Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Permintaan Reno


__ADS_3

"Hapus tanda merah di bibir dan pipimu itu! Kakak tak suka melihatnya. kau tau kenapa? karena Kakak tidak mau melihat mata laki-laki jelalatan menatapmu.!" tegas Arya menekan kalimatnya. Lalu bangkit berdiri meninggalkan sang adik yang masih menekuk wajahnya karena mendengar kalimat Kakaknya tersebut.


"Dan jangan menungguku pulang kunci pintu rapat-rapat!" imbuhnya kembali tanpa menoleh, sedang Darandra pun melangkah bersisian dengannya. Yah Darandra memilih untuk segera beranjak saat menyadari Arya terlebih dahulu bangkit berdiri dari tempat duduknya dan dia hanya sempat melemparkan senyum manisnya pada Tasya.


*


*


"Di mana tempatnya?" Exel bertanya pada Jennifer di saat mobil sudah di perkirakan sampai pada tempat yang di tuju.


Jennifer menunjuk kesebuah tempat dan tempat itu ternyata adalah tempat pemakaman umum. Exel hanya bisa membulatkan matanya ternyata jauh-jauh ia datang hanya untuk mengantar Jennifer ke tempat yang sangat sepi tersebut beruntung daerah sekitarnya terang sehingga tak terkesan menyeramkan karena malam yang sudah larut dan sepi.


"Apa kau yakin akan kesana?"


"Iya Tuan tujuanku kesini jauh-jauh memang untuk datang kesini disinilah kedua orang tua ku tinggal dan kalau aku bersedih aku akan datang dan menceritakan keluh kesahku padanya." Ia menarik nafas sejenak sebelum melanjutkan ucapannya.


"Bukankah Anda beruntung Tuan Anda masih punya keluarga yang lengkap, tidak dengan diriku yang satu persatu orang-orang yang ku sayang pergi dari sisiku." Lirihnya dengan air mata yang sudah menganak sungai.


"Aku punya paman tiri tapi dia menjualku. ketempat pelacuran beruntung aku bisa kabur dari sana, hingga aku pun memilih bekerja di barr karena aku berfikir gajinya lumayan bisa aku tabung untuk memulai hidup baruku kelak, hanya itu yang ada di fikiranku. Dan hingga akhirnya aku bertemu denganmu Tuan." Ia pun menatap Exel dengan mata yang basah. sedang Exel masih diam menyimak ceritanya.


"Dan maafkan aku jika aku bahkan pernah punya rasa pada Tuan" isaknya dengan menunduk malu.


"Sudahlah itu hanya cerita masa lalu. Aku juga meminta maaf jika pernah menampar dan menghinamu." sela Exel berusaha membuat Jennifer tenang. Dan hanya di balas senyuman oleh Jennifer menandakan kalau wanita itu berusaha untuk tegar.


"Tuan apa aku tak pantas berbahagia?"


tanya Jennifer dengan tatapan sendunya.


Exel mengelus lembut pundak Jennifer tanpa ingin menjawab pertanyaannya. Ia benar-benar merasa bersalah atas apa yang terjadi andai saja dia tidak mendengar kata-kata Reno saat itu mungkin Reno akan selamat dan dialah yang akan mati.


#Flashback on#

__ADS_1


"Bagaimana apa semuanya berjalan lancar?"


"Iya Tuan semuanya berjalan lancar dan benar seperti dugaanku sebelumnya Yuri hanyalah korban dia di peralat untuk bisa membunuh Tuan karena seperti yang sudah saya katakan sebelumnya Dony cheung di balik semua ini. dia adalah putra angkat dari Mr Chan." Terang Reno panjang lebar menyampaikan informasi yang di dapatnya.


"Tuan apa Anda mendengarku?" Reno sedikit meninggikan suaranya memanggil Exel dari sambungan Earphonnya.


"Iya aku masih mendengarmu sebaiknya kau berhati-hati aku akan terus mengawasi keadaan sekitar. Sekarang aku sudah masuk lihatlah ke atas rooptop." seketika Reno pun mendongak ke atas. Dan benar saja dari jauh ia bisa melihat seluit tubuh Exel yang masih berdiri menatap ke bawahnya. Reno mengerang.


"Tau begini kenapa kita tidak bertemu langsung Tuan." Kesalnya.


"Jadi kau kesal padaku hah...!"


"Tit-tidak Tuan mana berani aku kesal pada Anda." Celetuknya


"Dengarkan aku kalau kita bertemu tentu saja mereka akan curiga dan menangkap kita." Jelas Exel dan di iya kan Reno lewat anggukan padahal dia tau sendiri kalau anggukannya tak akan terlihat oleh Exel karena dia berada jauh di atas sana.


"Aku sudah mengacaukan sistem mereka dengan mengirimkan sedikit virus," terang Exel kembali


"Kau itu ingin meminta atau memaksa hah..!" kesal Exel yang mendengar nada suara Reno yang tiba-tiba berubah serius.


"Mungkin bisa dibilang seperti itu Tuan selama ini kan Anda yang selalu memaksa, dan untuk saat ini biarkan saya meminta dengan sedikit memaksa." kekehnya


"Kau itu! ya sudahlah apa yang kau inginkan aku akan mengabulkan segala ke inginananmu untuk yang pertama dan yang terakhir." pinalnya


"Maaf kan aku, aku benar-benar mencintaimu dan aku harap kau menjaga dirimu dengan baik dan anak kita sayang..."


"Apa kau kira aku ini Jennifer yang benar saja kenapa kau memgungkap kan perasaan mu padaku bukan pada Jennifer jangan bilang setelah menjadi mata-mata kau berubah haluaan!" pekik Exel.


"Tuan bisa tidak Anda menyimak saja. Tanpa harus menjeda. Lagi pula saya masih normal Tuan sukanya dari depan bukan dari belakang" Balasnya kesal.


"Kau, berani-beraninya kau!...okei baiklah untuk saat ini aku memakluminya tapi tidak lain kali!" ketusnya memberikan ancaman.

__ADS_1


"Terima kasih Tuan, Jennifer tak punya siapa- siapa lagi Tuan, untuk itu berjanjilah padaku jika aku tidak selamat dalam misi ini tolong Tuan menjaganya setidaknya sampai dia melahirkan dan Anda juga harus melindungi anak saya dan Anda jangan lupa untuk mengatakan kata-kata yang seperti saya ucapkan tadi.''


"Kau ini kenapa? kenapa permintaanmu banyak sekali, dan kenapa juga kau harus berkata seperti itu bodoh! kau harus kembali demi anak dan Istri mu jangan pernah berkata seperti itu lagi kalau tidak aku akan memotong gajimu!" Ancamnya.


"Jangan! Tuan bagaimana dengan istri dan anakku nanti jika Anda memotong gajiku." selanya


"Itu urusanmu!"


"Tangkap penyusup itu! seru gadis cantik berambut lurus di kuncir dengan mata sipitnya berteriak pada anak buahnya.


"Yuri kau?"


"Yah! aku kenapa, apa kau terkejut denganku? dengarkan aku laki-laki bodoh kau dan teman mu itu harus mati di tanganku!"


"Tapi Yu, aku ini temanmu sahabatmu" cicit Reno ingin mendekati Yuri namun Yuri tertawa sinis.


"Itu dulu tapi sekarang kau adalah musuh suamiku jadi kau juga musuhku.


"J-jadi kau dan_"


"Iya aku dan Dony sudah menikah bahkan sekarang aku sedang hamil anaknya" terang Yuri memberi penjelasan


"Lalu dimana Tuan Park apa kau juga?"


"Kau benar sekali aku sudah menyingkirkannya karena dia juga yang mebuatku tak bisa bersama Exel!" tegasnya


"Yu...! kau benar-benar wanita aneh kau melakukan semua ini hanya untuk cinta butamu sadarlah Yu...itu cuma obsesimu!" teriak Reno saat melihat yuri berlalu pergi.


"Bawa dia!" perintah yuri pada anak buahnya.


Sedangkan Exel yang dari tadi berusaha menghubungi Reno tetap saja nihil perasaannya mulai tak enak, apa lagi saat melihat banyak orang berbaju hitam di bawah sana yang sepertinya sedang mengepung Reno.

__ADS_1


"Sial...!" umpatnya.


__ADS_2