Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Menuju Incheon internasional


__ADS_3

"Bukankah Anda sekarang sudah mempunyai dua istri dan keduanya sedang hamil jadi saya mengucapkan selamat atas kehamilan ke dua istri Anda."


"Kau apa kau kira aku ini laki-laki mata keranjang yang tak cukup dengan satu wanita" kesal Exel.


"Sekarang menyingkirlah aku ingin mencari istriku dan ingin menanyakan hal yang kau ucapkan tadi!." ucapnya sebal dengan sedikit mendorong tubuh Dokter David.


"Saya yakin setelah hari ini Nona Dara tidak ingin ditemui dan mungkin dia sudah pergi jauh."


"David kau! apa maksudmu sebenarnya?"


Exel yang kesal berteriak dan berbalik mencengkram kerah baju Dokter David.


"Anda jangan berpura-pura bodoh Tuan Exel yang terhormat. Jika Anda mencintai Nona Dara lalu kenapa ada wanita lain yang sedang hamil bersama Anda.!"


"Itu bukan urusan mu! kau hanya Dokter pribadiku jadi tidak ada urusannya denganmu sekarang pergilah dari sini.!" usir Exel dengan angkuh.


"Baiklah aku memang akan pergi tanpa kau suruh. Aku memang Dokter pribadimu tapi aku juga teman mu!" ucap Dokter David tak kalah kesalnya.


"Asal kamu tau saja Dara sudah melihat semuanya waktu di rumah sakit permisi!" Dokter David yang kesal akhirnya memilih segera pergi meninggalkan Exel yang masih terkejut dengan apa yang di dengarnya.


Namun ia begitu gengsi untuk kembali memanggil dan bertanya kepada Dokter David karena dia sudah mengusir sahabatnya itu secara kasar.


*


Mata Exel membulat sempurna saat menyaksikan secara langsung salah satu recaman cctv yang di ambil dari halaman depan apartemennya.


"Apa ini? laki-laki ini! kenapa kau selalu bersama brengsek itu Daraaa!" Exel yang marah memukul apa pun yang ada di depannya.


"Tuan ada apa!"

__ADS_1


cicit Jennifer yang tiba-tiba saja muncul di hadapannya. Jennifer terbangun beberapa saat lalu. Ia mendapati dirinya sudah berada di dalam kamar dan sedang terbaring. Dia pun melangkah keluar untuk mencari keberadaan Exel namun tiba-tiba. Ia mendengar suara berisik berada di lantai atas dan dia pun tertegun melihat sebuah pintu yang sedikit terbuka sedang di dalamnya suara benda berjatuhan dan teriakan terus terdengar. Karena merasa takut ada orang jahat yang sedang menggasak barang Ia pun memberanikan diri untuk mendekat dan membuka pintu lebar-lebar dan betapa terkejutnya ia ketika mendapati kamar itu sudah berantakan sedangkan Exel sendiri masih terus berteriak memukul dan membuang benda yang ada di hadapannya. Jennifer yang khawatir kalau Exel melukai dirinya pun memberanikan diri untuk mendekat dan meneriakinya.


"Tuan apa yang terjadi!" kali ini Exel menatapnya saat tersadar ternyata ada Jennifer yang kini masih bersamanya.


"Hei kau. Ternyata kau sudah bangun?"


"Jangan mengalihkan pertanyaanku Tuan Aku bertanya kepada Anda. Apa Anda baik-baik saja. Apa ada sesuatu yang terjadi?" Jennifer terus bertanya sambil melangkah perlahan mendekati Exel.


"Tidak! tidak ada apa-apa lupakan saja ayo kita segera ke bandara aku akan mengantarmu ke suatu tempat kita berangkat dengan pesawat pribadiku saja. Apa sekarang kau merasa lebih baik kan?"


tanya Exel kembali tanpa titik dan koma. Ia pun lantas menatap intens kepada Jennifer yang masih menatapnya dengan penuh tanda tanya.


"Jangan mengkhawatirkan Aku Tuan. Yang perlu dikhawatirkan itu adalah Anda aku tahu Anda sedang tidak baik-baik saja kenapa.? Kenapa anda tidak pernah mau menceritakan semuanya sedangkan aku sudah menceritakan semuanya kepada Tuan. Anggap aku sebagai adikmu atau sahabatmu Tuan!." Ucap Jennifer dengan sedikit kesal karena Exel belum mau terbuka padanya


"Nanti, nanti pasti aku akan menceritakan semuanya tapi tidak untuk saat ini. Ayo Kita segera berangkat karena tidak ada waktu lagi."


"Kita mau ke mana Tuan?"


"Ganti bajumu segera! tidak usah membawa barang banyak pakai saja baju yang ada di badanmu nanti kita beli pakaian di sana!"


"Baik Tuan aku akan mengambil sweater dulu aku takut di sana udaranya dingin." sesaat kemudian Jennifer lalu melangkah masuk meninggalkan Exel. Dan tak lama terdengar sebuah ketukan pintu dari luar.


Tok tok tok tok tok tok!


"Siapa masuklah!" sahut Exel menyuruh orang di luar masuk


"Assalamualaikum ini Bibi Den!" Waalaikumsalam Bibi! Exel rindu sama Bibi akhirnya Bibi datang juga" Exel memeluk hangat Bi Nany begitupun Bi Nany membalas pelukan hangat Exel.


"Tapi Maaf Exel harus pergi dulu mungkin untuk satu atau dua hari kedepannya itupun kalau ada halangan Kalau tidak ada aku akan segera balik."

__ADS_1


"Apa Den Exel akan pergi bersama Non Dara?"


"Tidak! Bi aku akan pergi bersama Jennifer oh ya Jen, Apa kau sudah siap.?"


"Sudah saya sudah siap Ayo kita berangkat." Jawab Jennifer yang belum melihat ada orang lain bersama Exel karena ia melangkah


sambil merapikan pakaiannya.


"Oh ya Jen, perkenalkan ini Bi Nany, Bi Nany ini Jennifer." Jennifer pun menyalami tangan Bi Nany sambil tersenyum tulus, begitupun dengan Bi Nany menyalami tangannya dengan tatapan penuh tanya.


"Den dimana Non Dara?" lirih Bi Nany bertanya karena merasa aneh Dara kemarin sempat menghubunginya dan menyuruhnya kembali tapi kenapa Exel bersama wanita lain.


"Ayo kita berangkat!" seru Exel yang di tujukan kepada Jennifer ia tidak ingin membahas masalahnya dengan Bi Nany di depan Jennifer.


Bi Nany hanya bisa menarik nafas dan menggelengkan kepala melihat pungung Exel yang berlalu pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan darinya.


"Apa berita yang ku dengar salah?" lirihnya. Bi Nany memang sudah mendengar perihal Exel dan Dara yang sudah akur dari Sonya namun kenyataannya Exel dengan wanita lain.


"Non Dara aku harus menelponnya dimana dia sekarang?" gumamnya bertanya pada diri sendiri lalu meraih gawainya untuk segera menghubungi Dara.


*


Sementara itu Exel dan Jennifer kini berada di dalam pesawat pribadinya untuk menuju bandara Incheon internasional.


"Tuan apa Anda benar-benar tidak apa-apa?" tanya Jennifer memberanikan diri Ia sangat khawatir dengan sikap diam dan datar pria yang ada di depannya itu.


Yah semenjak keluar dari apartemen hingga berada di dalam pesawat Exel hanya diam tak sepatah katapun yang keluar dari mulutnya membuat Jennifer khawatir ia takut jika Exel kembali nekat seperti apa yang di lihatnya di apartemen tadi.


"Maaf jika Dara pergi karena aku, aku akan menjelaskannya kalau kita kembali nanti. Dia pasti cemburu. Dan kenapa Anda tak berusaha menjelaskannya? ini lah yang aku takutkan jika ikut bersama Anda karena biar bagaimanapun Dara dulu taunya aku menginginkan Anda. Dengar apa yang kita lihat itu belum tentu yang sebenarnya. Jadi Anda harus menjelaskannya biar tak ada salah sangka ataupun prasangka. Karena jika sampai itu terjadi maka semuanya akan merasa hancur. Dan jangan sampai Anda menyesal seperti Cerita CEO yang di tinggal kabur oleh istrinya dalam sebuah Novel yang sering saya baca." 😁terang Jennifer sambil sedikit tersenyum karena mengingat Novel yang pernah ia baca.

__ADS_1


"Apa menurutmu aku akan seprti itu? CEO yang di tinggal kabur istri. Coba saja kalau dia berani kabur dariku aku akan mengikat kakinya dan mengunci pintu biar dia tidak bisa kemana-mana."


Sontak saja jawaban Exel membuat Jennifer membulatkan mata dan tersenyum geli dia tidak menyangka Exel yang datar ternyata mau merespon ucapannya. Meski Dengan nada yang sedikit datar.


__ADS_2