Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Demi menjaga perasaanmu.


__ADS_3

#Flashback of#


Darandra melihat jam yang melingkar di tangannya.


"Sudah siang." gumamnya saat melihat jarum jam menunjukkan pukul 09:00 ia pun segera bersiap untuk. turun sarapan karena hendak pergi kerumah sakit walau hari ini hari libur untuknya.


Darandra turun menuruni anak tangga lalu melangkah menuju ruang makan, di sana sudah ada Dara dan Exel yang sedang menunggu nya.


"Kakak kenapa kau terlambat sekali!" seru Dara yang menatap sang kakak melangkah kearah mereka sedangkan Exel hanya diam bergeming sibuk dengan gawainya, ia sibuk menerima laporan masuk lewat email nya.


"Ini kan hari libur untuk apa aku buru-buru bangun." Ujar Darandra sambil mendudukkan bokongnya di kursi dan segera menyantap sarapan yang sudah tersedia.


"Hari ini kau ada tugas khusus" terang Dara lagi.


"Tugas? tugas apaan?" tanyanya serius dengan kening yang berkerut.


"Kau harus mengantar ku Cek UP kerumah sakit." Jawab Dara


"Lalu apa gunanya suamimu itu kenapa dia tidak mengantarmu? menyusahkan saja dia yang membuatmu hamil, kenapa pula aku yang membawamu Cek up." Ujarnya mendelik menatap Exel yang masih saja sibuk dengan gawainya.


"Bukannya dia tidak mau, tapi anakku yang menginginkan dirimu yang harus mengantar Mommynya." Jelas Dara lagi memberi alasan.


"Oh iya kah apa benar seperti itu?"


"Tentu saja benar apa kau menganggap aku berbohong!" celetuk Dara.


"Tit-tidak maksudku, aku merasa sungguh keponakan ku sangat mencintaiku hingga aku jadi terharu"cicit nya


"Hei...kau dengar kau jaga istri dan anakku baik-baik jika terjadi sesuatu awas saja kau!" Ancam Exel yang sedari tadi hanya diam.


"Kau, berani sekali mengancamku seperti itu dia itu adikku dan kau itu adik iparku." Kesalnya.


"Dia memang adikmu dan aku suaminya dan apa kau lupa aku ini Kakak sepupumu,istri ku juga sudah menjadi kakak sepupumu usiaku juga. yang jauh lebih tua darimu!" Skak Exel


"Sudah stoop! kenapa kalian tidak pernah akur, kalau Kak Darandra tidak mau mengantar biar aku jalan sendiri!" ketus Dara lalu bangkit dari tempat duduknya.


"Tidak sayang jangan seperti itu biar aku yang mengantar mu!" tawar Exel mengejar sang istri yang sudah menjauh.


"Aku tidak mau! sayang kamu ini bagaimana? kamu tau kan kalau kita lagi bersandiwara demi Jelita kamu kan bisa menysulku mmm,"

__ADS_1


Bisik Dara pada Exel.


"Iya baiklah aku akan menyusul mu dan anak kita" ucap Exel sambil mengelus lembut perut sang istri.


"Ehem...ehem...Ayolah cepat kita berangkat nanti kita terlambat, aku tidak mau di juluki Om yang tega sama keponakannya Darandra kembali menatap kesal kearah Exel sambil berlalu pergi meninggalkan Dara dan Exel.


Sedangkan Dara dan Exel hanya saling menatap lalu mereka pun tersenyum bersama karena merasa rencana mereka berhasil.


"Aku pamit dulu ya sayang!" Pamit Dara pada suaminya.


"Iya hati-hati di jalan ya sayang kamu juga jaga Mammy ya anak Daddy ucapnya dengan sedikit menunduk mencium perut sang istri. Dan kembali mencium wajah Dara yang sudah mulai nampak berisi.


"Ayo aku akan mengantarmu ke depan ucapnya sambil menganggukkan kepala meraih tangan Dara.


"Ingat jaga istriku baik-baik jangan sampai dia lecet atau kenapa-kenapa. Kalau dia sampai lecet awas saja kau kalau pulang ke Mansion.


Ancam lagi pada Darandra begitu sampai di samping mobil milik sepupunya itu.


Sudah sayang ah jangan cari gara-gara terus kasihan nanti kakak ku yang ganteng jadi kelihatan tambah tua, gantengnya kan jadi hilang." Kekeh Dara menggoda sang kakak.


"Terus saja kalian mengejekku dengan suamimu yang Brengsek itu. Menyebalkan sekali kalian, kalian itu pasangan yang kompak suka sekali menjelek-jelekkan orang."


"Sayang sudah iss, Dara mencubit perut suaminya membuat suaminya meringis kesakitan.


"Iya sayang iya Maafkan aku muah." satu tautan mendarat di bibir istrinya itu.


"Dasar kalian sangat menjijikan sudah menghinaku sekarang kalian bermesraan di depanku kalian sungguh sudah menodai mataku!" ketus Darandra.


Sudahlah kak ayo kita jalan nanti telat lagi!" tegur Dara menimpali. Kemudian mobil pun melesat meninggalkan mansion itu.


*


*


*


Sementara itu di kediaman Damara Jelita yang terbangun pukul 03:00 pagi dan tidur sejak subuh tadi, setelah mendapat pesan singkat dari sahabatnya Tasya yang tak berhasil membujuk Darandra.


Jelita yang memikirkan kesembuhan adik iparnya itu menjadi sangat gelisah ia tak bisa tidur, dengan tenang hingga ia pun memutuskan untuk menelpon sang kakak.

__ADS_1


#Flashback On#


Drt...drt...drt...


"Siapa sih yang menelponmu sepagi ini?" Gerutu Exel, yang melihat Dara baru saja melipat mukenanya.


"Bangun sayang Sholat gi nanti kesiangan lo!" seru Dara sambil membelai wajah suaminya.


"Kenapa kau tak menjawab pertanyaan ku apa Devan menghubungi mu lagi?" tanyanya dengan tatapan yang menyelidik karena selama ini tak pernah ada yang menghubungi istrinya sepagi ini.


"Sayang mana aku tau handphone ku kan ada di sana sambil menunjuk Nakas yang lumayan jauh dari tempatnya.


"Dan kamu harus ingat pesan Daddy kau harus menghormati Kak Devan biar bagai manapun dia pernah menjagamu bahkan tante Chelsy, hampir kehilangan nyawa karena melindungi mu, dan waktu, resepsi saja Kak Devan hanya berada di luar tanpa ingin ikut gabung dengan keluarga besarnya demi menjaga perasaanmu sayang, apa kau masih meragukan ku?"


"Tit-tidak sayang maafkan aku ya. Aku terlalu takut kehilangan dirimu lagi seperti waktu masih kecil dulu, kau dari dulu selalu membuatku gila." Jawab Exel merasa bersalah pada istrinya.


Dara hanya tersenyum mendengar kata maaf yang keluar dari mulut suaminya itu, sebab menurut Reno sang Asisten, Exel orang sangat susah untuk terjangkau, jangan kan meminta maaf untuk berbicara saja susah.


Namun semenjak menikah dan jatuh cinta ia pun berubah seperti suami takut istri. Bahkan ia pun menjadi suami yang sangat posesif, membuat Dara terkadang kesal di buatnya.


Dara melangkah menuju Nakas lalu meraih gawainya, kemudian ia melihat nomor siapa yang baru saja menghubunginya.


"Jelita?"


"Dari siapa?" tanya Exel penasaran.


"Jelita!" Jawab Dara


"Ada apa dia melponmu sepagi ini?"


"Mana aku tahu ada apa dan apa yang terjadi, aku belum menelponnya!" Ujarnya sambil mengedik kan bahunya. Ia lalu menyuruh Exel untuk diam.


Setelah itu Dara pun segera menelpon Jelita, kembali. Sedang Exel yang usil tak mau diam dia terus mengganggu sang istrinya, bahkan dia membuka pengait bra yang di pakai Dara.


Membuat Dara, refleks memukul tangannya.


Namun tak cukup sampai di situ saja.


"Halo...Ada apa Je, kamu menelpon Kakak sepagi ini apa kamu ada masalah dengan suamimu apa dia memukul mu?"

__ADS_1


__ADS_2