Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Rasa Penyesalan.


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian.


"Apa kau, yakin melihatnya,? kau tidak salah orang kan? baiklah awas saja kalau kau salah aku akan mencarimu sampai ke lubang semut sekalipun," Baron memberikan ancaman pada seorang detektif yang la tugaskan untuk mencari Renata yang la ketahui ternyata berada di Singapura.


Baron menatap layar ponselnya yang ada foto Renata dan dirinya, yang tentu saja sudah di edit nya.


'Tunggu aku sayang aku akan datang untuk menjemput kalian, dan aku berjanji setelah ini tidak ada air mata lagi untuk kau tumpahkan, aku akan selalu mengukir senyum indah di wajahmu, maafkan jika aku sangat terlambat menyadari nya.' Baron menyeka sudut matanya yang sudah mulai berair.


Rasa penyesalan yang begitu besar membuatnya terus menyalahkan dirinya, la terus mencari di mana Renata tanpa rasa lelah, bahkan kini dirinya sudah tidak bisa merawat dirinya terlihat dari rambutnya yang sedikit gondrong dan juga bulu-bulu lebat yang menutupi sebagian wajah nya.


"Ayah, Ayah, Ayah,! hah hah hah," mendengar teriakan Bara yang memanggilnya Baron pun segera membuka pintu.


"Ada apa sayang,?" Tanyanya pada Bara yang terlihat ngos-ngosan.


"Ayah, Bunda Ayah,"


"Iya ada apa sayang Bunda kenapa,?"


"Bunda ternyata ada di Singapura Ayah,?"


"Dari mana kamu tahu kalau Bunda ada di Singapura?" selidik Baron mengerutkan Alisnya walau ia tahu Renata memang berada di sana.


"Revi, Ayah Revi, yang memberitahukan nya padaku," ucapnya dengan Jelas karena Bara sudah fasih menyebut huruf.


"Revi,?" tanya Baron binggung.


"lya Ayah Revi, temanku di sekolah, Ayah ingat tidak waktu Bara bertengkar dengan anak perempuan yang berusia enam tahun itu, itu adalah saudaranya Ayah, dan papanya yang sudah membawa pergi Bunda," Bara mulai menjelaskan karena melihat wajah sang Ayah yang terlihat binggung.


"Aku membenci Reva, kenapa dia tidak mau jujur padaku, padahal dia tau kalau aku merindukan Bunda," Keluhnya kembali.


"Mungkin saja dia tidak sengaja lupa untuk memberi tahumu, jangan membenci seseorang nak itu tidak baik," Baron memeluk Putranya dan mengelus punggung nya dengan lembut.


"Ayah tau kamu sangat merindukan Bunda, sama Ayah juga, maafkan Ayah sayang yang sudah memisahkan mu dari Bunda, Ayah janji akan membawa Bunda pulang tapi, kamu harus janji pada Ayah,"


Mendengar sang Ayah meminta nya tuk berjanji, Bara pun mengurai pelukannya, lalu menatap Ayahnya begitu lekat.


"Ayah minta pada Bara janji Apa Yah..,?"


Baron tersenyum sambil mengacak rambut putranya.

__ADS_1


"Kamu harus janji pada Ayah kalau kamu ikut Ayah menjemput Bunda, bagaimana,?"


"Benarkah Ayah Bara boleh ikut," Tanyanya dengan mata yang berbinar.


"lya bukankah besok libur dan itu selama satu minggu kedepan," Ucap Baron mengingatkan, oh iya Ayah, benar sekali, baiklah Bara akan ikut menjemput Bunda dan adek bayi Ayah," Bara pun berlari masuk di kamarnya, membawa sesuatu yang sudah lama ia siapkan untuk sang Bunda, setelah sekian lama akhirnya ia akan berjumpa Dengan bundanya juga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu di negara yang di kenal dengan patung Merlion nya Seorang wanita dengan perut yang sudah mulai membuncit tengah berjalan di sekitar Taman yang tak jauh dari Apartemen yang ia tempati.


"Apa kau tidak capek,? beristirahat lah dulu, aku membawakan cemilan untukmu, dan ini aku beli di kedai tadi kau pasti akan suka rasanya bukan kah kau sangat menyukai ini,"


"Berhentilah memberikan ku makanan yang selalu membuatku melar Mas, apa kau tidak lihat kalau aku sekarang seperti Badut, tapi baiklah dari pada mubazir, aku akan memakannya di rumah" kelakarnya.


"Kalau begitu ayo aku akan membantumu membawanya,"


Baik Renata maupun Restu berjalan beriringan menuju apartemen mereka.


"Apa anak-anak akan jadi datang ke sini Mas,?"


"Iya aku sudah menyuruh Hana untuk datang dan untuk membawa anak-anak kemari, karena mereka akan berlibur,"


"Hubungan apa,? Aku biasa-biasa saja kok, dia itu cuma pengasuh anakku tidak lebih,"


"Mas, dia itu istrimu, tidak baik membuat istrimu bersedih dan menangis, Aku lihat Hana sangat penyayang dengan anak-anak."


"Tapi aku lebih mencintaimu Renata, dan rasa Cintaku ini tidak akan bisa hilang, sampai kapan pun, dan kau tahu itu, aku lebih mencintai wanita yang lebih dewasa sedang Hana hanyalah Seorang Anak kecil, dan aku tidak akan pernah mencintai nya sampai kapan pun aku hanya membutuhkan nya demi anak-anak saja karena anak-anak juga sangat menyayangi nya, aku pun berencana mencari baby sitter lagi, karena setelah masalah Hana selesai kami akan berpisah.


"Sayang sekali padahal anak-anak nyaman loh Mas, sama Hana, lagi pula Hana gadis yang baik, dan polos."


"Sudahlah jangan membahasnya lagi, lebih baik sekarang kau makan aku takut nanti bayimu juga kelaparan,!" serunya mengingatkan pada Renata.


sedang tanpa mereka sadari di luar berdiri seorang wanita bersama dua Putri kecilnya.


"Ayo kita pulang ke apartemen papa aja ya,!" Ajak wanita yang tak lain adalah Hana yang sejak tadi menguping pembicaraan mereka.


"Tapi kami ingin Papa, Kak, kalau kakak tak mau masuk, tidak apa-apa biarkan kami yang masuk," ketus Revi menatap tak suka.


"Revi Kak, Hana Mama kita kenapa kau ini, memanggil nya Kakak,! berbicaralah yang sopan padanya," Tegur Reva kepada sang adik.

__ADS_1


"Ayo aku temani Mama, masuk ke tempat Papa, nanti kalau kita sudah mandi baru kita ketemu Papa, lagi pula kita kan mau ngasih kejutan kan,? biar saja Papa yang datang, kita hanya siap-siap saja, bagaimana,?"


"Hmmm ide yang bagus baiklah, sepertinya ide kamu tidak ada salahnya di coba bagus juga ayo," ajak Hana lagi.


"Revi ayo," Reva pun menarik tangan adiknya itu agar segera ikut serta.


Dan benar saja begitu semua sudah tertata rapi sekitar pukul satu siang Restu pulang ke apartemen nya yang memang kamar nya berdampingan di satu BLok, ia sengaja berdekatan dengan Renata agar tidak menyulitkan nya jika terjadi sesuatu padanya ia akan mudah untuk membantu Renata.


Cek lek.


'Kenapa sepertinya ada orang di dalam,?'


Restu bergumam sambil terus berjalan masuk, kini tujuannya ingin membersihkan tubuhnya karena ia akan berangkat untuk menjemput istri kontrak nya beserta kedua Putrinya yang di rindukannya itu.


Namun Baru saja ia membuka Pintu kamar mandi bersamaan dengan itu Hana pun hendak keluar dari kamar mandi setelah selesai mandi karena buru-buru, ia sampai lupa membawa baju ganti hingga ia hanya menggunakan handuk sebagai kemben.


Ceklek.


"Haaaaaaaa....!" Hantu, orang jahat,! baik Restu dan Hana sama-sama terkejutnya saat menyadari ada seseorang di depan nya.


"Hana...? kau....,"


"Pak...Bos...!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Haaaaiii...yuks sambil nunggu Author Up lagi Singgah juga di karya luar biasa di bawah ini👇



Shopia Martin tidak pernah menyangka akan terjebak cinta satu malam dengan calon suami sahabatnya. Saat Ganesha Oenelon mengadakan pesta lajang bersama dengan para sahabatnya. Sampai akhirnya dia dituduh sebagai perusak pernikahan sahabatnya sendiri.


Pernikahan yang tidak diharapkan oleh Ganesha dengan Shopia, membuat mereka membuat kesepakatan. Hingga akhirnya Dora kembali hadir dalam kehidupan Ganesha dan Shopia pun memilih pergi dari kehidupan Ganesha. Tanpa disadarinya dia sedang mengandung benih Ganesha.


Mungkinkah Ganesha akan menyadari cintanya pada Shopia? Ataukah dia memilih kembali menjalin hubungan dengan gadis yang batal dia nikahi?


Penasaran???


Ikuti terus ceritanya hingga tamat!

__ADS_1


__ADS_2