Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Salah faham.


__ADS_3

''Dara, Ada apa denganmu? Kenapa Penampilanmu seperti ini?'' tanya Devan menatap Dara, karena melihat penampilan Dara yang sangat aneh menurutnya, tanpa menyadari kehadiran Exel di samping Dara. Karena tatapannya fokus pada penampilan Dara yang tidak seperti biasanya.


Plok plok plok...!


Exel pun bertepuk tangan sambil tersenyum sinis.


''Bagaimana apa menurutmu wanita ini cantik.Lihatlah hasil karyaku semua ini aku lakukan untukmu Tuan Devan yang terhormat!.


Selamat menikmati kebersamaan kalian Aku harap kau menyukainya Tuan Defan.''


''Mam--maaf Tuan maksud Tuan apa?''


tanya Devan bingung.


''Anda ini tahu atau pura-pura tidak tahu daripada kalian bermain dibelakangku. Lebih baik aku melihat kalian bermain di depanku ucap Exel dengan nada datar sambil tersenyum sinis.


''Maaf Tuan Anda mungkin salah faham, aku dan Dara--''


"Sudah cukup...! aku tak ingin mendengarkan penjalasan apapun dari kalian sekarang bawa wanita sialan ini dari hadapanku sebelum aku berubah fikiran!''


Ucap Exel menjeda kalimat Devan dengan mengangkat sebelah tangannya agar Devan diam, dengan Nada suara yang penuh penekanan, dan seperti menahan amarah yang sangat besar.


Devan kembali menatap Dara yang masih diam sambil menunduk dan Devan pun segera membuka kemejanya lalu menggunakannya untuk menutup tubuh Dara.


''Ikut aku..!''


''Tapi Kak!'' ''Jangan membantahku! ikut aku cepat!'' tegasnya dengan rahang yang mengetat lalu menarik tangan Dara.


''Issst aaw, pekik Dara saat tangannya yang terluka di genggam lalu di tarik begitu saja oleh Devan, hingga membuat Devan menghentikan langkahnya.


''Ada apa dengan tanganmu?'' tanya Devan menatap tajam.


''Tidak ada apa-apa Kak, aku mohon Kakak pergilah! ada yang ingin aku bicarakan dengan Tuan Exel'' sela Dara mengalihkan pembicararaannya.


''Tak ada yang perlu untuk di bicarakan!'' tegasnya dengan rahang yang mengetat.

__ADS_1


''Sekarang menyingkirlah dari hadapanku! aku masih punya banyak pekerjaan yang jauh lebih penting ketimbang dirimu! tegas Exel lagi Namun Dara tetap bergeming pada tempatnya.


Membuat Exel semakin geram, namun Dara tak gentar sedikitpun Ia melangkah mendekati Exel yang kini sudah membelakanginya, Ia pun memberanikan diri untuk menarik tangan Exel hingga membuat tubuh Exel memutar berbalik padanya Ia pun langsung menangkup kepala Exel dan menyambar bibir Exel dan menyecapnya begitu lama.


Sedang Devan memalingkan wajahnya dengan penuh rasa kecewa. Hingga akhirnya Ia pun memilih pergi dari tempat itu.


Lama mereka saling ******* hingga Exel yang tersadarpun segera mengakhiri lumatannya kalau tidak dia akan terjebak dalam sebuah permainan panas karena sebagai laki-laki normal diapun menginginkannya namun semua di tepis hanya karena gengsi dan egonya.


Ia dengan kasar mendorong tubuh Dara.


''kau berani-beraninya melangar surat perjanjian kita, maka tunggulah hukuman dari ku!'' Ancamnya lagi padahal dia sangat menikmati apa yang Dara lakukan walau Dara masih kaku dalam permainannya.


Deg.


''Tuan aku--'' perkataan Dara tercekat saat Exel mengangkat tangannya dengan isyarat Stop! untuk berbicara sedang Exel kembali berbalik membelakanginya.


Dengan perlahan Dara pun melangkah mundur, dengan meremas ujung rok yang Ia kenakan dengan kedua tangannya, Ia baru menyadari kebodohannya kenapa Ia terlalu murahan, namun saat Ia berjalan mundur tiba-tiba saja tangannya di tarik dan Plak...satu tamparan keras mengenai wajahnya membuat Exel terkejut dan berbalik melihatnya.


Begitu pun dengan Reno Ia pun tak kalah terkejutnya.


''Jenni...?'' siapa yang mengijinkanmu masuk di ruanganku!'' teriakkannya menggelegar karena Ia tak terima jika istrinya itu harus ditampar oleh orang lain didepan matanya.


''Tut--Tuan maafkan saya karena telah mengizinkannya masuk tapi mohon lepaskan dia Tuan biarkan dia pergi dari sini!'' ucap Reno serba salah karena tak ingin melihat Jennifer tersakiti seperti itu.


Ntah kenapa semenjak kejadian itu ia merasa kan perbedaan di dalam hatinya.


''Lagi pula untuk apa Anda melakukannya bukankah Jennifer hanya menampar wanita yang tak pernah Anda anggap!'' dengan ragu Reno berucap ingin menyadarkan tuannya itu tentang perasaan sebenarnya pada Dara.


Deg.


Exel pun segera melepaskan tangannya yang mencengkram tangan Jennifer.


''Maafkan aku Tuan aku melakukannya karena aku tidak mau wanita murahan ini menyentuh Anda!'' tunjuknya mengarah ke arah Dara yang masih diam karena syok dengan apa yang terjadi secara tiba-tiba.


Deg.

__ADS_1


Tangan Exel pun kembali mengepal ntah mengapa ia tak rela jika ada orang lain yang menghina atau menyakiti Dara namun ia berusaha mengabaikan rasa itu.


''Hanya aku yang boleh menyakitinya bukan orang lain karena ini urusanku dengannya.!'' Tegas Exel membuat Reno menunduk.


"Tuan aku tau Anda sebenarnya mencintai Nona Dara tapi Anda tidak menyadarinya atau apa Anda takut untuk mencintai Nona."


Gumam Reno hanya dalam hati.


"Tuan apa semudah itu Anda akan melupakan semua yang telah terjadi?'' tanya Jennifer memberanikan diri.


''Apa maksudmu?'' tanya Exel menatap tajam ke arah Jenyfer. ''Tuan apakah kau lupa pada janjimu' kau itu milikku dan aku ini milikmu' dari dulu hingga sekarang dan sampai kapan pun'' ucapnya lalu melangkah maju mendekati Exel.


Lalu dengan berani Ia meraih kedua tangan Exel dan menaruhnya di ke dua bahunya.


''Apa kau akan melupakan apa yang pernah terjadi antara kita hanya karena wanita ini Tuan?'' bukannya menjawab pertanyaan Jenyfer mata Exel kini tertuju pada Liontin yang tergantung di leher Jenyfer.


''Katakan darimana kau mendapatkan ini?'' tanya Exel meraih Liontin yang bergantung di leher Jennifer. ''I--ini punyaku Tuan pemberian kedua orang tuaku dan aku baru memakainya hari ini karena--''


Ucapannya terpotong saat Exel membawanya masuk kedalam pelukannya dan sontak membuatnya membulatkan matanya.''Maafkan aku' jika aku tidak bisa mengenalimu dengan cepat.'' Lirihnya dan itu membuat Dara maupun Reno terbelalak, namun Dara yang semula diam melangkah mendekat dan mengurai pelukan mereka dan di luar dugaan.


Plak...! satu tamparan mengenai wajah Jennifer.


''Ini untuk tamparanmu yang tadi'' dan plak dan ini atas kebohonganmu lalu Ia pun menarik kalung yang melingkar di leher Jennifer karena Ia tak ingin siapapun memakai kalung kakaknya itu.


''Ini milikku aku tidak akan mengizinkan siapapun memakai Liontin milik Kak Kenan!''


ucapnya lalu berbalik pergi. Semua yang melihat langsung terperangah mereka tidak menyangka kalau Dara yang pendiam bisa berubah bringas.


''Tunggu!' jika itu milikmu maka buktikanlah dengan sesuatu!'' ucap Exel tiba-tiba sontak Dara pun menghentikan langkahnya.


''Apa itu Tuan?'' ucapnya bertanya sambil berbalik.


''Jika itu benar milikmu maka kita tidak akan pernah bersama lagi! dan jika itu bukan milik mu maka aku akan menikah dengan Jennifer!" Jelas Exel penuh penekanan. Di saat Dara sedang bingung dengan kalimat yang di ucapkan Exel, Jennifer malah ikut senang dengan ucapan Exel dia berharap kalau dialah yang akan menang, untuk itu dia mengatur siasat untuk membuat Exel memilihnya.


Sedang Reno sendiri dalam dilema bagaimana tidak, orang yang Ia renggut kesuciannya malah mencintai orang lain, dia hanya bisa pasrah menerima segala apapun yang terjadi, termasuk merelakan Jennifer untuk Tuannya itu.

__ADS_1


''Ayo ikut aku! Ren urus semuanya dan--'' kalimatnya terjeda di saat menatap Jennifer.


''Tunggu aku! aku akan kembali untukmu'' dan membawa Liontin itu untukmu aku janji' dan aku janji akan membuatnya menyesal karena menamparmu.'' ucapnya lembut sambil membelai pucuk kepala milik Jennifer. Dan di balas anggukan dan senyum bangga dari Jennifer.


__ADS_2