Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Aku adik sepupumu.


__ADS_3

''Itulah kenapa aku merasa Kalau Kak Exel itu adalah Kak Kenan'' sela Jelita yang masih tak percaya mendengar penjelasan Dara tentang siapa Exel sebenarnya, terlebih lagi Reno Ia jauh lebih terkejut karena tidak menyangka kalau Exel adalah putra dari Rafa Raindra Irawan.


''Ya ampun Tuan kenapa ceritanya jadi begini kau benar-benar dalam masalah kau harus kabur Tuan aku yakin Nona Dara akan membalasmu.''


Gumam Reno hanya dalam hati. Tak lama kemudian Dokter David dan Dokter Andra pun keluar.


"Darandra bagaimana keadaan Kenan?'' ''Kenan?'' Darandra mengerutkan alisnya ''maksud Bunda Exel?'' imbuh Darandra


''I-ii bagaimana keadaan Exel sekarang?''


''Alhamdulilah semua baik-baik saja Bunda silahkan kalian boleh menjenguknya tapi hanya satu orang saja yang boleh menjaganya yang lainnya boleh pulang setelah selesai menjenguknya.'' Lanjut Darandra memberi keterangan.


Anggun pun bergegas masuk yang di ikuti oleh Rafa Dara juga yang lainnya, dan begitu Ia mendekat air matanya tak bisa di bendung lagi betapa tidak anak yang Ia rindukan puluhan tahun di sangka sudah meninggal kini berada di depan matanya, dan dalam keadaan tidak baik-baik saja.


''Sayang bangunlah Nak, ini Bunda Maafkan Bunda jika terlambat mengetahui kalau kamu masih hidup, Bunda mohon Nak. Buka matamu!" Anggun terus terisak di depan tubuh Exel yang masih terbaring dengan mata tertutup.


"Sayang sudahlah, kendalikan dirimu kasihan Dara" ucap Rafa setengah berbisik sambil mengelus punggung sang istri, namun Anggun segera menepis tangannya kerena Anggun masih marah padanya belum lagi ada wanita asing diantara mereka yang Anggun tidak tahu siapa wanita itu, namun dia begitu terlihat akrab dengan Rafa. Sedang Anggun hanya memilih diam Ia tak ingin ribut di depan putri-putrinya.


Rafa hanya bisa mendesah panjang Ia tak menyangka kalau Anggun akan semarah ini padanya.


''Mmhhhhng'' terdengar suara lenguhan dari bibir Exel yang mulai terlihat menggerakkan matanya, dan Dara pun segera mendekat karena matanya tak luput dari tubuh suaminya yang sedang terbaring itu.


''Exel k-kamu sudah bangun? tolong panggilkan Dokter!'' cicit dara Reno pun bergegas memanggil Dokter David.


"Silakan kalian keluar dulu sebentar aku akan memeriksanya!" ujar Dokter David "dan kamu di sini bantu aku!"


seru Dokter David pada Reno sedangkan Reno hanya menjawab lewat anggukan kepala. Tak lama kemudian Dokter David dan Reno pun keluar dengan wajah yang tak dapat di artikan.


''Silahkan Anda masuk tapi mungkin hanya dua orang dulu'' jelas Dokter David dan hanya Dara dan Anggun yang masuk terlebih dahulu. Sedang Anggun tak henti-hentinya memberikan kekuatan pada Dara terlihat dari dia terus mengelus punggung Dara.


''Ap_''

__ADS_1


''siapa kalian?'' baru saja Dara membuka suara, Exel menjeda kalimatnya dengan sebuah pertanyaan.


''Apa kau tak mengenal kami Nak?'' tanya Anggun pelan Exel hanya memberi jawaban lewat gelengan kepalanya, sedangkan matanya menatap intens Dara yang hanya menunduk sedih.


''Aku Bundamu sayang, ini Bunda, Kau adalah Kenan putraku.'' Cicit Anggun mengelus wajah sang putra yang telah lama dirindukannya itu.sambil terus terisak. ''Apa ada yang sakit?'' lagi-lagi Exel hanya menggeleng tanpa ingin menjawab.


Kecupan penuh cintapun memenuhi wajah Exel yang masih di perban itu.


''Maafkan jika aku tak mengenal Bunda'' selanya dengan tatapan sendu.


''Tidak apa-apa sayang yang penting sekarang kamu baik-baik saja, dan kamu jangan terlalu banyak fikiran agar kamu cepat sembuh'' imbuh Anggun.


''Bun, siapa gadis itu apa aku mengenalnya?''


tanya Exel yang sejak tadi memang penasaran dengan Dara yang hanya menunduk seolah tak ingin menatapnya. ''Bunda aku tanya siapa gadis itu?''


Exel pun kembali bertanya karena Anggun tak segera menjawab pertanyaannya.


''Aku adik sepupumu Kak Kenan.''


Jawab Dara tiba-tiba mengangkat wajahnya dan menatap Kenan dengan tatapan penuh arti. Anggun sendiri terkejut dengan jawaban Dara yang tiba-tiba mengaku dia adalah adik sepupunya, walau semuanya benar tapi setatusnya sebagai istri Exel pun akan hilang selagi Exel hilang ingatan.


''Dara Nak!'' Anggun menarik tangan Dara dan membawanya agak sedikit menjauh dari Exel. Ia menatap lekat sang putri Ia merasa iba dengan apa yang di alami putrinya, yang tiada berkesudahan.


''Bunda please...! dia adalah Kak Kenan, bukan Exel suamiku, mungkin wajahnya sama namun hati dan fikirannya sekarang mungkin berbeda Bun, Bunda jangan khawatir Dara baik-baik saja kok.''


Ucapnya dengan suara tertahan karena menggambarkan kepedihan hati yang sebenarnya,


''jika semua orang bisa berbahagia dengan cara seperti ini apa salahnya, toh dengan menjadi istri atau sepupu aku rasa sama saja!" sambungnya lagi.


''Tidak! tidak ada yang sama, akan ada perbedaannya. Istri akan selalu bersama dimanapun suaminya berada dan kau! kenapa harus mengatakan sepupu?''

__ADS_1


''Dan kenapa Bunda, diam di saat Kak Kenan bertanya? Dara tau Bunda juga binggung untuk menjelaskannya.''


Anggun akhirnya terdiam mendengar kalimat terakhir sang putri. Ia kembali menatap lekat wajah yang nampak tirus di depannya itu.


''Apa Exel selalu menyiksamu dengan kasar?'' Deg, ''tit-tidak Bun?'' jawabnya gugup.


''Dara tatap Bunda! sampai kapan kau harus memendamnya sendiri Nak, kau mengorbankan dirimu hanya demi Bunda, dan keluarga Bunda, sedangkan yang kau dapat hanya kesakitan. Bunda mohon Maaf atas kesalah Exel padamu Nak.'' Ucap Anggun sambil berlutut di kaki Dara membuat Dara terkejut atas apa yang di lakukan Bundanya itu.


''Bunda apa-apaan kenapa Bunda harus seperti ini ayo Bun, bangunlah!'' Dara meraih tangan bundanya, hingga berdiri.


''Lihat Dara Bun, Dara anaknya Bunda Dara tidak mau apapun terjadi pada Bunda, dan lihatlah Dara masih kuat bertahan hingga sekarang, karena Bunda, sendiri yang mengajarkan kekerasan itu harus dilawan dengan kelembutan.''


Lagi-lagi Anggun tertegun Ia tak menyangka putri yang Ia besarkan begitu menjunjung tinggi apa yang telah Ia ajarkan selama ini.


''Kalau begitu mulai sekarang Bunda akan membebaskanmu dari hubunganmu dengan Exel kau pantas berbahagia dengan Devan'' celetuk Anggun.


''Tat-tapi Bun_''


''Bunda! apa sih yang kalian bicarakan?'' teriak Kenan menjeda kalimat Dara, Anggun dan Dara pun segera mendekat.


''Maafkan Bunda sayang Bunda hanya membahas bagaimana kalau malam ini Dara yang akan menjagamu karena kau kan tak pernah lepas darinya dia itu sudah seperti asisten pribadimu'' jelas Anggun membuat Kenan mengerutkan alisnya.


''Benarkah seperti itu?'' tanyanya menatap Dara.


''I-iya beb-benar Tuan, mam-maksudku Kak, maaf kau selalu menyuruhku memanggilmu Tuan, jika di depan orang lain jadi aku sudah terbiasa dengan ucapan itu.'' terang Dara berbohong.


''Oh baiklah jika seperti itu, untung kamu itu sepupuku kalau kamu mengaku menjadi istri ku, aku tentu menolakmu, karena aku belum mau berumah tangga, lagi pula kau sepertinya bukan kriteria gadis yang akan menjadi istriku.''


Deg.


Dan ucapan Kenan itu mampu meremukkan hati Dara, walau Dara tau yang berbicara itu Kenan bukan Exel.

__ADS_1


__ADS_2