Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Jangan salahkan aku.


__ADS_3

''Jhony apa kau tidak mendengarku!'' sergah Jelita, Namun tak di gubris sama sekali oleh Jhony, ''kau benar-benar pria brengsek!'' ucap Jelita kembali ingin nenampar Jhony namun tangannya berhasil di tangkap oleh Jhony.


''Kau sendiri yang datang padaku jadi jangan salahkan aku jika kau juga harus melayaniku malam ini, setelah itu baru gilirannya!" Jhony melirik Tasya penuh hasrat, sedangkan Tasya bergetar ketakutan.


"Sya, pergi dari sini pakai mobilku!" teriak Jelita.


"T-tapi Je...''


''Pergilah kau kan tau aku siapa jadi jangan khawatir!'' imbuhnya lagi ketika melihat ke khawatiran di wajah Tasya.


Tasya pun segera mengangguk lalu pergi meninggalkan Jelita dan Jhony.


"Kau kenapa kau menyuruhnya pergi!" sergah Jhony. Yang memang tak ingin melihat tunangannya itu pergi dia tak terima jika Tasya mengakhiri pertunangan mereka walau di hatinya tak ada cinta untuk Tasya karena cinta di hatinya memang sudah lama mati.


"Karena aku hanya ingin berdua denganmu sayang!" rayu Jelita. "Kamu kan tau kalau aku tidak suka di duakan" lanjutnya dengan mengedipkan sebelah matanya lalu tersenyum miring.


"B-benarkah itu Je...?" ucapnya gugup


"Tentu saja benar apa selama ini aku pernah berbohong?"


"Tidak!" jawab Jhony cepat saat mengingat Jelita pernah menonjoknya karena kedapatan membawa cewek lain.


"Tapi kali ini kau jangan menamparku, kau tau kan Tasya marah padaku saat aku memutuskannya karena aku lebih memilih mu." Ujarnya seolah Ia jadi korban.

__ADS_1


"Kamu benar-benar cowok yang brengsek, perbuatanmu kali ini tidak bisa di maafkan. sudah tau salah masih menyalahkan orang lain pakek bohong lagi awas saja!" gerutu Jelita namun hanya dalam hati. Jelita hanya tersenyum kecut sambil mengangguk.


"Baiklah aku janji aku tau itu, makanya aku menyuruhnya pergi dengan mobilku biar dia tidak curiga." bohongnya.


"Tapi aku tak ingin disini. Kita kesana saja." Jelita menunjuk ke arah taman yang lampunya begitu terang.


"Kenapa harus di sana? di sanakan terang sekali bagaimana kalau ada yang melihat?"


"Kau tenang saja tidak akan ada yang akan melihat karena sudah malam dan sebentarlagi akan turun hujan." Terang Jelita.


Jhony pun mengangguki lalu membawa Jelita, ketempat yang di tunjuknya tadi sedang Jelita hanya bisa tersenyum lebar karena Jhony betul-betul mengikuti keinginannya, tanpa curiga ada jebakan yang sedang menantinya.


Setelah sampai di tempat yang di tuju Jelita langsung membelai tubuh Jhony bahkan memeluknya dengan manja membuat Jhony langsung menegang, Jelita mulai membuka kancing kemeja milik Jhony dan diapun merobek pakaian bagian depannya sambil terus melirik jam yang melingkar di tangannya.


Dan tanpa Jelita sadari tak jauh darinya berdiri seseorang yang menatap dengan tatapan jijik.


Dan begitu Jhony ingin melepas penutup bagian bawahnya tanpa di sadari Jelita dengan sekuat tenaga menendang selangkangannya hingga membuatnya membuatnya mengerang kesakitan sedang Jelita hanya tersenyum penuh kemenangan.


''Bagaimana rasanya?'' ucap Jelita mengejek dengan senyum miring di wajahnya. aku tidak akan membiarkan diriku ternoda oleh bajingan sepertimu! dan aku harap punyamu


tidak akan bisa berdiri lagi selamanya." Setelah berucap Jelita pun pergi meninggalkan Jhony yang terkapar tak berdaya dan bahkan mungkin saat ini dia sedang pingsan, Hingga Ia pun tersadar saat berada di rumah sakit.


"Maaf Dokter, apa yang terjadi pada diri saya?" begitu Dokter masuk Jhony pun langsung bertanya.

__ADS_1


"Oh...rupanya Anda sudah sadar" Sela sang Dokter ber ohria begitu melihat pasiennya yang sudah terbangun dari pingsannya.


"Maaf sebelumnya, tapi Anda harus sabar dengan apa yang akan saya sampaikan ini" lanjut sang Dokter.


"Begini Tuan dari hasil pemeriksaan saya untuk sementara Anda belum bisa untuk berjalan, munkin seminggu atau lebih, dan dengan berat hati saya mengatakan kelelakian Anda tidak akan berfungsi sama sekali seumur hidup Anda, saya permisi Tuan silahkan si minum obatnya, biar suster yang akan mengurus Anda, jika Anda butuh sesuatu silahkan pencet tombol merah itu!." Sang Dokter pun berlalu dari ruangan tersebut setelah menjelaskan semuanya.


"Silahkan di minum obatnya Tuan!" Ucap sang perawat yang baru saja masuk sambil membawa obat dan segelas air putih yang akan di berikan untuk Jhony saat meminum obat.


"Tinggalkan aku, aku ingin sendiri!" sentaknya menepis obat yang di sodorkan sang perawat hingga membuat air dan gelas berhamburan di lantai. Sang perawat hanya bisa menarik nafas panjang dengan tingkah pasien nya yang menyebalkan dan keras kepala ini.


#Flash back of#


''Aku tidak terima kalau aku cacat seumur hidup, Jelita, tunggu aku akan membalasmu, hingga kau merasakan apa yang aku rasakan rasa sakit seumur hidup. Dan kau Tasya sampai kapanpun aku bersumpah tidak akan melepaskanmu!" geramnya mengepalkan kedua tangannya dengan penuh emosi.


"Oma, Oppa bagaimana kalau mereka tau tentang semuanya aku harus bagaimana karena aku tau Jelita dan Tasya tidak akan pernah tinggal diam. pastinya Jelita sudah merencanakan sesuatu Aaaagrrrh sial semua yang aku lakukan sia-sia!" Jhony menjambaki rambutnya dengan kasar karena tak bisa leluasa melampiaskan kekesalannya.


"Aku tidak mau menjadi pria lemah aku harus kuat bukankah semua ini belum berakhir jika aku tak bisa mempunyai keturunan maka Tasya yang harus menerima akibatnya aku tidak akan pernah membiarkannya menikah dengan siapa pun dan bagaimanapun caranya aku harus menikah dengannya." Jhony terus berfikir keras bagaimana caranya dia mendapatkan Tasya kembali apa lagi jika kakaknya sudah mengetahui semuanya.


Sebenarnya Jhony tidak ada niatan untuk menodai Tasya ia hanya kesal saat Tasya terus menolaknya dan memilih mengakhiri pertunangan mereka Tasya memang sangat mencintainya namun ia sama sekali tidak mencintai Tasya semua dia lakukan demi sang Oma yang waktu itu pernah di tolong Tasya. hingga membuat Oma ingin menjodoh kan nya dengan Tasya.


Dan pada akhirnya ia pun harus mencari berbagai macam cara untuk mendekati Tasya agar bisa dekat dengan gadis itu dan dengan ketampanan yang ia miliki tak sulit untuk nya menaklukkan hati Tasya hingga membuat gadis itu benar-benar mencintainya dengan tulus namun sayang Cinta tulus buat Jhony hanya omong kosong saja buktinya kedua orang tuanya meninggalkannya sejak belia saat ke dua orang tuanya itu memilih berpisah karena Papanya kedapatan selingkuh. Padahal mereka menikah karena saling mencintai, sedang Mamanya pergi begitu saja tanpa pesan. Ia di besarkan Oleh Oppa dan Omanya Oleh karena itu ia hanya Mencintai kedua orang yang membesarkan dan merawatnya dengan penuh kasih sayang itu.


Hingga ia pun melamar Tasya itu pun atas saran dari sang Oma. Walau sebenarnya ia tak mau melakukannya namun demi Oma ia rela melakukan apa saja.

__ADS_1


"Siapa pun yang pernah menyakiti ku akan merasakan apa yang aku rasakan!" geramnya kembali.


__ADS_2