Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Dera dan Siksa


__ADS_3

"Cepat kemari kenapa kau masih bengong disitu! Apa kau ingin lagi aku menarikmu dengan paksa dan secara kasar!" Renata yang mendengar suara Baron yang menggelegar hampir memekakkan gendang telinga nya itu Melangkah dengan cepat meski kakinya terasa bergetar apa lagi saat ini tubuhnya masih merasakan perih dan sakit akibat cambukan yang di lakukan Baron.


Baron pun menyadari kalau Renata nampak binggung dan sepertinya nampak sedang ketakutan Baron segera menarik pergelangan tangan Renata secara Kasar lalu menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur hingga membuat Renata terbentang menghadapnya dan sesaat kemudian Ia pun menghimpit tubuh kecil itu.


"Apa kau tahu sudah banyak wanita yang aku hancurkan di tempat ini karena mereka semua tidak ada yang bisa memuaskan dan mereka selalu ingin mencari masalah dan keuntungan dariku sekarang kau harus mengerti tugasmu selalu memuaskanku kalau tidak kau akan tahu akibatnya!" ancam Baron sambil mengelus pipi halus Renata yang nampak kembali cerah setelah membersihkan tubuhnya.


"Dasar sial, orang ini, dia fikir aku ini wanita malam apa! yang harus memuaskan hasratnya apa lagi badanku sudah terasa remuk seperti ini dan laki-laki tidak tau diri ini memaksaku untuk melakukannya, aku harus cari cara agar terbebas dari pria brengsek ini. Tapi tunggu dulu kenapa sekarang wajahnya berubah jadi jauh lebih tampan, Ck, tidak-tidak kenapa aku harus berfikir seperti itu. Aku harus cari cara agar bisa kabur darinya. Aku akan mencari cara agar mengambil uang itu."


"Aaakh…sakiiit…! Renata menjerit kesakitan di saat sesuatu yang keras tiba-tiba memenuhi dirinya di bawah sana, yah dengan gerakan kasar dan tak beraturan Baron terus memompa Renata yang dari tadi hanya diam mengelus wajah tampannya itu.


"Bagaimana mana rasanya sayang hmm…ini adalah hukuman untuk mu yang selalu mengabaikan perkataanku!" ucap Baron di sela-sela aktifitas yang terus saja bergerak dengan kasar bahkan Renata merasa ini jauh lebih sakit dari dari pada waktu pertama kali ia melakukannya dengan mantan suaminya dulu.


Renata mencengkram dengan kuat pinggiran tempat tidur saat merasa bagian bawahnya terus di tekan secara paksa. Apa lagi Baron melakukannya tanpa pemanasan dan kelembutan. Renata pun merasakan kalau tubuh Baron bergetar di atas tubuhnya itu berarti Baron sudah mencapai targetnya.


"Dengar kan aku wanita bodoh anggap saja dirimu istimewa karena di antara semua wanita yang pernah aku nikahi aku selalu memakai pelindung di saat menyentuh mereka, karena aku tidak sudi mempunyai keturunan dari wanita brengsek seperti kalian semua. Dan setelah berucap Baron menekan lebih dalam fan lebih kuat membuat Renata kali ini mencengkram pinggangnya. Baron pun menyemburkan benihnya unggulnya.


Ntah sudah beberapa kali Baron terus mengulanginya karena ia merasa tubuh Renata membawa sensasi yang berbeda pada diri nya berbeda dengan wanita-wanita yang pernah ia tiduri.


Tanpa Baron sadari jika Renata sudah menutup matanya rapat-rapat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Renata mengerjap-ngerjap kan matanya namun kepalanya masih terasa sakit dan terasa berat untuk di gerakkan hingga.

__ADS_1


Byuur…


Tiba-tiba saja seluruh badan terasa dingin sontak membuat Renata, membuka lebar matanya dan ternyata saat dia sadari Satu mber air kini telah membasahi tubuhnya.


"Oh jadi begini caramu sebagai istri! kau masih asyik-asyikan tidur sedangkan suamimu kelaparan dari semalam, sekarang cepat bangun bereskan semuanya sebelum aku menarik tubuhmu keluar dari tempat ini!"


"Ba-Baiklah aku akan ke dapur dan membuatkan sesuatu untukmu." Jawab Renata ketakutan.


"Aku adalah suamimu layani aku dengan baik dan ingat Panggil Aku Sayang."


"Bab-baiklah sayang!" dengan tubuh yang sakit dan menggigil kedinginan Renata bangkit dari tempat tidurnya sebelum ia ke dapur Iya ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh dan mengganti pakaian yang sudah basah kuyup, karena kelakuan Baron.


"Dasar lelaki brengsek. Kenapa sih dia selalu membuat hidupku susah, kalau tahu begini lebih baik aku memilih tiada saja daripada harus hidup menanggung segala Dera dan Siksa. Oh Tuhan Sampai kapan sih aku harus seperti ini. Apakah ini balasan atas salah dan dosaku selama ini. Karena telah menghianati orang yang pernah sangat-sangat sangat mencintaiku, aku mohon Tuhan ambil nyawaku. Aku sudah tidak kuat lagi menahan semuanya"


"Cepat keluar Kenapa kamu lama sekali sih di kamar mandinya? kamu jangan coba-coba mencari masalah dengan ku! aku tidak suka perempuan lelet sepertimu!" teriak Baron, Renata pun buru-buru keluar tanpa memperhatikan jika lantai yang dipijaknya itu licin Renata terpeleset jatuh dengan tubuh yang terduduk di lantai


"Auh sakit hiks hiks hiks…" rintihnya berusaha bangkit dari lantai meski dengan kesakitan yang teramat luar biasa.


Ceklek.


"Kenpa kau lelet! sekali apa kau juga tertidur di dalam sana dasar kau wanita pemalas!"


"Tit-tidak sayang aku_"

__ADS_1


Plak.


Satu tamparan kini mengenai wajah cantiknya membuat Renata kembali terjatuh tersungkur di lantai ia kembali merasakan sakit dan panas di bagian wajahnya sedangkan darah segar kini mengalir di sudut bibirnya itu.


"Bangun kau wanita bodoh! dengarkan aku kau jangan sekali-kali menjawab kalau aku tidak menyuruh mu menjawab! apa kau faham!" Renata hanya mengaguk lemah.


"Jawab aku bodoh!" Sarkas nya kembali menjambak rambut Renata.


"Iya sas-sayang aku faham." jawab Renata.


terbata ketakutan dan jatuh kembali saat merasa kepalanya benar-benar merasa sakit.


Beruntung kali ini Baron dengan cepat menahan tubuhnya hingga tidak jatuh membentur lantai.


"Wanita ini benar-benar menyusahkan saja, dasar lemah!" gerutunya kesal.


"Baron…Baron…kau dimana? dasar anak kurang ajar. Kau menghilang dari rumah pasti kau sekarang punya wanita baru lagi ya! Baron buka pintunya cepat! Ibu tidak akan membiarkan mu melakukan hal bodoh itu lagi hanya karena mantan Istrimu yang tidak bertanggung jawab itu! Baron cepat buka pintunya!"


"Astaga ya ampun Ibu kenapa lbu sampai kemari. Kalau Ibu kemari lalu Siapa yang menjaga Bara.? Bisa gawat urusannya kalau Ibu ada di sini." Gumamnya Baron dengan cepat membawa tubuh Renata masuk ke dalam kamar lalu segera memberikannya Ia pun segera melangkah keluar untuk membuka pintu.


"Ibu Bara sedang apa kalian di sini?"


"Oh…Jadi itu kata sambutanmu ketika ibu dan anakmu datang ke sini? dasar kau anak durhaka. Ayah yang tidak bertanggung jawab. Berani-beraninya kau meninggalkan Ibumu yang sudah renta dengan seorang anak yang masih balita. Sudah berapa kali aku menyuruhmu, kau harus menikah dengan wanita yang tepat, supaya ada yang menjaga dan merawat anakmu tapi kau hanya memanfaatkan mereka hanya karena balas dendammu pada mantan istrimu yang tidak bertanggung jawab itu, kan! sudah minggir sana Ibu mau masuk Ibu capek! Ayo Bara ikut Nenek."

__ADS_1


__ADS_2