
Namun nihil Dara tak menunjukkan batanghidungnya walau sudah berulangkali Ia mengeluarkan ancamannya membuatnya semakin kesal. ''Dara...!!!'' langkah Exel terhenti di saat matanya menatap liontin yang berada di tepi kolam.
''Dan tanpa pikir panjang Ia pun terjun kedalam kolam untuk mencari Dara dan benar saja Ia melihat sosok tubuh yang tak berdaya di dasar kolam dengan cepat Ia pun berenang mendekati Dara, lalu meraih pinggangnya dan segera membawanya naik kepermukaan.
Ia pun segera membawa tubuh Dara di gazebo yang berada di pinggir kolam agar Dara tak terkena air hujan.
''Dara buka matamu!'' teriaknya panik, karena sudah berulang kali Ia mengguncang tubuh Dara namun Dara tetap bergeming. Ia pun segera memeriksa Nadi, dan nafas Dara namun tak ada nafas dan denyut Nadi yang Ia rasakan.
Deg.
''Tidak! Dara kau tidak boleh mati secepat ini buka matamu, dan lihatlah aku! aku belum menghukummu!''
Namun Dara masih bergeming sedangkan bibirnya sudah membiru menghiasi wajah pucatnya, ''Tidak kau tidak boleh pergi secepat ini!" sergahnya dalam kepanikan Ia pun segera memberikan CPR dengan menekan bagian dada.
Namun tak ada reaksi apa pun hingga Ia pun berinisiatif memberikan nafas buatan namun tetap tak ada respon.
''Aku mohon bernafaslah kalau kau tak bernafas aku akan melukai Bundamu dan semua keluargamu!'' Ancamnya masih dalam kepanikan. Sambil terus memberikan nafas buatan.
Uhuk-uhuk-uhuk...!
Exel seketika merasa lega saat Dara kembali bernafas Ia pun kembali mengangkat tubuh Dara dan membawanya masuk kedalam Villa untuk segera menggantikan pakaiannya Dara yang basah, dan Ia juga segera mengganti pakaiannya yang sudah basah kuyup.
Setelah semuanya selesai Ia pun kembali ke kamar dimana dia membaringkan Dara, dan betapa terkejutnya dia saat mendapati tubuh Dara yang bergetar hebat dengan nafas yang sesak.
''Dara...Dara...kamu kenapa?'' Exel mengguncang tubuh Dara berharap Dara dapat meresponnya, Exel kembali di buat panik dengan cepat Ia mengangkat tubuh mungil yang kian kurus itu lalu membawanya keluar dari kamar tujuannya sekarang adalah rumah sakit.
Beruntung hujan sudah mereda sehingga dia takkan basah.
__ADS_1
''Tuan biarkan saya yang menyetir!'' ucap Reno yang kebetulan baru saja tiba Reno terpaksa menyusul setelah lama berdebat dengan Jennifer terlebih dahulu, Ia berdebat lantaran Jennifer yang kekeh ingin ikut dengannya untuk mencari Exel.
Tentu saja Ia tak mau jika Jennifer terus mengejar Exel yang sudah beristri, Ia berfikir tak ada salahnya jika Ia jujur, lebih baik Ia jujur saja tentang Jennifer kepada Exel dari pada nanti akan melukai semua orang apa lagi dia takmau kalau Dara yang akan jadi korbannya. Jennifer pun akhirnya pulang saat Ia berjanji akan membawa pulang Exel untuknya.
''Cepat lah!'' seru Exel saat Ia membaringkan Dara di pangkuannya, Reno pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
10 menit mereka pun sampai di rumah sakit,
dan para petugas pun berlarian memberi bantuan dan segera mendorong bangkar masuk kedalam ruangan khusus untuk menangani pasien yang gawat.
''Ada apa ini?'' David yang mendengar ada pasien yang gawat segera bergegas menemui pasien tersebut namun sesampainya di tempat Ia melihat Exel dan Reno, ''Dokter David tolong selamatkan Nona Dara''
Pinta Reno, sedang Exel hanya diam dengan wajah datarnya, namun tak ada yang tau ke gundahan hatinya Ia hanya berfikir tentang Dara bagaimana jika dia sampai kenapa-kenapa bagaimana jika dia tidak tertolong pikiran itu terus memenuhi benaknya.
Sedang Dokter David yang melihat raut wajah Exel yang seolah tak peduli dengan ke adaan Dara hanya bisa menarik nafas panjang.
"Untuk apa aku berusaha bersusah payah menyelamatkannya? kalau di sini ada orang yang benar-benar sangat menginginkankannya pergi dari dunia ini."
''Jika Dara kenapa-kenapa kau orang pertama yang harus bertanggung jawab.!'' Tegas Exel dengan tatapan yang membunuh.
Membuat Dokter David segera bergegas masuk memeriksa ke adaan Dara, sedang Exel dan Reno hanya bisa menunggu di luar dengan perasaan was-wasnya. Setelah satu jam berlalu Dokter David pun keluar.
Ceklek!
''Bagaimana keadaannya David?'' itu pertanyaan awal yang Exel tanyakan begitu Dokter David keluar.
Bugh...
__ADS_1
Bukannya menjawab tapi Dokter David malah memukul bagian perut Exel hingga membuat Exel tersungkur jatuh karena Ia tidak siap dengan serangan Dokter David yang tiba-tiba, sedang Reno begitu terkejut dengan apa yang di lakukan Dokter David kepada tuannya.
''Kau ingin memhunuhnyakan? lalu kenapa kau menyuruhku menyelamatkannya? brengsek! kau tau jika kau terlambat satu menit saja maka nyawanya tidak akan tertolonglagi! kau tau kenapa?bkarena dia tak ada semangat untuk hidup, cukup! Exel, kau hanya punya pilihan melepasnya atau membunuhnya. Dia terkena Hipotermia yang hampir membuat jantung dan nafasnya gagal untuk berfungsi."
Uju Dokter David memberi keterangan, sambil menatap Exel yang kini sudah berdiri tegak di depannya.
Deg.
Penjelasan yang singkat dari Dokter David mampu membuat nafas Exel hampir tercekat,nampak raut ke khawatiran begitu jelas tersirat di wajahnya, dan itu begitu jelas terlihat di mata Dokter David. Tubuhnya seakan tak bernyawa terasa lemas dan kaku,saat mendengarkan penjelasan Dokter David.
"Apa aku boleh! menemuinya sekarang!" tanya Exel dengan nada tegasnya namun di dalam hatinya di selimuti ke gundahan karena fikirannya kini benar-benar di penuhi tentang Dara, bagaimana Ia terus menyiksanya lahir dan batin, Ia selalu menafikkan rasanya dengan mengingat tujuan utamanya adalah balas dendam.
Namun semua itu bertentangan dengan hati kecilnya sejak pertama berjumpa dengan Dara di dalam lift sebenarnya rasa keter ikatan itu sudah ada namun Ia sadar wanita di depannya adalah anak dari musuhnya.
"Tunggu! beberapa saat lagi karena aku sedang menyuruh suster untuk memindahkannya, keruangan VIP, dengarkan aku jangan buat dia syok jika kau tak ingin membuat jiwanya tertekan." Terang Dokter David setelah lama terdiam.
"Hari ini juga dia boleh pulang' jika kau ingin membawanya pulang' tapi tunggu! sampai Ia sadar dan tenang' lanjut Dokter David. Lalu Ia pamit untuk menangani pasien, lainnya.
"Jika ada apa-apa cepat hubungi aku!" serunya.
Dan Exel hanya mengngguk pelan, "Bagaimana! dengan Jennifer?" ucapnya menatap Reno. "Aku sudah berjanji' akan menikahinya dan--"
"Tuan Anda mungkin salah faham! atas semua yang terjadi hari ini. Liontin itu memang benar-benar milik Nona Tuan." Terang Reno dengan suara tercekat.
''Apa maksudmu!" tegas Exel.
Reno pun dengan tangan, yang bergetar menyerahkan gawainya, dan membuka sebuah kiriman vidio kejadian di saat mereka mabuk berat, sesaat kemudian Exel, mengetat -kan rahangnya, mencengkram, dengan kuat gawai, yang ada di tangannya, sebelum gawai, itu berakhir, membentur dinding.
__ADS_1
"Tut--Tuan, yah! kenapa di lempar! hancurkan.'' Reno hanya bisa bergumam dalam hati, melihat benda pipih miliknya jadi korban karena kemarahan Tuannya itu.
"Aku ingin! malam ini bertemu Jennifer!" tegas Exel sambil berlalu pergi.