanya di balas anggukan dari Exel. Reno pun melenggang pergi tanpa menoleh kebelakang.