Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Cerita Sebenarnya.


__ADS_3

"Maafkan aku atas segala kekacauan yang terjadi, mungkin dengan kata maaf tidak cukup untuk menebus segala kesalahanku padamu. Renata Menatap nanar wanita cantik di depannya itu.


"Sudahlah, semuanya sudah berlalu aku juga mau minta maaf karena pernah menghinamu Aku harap kedepannya kau bisa jauh lebih baik lagi." Ucap Jelita sambil tersenyum.


"Maaf namamu Jelita, kan?"


"Iya…" jawab Jelita sambil mengangguk Renata pun tersenyum ternyata namamu sama persis seperti wajah Dan Hatimu pantas saja Damara tak mau berpaling darimu." Jelita hanya tersenyum tipis menanggapi pujian dari Renata.


"Kamu juga tak kalah cantik dariku kok, dan kamu tahu ternyata Damara itu punya selera yang tinggi juga." Mereka pun terkekeh bersama.


"Jelita, mungkin semua orang menganggap aku adalah orang yang serakah, dan itu memang benar adanya, tapi semua itu aku lakukan hanya untuk bertahan hidup. Apa kau tahu aku sejak kecil aku dibuang oleh kedua orang tuaku di Panti Asuhan, aku tumbuh penuh dengan perjuangan dan liku-liku. Semua menganggap aku adalah anak haram yang tak pernah diinginkan. Ketika usia sekolah aku menangis ketika melihat teman-temanku dijemput oleh orang tuanya sedangkan aku untuk sekolah pun aku harus berjuang Karena aku tahu hidup di pantai asuhan itu kita hanya mengharapkan belas kasihan orang lain mengharapkan para Dermawan datang dan aku tidak mau itu. Sejak kecil aku bertekad untuk keluar dari Panti Asuhan untuk merubah hidupku. Di sekolah pun aku sering dikucilkan teman-temanku karena mereka tahu aku adalah anak panti asuhan, dan yang paling menyakitkan bagiku adalah ketika mereka mengatakan.


Aku adalah manusia Tak Dianggap oleh karena itu kedua orang tuaku membuangku, selepas pulang sekolah aku berusaha untuk mencari pekerjaan walau sebenarnya ibu panti tak pernah mengizinkanku, tapi aku lngin Merdeka tak selamanya ingin bergantung kepada mereka, aku harus sukses membuktikan kepada semua orang, yang pernah menghina, dan mencela, hingga pada usia 18 tahun di akhir semester aku ikut lomba menjadi model dan pada saat itu akulah jadi pemenang utamanya dan kau tahu siapa jurinya." Renata menata Jelita sejenak sebelum melanjut kan kisah nya.


"Jurinya adalah mantan suamiku." Renata pun menarik nafas panjang.


"Mantan suamimu?"


"lya dia yang membiayai Segalanya Untuk bahkan Apapun yang aku minta dia selalu memberikannya kami sangat dekat bahkan sangat dekat, aku tidak Mencintainya, tapi dia yang mencintaiku. Jadi kesempatan itu aku gunakan untuk meminta kemewahan darinya mungkin karena ada kesempatan jadi aku melakukan semua itu.


Aku ingin sukses secara instan, darinya lah aku bisa merasakan bagaimana rasa kasih sayang dia orang yang dewasa jadi aku merasakan mendapat kasih sayang dari kedua orang tuaku yang selama ini tidak pernah aku rasakan. Aku merasa nyaman bersamanya walau di hatiku. Tidak ada cinta.

__ADS_1


Setelah 6 bulan aku menggeluti dunia modeling, pada saat itulah aku berjumpa dengan Damara, ketika aku berada di pasar malam Dan mulai saat itulah kami mulai dekat, pada saat itu Damara adalah anak yang polos, awalnya dia tak ingin mendekatiku tapi akulah yang mendekat kepadanya setelah 1 bulan kami berkenalan pada saat itulah dia mengungkapkan perasaannya.


Aku pun menyambutnya dengan perasaan yang terbagi dua jika aku memilih Damara maka aku harus siap melepaskan orang yang selama ini membangun karirku, namamu jika aku memilih orang yang pernah membangun karirku. Maka aku harus siap kehilangan cintaku.


Seiring berjalannya waktu aku bertekad memilih Damara orang yang aku cintai cobaan itu datang lagi Damara yang aku cintai tak memberikanku peluang karena cintanya dia terus mengekang ku tak boleh melakukan ini dan tak boleh melakukan itu hingga lambat laun rasa cintaku itu terkikis karena aku sudah merasa bosan kepadanya.


HIngga Pada akhirnya aku berjumpa lagi dengan mantan suamiku dan mulai saat itu aku memilih menjadi hubungan yang serius denganya walau di satu sisi aku juga masih menjalin hubungan dengan Damara. Ketika perusahaannya pailit, aku pergi meninggalkannya, itu adalah satu-satunya alasan untukku meninggalkannya karena aku masih belum siap untuk hidup susah.


Walau aku tau aku Salah. Tapi aku tak mau apa yang aku perjuangkan selama hilang begitu saja.


Aku tidak ingin menyia-nyiakan semua kesempatan yang aku miliki. Aku tahu Damara sangat mencintaiku bahkan sangat-sangat mencintaiku pada saat itu. Tapi kita sudah jauh berbeda kita punya jalan masing-masing aku memilih jalanku dan biarkan dia memilih jalannya, aku tahu dia akan terluka. Aku berharap Seiring berjalannya waktu dia akan melupakan apa yang pernah aku lakukan."


"Tapi kenyataannya tidak.!" Sela Jelita menatap sejenak lawan bicaranya.


"Kau harus bisa bangkit, aku yakin kamu bisa dan aku yakin suatu saat kamu akan bahagia walau dengan, atau tanpa harta sekalipun. Yakinlah Kamu tidak akan Sendiri Lagi Ada Aku Disini yang akan menemani, tapi kamu harus berjanji satu hal kepadaku. Lupakan semua Masa Lalu burukmu itu. Kau harus menatap ke depan dan bersahabatlah dengan masa lalumu, itu akan jauh lebih baik. Apa kau mengerti apa yang aku maksudkan?"


Renata menggangguk menatap Jelita dengan air mata yang kembali menetes di kedua pipinya itu.


"Hei… Come on Ayolah please Jangan Ada Air Mata kesedihan lagi."


"Terima kasih Jelita, terima kasih." Renata memeluk erat tubuh Jelita dan Jelita pun membalasnya dengan mengusap punggung Renata untuk memberikannya semangat dan kekuatan.

__ADS_1


"lni bukan air mata kesedihan, tapi air mata kebahagiaan karena apa yang aku rasakan dan aku simpan selama ini sudah aku Keluarkan semua, dan Kaulah orang yang pertama mendengar kisahku, Damara pun tak pernah mengetahui semua itu." Jelita pun hanya mengangguk mendengarkan penjelasan Renata, dengan perasaan lega.


"Sayang baby Ar menangis mungkin dia haus!" Sela Damara di tengah kedua orang yang sedang berpelukan itu. dia pun menatap dengan datar ke arah Renata, Renata yang melihat kedatangan Damara spontan menubruk kakinya membuat Damara dan Jelita terkejut.


"Sas-saya mohon, Saya mohon Anda bisa memaafkan saya Tuan" ucap Renata dengan isakan pilu bersimpuh di kaki Damara.


"Apa-apaan ini drama apalagi yang kau lakukan pada istriku.! Apa kau berusaha mempengaruhi istriku, supaya jika kau punya kesempatan kau bisa membunuhnya atau menyakitinya lagi, dengarkan aku Renata Aku tidak ingin kau berbuat macam-macam lagi kepada keluargaku!" bentaknya kasar.


"Sayang kamu apaan sih. Kamu itu tidak tahu apa-apa ini urusan perempuan jadi diamlah! Renata ayo bangun jangan seperti ini jika dia tidak memaafkanmu. Ya sudah biar saja dia menanggung dosamu."


"Sayang Apa kau lebih memilih membela wanita ini daripada suamimu sendiri?"


"Pelankan suaramu nanti Baby Ar terbangun.lni bukan masalah membela siapa, dan menyalahkan siapa, sayang tapi kamu itu belum tahu cerita yang sebenarnya itu seperti apa. Jadi aku mohon please lupakan semua Masa Lalu kalian itupun Jika kalian ingin melihat aku bahagia, jika tidak ya sudah kalian bermusuhan aja terus seumur hidup aku tidak peduli!" Jelita meraih tubuh mungil sang bayi dari gendongan suaminya.


"Tapi sayang!" belum juga Damara selesai berucap Jelita sudah melangkah pergi meninggalkannya.


"Kau bangunlah jangan seperti ini memalukanku saja!" Sergahnya


"Mam-ma maafkan aku!"


"ya sudah aku memaafkanmu Ini semua karena istriku.

__ADS_1


"Terima kasih Tuan!"


__ADS_2