
Jelita membuka mata dan melihat siapa yang berani menindih tubuhnya terlalu lama dan betapa terkejutnya dia ketika memperhatikan wajah yang seperti ia kenal itu.
#Flashbck oN#
Jelita yang kabur setelah menendang ************ Jhony kini tiba-tiba saja masuk ke sebuah mobil yang baru saja tiba dan berhenti tepat di depannya. Tanpa menoleh kanan kiri, karena ia sedang terburu-buru untuk segera mengucapakan selamat ulang tahun pada sang kakak.
Ia masuk begitu saja tanpa memperhatikan bahwa di sampingnya ada orang yang sibuk dengan gadgetnya. Sedang sang sopir pun melaju kan mobilnya setelah merasa sang Tuan muda sudah berada di kursi belakang sedang laki-laki tersebut tak begitu melihat Jelita karena ia sibuk memeriksa pesan yang masuk lewat Emailnya.
Begitupun dengan Jelita karena hujan sudah mulai turun dia pun tak memperhatikan jika ada laki-laki yang duduk bersamanya di kursi belakang. belok kanan ya Pak setelah itu lurus-lurus cepetan Pak karena saya sedang terburu-buru hari ini kakak saya sedang berulang tahun." ucap jelita menberikan intruksi kepada sang sopir sedang dirinya masih sibuk menunduk membetulkan bajunya yang agak sobek akibat perbuatannya sendiri itu.
Sang sopir dan lelaki di samping Jelita pun terkejut mereka baru menyadari ada seorang wanita yang masuk di mobil mereka tanpa sepengetahuannya dan
"Syetaaan...!" Teriak sang sopir dan sang Tuan muda.
"Aku bukan Syetan...!" Cicit Jelita yang kini berusaha menutup pakaiannya yang sobek karena terkejut dia juga baru menyadari kalau ada seorang pemuda yang cukup tampan duduk di sampingnya.
"Anda siapa, Nona?"
"kau, siapa kau?" tanya sang sopir dan sang tuan muda secara bersamaan.
"Siapa kau kenapa masuk di mobilku tanpa per_" Damara menjeda kalimatnya disaat melihat dengan jelas siapa yang telah masuk di mobilnya itu.
"Kau, kau lagi! kenapa kau selalu membawa sial, turunkan wanita ini di sini aku tidak sudi mobilku di kotori oleh wanita ****** seperti dia!" Damara menatap sengit kepada Jelita setelah beberapa saat lalu ia melihat wanita di depannya itu bercumbu di depan matanya di sebuah taman dengan seorang Pria. sedang Jelita membalas tatapan itu dengan tatapan sinis.
"Ap-apa? kau mengatakan Aku wanita ******! Dasar laki-laki brengsek! kau tau kau laki-laki brengsek yang berani berkata seperti itu!"
"Kau mengatakan aku laki-laki brengsek kau belum tahu siapa aku!" geram Damara
"Aku tidak takut Untuk apa aku takut sama dirimu! dan aku pun tak kan pernah takut walau tau siapapun dirimu. lagi pula aku juga tidak ingin tahu siapa dirimu karena bagiku itu tidak penting!"
"Kau, dasar kau wanita jadi-jadian!"
__ADS_1
"Apa kau bilang kau mengatakan aku wanita jadi-jadian dasar kau! apa kau mau atau ingin mencobanya?" dengan sedikit mencondongkan badannya.
Sedang apa kau apa yang kau lakukan?" ujar Damara dengan sedikit memundur kan badannya kebelakang ia pun kini bergidik ngeri.
"Untuk membuktikan padamu kalau punyaku 100% asli. Enak saja kau mengatakan aku wanita jadi-jadian kau yang laki-laki jadi-jadian dasar Buaya air" gerutu Jelita yang bertambah kesal.
"Nona bukan buaya air tapi buaya darat." Ucap sang sopir ingin membenarkan ucapan Jelita. "Diam kau...!" sergah Jelita dan orang yang di panggilnya tuan muda tersebut. membuatnya langsung tak berkutik.
"Kau tau buaya hidup di mana?"
"Di air Nona."
Nah itu kamu tau! dan sejak kapan buaya jadi buaya darat?"
"Ntahlah Nona itu juga saya binggung" Rony yang bertugas sebagai sopir hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Author: sama Ron Author juga binggung sejak kapan buaya hidup di darat😂
"Turunkan wanita ini di sini! dan kau jika meladeni wanita ini maka kau ikutlah dengannya!" Sergah Damara yang begitu kesal melihat Jelita dan Rony nampak begitu akrab.
"Turunkan wanita ini! atau kau yang turun dan besok terimalah gaji pensiun mu!"
"Tit-tidak Tuan baiklah," Ucap Rony dengan nada pasrah.
"Nona maaf silahkan Anda turun?"
"Tidak aku tidak mau turun karena di luar hujan dan aku takut sama petir!" cicit Jelita berharap dia tak di turunkan.
"Aku tidak perduli. Cepat kau keluar atau aku yang akan menyeretmu.!" Dan benar saja setelah berucap Damara membuka pintu mobilnya dan ia segera berputar berjalan dan segera membuka pintu di mana Jelita duduk dan tanpa babibu ia pun menyeret keluar tubuh Jelita dan menghempaskannya.
"Auu sakit...!" cicit Jelita yang merasa bokongnya sakit saat membertur jalan aspal.
__ADS_1
"Tunggu...! aku mohon berikan aku tumpangan hanya di sampai di depan." pintanya namun tak di gubris oleh Damara. Terlihat dari Damara yang memilih berlalu meninggal nya begitu saja tanpa peduli.
Jelita yang geram memilih mengejar Damara dan saat tangannya sampai menggapai pundak Damara, Damara menepisnya dengan kasar. Hingga Ia kembali terjatuh di tengah guyuran hujan.
"Jangan sentuh aku wanita murahan! kau begitu menjijikkan!" kesal Damara Dan
Plak...!
Satu tamparan tepat mengenai wajah Damara sehingga membuat Damara semakin naik pitam.
"Tuan ada telepon!" seru sang sopir membuat Damara mengurungkan niat nya ingin membalas Jelita begitu mengetahui siap yang sedang menelponnya.
"Hari ini kau selamat aku melepaskan mu tapi tidak untuk lain kali!" setelah berucap dengan nada ancaman ia pun segera masuk dan menutup mobilnya.
"Jalan...!" tegasnya lalu Rony pun mau tidak mau melajukan kendaraannya tanpa bisa menolak padahal dia tidak sampai hati meninggal kan Jelita seorang diri di tengah guyuran hujan yang begitu lebat. ia pun segera meraih gawainya dan mengirim pesan untuk seseorang.
Sedang kan Jelita begitu kesal melihat kepergian mobil yang di tumpangi Damara ia mengumpat bahkan mengutuk perbuatan yang di lakukan Damara.
"Awas saja aku berdoa semoga kita berjodoh dan disaat kau tergila-tergila padaku aku akan meninggalkan mu!" Duuaar...!
"Aaaaa...!"
Jelita menjerit ketakutan saat suara petir menggelegar setelah ia mengamini doanya.
Dan sebuah mobil berwarna hitam pun berhenti di sampingnya berdiri. Seorang sopir keluar ter gopoh-gopoh mendekatinya sambil membawa payung.
"Maaf Non, saya di suruh menjemput Anda oleh Tuan Rony." Terang lelaki paruh baya yang sepertinya dia sopir taxi online Jelita pun segera bergegas untuk masuk daripada mendengar suara petir yang bisa membuatnya pingsan ketakutan.
"Rony..." lirih nya sejenak ia berfikir siapa itu Rony bukankah Rony itu? haah sopir itu. ternyata sopirnya jauh lebih baik dari pada si buaya air dan laki-laki jadi jadian itu." Fikirnya
#Flashback of#
__ADS_1
"Kau dasar kau buaya air apa yang kau lakukan.?"
"Kau, kau wanita jadi-jadian apa yang kau lakukan disini kenapa kau selalu membuat hidupku sial!."