Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Hanya sedikit


__ADS_3

Exel hanya diam tanpa menjawab karena ia sudah benar-benar kesal. Bagaimana tidak sudah 3 kali Dara menahannya hanya karena hal yang menurutnya tidak penting. Kini hanya tangannya yang meraih tangan Dara yang masih menahan tubuhnya itu ia lalu mengunci kedua tangan itu di atas kepala Dara.


Dan tanpa babibu Exel menekan dengan penuh tenaga hingga ia benar-benar melakukan penyatuannya dengan sempurna walau sudah pernah melakukannya namun ia sempat sedikit kesusahan untuk melakukan kembali penyatuannya dengan sempurna. Dan sekilas ia melihat Dara meringis menahan sakit.


"Apa masih terasa sakit?" Tanyanya sambil mengelus wajah sang istri dengan penuh cinta.


"Hanya sedikit." Jawab Dara


"Maafkan aku jika telah menyakiti mu lagi."


Ucap Exel sambil mencium ke dua mata istrinya aku berjanji akan melakukannya dengan pelan dan hati-hati." bisiknya lembut dan memulai mengatur ritme permainan nya dengan terus mengutamakan kelembutan bukan itu saja Exel pun kembali meraih dua gundukan yang selalu menjadi favoritnya itu. Lalu ia mulai mengulum dan menyecapnya dengan rakus.


Seperti bayi yang kehausan membuat Dara kembali merasakan sensasi yang sulit untuk dia gambarkan. Tubuhnya kembali bergetar hebat begitu mendapat serangan dari bawah dan dari atasnya membuatnya tanpa sadar meliuk-liuk seperti ular yang seda sedang menari-nari dengan ero...tis des...ahan demi des...ahan lolos keluar begitu saja di saat Exel yang begitu lihai serta pandai memuaskannya dalam setiap sentuhan dan permainannya.


"Auhk...auhk...Ex...el...emm...suara Dara terputus-putus menggambarkan sensasi nik...mat yang kini ia rasakan kini kedua tangannya aktif kembali, ia *******-***** rambut Exel dan menekan kepalanya lebih dalam lagi begitu pun tangan yang satunya menekan pinggang Exel agar Exel melakukannya lebih dalam sedang ia pun mulai mengangkat pinggulnya dan meringikuti irama gerakan dan hentakan yang dilakukan Exel dan mereka pun sama-sama kembali merasakan sesuatu yang dahsyat yang akan segera membuncah keluar.


"Kita keluarkan sama-sama ya!" pinta Exel sambil berbisik lembut lalu hanya di angguki Dara sedang matanya masih terpejam sambil menggigit bibir bawahnya, berusaha menikmati rasa yang menjalar hingga ke ubun-ubun itu, dan dengan satu kali hentakan Exel kembali menumpahkan laharnya.


Erangan panjang dari keduanya pun kembali terdengar memenuhi ruangan dingin namun menjadi terasa panas akibat pergulatan mereka. Exel segera menarik diri dari atas tubuh sang istri karena ia tak ingin menyakiti anak yang mungkin masih sebesar biji kacang hijau itu.


Exel membaringkan tubuhnya di depan sang istri yang sudah berbaring miring deru nafas yang terengah masih bisa terdengar di sertai peluh membasahi sekujur tubuhnya yang masih polos tanpa sehelai benang pun itu.

__ADS_1


Exel sejenak meraih selimut yang ntah kapan sudah berada di lantai. Ia pun menyelimuti Dara dan ikut masuk di dalamnya.


"Terima kasih untuk semuanya terima kasih karena sudah mencintai ku dan jangan pernah berfikir untuk kabur dan berpisah karena aku tidak akan pernah setuju untuk berpisah bahkan mungkin tidak akan sanggup karena kau sudah membuat ku jatuh cinta dari dulu sampai sekarang!" Setelah berkata demi kian Exel dengan gemasnya menghujani seluruh wajah istrinya dengan ciuman. Lalu pindah ke perut Dara yang masih rata.


"Maafkan Daddy sayang, jika Daddy terlambat mengetahuimu hadir. Untuk pertama kali Daddy tak menemani mu dan Mommy mu bahkan tanpa sengaja Daddy telah membuat Mommy mu pingsan. Dan terima kasih telah sudi hadir di antara kami, tetap sehat dan berkembang dengan baik di sini Nak ya!"


"Iya Daddy ku sayang, terima kasih juga sudah mencintai Mommy ku. Aku juga sayang Daddy Love you Daddy?" Exel terkekeh dan semakin gemas dengan celotehan istrinya yang menirukan suara anak kecil. Ia pun semakin memeluk erat sang istri


mencurahkan segala rasa rindu yang selama kurang lebih satu bulan tertahan.


*


*


*


Seperti perusahaan BMT PRATAMA yang bergerak di bidang Importir barang Electronic seperti handphone komputer dan berbagai perangkat lunak yang terkenal lainnya. Sedangkan CEO nya hampir seumuran dengan Exel.


Setelah Rafa memperkenalkan Exel sebagai putranya yang akan menggantikan posisinya sebagai CEO yang baru para pemegang saham dan juga perusahaan kecil ataupun besar lainnya ikut memberikan ucapan kata selamat pada Exel.


"Selamat Tuan senang bisa berkenalan dengan Anda dan bisa mengucapkan kata selamat ke pada Anda secara langsung." Ucap seorang pemuda mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Exel.

__ADS_1


Exel pun menerima uluran tangan Pemuda yang seperti tak jauh beda dari umurnya itu Exel menyebut Nama nya sambil mengulur tanganya menyambut uluran tangan Pemuda yang sudah berada di depannya itu.


"Damara...!" Balas pemuda itu menyebut namanya.


"Aku harap kita kedapannya bisa terus bekerja sama dengan baik!" lanjut Exel sambil tersenyum ramah senyum yang begitu jarang dia tampakkan hanya pada orang-orang tertentunya saja.


"Tentu saja Tuan. Dan maaf saya mungkin langsung pamit karena ada hal yang penting yang harus saya urus" pamit Damara.


"Oh iya baiklah tapi jangan lupa saya mengundang Anda secara pribadi hadir di resepsi pernikahan kami" Ucap Exel karena ada Reno di sampingnya membuat Damara menatap Reno dan Exel secara bergantian.


"Anda...!" tunjuk Damara bergantian ke Exel dan Reno dengan tatapan herannya.


"Bub-bukan..! Maaf dia asistensi pribadi saya." jawab Exel cepat sebelum Damara Benar-benar berfikir yang aneh-aneh.


Damara pun hanya tersenyum tipis lalu mengangguk ia pun segera meninggal tempat itu setelah ia berjanji akan berusaha untuk datang dan hadir di acara tersebut sedang kan Rony sudah melangkah pergi meninggal kan keramaian sebelum Damara keluar ia memilih menuju ke parkiran terlebih dahulu untuk menyiapkan mobil.


Sementara Damara yang keluar dengan langkah terburu-burunya tak melihat seseorang yang juga sedang terburu-buru membawa sebuah Es krim sedang jalur mereka pakai jalur yang sama kearah yang berlawanan.


"Kenapa sih Kakak harus menyuruhku sekarang di saat acara besar seperti ini. Di saat acara sudah di mulai. Dan kenapa juga Es krimnya juga harus sebiji kenapa orang hamil itu begitu menyusahkan. Untung Kak Dara itu kakak ku kalau tidak, akan ku pecat dia dari dunia perkakaan." gerutu Jelita sambil mempercepat langkah kakinya.


Bruk...

__ADS_1


"Auuu...!" pekik Jelita saat dirinya merasa di tabrak seseorang bahkan bokongnya terasa sakit sedang ia merasa ada benda berat menimpanya di atas.


"Auuu....!" dan begitupun dengan Damara yang merasa di tabrak seseorang bahkan tubuhnya kini menimpa tubuh seseorang yang aroma tubuhnya begitu membuat fikiran nya tenang. Ia pun menikmati aroma tersebut sambil menutup mata.


__ADS_2