Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Apa sebesar itu cintamu padanya?


__ADS_3

Setelah Dara di pindahkan ke ruangan VIP' Exel pun segera masuk untuk melihat keadaan istrinya itu, sesekali ditatapnya wajah yang masih tetap cantik walau masih terlihat pucat. Perlahan Exel mendekati bangkar dimana Dara masih setia terpejam,


''Bangunlah, aku belum selesai menghukummu! ada banyak hal yang ingin aku katakan padamu jadi bangunlah! jangan menutup matamu terlalu lama, karena aku tidak menyukainya'' ucapnya dengan perasaan yang tidak dapat di gambarkan.


''Kak, Devan, Kak aku mohon! tolong aku kak, aku takut" Dara tiba-tiba saja menjerit namun matanya masih terpejam dengan tubuh yang bergetar seperti orang yang ketakutan. Exel segera menggenggam jemari tangan Dara dengan kedua tangannya.


"Aku disini kamu jangan takut aku akan membantumu katakan apa yang kau rasakan saat ini? ucap Exel sambil terus menciumi jemari tangan milik Dara yang masih tampak lemas.


"Tolong jangan pegi! jangan tinggalkan aku! aku mencitaimu sangat-sangat mencintaimu" ucap Dara masih dalam tidurnya, sambil menggenggam erat tangan Exel.


Deg. ''Kenapa tangan ini selalu menarikku untuk lebih dekat padamu? sedangkan kau sendiri masih sangat mencintainya' apa sebesar itu cintamu padanya? sampai kau harus menyebut namanya dalam keadaan tidak sadar' aku, salah telah menjebakmu' masuk kedalam hubungan yang tak pernah kau inginkan ini? kamu tak perlu khawatir setelah ini aku jamin kau akan terus tersenyum bahagia aku akan mengembalikan mu padanya."


Exel terus bermonolog dalam hatinya. Setelah Dara terlihat lebih tenang, barulah Exel beranjak. Ia pun memilih untuk keluar dari ruangan tersebut kini tujuan utamanya ingin menemui Jennifer, dia ingin bertanya kenapa Jennifer mengaku sebagai gadis masa kecilnya, namun sebelum Ia pergi dia pun mencari Dokter David.


Dan meminta kepada Dokter David untuk mengontrol Dara dengan baik, dan Ia pun meminta kepada Dokter David agar menyuruh suster Susan menemani Dara pulang ke Villa karena malam ini dia ingin berdua saja dengan Dara dia ingin berbicara dan menyelesaikan semua permasalahannya.


Setelah selesai berbicara dengan Dokter David Ia pun bergegas menuju lobby rumah sakit. Exel pun melajukan mobilnya keluar dari pelataran rumah sakit membelah jalanan ibukota, yang kini sudah mulai di hiasi terangnya lampu-lampu jalanan. ''Awas saja jika wanita itu berani berbohong padaku, akan ku habisi dia'' geramnya mencengkram dengan kuat stir mobilnya, dia pun segera menghubungi Reno dan menanyakan dimana Jennifer sekarang.


Kini Exel pun bergegas menuju ke alamat yang di katakan Reno,di sebuah kafe hotel berbintang lima, ''silahkan duduk Tuan Exel'' ucap Jennifer dengan lembut dan senyum mengoda yang menghiasi bibirnya.


''Aku tidak perlu basa-basimu! aku hanya ingin kamu menjelaskannya padaku' kenapa kamu melakukan ini semua? apa kamu tau' aku hampir saja membunuh orang yang selama ini aku cari' itu semua gara-gara kamu yang mengaku sebagai sahabat masa kecilku!'' sentak Exel dengan tatapan membunuhnya membuat Jennifer tersentak dan dengan susah payah menelan salivanya.


''Tut-Tuan bukankah Anda sendiri yang mengakuinya? bahkan Anda sendiri memintaku untuk datang menemui Anda' apa aku salah jika menjauhkan Anda dari wanita itu! karena aku tidak suka wanita ****** itu mendekati Anda Tuan!."


Plak...!


"berhenti menyebutnya wanita ******!'' teriak Exel setelah memberikan satu tamparan di wajah Jennifer hingga membuat wanita itu mesingis kesakitan.


''Kau tidak tahu siapa dia kan sekarang aku kasi tahu dia itu adalah istriku!'' teriak Exel.

__ADS_1


''Dan aku tak pernah memintamu untuk datang menemuiku!.'' tegas Exel


Deg.


Sontak semua penjelasan Exel membuat Jennifer terkejut dan bertanya-tanya dalam hati siapa yang merenggut kesuciannya malam itu.


''Bukankah malam itu istri Tuan Exel_'' Jennifer menjeda pertanyaannya dan langsung menutup mulut dengan kedu tangannya saat tersadar dan mengingat sesuatu.


''Tidak, ini tidak mungkin!'' jeritnya tiba-tiba lalu berlari keluar meninggalkan Exel yang binggung dengan sikap Jennifer yang tiba-tiba histeris. Namun Ia tak begitu peduli yang penting sekarang Ia tau pemilik Liontin itu adalah Dara.


"Hah...Dara aku harus segera menemuinya'' gumamnya, sambil melirik jam mewah yang melingkar di tangannya.


''Sial ini semua gara-gara Jennifer wanita itu aaargh!'' Exel menunpahkan kekesalannya pada gelas yang berisi minuman di depannya Ia mencengkram gelas itu dengan kuat hingga gelas itu pecah di tangannya dan darah segar menetes dari jari-jarinya yang terluka.


Namun Ia tak memperdulikan lukanya karena Ia sudah terbiasa dengan darah sejak Ia masih kecil,bahkan dulu tubuhnya penuh dengan luka, yang ada di fikirannya saat ini hanyalah Dara Ia ingin segera menemuinya.


*


*


*


Beruntung Reno dengan secepat kilat berhasil menarik tangan Jennifer,dan menariknya kedalam pelukannya, Jennifer yang terkejutpun memeluk erat tubuh Reno sedang tubuhnya masih bergetar karena hampir saja Ia menjadi korban tabrak lari.


"Kamu jangan takut aku di sini aku tidak akan pernah membiarkan sesuatu terjadi padamu."


Dan Jennifer pun semakin mengeratkan pelukannya.


"Mam_maafkan aku karena diriku, semua ini terjadi padamu tapi ketahuilah aku serius ingin bertanggung jawab, karena akulah yang melakukannya malam itu ucap Reno sambil memeluk erat tubuh Jennifer.

__ADS_1


penjelasan Reno bukannya membuat Jennifer senang malah membuatnya mengencangkan tangisnya, membuat Reno tambah bingung dan tambah merasa bersalah, dia pun tambah mengeratkan pelukannya, dan tangis Jennifer pun semakin kencang.


"Kamu kenapa menangis bukankah aku sudah minta maaf, dan berjanji akan bertanggung jawab?" tanya Reno bingung dan di balas anggukan dari Jennifer. "Lalu kenapa kau menangis?" imbuhnya lagi.


"Karena kau menyakitiku! Kau mau bertanggung jawab, atau mau membunuhku!?" ketus Jennifer.


"Tentu saja bertanggung jawab."


"Lalu kenapa kau memelukku terlalu kencang, kau membuatku susah untuk bernafas!"


Reno pun segera mengurai pelukannya.


"Maafkan aku sekali lagi aku menyakitimu. Tapi aku janji aku akan membuatmu selalu tersenyum, ayo ikut aku!" ucap Reno sambil menarik tangan Jennifer,


"kau mau membawaku kemana?" cicit Jennifer.


"kemana lagi kalau bukan kepenghulu!" jawab Reno "Apa harus sekarang ini kan sudah malam?" "kamu jangan khawatir aku sudah menyiapkan semuanya dari tadi,


"dari tadi maksudnya?''


''Aku tau kamu pasti binggung karena ini terlalu mendadak,tapi percayalah aku sudah menyiapkan semuanya, dan tanpa sepengetahuan Tuan Exel aku hanya sempat mengiriminya pesan kalau malam ini aku sangat sibuk dan tidak bisa di ganggu.''


''Lalu kenapa kau begitu yakin kalau aku tidak bakal menolak mu, kau taukan aku sangat mencintai Tuan Exel.''


''Aku yakin karena kau adalah milikku, untuk perasaanmu pada Tuan Exel, itu hanya Obsesimu bukan cinta.


Kau hanya mengaguminya saja.'' Jennifer pun menatap lekat wajah tampan yang tak berbeda jauh dengan Exel itu.


''Sebelum kita menikah boleh aku minta satu hal?''

__ADS_1


''apa itu?'' ada apa dengan Tuan Exel dengan istrinya?''


''Baiklah tapi setelah kita menikah aku berjanji akan menceritakan semuanya, hmm'' Jennifer pun mengangguk tanda setuju.


__ADS_2