Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Sempurna


__ADS_3

"Bagaimana kabar Renata sayang,?" tanya Bu Sofia begitu masuk di ruangan dimana Renata di rawat.


"Ibu bisa lihat sendiri, bagaimana keadaan nya, aku yang salah Bu, aku yang tidak becus menjaganya, aku tidak becus menjadi kepala keluarga, aku bukanlah Ayah yang baik, aku bukanlah suami yang baik pula, aku memang pantas di tinggalkan oleh orang-orang yang aku cintai,"


terisak Baron dalam keluh kesahnya.


"Tidak baik berkata seperti itu, lbu yakin apa yang dilakukan Renata hanya demi kau dan putramu, apa kau tau di saat pertama kali ibu berjumpa dengannya di rumah sakit, dia datang sebagai malaikat penyelamat buat putramu, sejak itu ibu yakin dia adalah wanita yang sangat luar biasa, berhenti menyalahkan dirimu sendiri, karena Renata pasti tidak akan menyukai hal itu."


"Tapi Bu, tetap saja aku yang salah, dan di saat aku ingin membayar kesalahan ku semuanya jadi seperti ini,"


"Aku sudah mengurus


Renata, aku sudah menyiapkan kamar dan peralatan medis yang lengkap dan canggih untuknya, dokter akan segera mengurus kepulangannya jadi kau bisa menjaga Renata di Indonesia," sela Damara yang juga berada di ruangan tersebut.


"Benarkah itu Tuan,?" tanya Baron setengah tidak percaya dengan apa yang di dengarnya itu.


"Apa yang aku katakan itu benar, aku sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit di sana, dan juga dokter di sana, yang dulu pernah menangani penyakit Renata, jadi kau tidak perlu khawatir lagi kau bisa sesekali datang untuk menjenguknya, karena kita akan terus mengontrolnya."


"Terima kasih Tuan, terima kasih karena Anda telah banyak membantu saya," unkap Baron sambil menunduk memberi hormat.


"Kau tidak perlu berterima kasih padaku, biar bagaimanapun aku juga yang turut ambil-andil dalam kejadian ini, kalau aku tidak menjodohkan mu dengan Renata mungkin semuanya tidak akan terjadi seperti ini.


"Dan kalau Tuan tidak menyuruh saya menikah dengan Renata mungkin saya tidak akan pernah berjumpa dengan wanita sehebat dia," ucap Baron menimpali perkataan Damara.

__ADS_1


"Kau benar sekali, kita tidak tahu kepada siapa kita akan jatuh cinta, dan kita tidak tahu siapa teman hidup kita yang sebanarnya,seharusnya yang kita lakukan bukan menyimpan luka, dan merawatnya menjadi sebuah dendam, tapi kita harus membuangnya karena luka itu akan melahirkan kebencian dan menghasilkan dendam, Aku seharusnya bersyukur karena Renata pernah pergi dari hidupku, karena dia juga aku bisa terjebak di dalam Cinta Jelita, lstriku, tanpa bisa aku menghindari nya.


"Anda benar sekali tuan, seharusnya cinta itu melahirkan kebahagiaan dan luka seharusnya menghadirkan kesabaran dan keikhlasan,"


"Aku setuju sekali, untuk itu mulai sekarang kita harus Belajar mengikhlaskan, dan melupakan segala apa yang pernah terjadi di masa lalu semoga kelak putra-putri kita tidak akan mengalami hal yang sama, seperti apa yang kita alami sebelum-sebelumnya selama ini.


"Alhamdulillah Tuhan...karena engkau telah mengirimkan istri seperti Renata, dan terima kasih Tuan, Anda telah menyuruh saya menikahinya, buat saya yang dia adalah istri yang sempurna."


"Semoga di Indonesia Aku berharap keadaan Renata jauh lebih baik dari sebelumnya, karena dia akan dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya, dan orang-orang yang disayanginya," ucap Damara lagi,


Dan benar saja, setelah beberapa hari kemudian Renata pun diterbangkan ke Indonesia, Ia dirawat di rumah sakit Rayan Medika dan ditangani oleh dokter David sendiri karena dokter David yang pernah menanganinya.


"Sayang,, aku berjanji akan membesarkan Putri kita dengan baik, dan menjaganya dengan baik, kamu jangan menghawatirkan itu, Apa kau tahu sekarang, Putri kita itu sudah bisa dibawa pulang, dan kau tahu dia itu sangat mirip sekali dengan wajah, hidung dan bibirmu, semua yang ada padamu begitu mirip sekali, terima kasih karena telah menghadirkan dan melahirkan seorang bidadari cantik pelipur hati untukku bahkan saat mengandung dan melahirkan nya, Kau rela menjaganya dengan nyawamu sendiri," Baron tak Henti-hentinya mengecup tangan sang istri memberikannya semangat walaupun hanya lewat sebuah kecupan, dia yakin kalau Renata akan merasakan dan mendengarkan apa yang dikatakannya.


Flashback off.


dan keesokan harinya seperti apa yang dijelaskan dokter David kepada Baron akhirnya Renata pun bisa dirawat di rumah Ia begitu bahagia sekali saat ini karena ia tak berjauhan lagi dengan istrinya walaupun perkembangan Renata sudah mengalami kemajuan namun ia Belum menunjukkan kapan dia sadar dari komanya.


''Sayang Lihatlah, kau akan ada di sini bersamaku mulai saat ini, Lihatlah kamar ini sudah aku disain untukmu sesuai dengan warna favorit mu, kamar kita bersebelahan ada pintu di tengahnya Agar suatu waktu aku bisa menemuimu dan menemanimu untuk bercerita, dan apa kau tahu sayang, Cahaya dan aku tidur Kamar yang sama, dia manja sekali persis sepertimu, dia akan tidur jika Hannya di dalam dekapanku saja," Baron terus saja bercerita sambil terus mengelus tangan sang wanitanya dengan lembut, sementara di dalam Alam bawah sadarnya Renata mendengar semua apa yang di katakan Baron namun sayang ntah mengapa ia belum bisa membuka mata, dan terbangun dari tidur panjangnya itu.


"Terima kasih sayang, kau sudah merawat ku dengan segala cintamu dan kasih sayang mu tapi maafkan aku yang belum bisa membuka mataku ini." Ucap Renata di dalam Alam bawah sadarnya.


"Asalamualaikum Ayah Bunda,!" seru Bara yang baru saja pulang dari sekolah.

__ADS_1


"Waalaikum salam Anak Ayah, Stop...eit tunggu dulu Bara cuci kaki dan tangan baru boleh masuk ketempat Bunda dan ingat harus apa kalau pulang sekolah,?"


"Harus ganti baju dulu Ayah anak pintar sudah pergi sana," usir Baron.


"Tapi Ayah, aku kangen sama Bunda, baiklah jika Kamu kangen sama Bunda ikuti apa yang ayah suruh tadi karena Bunda tidak suka anak yang jorok, kalau Bara menyentuh Bunda tanpa cuci tangan, nanti Bunda kena virus yang Bara bawa dari luar, apa Bara mau Bunda terkena virus dan sakit lagi,? hem?"


"Tentu saja tidak Ayah," sahut Bara.


"Ya sudah kalau begitu pergilah," Bara pun akhirnya menuruti apa yang disuruh kan oleh sang Ayah, sedang Baron hanya tersenyum menatap kepergian putranya itu, lalu ia pun melempar pandangan pada Renata.


"Kau lihat putramu itu,? dia sudah berlagak seperti orang yang dewasa dari usianya, dia itu semakin hari semakin menggemaskan, rasa terima kasih tak cukup untuk semuanya, Kau benar-benar seorang lbu, dan istri yang terbaik untukku dan anak-anak," Baron kembali menitikkan air mata sedihnya, sebagai seorang lelaki malu rasanya kalau ia akan menangis tapi apa mau di kata, air mata nya tak bisa di bendung lagi, hingga air matanya jatuh membasahi kedua mata Renata.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Haaiii...yang lagi nungguin ceritanya lanjut,, yuk kepoin juga donk cerita temen aku di bawah ini👇👇



Nomor 19


Wanita yatim piatu yang berusia 20 tahun itu pun harus menerima kenyataan pahit ketika dirinya telah mengetahui jika cintanya telah dikhianati oleh sepupunya sendiri tepat dihari pernikahannya akan tiba.


Dengan dirinya yang mengidap penyakit kanker yang ganas yang akhirnya mengharuskan dirinya terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan kontrak dengan seorang Pria yang umurnya tujuh tahun lebih tua darinya.

__ADS_1


Untuk biaya pengobatan penyakit ganas yang ia derita, ia harus menahan rasa sakit sekaligus siksaan batin ketika sadar jika dirinya hanya akan menjadi Istri dan Menantu yang tak dianggap dari keluarga Pria yang terkenal akan kejamnya.


__ADS_2