Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Tempatmu adalah di sisiku


__ADS_3

Sementara itu di Negara yang sama dan di tempat yang berbeda.


''Kamu mau kemana? kenapa akhir-akhir ini kau sering menemui Rafa dan kau juga yang sudah membongkar semuanya iya kan!"


"Iya aku yang sudah membongkar semuanya karena aku sudah bosan dengan apa yang kamu lakukan pada Exel selama ini. Kalau dulu aku memilih diam karena aku sangat menghormatimu tapi sekarang tidak lagi kamu tak pantas untuk di hormati dan di segani.!"


"Sonya kau!" Bram hampir saja melayangkan tamparannya di wajah Sonya namun dengan segera ia menahan tangannya untuk tidak menyakiti wanita yang selama ini telah menemaninya dalam suka dan duka itu dan wanita yang sudah lama diam-diam Ia cintai ntah sejak kapan perasaan itu tumbuh Namun hingga kini ia tak pernah mau untuk mengungkapkan perasaannya itu, Ia berusaha menyiksa dan menyakiti hati Sonya agar rasa di hatinya itu pudar namun semakin Ia mencoba kekuatan cinta sonya terus menariknya kedalam perasaan yang terdalam.


"Kenapa! kenapa kau menahan tanganmu untuk menamparku bukankah selama ini kau suka sekali melakukannya? dan bunuh saja aku kalau kau mau, kau bisa melakukannya agar kau bahagia karena aku sudah tak ingin lagi hidup bersamamu!" Sonya berteriak mengeluarkan apa yang selama ini membebani hati dan fikirannya.


"Masuklah ini sudah malam jika kau ingin pergi besok saja aku akan mengantarmu kemanapun kau mau" ucap Bram dengan lembut. Dan itu mampu membuat Sonya mengerutkan alisnya karena heran tidak seperti biasa Bram berucap dengan lembut.


Namun hatinya tetap kekeh Ia berfikir Bram adalah Bram yang angkuh jahat dan sombong yang tak akan pernah mengerti perasaannya. dan kini saatnya yang tepat dia harus pergi karena sudah cukup dia bertahan untuk mencintai orang yang tak pernah menganggapnya ada.


"Tidak! aku ingin pergi sekarang, karena Rafa pasti menungguku ada hal penting yang akan kami bahas!" Bohongnya.


"Kau apa kau ingin membantahku? hanya karena lelaki itu! dulu Kakak mu yang tergoda dan sekarang kamu juga tergoda olehnya, sekarang masuklah aku tidak akan mengijinkanmu untuk keluar apa lagi pergi menemuinya.!


"Dan aku tidak butuh izin dari siapapun apa lagi dari dirimu. Ini terimalah aku sudah menandatanganinya dan silahkan tanda tangan di sini!" lanjut Sonya sambil menyodorkan sebuah amplop berwarna putih Bram pun segera meraihnya lalu membuka nya. Dan tangannya pun gemetar saat membaca kertas yang Ia keluarkan dari dalam amplop.

__ADS_1


"Sus-surat gugatan cerai?"


"Iya aku harap kamu menanda tanganinya dan kita akan bertemu nanti di pengadilan tentunya." Ucap Sonya dengan suara tegasnya, walau di dalam hatinya ia merasakan sesak namun ia berusaha terus menguatkan diri agar bisa kuat melewati semuanya. Andai saja ada sedikit rasa di hati Bram untuk dirinya walau hanya secuil mungkin ia akan tetap bertahan.


"Kau, kau berani-beraninya melakukan ini tanpa sepengetahuanku! dan sampai matipun aku tidak akan pernah menceraikanmu dan itu artinya aku tidak akan pernah mau menanda tangani surat ini sekarang masuk kekamarmu!" sentak Bram dengan suara yang tak kalah tegasnya sambil merobek surat gugatan cerai yang di berikan Sonya lalu menghamburkannya.


Namun Sonya tetap saja bergeming pada tempatnya membuat Bram mengusap kasar wajahnya.


"Sonya masuklah kebkamarmu dan tenangkan hati dan fikiranmu ini pasti emosimu yang sesaat." Kembali Bram berucap dengan suara lembutnya. Walau terdengar sedikit bergetar, Ia juga berusaha kuat untuk menutupi ke gundahan hatinya, dan dia juga berusaha untuk tidak menyakiti Sonya.


"Aku mohon Sonya masuklah di kamarmu." Kembali Sonya di buat terkejut dengan ucapan memohon suaminya untuk pertama kali selama puluhan tahun ia menikah. Namun hati Sonya tak ingin tersentuh dengan kata-kata yang terucap dari mulut Bram itu.


"Bram yang melihat Sonya tak menggubris setiap kata-katanya kini mulai kesal dan Dengan cepat Bram menyambar tubuh Sonya dan memikulnya seperti karung beras sontak membuat Sonya terkejut dengan aksi suaminya tersebut.


"Bram ini bukan kamarku tapi kamarmu!" ucap Sonya masih berusa berontak.


"Aku tau itu dan kamu diamlah kalau tidak nanti kamu akan terjatuh!" balas Bram.


Dan benar saja Sesampainya di kamar Bram langsung mengunci pintu dan menghempaskan tubuh Sonya di tempat tidur.

__ADS_1


"Bram kau mau apa membawaku kesini dan kenapa kau mengunci pintu bukankah lebih baik kau mengijin kan aku pergi!" Sonya berteriak kesal saat melihat Bram masuk ke dalam bhatroom tanpa mendengar teriakannya.


"Foto? ini kan foto pengantin waktu aku dan Mas Bram menikah tapi kenapa dia memajangnya di kamarnya bukankah dia sama sekali tidak menyukaiku, biar kutanya kan nanti kalau dia keluar" fikir Sonya yang masih heran dengan apa yang di lihatnya.


Ceklek.


Suara pintu kamar mandi yang terbuka membuyarkan lamunannya dan Glek. Bram melangkah keluar dari bhatroom hanya dengan balutan handuk di pinggangnya, membuat Sonya seketika menelan salivanya karena ini untuk kali pertama ia melihat suaminya itu bertelanjang dada di depannya.


"Apa kau tak ingin mandi?"


"Hah I-iya s-sudah maksudku aku sudah mandi dan sekarang buka pintunya aku mau keluar" Ucap Sonya terbata, karena sempat di buat terpesona oleh tubuh kekar suaminya itu.


"Aku tidak akan pernah mengizinkanmu pergi dari sisiku tempatmu adalah di sini rumahmu disini suamimu juga disini untuk apa kau pergi! tempatmu adalah di sisiku."


Bram berucap sambil terus mendekati Sonya menangkup wajahnya lalu menyentuh bir-birnya sedang Sonya berusaha menetralisir persaannya, karena perlakuan Bram membuat jantung nya dua kali berdegup lebih kencang.


"Kak-kamu mm-mau apa kak-kamu jangan macam-macam Mas aku ummm_" satu ******* berhasil membuat Sonya seketika terdiam dan semakin lama ******* itu berubah menuntut. Dan Sonya berhasil mendorong tubuh Bram karena hampir saja dia kehabisan oksigen.


Namun itu hanya sesaat Bram kembali menautkan bibirnya dan kali ini tangannya pun tak tinggal diam melucuti satu persatu penghalang yang melekat di tubuh Sonya, dan melemparnya kesegala arah, sedang Sonya yang berusaha menolak sia-sia saja saat kedua tangannya terkunci di atas kepalanya.

__ADS_1


Apa lagi Bram kini mengukung tubuhnya.


Sejenak Bram terpaku menatap tubuh istrinya yang masih padat berisi di usianya yang ke 35 tahun apa lagi saat matanya menatap dua gundukan yang menantang Ia pun segera menyambar dan menggulumnya dengan lembut membuat Sonya tanpa sadar mengeluar kan desa..han halusnya Ia pun melepaskan kedua tangan Sonya yang semula Ia kunci dan benar saja Sonya berusaha terus menekan kepalanya seperti ingin Bram melakukannya lebih dalam.


__ADS_2