Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Resepsi


__ADS_3

Kini tiba di hari resepsi pernikahan Exel dan Dara dua pasang pengantin itu tampil begitu cantik dan Anggun bagaikan raja dan ratu dalam balutan gaun yang simple tetapi elegan Mereka tampil begitu sempurna membuat para tamu undangan semuanya berdecak kagum melihat ke dua pasang pengantin itu. yang begitu serasi itu.


*


Sementara itu di tempat yang berbeda Damara masih memikirkan vidio rekaman terakhir sang nenek yang di berikan oleh sang adik, dia begitu memikirkannya karena Grandma memintanya untuk segara menikah dan punya anak agar dia tidak kesepian lagi. Dan tiba-tiba saja otaknya memikirkan kan Jelita.


"Sial, kenapa aku harus memikirkan wanita itu!" gerutunya kesal pada diri sendiri entah rasa manis yang ia rasakan pada bibir Jelita tak lantas hilang begitu saja dari ingatannya. Ntah mengapa semenjak kejadian itu. ia merasa selalu ingin melakukannya lagi dengan Jelita Namun karena rasa dendamnya yang mendalam membuatnya untuk menepis rasa yang kini telah bertumpu di hatinya.


"Kak apa Kakak jadi akan pergi ke pesta itu?" tanya Amara begitu melihat sang kakak menuruni anak tangga yang terlihat sudah dengan penampilnya yang rapi.


"Heeem..." hanya itu yang keluar dari bibirnya membuat Amara sebal sebab kakak nya itu selalu irit bicara.


"Kamu jaga diri baik-baik dan_"


"Kak malam ini aku ada janji dengan teman kuliahku dan aku juga tidak akan pulang terlalu malam kok" sela Amara membuat Damara menjeda kalimatnya.


"Amara! sudah berapa kali Kakak bilang jangan suka menjeda kalau ada orang lagi bicara!" tegas Damara menatap datar sang adik.


"Maaf...aku hanya takut lupa untuk memberitahumu" ucapnya tertunduk menyesal.


Damara yang melihatnya pun tak tega karena Amara adalah adik satu-satunya yang paling dia sayang dan hanya Amara yang ia punya saat ini.


"Baiklah kau boleh pergi hati-hati jangan pulang larut!" Ucapnya dengan nada datar


"Trima kasih Kak." pekik Amara, menghambur ingin memeluk sang Kakak.

__ADS_1


"Stop...! silahkan pergi atau aku akan berubah fikiran!" usir Damara pada adiknya dan sontak Amarapun memilih untuk segera pergi dengan wajah kecewanya, karena dia tidak ingin rencananya yang sudah ia susun sia-sia begitu saja. Damara adalah tipe orang yang tidak suka di peluk kalau bukan dia yang menginginkannya. Walau Amara adalah adik kandungnya.


Damara hanya bisa menatap kepergian adiknya itu hingga mobil yang Amara naiki melesat meninggalkan rumah besar dengan halaman luas tersebut. Tak lupa ia menelpon seseorang untuk mengawasi adiknya itu.


*


"Jelita...kamu dimana sayang acaranya akan segera di mulai!" Anggun berteriak memanggil nama Jelita yang tak kunjung muncul di building room bersama keluarga besar lainnya yang sudah sejak lama berkumpul.


"Devani! apa kau melihat Jelita?" tanyanya pada seorang gadis yang berlesung pipi dengan rambut lurus yang terurai menambah kecantikan dan ke anggunan sang pemilik nama. Dia adalah Devani Leo putri kedua Leo dan Chelsy.


Mendengar ada yang memanggil namanya Devani yang sedang terburu-buru menghentikan langkah nya sejenak. Dan melihat kearah seseorang yang sedang memanggilnya itu.


"Bunda, ee-itu Bun, tadi Jelita bilang akan berangkat sendiri menggunakan motornya." Jelas Devani ragu menginformasikan.


"Apa naik motor?" Anggun yang terkejut membulatkan mata nya.


"Ada apa ini sayang kenapa kau tampak cemberut di acara bahagia Putra-Putri kita?" Rafa yang baru datang mendekati sang istri melihat istrinya memasang muka jutek Rafa pun bertanya sambil menangkup wajah sang istri.


"Bagaimana aku tidak kesal Putrimu kesayangan mu itu selalu membuat darah tinggi ku naik sampai jam segini dia belum sampai" Adunya kesal pada sang suami.


"Lalu yang berjalan kemari itu siapa?" ujar Rafa sambil mendelik ke arah Jelita yang memang kebetulan baru saja sampai.


"Kau darimana saja! apa kau balapan lagi?" begitu Jelita sampai di depan Bunda nya ia langsung di serang dengan kata-kata pedas.


"Bunda sudah malu banyak tamu loh yang sudah datang!" tegur Rafa.

__ADS_1


"Bela terus, kalian ini anak dan Bapak sama saja!" Anggun yang marah melampiaskan kekesalannya pada sang suami yang seolah selalu membela kesalahan Jelita.


"Bunda maafkan Jelita yang sudah membuat semua orang khawatir" selanya memeluk tubuh sang bunda.


Anggun sebenarnya bukan tak tau beberapa hari ini Jelita berubah jadi pemurung ntah masalah apa yang telah di sembunyi kan Putri nya itu ia hanya ingin Jelita jujur tanpa harus di tanya namun sampai detik ini ia hanya diam saja dan tidak pernah berusaha untuk mau berbagi cerita dengan sang Bunda.


Sudahlah ayo kita kesana Bunda hanya takut kamu kenapa-kenapa sayang" Anggun pun memeluk tubuh sang Putri lalu merekapun kembali melempar senyum bahagia membuat Rafa dan Devani bernafas lega, karena mereka fikir akan ada perang antara ibu dan anak.


"Hai...kakak ku yang cantik dan ganteng selamat ya! untuk kalian semua dan jaga keponakan ku dengan baik." Ucap jelita memberi ucapan selamat pada Exel dan Dara tak lupa juga ia mengucap kan selamat pada Reno dan juga Jennifer.


"Jelita kakak mau bicara sama kamu!" seru Dara pada sang adik begitu ia selesai menyambut para tamu undangan.


"Iya ada apa kak?" tanya Jelita.


"Kamu kemana saja? sejak kakak menyuruhmu membelikan kakak es krim kenapa kamu menghilang tanpa kabar untung hari itu mod Kakak sedang bagus kalau tidak Kakak sudah menghukum mu!" cecar Dara.


"Kak aku minta maaf sungguh aku lupa dan beberapa hari ini aku sibuk cari gaun untuk ke pesta Kakak ini." jawab Jelita berbohong sambil menunduk, padahal sebenarnya sejak hari itu ia lebih banyak mengurung dirinya.


Biar bagaimanapun ia trauma dengan apa yang di lakukan Damara padanya dan dia berjanji akan membenci lelaki itu seumur hidupnya.


"Jelita-Jelita apa kau mendengarku?" cicit Dara yang melihat Jelita tiba-tiba saja terdiam.


"Eh i-iya Kak, Maaf aku lupa Kak Dara boleh memberi ku hukuman apa saja tapi maafkan Jelita Kak!" pintanya dengan mata yang berkaca-kaca karena sekelebat kejadian itu kembali menari di otaknya.


"Je, kamu kenapa? apa ada masalah kenapa kamu tidak cerita ke Kakak, aku tidak akan menghukum mu. Hanya saja Bunda cerita ke Kakak tentang perubahan mu yang tiba-tiba hanya mengurung diri di kamar." Terang Dara menjelaskan panjang lebar.

__ADS_1


"Sayang...! ada apa kenapa kalian ada di sini? ayo kita kesana ada tamu spesial hari ini yang ingin aku perkenalkan padamu. Jelita apa kamu mau ikut?" Jelita hanya mengangguk mengiyakan ajakan Exel.


__ADS_2