
"Bagaimana dia bisa seperti ini? Bukankah aku menyuruhmu untuk memperhatikannya dan menjaganya?" Dokter David benar-benar merasa terkejut saat tubuh Renata terlihat di dorong oleh seorang perawat.
"Maafkan aku kak, tapi kak Renata itu orangnya susah sekali di kasih tau, aku sudah menyuruhnya istirahat tapi dia ingin ke cafe" terang Amara.
"Baiklah untuk sementara biarkan dia beristirahat dulu setelah itu Kau boleh membawanya pulang tapi ingat kau harus menyuruhnya istirahat bukan untuk bekerja," "Baiklah dokter," ucap Amara.
"Bagaimana dengan Renata, dokter,?" tanya Restu begitu melihat Dokter David keluar. Dokter David menatap dengan seksama lelaki asing yang berada di depan nya itu.
"Keadaan yang sedang tidak baik-baik saja, untuk itu jangan terlalu membebani pikirannya karena itu akan membuatnya tambah drop," setelah memberi sedikit keterangan dokter David pun segera melangkah, sedangkan Restu yang mendengar apa yang dikatakan Dokter David la pun merasa kalau Renata menyimpan sesuatu darinya.
"Maaf dokter kalau saya boleh tahu sebenarnya Renata sedang sakit apa?" dokter David yang baru saja ingin melangkah pergi membalikkan badannya dan kembali menatap intens lelaki yang ada di depannya itu.
"Anda siapanya Renata?"
"S-saya suaminya maksud saya mantan suaminya," Jawab Restu gugup saat dokter David menatapnya begitu intens.
"Baiklah Sebaiknya Anda ikut dengan saya karena saya melihat Renata tidak pernah ingin mendengar apa yang saya katakan semoga anda bisa membujuknya," meski dengan kebingungannya Restu pun mengikuti ajakan Dokter David.
"Silakan duduk,!" Dokter David pun duduk di kursi kebesarannya, begitu pun dengan Restu, la menghempaskan bokongnya di kursi tepat di depan Dokter David.
"Sekarang jelaskan padaku dokter apa sebenarnya yang dialami Renata karena aku melihatnya semakin kurus dan lemah?" Dokter David mulai menceritakan apa yang tengah dialami oleh Renata saat ini ia terpaksa melakukannya karena sudah tidak ada pilihan lain.
"Apa, jadi Renata mengidap kanker rahim Stadium Akhir,? dokter bercanda kan?"
"untuk apa Saya bercanda dengan kesehatan dan nyawa seseorang, Renata adalah pasien Saya, saya berhak menyelamatkannya jika saya bisa, tapi masalahnya ada pada Renata, dia tidak ingin menggugurkan kandungannya."
"Apa hamil,?" lagi-lagi Restu di buat terkejut dengan pernyataan Dokter di depan nya itu. "Ya Dia sedang hamil dan ingin mempertahankan calon bayinya."
"Lalu suaminya?"
"tentang kehidupan pribadinya, Saya tidak tahu menahu semua itu, sebaiknya Anda membujuk Renata agar secepatnya melakukan Kemo, kita harus melakukan operasi karena ini jalan satu-satunya untuk menyelamatkan nyawanya jika tidak seperti itu akan membahayakannya," mendengar apa yang dikatakan Dokter David Restu menarik nafas panjang," Dia tidak menyangka wanita yang di cintainya begitu sangat menderita.
"Baiklah dokter, saya akan mencobanya, Saya akan mencoba untuk berbicara dengan Renata."
"Terima kasih semoga anda berhasil."
__ADS_1
"Sama-sama dokter Saya hanya tidak ingin Renata tersiksa dan terus menderita, Saya akan berusaha membuatnya melakukan itu, tapi saya tidak bisa berjanji, Jika dia tetap mempertahankan anak yang ada dalam kandungannya karena saya tahu Renata pasti sangat menginginkan anaknya itu, karena memiliki seorang anak adalah impiannya selama ini, Andai saja waktu itu dia tidak keguguran mungkin saja anak kami juga sudah besar, Maafkan saya dokter kalau saya jadi menceritakan semuanya," Ucap Restu merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa, setiap orang hidup dengan masalahnya masing-masing,"
"kalau begitu Saya pergi dulu Dokter," pamit Restu.
"Silakan," Restu pun segera melangkah keluar dan tujuannya adalah menemui Renata, dia tidak menyangka wanita yang selama ini dicari dan dicintainya itu ternyata sedang
mengandung dan Bahkan dia tidak mengetahui siapa sebenarnya suami Renata itu.
"Kalau dia bersuami Ke mana suaminya? dan kenapa Renata harus bekerja? Apakah suaminya tidak bertanggung jawab? ataukah Renata hamil di? Tidak Renata tidak mungkin seperti itu," Restu segera menepis pikiran buruk yang ada di otaknya hingga ia pun tiba di depan pintu ruangan tempat Renata dirawat,
"Bagaimana Renata, Apakah dia sudah sadar?" tanya Restu begitu bertemu dengan Amara di depan pintu ruang.
"Eh Pak Tuan, Anda sudah datang ya Kak Renata belum juga bangun Pak Tuan,"
"Pak Tuan untuk apa kau memanggilku dengan sebutan Pak Tuan?" tanya Restu jengah dengan nama yang di sematkan Amara itu.
"Ya maklumlah Pak Tuan, Saya kan belum tahu nama bapak dan mungkin saja Anda ingin dipanggil dengan sebutan Tuan jadi sekalian aja saya panggil Pak Tuan biar complit," Jawab Amara Asal.
"Ok, terserahlah, Sekarang jawab aku jujur Apakah benar kau adalah adiknya Renata,?" "Kenapa Pak Tuan bertanya Seperti itu,?"
"Aku sudah menganggapnya sebagai Kakakku, sama seperti dia yang menganggap ku adiknya dan itu tidak ada salahnya kan jika aku mengaku sebagai adiknya?"
"Terima kasih karena kamu sudah menjaga Renata dengan baik selama ini."
"Anda tidak perlu berterima kasih pada saya Pak Tuan, lagi pula kak Renata sudah aku anggap sebagai Kakakku sendiri,"
"Baiklah kalau seperti itu Kamu mungkin mengenalnya jauh lebih dalam lagi, Aku ingin bertanya padamu Apakah Renata sudah menikah,?"
"Kenapa Pak Tua menanyakan hal itu pada saya,?" bukannya menjawab Amara malah balik bertanya hingga membuat Restu sedikit kesal karena dia tak pernah suka jika pertanyaannya di jawab pertanyaan.
"CK bisa nggak sih kamu menjawab tanpa harus bertanya!" gerutu Restu kesal.
"Aku heran kenapa Anda harus ingin mengetahui kak Renata sudah menikah atau belum? Bukankah selama ini anda sudah menyia-nyiakannya? dan untuk apa juga Anda ingin tahu masalah pribadi Kak Renata,?"
__ADS_1
Deg.
Restu menarik nafas dalam-dalam lalu menghempaskannya menurutnya benar apa yang di katakan Amara tadi.
"Aku tahu selama dia bersamaku dia tidak pernah merasakan kebahagiaan, Padahal dia sudah banyak berkorban untukku, aku tahu dia sangat mencintaiku tapi apa balasanku kepadanya aku membohonginya semua itu aku lakukan karena aku juga sangat mencintainya dan tidak ingin kehilangan nya, tapi aku egois karena di satu sisi aku juga mempunyai seorang istri, Namun itu tidak membuat rasa cintaku hilang untuknya, mungkin orang lain menganggap kalau dia
adalah seorang pelakor, tapi akulah yang memaksanya untuk selalu bersamaku, akulah yang memaksanya untuk mencintaiku aku juga memaksanya untuk menikah denganku hingga pada akhirnya aku mencampakkannya tanpa bisa memilih satu diantara kedua wanita yang mencintaiku," Amara hanya tersenyum getir mendengar apa yang telah di ceritakan Restu barusan.
'Apakah nasip percintaan ku akan seperti ini juga,?' fikirnya dalam hati.
"Anda tidak bisa meninggalkan istri Anda kan,?" tanya Amara kembali.
''Karena dia istri sah' saya, dan Anak-Anak juga waktu itu..."
"Bukan Anak-Anak, karena dia juga istri Anda yang paling kaya kan? Anda kaya karena istri Anda jadi Anda takut miskin," kesal Amara menjeda kalimat Restu.
"Mungkin yang kau ucapkan itu memang benar tak ada salahnya, aku juga mempertahankan apa yang seharusnya menjadi milikku karena aku juga punya bagian 50% dan itu milik pribadiku namun mendiang istriku mengumumkan di media
mengkelaim semua itu miliknya,"
"Anda jangan menjelekkan mendiang istri Anda Pak Tuan," ucap Amara sambil mendelik.
"Aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya memberikan informasi yang sejelas nya, asal kau tahu setengah dari harta mandiang istriku sudah beralih nama ke nama Renata dan itu pemberian langsung dari mendiang istriku karena rasa bersalahnya pada Renata dia yang membuat Renata harus kehilangan buah cinta kami, Untuk itulah dia menyuruhku mencari Renata di saat-saat terakhir nya, dia ingin aku dan Renata kembali lagi bersatu dan membesarkan anak-anak kami, karena mendiang istriku mengetahui aku masih belum bisa melupakan Renata hingga saat ini"
"tapi apakah Kak, Renata tahu tentang semua ini Pak Tuan?"
*****
Sambil nunggu up yuk kepoin Novel teman aku di bawah ini👇di jamin seru👍
Pernikahan Rahasia Anak SMA
Zara Adelia, gadis canti dan juga seorang Nona, muda yang duduk di kelas 12 SMA, terpaksa menjalani pernikahan rahasia, dengan seorang Pria yang lebih dewasa darinya.
__ADS_1
la di jodohkan oleh kedua orang tuanya dengan pria kalangan sederhana, kedua orang tua Zara sangat yakin jika pria tersebut mampu membuat Zara bahagia. Pria tersebut tak lain adalah guru BP nya di sekolah. Sedangkan Zara sangat tidak menyukai guru olahraga nya itu.
Akankah Zara bisa hidup bahagia dengan bersama pria yang bukan pilihanya itu? Nyatanya hari-hari Zara harus berhadapan dengan suami sekaligus guru olahraganya di sekolah, Mungkinkah cinta mulai bersemi di antara mereka?