Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Misi


__ADS_3

Pagi.


Dara mengerjapkan matanya begitu mendengar sauara azan berkumandang, Ia berfikir sejenak apakah yang di alami semalam hanyalah mimpi atau nyata. Namun setelah Ia berusaha untuk bangkit Ia merasakan seluruh tubuhnya seberti remuk redam.


''Auuuw...! kenapa sakit sekali dan kemana dia apa dia pergi?'' Dara bergumam saat mendapati dirinya hanya seorang diri di tempat tidur. Namun matanya menatap secarik kertas di atas Nakas' tepat berada di sampingnya, Ia pun menyambar kertas itu lalu membacanya.


"Assalamualaikum selamat pagi sayang, aku tau sekarang kamu pasti sudah bangun, Maafkan aku, aku tadi tidak membangunkan mu, karena kamu pasti masih capek, ya! aku sudah siapkan air hangat untukmu setelah itu jangan lupa sarapan. Aku juga sudah menyiapkannya untukmu. Semoga kau menyukai rasanya, dan mulai hari ini kamu jangan ke kantor cukup di rumah saja. Oh ya! Hendponmu sudah aku charger, jangan lupa untuk menghidupkannya karena aku ingin menelponmu sekarang pergilah mandi! By dari suami yang kau cintai" Dara pun hanya tersenyum setelah membaca surat dari suaminya itu.


"Apa dia pergi ke kantor? tapi kenapa harus sepagi ini? ya sudahlah aku mandi dulu'' gumamnya lalu Dara pun segera turun dari tempat tidur dia pun berjalan perlahan karena dia merasa bagian intinya sangatlah nyeri.


*


*


*


Sementara itu di Airport Reno yang menunggu dari pukul 2:00 dini hari mulai merasa gelisah bagaimana tidak Exel tak bisa di hubungi sedangkan dia harus meninggalkan istrinya yang lagi tidur nyenyak, akibat perbuatan Exel yang harus membangunkannya di tengah malam.


apa lagi semenjak pulang dari luar kota dia belum istirahat sama sekali karena sibuk memenuhi permintaan istrinya yang tengah hamil muda.


"Beginilah nasib menjadi Asisten, andai aku bisa membalas tuan Exel, aku ingin memakinya, aku ingin menjambak rambutnya, bahkan mungkin aku juga akan mengancamnya, aku akan mengatakan padanya, Tuan...jika Anda terus mengancamku maka aku akan berhenti menjadi Asisten Anda dan Anda tak akan mendapatkan Asisten sebaik dan setia seperti saya."


Reno yang kesal terus menggerutu bahkan sampai memperaktekan setiap ucapannya,tanpa menyadari dari sedaritadi seseorang telah beridiri tepat di belakangnya.


"Pasti Tuan Exel, akan memohon padaku aku mohon Reno jangan pernah pergi meninggalkan aku, kalau kau pergi bagaimana nas_siii_p_ku"

__ADS_1


"Nasip ku? aku akan menangis bahagia jika kau pergi dan aku akan memotong gajimu selama setahun!"


"Tut_Tuan ses_sejak kapan Tuan berada di sini?"


Ucapan Reno sempat terputus-putus saat mendengar ada suara yang tak asing terdengar di telinganya, namun tak ada siapapun di depannya, namun saat sebuah tangan memegang pundaknya saat itu perasaannya mulai tak enak. Dan Ia pun menutup ke dua matanya lalu berbalik memastikan kalau pendengarannya itu salah.


Hingga Ia pun memberanikan diri untuk membuka mata, dan betapa terkejutnya dia ketika menyaksikan siapa yang berada di depan matanya seketika Ia merasa benhenti untuk bernafas tenggorokannyapun seperti tercekat saat mendapat tatapan tajam Yang seperti ingin mengulitinya.


''Kau bertanya padaku sejak kapan aku disini? aku disini sejak, kau mengatakan ingin memakiku, kau ingin menjambak rambutku,bahkan kau ingin mengancamku, dengan cara berhenti bekerja menjadi asistenku. Baiklah jika itu mau mu aku akan membuatmu berhenti menjadi asistenku.


Setelah_"


"Stop! Tuan jangan dilanjutkan lagi saya tidak akan sanggup mendengarnya, jangan pecat saya Tuan, saya mohon jangan pecat saya!"


Reno memohon sambil menangkup kedua tangannya di depan dada, Ia juga berlutut bahkan kini Ia memeluk kedua kaki Excel, membuat Exel jengah, dengan apa yang di lakukan Reno, karena kini dia dan Reno, benar-benar menjadi pusat perhatian semua orang di Airport tersebut.


" Tut_Tuan mam_maafakan saya, saya benar-benar hanya bercanda Tuan." Ucap Reno dengan nada suara yang masih terdengar bergetar karena rasa takut yang mendominasi. Ia takut, jika Exel benar-benar akan memecatnya, apa lagi jika menghukumnya dengan hukuman paling berat, bagaimana nanti nasip istri dan anaknya kalau lahir fikirnya, jika itu benar-benar terjadi Reno pun merutuki kebodohannya.


"Sudahlah, hari ini aku tidak akan menghukummu aku malah memaafkan semua kesalahanmu kau tau kenapa karena hari ini aku sedang merasa bahagia, jadi kau selamat sekarang tapi tidak lain kali!" tegasnya walaupun sebenarnya Ia mengucap kan semua kata ancaman itu tidakalah serius,karena dia tidak mungkin ingin kehilangan seorang Reno yang sudah menemaninya dalam segala hal.


Reno memang terlihat menjadi pria tak berguna di depan Exel karena Ia memang menghargai dan menghormati Tuannya itu.


Exel dan Reno bisa di bilang 11 12 dalam hal fisik ketampanan, bahkan ilmu beladiri.


Sedang Exel sendiri menganggap Reno sudah seperti saudaranya sendiri karena usianya terpaut cuma satu bulan maka Exel menganggap Reno itu layaknya sang adik.

__ADS_1


"Ayo kita berangkat!" seru Exel membuyarkan lamunan Reno.


"I_iya Tuan..." Reno pun segera mengekor di belakang Exel yang melangkah dengan gaya coolnya, bahkan ada saja kaum hawa yang terkesima dengan ketampanan ke duanya.


"Kenapa kita tidak naik pesawat pribadi saja Tuan biar lebih cepat sampainya? dan ya! kalau saya boleh bertanya dan boleh tahu semenjak kapan ingatan Tuan kembali?"


"Apa itu perlu aku jawab!" tegas Exel.


"Kau ini, kalau aku fikir-fikir kayak infotainment yang ingin selalu tau informasi yang kongkrit.''


"Ya ampun Tuan secara, saya ini juga seperti penonton, yang selalu penasaran dengan realita yang terjadi pada diri Anda Tuan" balas Reno, Exel hanya tersenyum miring.


"Sudalah ayo cepat ada hal penting yang harus kita hadapi sekarang, dan kenapa aku tidak memilih naik pesawat pribadi nanti kau akan tau sendiri jawabannya.''


Ucap Exel sedang matanya fokus menatap seseorang yang baru saja masuk di pesawat, Exel pun memberikan kode kepada Reno Reno pun segera faham apa yang dimaksud oleh Tuannya itu.


Reno bergegas mendekati orang tersebut dengan membawa segelas minuman, dan begitu Ia berpapasan dengan orang tersebut Reno dengan sengaja menumpahkan minuman di pakaian orang tersebut.


''Maafkan saya Tuan saya benar-benar tidak sengaja.'' Ucap Reno sambil membersihkan pakaian orang tersebut.


''Sudahlah tidak apa-apa biarkan aku yang membersihkannya sendiri lain kali hati-hati!'' timpal orang tersebut.


Reno pun melirik ke arah Exel dengan mengedipkan sebelah matanya, serta melingkarkan ibu jari dan jari telunjuknya hingga membentuk huruf o sebagai simbol kalau misinya berhasil.


Sedang Exel hanya mengangguk dengan samar, sambil mengerjapkan kedua mata.

__ADS_1


Mereka pun segera masuk ke ruangan yang khusus yang sudah mereka booking.


__ADS_2