Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Terima kasih karena masih bersama ku.


__ADS_3

Drt drt drt Baru saja Reno ingin istirahat merebahkan tubuhnya lelahnya, Ia di kejutkan dengan suara dering telponnya Ia benar-benar belum bisa istirahat semenjak dari Indonesia, dan di tambah lagi dengan perjalanannya menuju Seol Korea Selatan, yang memakan waktu 7 jam 20 menit.


Dan begitu dia melihat siapa yang mengganggu istirahatnya Ia pun membulatkan matanya.


''**** kenapa aku sampai lupa kalau aku sudah beristri.''


''Apa, beristri maksudmu, kamu sudah menikah? sejak kapan dan siapa wanita yang menjadi korbanmu sekarang!"


"Tut-tuan, kau mengagetkan ku saja." Bukannya menjawab Reno memilih mengangkat telpon dari Jennifer dari pada harus berdebat dengan Tuannya itu.


"Sayang maafkan aku karena belum sempat menghubungimu aku baru sampai di Seol dan aku harap kau dan my Baby baik-baik saja hari ini."


"Yang benar saja kalau kau sudah..huf... benar-benar jadi kau sudah menikah tanpa mengabariku? lalu sekarang istrimu sedang hamil?"


Exel membulatkan matanya saat Reno memperlihatkan fotonya dengan seorang wanita yang begitu di kenalnya.


"Tidak! ini tidak mungkin kau dan Jen_"


"Aku sangat mencintainya Tuan" Sela Reno menjeda kalimat Exel.


Reno pun menceritakan bagaimana mulanya dia menikahi Jennifer yang ternyata seorang pekerja keras, dia berusaha menjadi pelayan barr karena sempat di jual oleh Om nya kepada pria hidung belang tapi beruntung Ia berhasil kabur dan terpaksa bekerja di barr.


"Kamu sudah mencicipinya sebelum menikah, sedangkan aku baru semalam merasakannya." ucap Exel dengan wajah yang sumringah saat membayangkan bagaimana Ia membuat Dara tak berdaya.


"Aku sudah tidak sabar untuk pulang. Dan ya! bagaimana kalau kita adakan Resepsi bersama kalau misi ini sudah selesai?"


"Apa benar Tuan, baiklah kalau begitu aku akan mengabarkannya pada Jennifer Tuan untuk bersiap-siap nanti.''


Dan Reno pun kembali menelpon istrinya


begitupun Exel memilih menelpon istrinya sebelum mereka beristirahat karena besok Ia harus bangun pagi untuk misinya.


''Katakan padaku kau berada dimana? kenapa baru menelponku, dan kenapa belum pulang? kau, kau jahat kau memberikan ku kejutan tapi tak memberitahuku aku sudah melihatnya maafkan aku suamiku, Jelita sudah cerita semuanya cepat pulang aku sangat merindukanmu.''


''Apa sudah pertanyaan dan ceritanya? mmm..kenapa aku merasa sekarang kau begitu bawel, apa jangan-jangan kamu Sedang hamil ya goda Exel.


''Hamil, mana bisa aku hamil secepat itu! kitakan baru melakukannya hanya satu kali saja'' jawab Dara polos sambil tersipu malu.


"Jadi maumu kita harus melakukannya berapa kali?" Exel mengedipkan satu matanya. Membuat wanitanya semakin menunduk.


"Kau, kau jangan terus menggodaku seperti itu" sela Exel.

__ADS_1


"Siapa yang mengodamu aku tidak merasa menggoda siapa-siapa" sahut Dara


"Apa kau bilang tidak merasa? dengan berpakaian seperti itu apa kau tidak menggodaku namanya"


Dara memang memakai tanktop karena Ia merasa gerah.


"Kau harus bertanggung jawab atas semuanya kau sudah membuatnya terbangun"


"terbangun siapa yang terbangun aku tidak mbangunkan siapa-siapa kok" jawab Dara polos. Membuat Excel benar-benar ingin terus menggoda istri sekaligus adik sepupunya itu.


"Apa kau betul-betul ingin melihatnya Baiklah tunggu aku akan memperlihatkannya pada mu. Exel bangkit masuk ke dalam bhatroom dan membuka kain penutup bagian bawahnya dan benar saja sang juniornya sedang dalam keadaan menegang. ''apa sekarang kau percaya sudah membangumkannya?''


"Kau...! kenapa sekarang kau mesum sekali? sudah tutup saja aku tak ingin melihatnya." Dara segera memalingkan wajahnya karena tak ingin melihat sang junior suaminya, apa lagi sekarang wajahnya begitu terasa panas karena menahan malu.


"Apa kau bilang? kau bilang aku mesum lihatlah dirimu tak ingin melihatnya namun kau begitu menikmati sentuhannya iyakan bahkan tadi kau bilang sangat merindukanku.


Exel berucap sambil terkekeh melihat tingkah menggemaskan istrinya itu di balik layar telponnya.


"Baiklah aku tutup dulu karena ada hal penting yang akan segera aku lakukan" Exel pun segera menutup panggilannya setelah mendapat kecupan jauh dari istri nya itu, dan tentu saja dia yang memintanya.


"Ren.. sasaran kita tepat lihatlah markas mereka, brengsek jadi mereka yang melakukannya" Exel menunjukkan sebuah link video yang baru saja masuk gawainya.


"Jadi sasarannya sekarang keluarga Tuan karena mereka gagal membunuh Tuan lewat kecelakaan yang pertama dan yang ke dua."


Sejenak Reno pun terdiam seperti memikir kan sesuatu,


"apa kau punya ide?"


Reno hanya terdiam tanpa ingin menjawab karena sekarang Ia benar-benar di buat binggung dengan ide yang melintas di benak nya.


"Baiklah kita mulai bergerak besok jadi berhati-hatilah sekarang kita harus beristirahat apa lagi aku lihat dirimu sangat lelah'' Reno hanya mengangguk kecil lalu berjalan masuk ke kamarnya.


''Ren...terimakasih karena masih bersamaku hingga saat ini'' Reno menghentikan langkahnya, tanpa menoleh lalu Ia hanya tersenyum miring lalu melanjut kan langkah nya, karena Ia benar-benar merasa letih.


*


*


*


Sementara itu di Indonesia prank...suara benda jatuh berserakan di lantai.

__ADS_1


''Brengsek kau Jelita, aku akan membalasmu nanti aaaaarg!" Jhony berteriak saat mengingat ucapan Dokter yang merawatnya.


"Bagaimana tidak Dokter mengatakan kalau kelelakiannya kini sudah tak berpungsi lagi


itu semua gara-gara Jelita."


#Flash back on#


''Lepaskan aku Jhon..!" Tasya berteriak sekuat tenaga saat Jhony menarik dan memaksanya.


"Kau tidak akan pernah aku lepaskan, karena kau adalah calon istriku, kita sudah bertunangan dan sebentar lagi kita akan menikah, tapi kenapa kau membatalkannya?" Jhony berteriak sambil terus menarik tangan Tasya.


Tasya menghempaskan tangan Jhony kemudian menampar laki-laki itu.


Plak!


''Apa kau bilang calon istri, bertunangan?


sedangkan kau sendiri asyik berselingkuh di depan mataku. Dan kau bahkan mengejar-ngejar sahabatku Jelita dan sejak itulah pertunangan kita batal."


"Aku tidak mau pokoknya kau harus menikah denganku!"


Jhony kembali menarik tangan Tasya namun Tasya berhasil menggigitnya dan Ia pun segera kabur saat melihat Jhony meringis kesakitan.


"Tasya...Tasya... jangan kabur kamu! aku akan membalasmu..." Jhony berusaha mengejar Tasya yang kini sudah menjauh darinya.


Sedang Tasya sendiri berusaha untuk menghubungi seseorang.


"Hah-halo Je! tolong aku Jhony...Jhony ingin menyakitiku, aku takut dia nekat aku berada di jalan xxxx simpang tiga cepat Je..!'' panggilanpun terputus saat seseorang merampas Handpon miliknya dan siapa lagi kalau bukan Jhony.


"Jhony kembalikan Handpon ku aku sedang menelpon Jelita.''


''Jelita...?''


''Ya! Jelita, kenapa apa kau takut?''


Tasya bertanya saat melihat mimik wajah Jhony pun berubah.


''Takut...? hahaha untuk apa aku takut pada Jelita justru aku ingin bertemu dengannya.


tapi sebelum itu aku ingin mencicipimu terlebih dahulu" Jhony pun merobek lengan baju milik Tasya, membuat Tasya kembali berteriak histeris.

__ADS_1


Namun bukannya kasihan laki-laki itu terus ingin mengungkung dengan paksa tubuh tasya.


"Berhenti! atau aku akan_" belum selesai Jelita berucap tangannya kini sudah di cengkram oleh Jhony.


__ADS_2