Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Hukuman


__ADS_3

Deg.


Ada perasaan sesak saat Dara melihat perlakuan Exel terhadap Jennifer namun Ia berusaha tegar dan kuat takingin menampakkannya secara nyata karena Ia tak ingin Exel kembali menghinanya walau kini Ia sudah merasa terbiasa atas segala hinaan dan cacian itu, namun tetap saja semuanya akan membekas di hatinya.


Exel kembali menarik tangan Dara dan membawanya pergi dari ruangan itu.


Dengan langkah yang cepat Ia terus berlari mengimbangi langkah Exel.


''Tunggu! apa kau akan pergi! dan dilihat banyak orang dengan pakaian seperti itu?'' Ucap Devan yang tiba-tiba saja muncul dengan membawa sebuah bingkisan.


''Ambillah ini! kau bisa memakainya aku membelinya untukmu!'' Devan pun memberikan bingkisan yang Ia bawa untuk Dara, Dara pun segera meraihnya namun saat tangannya hampir saja menyentuhnya dengan cepat Exel merampasnya lalu melemparkannya entah kemana.


''Selama dia bersamaku jangan pernah kau berani memberinya apapun!'' tegasnya sambil mengacungkan telunjuknya di tepat di depan wajah Devan sedang Devan hanya tersenyum miring sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


''Tuan boleh aku bicara 4 mata dengan kak Devan?'' pinta Dara memberanikan diri sambil menatap Exel.


''Baiklah aku mengijinkanmu tapi ini untuk yang terakhir kalinya!'' tegas Exel.


''Baiklah Tuan Terima kasih.


*


Dan di sinilah Dara berdiri menatap Devan walau jaraknya tak terlalu jauh dari Exel namun Exel tak dapat mendengar kata-kata yang mereka bicarakan.


''Kak, aku mohon lupakan tentang kita, aku yakin Kakak akan bahagia tanpa aku, biarkan aku bahagia dengan pilihan hatiku Kak!'' ucap Dara menunduk saat mengakhiri kata-katanya.


''Tidak! Dara, aku tidak akan pernah bisa melupakanmu!' jadi jika kau tak merasa benar-benar bahagia maka menikahlah denganku. Dan tinggalkan dia!''

__ADS_1


''Tidak Kak, aku sudah berjanji pada Bunda dan juga diriku sendiri, apapun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkan Exel.


Dulu mungkin aku mencitai Kakak, tapi sekarang aku mencintai Exel melebihi diriku sendiri, aku juga bingung kenapa aku begitu mencintainya?'' selanya lagi.


''Secepat itu kah? kau melupakan? dan semudah itukah kau mengucapkan?' tapi baiklah jika itu sudah menjadi keputusanmu. Maka aku akan menghargainya, sekarang pergilah! sebelum dia datang menarikmu di depanku, karena jangan salahkan aku, jika itu terjadi aku tidak akan berjanji kalau tidak akan menghajarnya di depanmu.'' Tegas Devan,


Dara pun segera pergi dan mendekati Exel, yang berdiri dengan wajah yang susah di tebak. Dan tanpa sepatah katapun Ia segera meraih tubuh Dara lalu mengakatnya keatas pungungnya, sedangkan kepalanya menjutai kebelakang. membuat Dara terkejut, dan reflek memukulkan tangannya di belakang Exel.


''Diamlah jika kau tak ingin di lihat orang banyak'' seru Exel, saat Dara ingin membuka mulut untuk berteriak.


Hingga membuat Dara bungkam wajahnya kini bersemu merah karena menahan malu bagaimana tidak Exel mengangkatnya seperti karung beras. Exel lalu membanting tubuh Dara begitu masuk di mobil.


Membuat Dara menjerit karena merasakan sakit di bokongnya. Tanpa sepatah katapun Exel melajukan mobilnya begitu kencang membuat Dara yang berada di belakangnya bergetar ketakutan, dan hanya dalam waktu 15 menit Ia pun sampai di tempat tujuannya.


''Turunlah atau aku yang akan menyeretmu turun!'' sarkasnya, Dara pun segera turun dari mobil, uweek...uweek...Dara hampir saja mengeluarkan seluruh isi perutnya,


Belum selesai dengan ketakjupannya tangannya tiba-tiba di seret dan dia hempaskan di tepi kolam hingga membuat lututnya sakit.


''Aaww!'' pekiknya kesakitan.


''Bagaimana apakah ini sakit!'' Ucap Exel sambil berjongkok mencengkram rahang Dara dengan begitu kencangnya.


''Kau telah berani mulai menentangku maka ini adalah hukuman dariku, katakan apa yang kalian bicarakan? kenapa aku tidak boleh mendengarnya?' apa kalian akan berencana untuk menikamku dari belakang hah!''


''kami tidak bicara apa-apa Tuan, dan maaf jika boleh saya tau apa yang menyebabkan kita tak bisa bersama jika aku adalah orang yang kau cari?'' sontak pertanyaan Dara membuat Exel tertegun sejenak, setelah itu Ia pun tersenyum miring.


''Kau sendiri tentu sudah tahu jawabannya kenapa karena kau adalah anak musuhku dan itu tidak mungkin dirimu! Sesuai apa yang sudah aku katakan jika kau berbohong maka aku akan menghukummu jauh lebih berat dari yang sebelumnya!.'' Tegas Exel menghempaskan wajah Dara.

__ADS_1


''Tes...air mata Dara tiba-tiba luruh saat Ia mencoba menatap lekat kolam di sekelilingnya bukan karena siksaan dari Exel namun sesuatu didepannya. ''Tempat ini seperti tidak asing bagiku ini tidak mungkin'' lirihnya tak terdengar, Dara berusaha bangkit walau lututnya masih terasa sakit.


''Bismillah ya Allah kuatkan aku untuk berdiri'' doanya dalam rintihan kesakitan. ''Ya aku ingat sekarang tempat ini adalah tempat pertemuanku dengannya, jadi Exel benar-benar dia, anak kecil itu dan pangeran mimpiku.''


Dara terdiam menatap Exel yang menjauh darinya karena saat ini Exel tengah berada di ujung kolam tepat dimana Ia terjatuh puluhan Tahun lalu. Mata hari yang tadinya cerah tiba-tiba saja mendung dan gerimis pun mulai jatuh satu persatu.


Bersama air mata bahagia Dara, begitu mengetahui kalau Exel adalah anak laki-laki yang pernah Ia tolong dan dia juga adalah pangeran mimpinya. Dengan berlari kecil Ia mendekati Exel dan memeluknya dengan erat dari belakang.


Bersamaan dengan hujan yang tiba-tiba turun dengan derasnya.


''Lepaskan!'' sarkas Exel membuka paksa,pelukan Dara dan menghempaskan tangannya hingga membuat tubuh Dara tak seimbang dan membuat Dara jatuh masuk ke dalam kolam, Byuuurrr....!!!!


Bukannya menolong Exel malah berlalu pergi tanpa memperdulikan Dara yang masih di dalam kolam. Ia hanya berfikir jika Dara adalah anak kecil itu pasti dia akan menyelamatkan dirinya dan tidak akan membiarkan dirinya tenggelam begitu saja.


Sedangkan Dara terus berjuang menggapai-gapai agar Exel datang menolongnya, namun harapannya pupus. Exel tak pernah perduli dirinya hidup atau mati membuatnya pasrah dengan takdirnya.


''Ia pun benar-benar membiarkan tubuhnya tenggelam.


''Jika ini akhir hidupku semoga kau selalu bahagia'' lirihnya sedangkan pandangannya pun mulai memudar bersama tenggelamnya tubuhnya kedalam dasar kolam.


Setelah 15 menit Exel menunggu di sebuah Gazebo yang berada tak jauh dari kolam.


''Kemana wanita itu apa dia kabur lagi dariku?


sial, kenapa dia selalu menguji kesabaranku! Awas saja jika aku menemukanmu! aku akan membuat hidupmu betul-betul berakhir!'' geramnya lalu melangkah keluar dari Gazebo sedang hujanpun turun semakin deras.


''Dara...! Dara...! Dara! kau jangan berani bermain-main denganku ke luarlah jika kau masih ingin hidup' kalau tidak aku akan membuatmu berakhir'' teriaknya dengan terus memberikan ancaman.

__ADS_1


''Dara...!''


__ADS_2