Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Mobil mogok.


__ADS_3

"Diamlah! jangan banyak bergerak atau kau akan membangunkan yang dibawah sana!"


"Ap-apa maksudmu? dengan membangunkan yang dibawah sana? apa ada yang tidur di bawah kasurmu, siapa dia, apa dia simpanan mu? kenapa kau jahat sekali membawa dua wanita sekaligus di dalam kamarmu, kalau begitu aku akan pergi dari sini biarkan saja dia yang akan menjagamu!" Kesal Amara terus saja berusaha lepas dari pelukan lelaki pemaksa di depannya itu.


Namun tidak gampang dia harus melawan kekuatan lelaki berbadan kekar dan berotot itu. Namun tiba-tiba saja Amara terhenyak, saat sesuatu di bawah sana bergerak-gerak menggesek bagian sensitif nya. Membuat Amara mengigit bibir bawahnya karena merasakan seperti ada sengatan listrik yang mengaliri tubuhnya.


"Kau sudah membangunkan nya. Jadi sekarang kau harus bertanggung jawab untuk menidurkan nya kembali."


Bisik Darandra lembut di telinga Amara, membuat wajah Amara berubah merah padam karena menahan malu.


Sedang tangan kanan Darandra kini menarik resleting gaun yang di pakai Amara, karena ia belum sempat mengganti pakaiannya dari tadi karena sibuk mengurus Darandra.


"Kak,, apa yang akan kau lakukan?" tanya Amara gugup.


"Kau bertanya apa yang akan aku lakukan? ya tentu saja menyuruhmu bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan padaku."


Dengan cepat Darandra membalikkan tubuh Amara Dengan posisi Amara yang kini berada di bawah kuasa tubuhnya itu.


"Kak...ak-aku__" Amara tak dapat berkata-kata saat merasa tubuh nya di tutup selimut sedang gaun yang di pakainya sudah di sobek tak berbentuk, dan di buang ntah kemana. Kini Amara merasakan tangan dingin menyentuh bagian dadanya yang hanya tertutup Bra itu.


Membuat tubuhnya seketika menghangat.


Dan saat wajahnya begitu dekat dengan Darandra, bahkan nafasnya lelaki yang beraroma Mint itu tercium dengan jelas oleh hidungnya seketika Amara langsung memejamkan mata dengan jantung yang berdetak kencang. la menantikan apa yang akan dilakukan Darandra selanjutnya.


"Pergilah mandi, cuci tubuhmu dulu karena Badanmu bau dan lengket." Bisik Darandra di telinga Amara yang membuatnya terkejut dan membuka matanya lebar-lebar, bahkan wajahnya langsung memerah karena menahan malu, Ia malu karena telah berpikiran yang aneh-aneh.


la berpikir Darandra akan menciumnya dan bahkan melakukan lebih daripada itu padahal kenyataannya tidak sama sekali, malah Darandra melenggak meninggalkannya dari tempat tidur.


"Kau kenapa? kok masih Bengong di situ?" tanya Darandra kembali saat melihat Amara masih terdiam di tempat tidur.


"Bagaimana,, aku bisa kamar mandi Kalau akunya saja sudah seperti ini ucap Amara merasa kesal karena lagi-lagi Darandra lagi-lagi berbuat seenaknya saja padanya.

__ADS_1


"Maafkan,, aku, aku lupa. Baiklah tunggu sebentar." Darandra pun melangkah masuk ke dalam ruangan yang berada di samping kamarnya dan. Tak lama kemudian Ia pun keluar dengan menenteng sebuah handuk berwarna biru pakailah dulu ini punyaku.


Aku harap Aku harap kamu tidak merasa jijik memakainya bukannya menjawab Amara langsung saja menyambar handuk yang ada di tangan Darandra itu.


"Sekarang kakak keluar!. Aku tidak ingin kau melihatku."


Untuk apa juga kau melarangku melihatnya aku kan sudah melihatnya, yang tidak pernah itu merasakannya saja." Kekeh Darandra yang bersemangat menggoda Amara.


"Kakak,, kau bisa keluar tidak sih? sangat menyebalkan sekali." Amara pun bergegas masuk ke dalam bhatroom dan tidak lupa dia pun menguncinya agar Darandra tak bisa masuk untuk menggodanya lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu di tempat yang berbeda di sebuah panti asuhan.


"Terima kasih,, karena kau telah mau mengantar anak-anak pulang,"


"Sama-sama, lagi pula kau tau sendiri kan kalau aku sangat menyukai anak-anak mereka itu seakan mengingatkan aku ketika masa kecilku dulu." Jawab Tasya sambil menatap anak-anak panti dengan tatapan penuh makna dengan senyum yang terus tersungging dari bibirnya. Dan itu membuat Jhony menatap gadis yang dia cintai itu begitu lekat.


"Oh,, ya! sejak kapan kau berada di sini? maksudnya kenal dengan mereka, dan aktif di dalamnya?"


"Nanti kapan-kapan aku akan ceritakan kalau kita bisa bertemu lagi, dan berumur panjang. Insya Allah aku akan menceritakan semuanya kepadamu, sekarang sudah malam sebaiknya aku mengantarmu pulang, aku tidak mau Kak Arya nanti berpikir macam-macam tentangmu dan tentangku." Tasya pun hanya mengangguk setuju mendengar apa yang diucapkan oleh Johny padanya ada benarnya juga.


"Apa sekarang kau sudah memaafkanku?" tanya Jhony menatap Tasya ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


"Sebaiknya kau jalankan mobilnya. Aku tidak mau nanti kita kelamaan." mengetahui kalau Tasya tidak menanggapi pertanyaannya Jhony pun merasa sedikit kecewa. Padahal dia sudah berusaha sebaik mungkin untuk menggunakan kesempatan ini, hanya untuk meminta maaf kepada wanita yang pernah menjadi tunangannya itu. Setelah 30 menit meninggalkan panti asuhannya tiba-tiba saja mobil yang Ia tumpangi tiba-tiba saja mogok


"Ada apa? tanya Tasya mulai khawatir.


"Ntahlah aku akan memeriksanya dulu.


Tetaplah di mobil, aku akan turun memeriksanya, sepertinya akan ada turun hujan deras Malam ini apa pun yang terjadi tetaolah di sini, aku tidak mau nanti kamu kebasahan." Setelah berucap pada Tasya lalu ia pun segera turun untuk melihat apa sebenarnya yang terjadi dengan mobilnya

__ADS_1


"Kenapa Mobilnya tiba-tiba saja mogok? ya ampun ternyata Ban nya kempes, mana tempat ini jauh dari kota dan bengkel."


Jhony berjalan ke depan mobil lalu membuka pintu.


"Kamu tunggu aku sebentar ya, bannya sepertinya tertusuk paku jadi aku harus menggantinya dulu. Tetaplah di dalam mobil!" Tasya hanya mengangguk mendengar ucapan Jhony.


Jhony sendiri bergegas menutup pintu dan mencari peralatan yang ada di dalam bagasi mobilnya baru saja ia hendak duduk membongkar ban mobil tiba-tiba saja hujan turun dengan begitu derasnya tanpa aba-aba Tasya yang berada di dalam mobil pun merasa gelisah karena ia tahu Jhony adalah orang yang sensitif dengan air hujan, jika Jhony terkena air hujan maka ia akan terkena demam, tanpa pikir panjang Tasya pun segera mencari payung di dalam mobil itu, namun sayangnya tak satupun payung didapatnya Ia pun bergegas turun mencari Jhony.


"Jhony- Jhony Kamu di mana Jhony!" teriak Tasya, saat orang yang dicarinya tak ada di situ membuatnya semakin panik.


"Jhony kamu dimana?" pekiknya Tasya.


"Kok kamu bisa ada di sini sih?. Bukankah aku tadi sudah bilang kalau kamu itu harus menunggu di dalam mobil, tapi kenapa kamu ada di sini?"


"Johny…Johny kamu…kamu tidak apa-apa kan? Tasya yang panik terkejut dengan kedatangan Jhony langsung memeluknya dengan begitu erat.


"Aku mengkhawatirkanmu saja, aku takut kamu kenapa-kenapa karena aku tidak mendapatkanmu di sini." ucapnya dengan suara tangis yang terisak, Jhony pun membalas pelukannya begitu erat.


"Maafkan aku kalau tadi aku tidak sempat pamit padamu, tapi aku tadi memanggil si Abang ini." Tunjuk Jhony pada seorang lelaki yang tengah berdiri di belakang nya.


"Abang ini adalah tetangga kita di Panti Asuhan beliau kebetulan lewat jadi aku stop, karena beliau akan ke arah Pantai sebaiknya kita balik ke panti dulu, aku akan berbicara sama Kak Arya aku akan mengantarmu Besok pagi saja, biar mobil ini nanti aku suruh orang yang mengurusnya. Bagaimana menurutmu Apakah kau mau kembali ke panti?" Tasya hanya mengangguk.


"Ayo ikut aku!" ucap Jhony sambil menggandeng tangan Tasya.


"Kamu duduk di depan dengan si Abang biar aku di belakang soalnya mobil Abang mobil pick up, Aku tidak mau kamu kedinginan dan tunggu sebentar!" Jhony pun melangkah ke mobilnya dan mengambil sesuatu,


"Pakailah ini agar badanmu tidak masuk angin" ucapnya sambil menyelimuti tubuh tasya dengan kemeja miliknya


"Lalu kamu sendiri bagaimana?"


"Jangan khawatir aku akan baik-baik saja masuklah cepat!" bukannya masuk Tasya menggenggam erat tangan Jhony, membuat Jhony bingung.

__ADS_1


__ADS_2