Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Flashback OF


__ADS_3

Setelah Amara terdiam Renata pun mengajaknya untuk singgah di sebuah kafe, apa kau ingin minum sesuatu untuk menenangkan fikiran mu?" tanya Renata yang melihat wajah Amara yang masih sembab,


"Aku mau air putih saja." Sahut Amara lalu duduk dengan lunglai, karena semangatnya sudah hilang.


"Apa kau ingin makan?" tanya Renata lagi


"Tidak aku tidak lapar!" sahutnya dengan wajah yang masih menggambarkan kesedihan hatinya.


"Oh Tuhan...Please...! Amara kamu jangan seperti ini apa kamu akan kalah sebelum berperang! ingat Amara mereka itu belum menikah jika kamu tidak bisa bahagia maka mereka juga tidak bisa bahagia." Cicit Renata lagi.


"Aku bukan dirimu kak, yang bisa melakukan semua itu. Lagi pula ternyata kak Andra bukan orang yang setia buktinya dia selingkuh dari Jelita!" Kesalnya


"Jelita siapa lagi perempuan itu apa dia saingan mu juga?"


"Iya dia juga sangat dekat dengan Kak Andra dia teman satu kampusku. Apa kakak mau melihat orang nya ini!" Amara pun menyodorkan telpon genggam nya setelah mencari media sosial milik Jelita. Dan mata Renata membulat dia terus menatap dengan benar wajah Jelita tapi sayang orang yang di tatap benar-benar sama dengan yang tunjukkan oleh Damara.


"Apa kamu yakin kalau ini adalah Jelita dan bagaimana mungkin dia berhubung dengan wanita ini sedang kan dia-" Renata menjeda kalimat nya.


"Sedangkan apa Kak?"


"Tidak, tidak sedang apa-apa Kok, aku hanya ingin tau Damara itu dekat dengan siapa sekarang?" Ucapnya mengalihkan pembicaraan.


"Ntah lah kak semenjak kalian putus, kak Damara lebih banyak bekerja dan bekerja tentang masalah pribadi nya aku tidak pernah berani ikut campur." Terang Amara lagi. Sedang Renata hanya mengaguk saja. Namun siapa sangka di dalam hatinya begitu mendendam.


"Ayo kita pulang aku takut nanti kak Damara mencari ku!" ajak Amara.


Mereka pun segera Beranjak Pergi dari tempat tersebut sedangkan Renata yang bertugas menyetir mobilnya, tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua mereka hanya sibuk dengan pemikiran masing-masing jika Amara sibuk memikirkan orang yang dicintainya terlihat begitu bahagia. Bersama seorang wanita yang memang belum dia kenal sama sekali.

__ADS_1


Namun lain halnya dengan Renata. Ia terus berpikir bagaimana caranya Ia mendekati Damara kembali, dan menyingkirkan wanita yang lagi bersamanya hingga. Mereka pun melintas di kawasa jalan yang sangat sepi dari jauh Mereka melihat seseorang Tengah sibuk dengan motor sportnya.


"ltu kan Jelita. Kenapa dia berada di sini malam-malam begini?" Cicitnya Amara dan tiba-tiba saja Renata mengerem mobilnya hingga membuat Amara. Terkejut dan hampir saja bagian depan mobil mengenai kepalanya kalau saja dia tidak memakai, Seat Belt'


"Apa-apaan sih kak!" pekik Amara namun tak di hiraukan oleh Renata.


"Apa! apa kamu bilang Jelita. Apa kamu yakin wanita di depan itu adalah Jelita?" semangatnya bertanya tanpa menghiraukan Amara yang masih kesal.


"Yakinlah itu kan motor sport kesayangannya tapi ngapain dia malam-malam begini di tengah jalan" Amara yang kesal pun berubah heran.


"Lihat Kak mungkin motor nya bermasalah dia melambaikan tangan ke kita mungkin mau meminta bantuan." Lanjut Amara lagi


"Baiklah kita akan kesana untuk membantu nya dengan cepat!" sela Renata dengan senyuman yang tak dapat di mengerti. Dan benar saja mereka pun segera melajukan mobilnya namun Amara terkejut saat Renata melajukan mobilnya begitu kencang ke arah Jelita.


"Kak Renata berhenti kak kita bisa menabrak nya.!" Namun bukannya berhenti Renata menambah laju kendaraannya membuat Amara ikut mengendalikan setir hingga terjadilah rebut-rebutan.


"Tidak kita nanti bisa membunuh orang dan Kak Damara tidak pernah punya hubungan dengannya!" balas Amara.


"Lepaskan Amaraaa aaaaa!"


"Awaaaas....aaaaa!" bruuuk ciiiit duuaaar.


Amara yang berhasil merebut kemudi namun sayang ia kehilangan kendali Mobil yang sempat menabrak motor milik Jelita beruntung Jelita dengan cepat menghindar dengan menjatuhkan dirinya dan berguling-guling di tanah untung saja ia selalu memakai baju pengaman.


Namun lain cerita dengan Amara ia yang berusaha menghindar namun sudah sangat terlambat hingga ia pun harus mengalami hal tragisnya menabrak motor dan pembatas Jalan mobil pun sempat berguling-guling sebelum akhirnya tersangkut Motor milik Jelita.


Sedangkan nasip baik menimpa Renata ia hanya mengalami sedikit luka di kepala dan sedikit di siku nya.

__ADS_1


"Amara bangun Amara!" cicitnya memanggil Amara namun tidak ada pergerakan sama sekali, membuat Renata panik.


"Bagaimana kalau Damara tau kejadian yang sebenarnya." Gumamnya, Ia pun segera keluar dari mobil. Namun segera berbalik saat menyadari sesuatu. Ia segera mengambil kamera di dalam mobil tersebut lalu segera kabur meninggalkan Amara yang sudah bersimbah Darah terhimpit badan mobil.


Jelita yang merasa nyeri pada pergelangan kaki nya berusaha untuk bangkit berdiri dan berjalan mendekati mobil tersebut. Alangkah terkejutnya ia saat melihat seorang wanita yang seperti nya ia kenal terhimpit badan mobil.


"Am-Amara bangun Amara kamu harus bertahan!" teriak nya dengan tangan dan kaki yang sudah gemetar Amara berusaha menelpon nomor darurat untuk meminta bantuan dan setelah menunggu 30 menit bantuan pun segera datang.


Amara segera di bawa kerumah sakit sedangkan Jelita meminta di antar pulang karena ia masih merasa syok atas kejadian yang menimpanya. Sedangkan di otaknya terus terbayang wajah Amara yang ia fikir sudah meninggal hingga membuatnya seperti orang linglung.


Flashback of


Damara mengepal kan tangannya dengan rahang yang sudah mengerat menatap tajam ke arah Amara. Namun yang di tatap hanya menunduk takut.


"Tatap aku Amara!" suara berat dan tegas itu mampu untuk membuat Amara ciut ia pun menatap sang Kakak.


"Apa yang ingin kau katakan padaku sekarang kamu tau karena kesalahan mu kebodohan mu yang mau saja di bodohi wanita itu! aku sudah membuat istriku menderita bahkan bukan luka fisik yang aku berikan, namun luka mental juga." Ungkapnya penuh sesal.


"Maafkan aku kak, bahkan sudah dua kali Jelita menyelamatkan aku ketika aku terjatuh dari kursi roda" Ungkap nya lagi.


"Aku tau itu karena aku sudah melihat dari layar monitor, kau tau kakak sudah tidak bisa memaafkan diri Kakak lagi yang paling aku takutkan adalah kehilangan Jelita aku rela melakukan apa saja yang penting dia ada di samping ku tapi aku tidak tau apa kah selama ini ia merasa bahagia denganku atau tidak.


Kita harus pulang sekarang!"


"Tapi kak...!"


"Kalau kau mau tinggal-tinggal saja di sini sendiri!" ucap Damara sambil berlalu tanpa menoleh, Membuat kesal.

__ADS_1


"Aku kan cuma mau bertanya bagaimana dengan perjanjian nya dengan Kak Andra saja." keluhnya, namun sesaat kemudian Amara tersenyum ia merasa bahagia karena semangat kakak nya yang beberapa bulan ini menemaninya bangkit kembali.


__ADS_2