Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Merasa Cemburu


__ADS_3

Setelah berhasil membawa Susan dengan sedikit memaksanya karena wanita itu sudah mabuk berat, David pun Permisi pamit pulang kepada pada Excel, dan itu pun hanya melalui sambungan telepon, begitu berhasil membawa Susan masuk ke dalam mobil meski dengan bersusah payah, setelah membaringkan tubuh Susan dengan pelan tiba-tiba saja ia merasakan tubuhnya terasa aneh, rasa panas yang menjalar begitu cepat ia rasakan di dalam Tubuhnya.


"Damn it..." umpatnya saat menyadari reaksi tubuhnya itu.


"Untung saja aku datang tepat waktu kalau tidak lelaki itu mungkin akan membuat Susan tidur bersamanya Dasar laki-laki brengsek kurang ajar, Awas saja aku akan membalasnya nanti," geramnya mengepalkan kedua tangannya, David menatap Susan yang sudah mulai tertidur ia pun merapikan posisi tidur wanita tersebut.


"Kau itu bodoh sekali sudah tahu itu minuman beralkohol Kenapa kau meminumnya juga,


"Aku tidak bodoh, Kau yang bodoh Kenapa kau membawaku datang ke tempat ini kalau aku hanya melihatmu duduk bersama wanita lain," racaunya.


"Apa kau merasa cemburu pada ku?"


"Heh...cemburu padamu yang benar saja untuk apa aku cemburu pada lelaki yang takut wanita sepertimu, aku hanya tidak suka kau dekat dengan wanita lain karena selama ini kau hanya bersamaku bukan dengan wanita lain dan hari ini kau menyakitiku kau hajat David."


Susan yang, merasa kesal dengan Dokter David menarik kerah baju lelaki itu tanpa menyadari apa yang terjadi terhadap David atas kelakuannya itu ia semakin Menarik kerah bajunya dan itu membuatnya semakin begitu dekat dengan wajahnya membuat apa yang ada dalam diri David tiba-tiba saja bergejolak.


"Sebaiknya aku cepat pergi dari sini kalau tidak maka aku akan melakukannya dengannya di dalam mobil ini" pikir David Ia pun segera melepaskan tangan Susan dari kerah bajunya, Namun siapa sangka perbuatannya itu membuat dirinya terpancing saat wanita itu terus meronta dan bergerak-gerak tanpa disengaja membuatnya terjerembab di atas tubuh Susan.


"Kenapa?" ucap Susan menatapnya begitu intens.


"Apa kau takut melakukannya denganku,?"


Susan pun memberanikan dirinya mendekatkan bibirnya ke bibir milik David dan sontak saja membuat David membalasnya seketika, dan tidak cukup sampai di situ saja kini David merobek dress yang dipakai Susan hinga meninggalkan Branya saja, namun dengan cepat David menyadarkan dirinya,


"David Kamu mau ke mana?" ucap Susan kembali sambil meraih tangan David, dan menyentuhkannya di wajahnya, kini darahnya kembali berdesir.


"Tidak…! aku tidak boleh melakukannya, Lebih baik aku segera membawanya dari sini, sebelum semuanya terlambat."


David pun keluar dengan cepat menuju kemudi, karena ia tidak ingin Susan Membuat nya melakukan hal yang tidak di inginkannya,


David segera menuju hotel yang terdekat sebelum pengaruh obat itu bekerja lagi, la pun segera mengangkat tubuh wanita yang masih tertidur karena mabuk itu ia pun segera memperbaiki pakainya yang sempat di sobek nya itu sebelum mengangkat tubuh Susternya itu.


Sesampainya dikamar hotel ia pun segera membaringkan tubuh Susan lalu meraih selimut untuk menutupi tubuh Susan. la pun segera beranjak pergi, namun baru saja ia ingin berbalik tiba-tiba saja sebuah tangan menariknya dengan kencang hingga membuatnya tiba-tiba saja ambruk kembali ke tempat tidur.

__ADS_1


"Susan kau..."


"Jangan tinggalkan aku sendiri aku mohon, aku takut."


"Tapi aku tak bisa berlama-lama di sini aku harus segera pergi karena aku tidak mau terjadi apa-apa denganmu Susan," ujar David kembali hendak bangkit karena apa yang ada dalam tubuhnya kini, kembali bergejolak.


Bukannya melepas kan Susan tanpa sadar mengalungkan tangannya ke leher David, sedangkan kini David tak kuasa untuk menahan dirinya karena apa yang di lakukan Susan membuat tubuhnya kembali bergejolak.


"Susan lepaskan aku, aku mohon aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu,"


"Memangnya apa yang akan terjadi padaku, haaah...aku tidak ingin kau pergi menemui wanita itu lagi,"


"Kenapa? apa kau mencintai ku?"


"Mencintaimu, mmm,.." sesaat Susan terdiam dia seperti berusaha untuk berfikir.


"Bisa iya bisa juga tidak," ujar nya kembali.


"Jawaban seperti apa itu? kenapa kau tak bisa menjawabku dengan serius," padahal David ingin mendengar jawaban iya dari mulut Susan agar ia bisa bertanggung jawab kepada wanita itu jika ia akan terpaksa melakukannya malam ini karena tidak mungkin ia punya kesempatan untuk mencari wanita lain di saat tubuhnya bergejolak karena Susan kini memeluknya begitu erat.


Sedangkan Susan hanya menikmati apa yang di lakukan David padanya tanpa bisa menolak dan membalasnya karena ia masih sangat awam dengan semuanya ia pasrah saat David memberikan gigitan pada lehernya dan setiap sentuhan lembut pada setiap sisi sensitif nya.


Satu des...ahan...lolos begitu saja saat David membelai dan menyecap dengan rakus dua bukit yang begitu menegang itu, bahkan kini tangannya menahan dan menekan kepala David agar David melakukannya lebih lama dan lebih dalam lagi.


"Apa kau menikmati nya,?" tanya David menatap wanita yang masih di bawah Kungkungan nya.


"Aku bertanya padamu apa kau menikmatinya?"


"Hmmm, eng" hanya itu yang keluar dari mulut Susan yang di sertai dengan anggukan


"Sekarang aku akan melakukannya apa kau sudah siap?"


kembali Susan hanya memberikan jawaban lewat anggukan, membuat David kembali tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah aku akan melakukannya, aku harap kau tidak akan menyesali nya,"


David pun berusaha untuk melakukan penyatuannya dengan pelan karena ia yakin ini adalah mengalaman pertama, bagi Susan karena terlihat ia tidak pernah membalas permainan nya itu."


"David...sakit...!" jerit Susan saat merasakan sesuatu miliknya akan terbelah menjadi dua bagian bahkan ia menancapkan kukunya pada punggung David, membuat David segera tersadar dan berhenti sejenak.


"Maafkan aku, aku akan melakukannya dengan lembut aku janji," ujarnya lalu mencium dengan lembut kedua mata Susan yang sudah mulai berair, dan kembali David memberikan lum...atan pada bibir ranum milik Susan lalu kembali menyecap kedua bukit yang masih kencang itu, sambil terus bergerak perlahan dibawah sana.


"Ahk...Dav...David..." Suara era...ngan kembali terdengar membuat David mempercepat tempo gerakan nya, dan kini era...ngan demi era...ngan kembali terjadi di dalam kamar hotel yang bernuansa coklat putih itu, ntah sudah berapa lama mereka terus berpacu hingga bersama meraih puncak nya.


"Susan kau adalah wanitaku kau adalah milikku sekarang dan selamanya" Ucap dokter David di saat menatap wajah Susan yang sudah tertidur dalam damai nya bahkan dengkuran halus kini mulai terdengar menandakan kalau wanita itu benar-benar lelah setelah bertempur apa lagi di tambah ia yang mabuk sehabis minum.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Haaaiii....


Sambil nunggu Author up lagi dan lagi yuk ikuti juga karya Author di bawah ini👇


Dan jangan lupa Budayakan Like Komen Vote,


dan hadiah kopi nya agar para Autor tetap bisa berkarya...😍



Nomor 26


Dikhianati oleh orang yang dicintai yaitu sang istri membuat Louis Gabriel menutup diri dari wanita, dia menjalani hari-harinya dengan begitu kesepian bahkan tinggal di rumah mewah dan besar miliknya tanpa ditemani oleh siapapun.


Dingin, kasar, dan arogan menjadi sifat Louis yang merupakan salah satu pengusaha terkaya di negaranya. Meskipun Luois menutup hatinya akan seorang wanita, namun, tidak dengan nafsu dan birahi yang ada di dalam dirinya.


Sebagai seorang laki-laki normal tentu saja dia tetap membutuhkan kaum wanita untuk memenuhi kebutuhan biologisnya itu, dan Loius selalu menggunakan jasa wanita penghibur untuk memuaskan nafsu birahinya.


Sampai akhirnya, dia bertemu dengan seorang wanita yang cuek, urakan bahkan pecicilan bernama Arista yang mampu membuka hati bahkan mencairkan jiwa yang selama ini membeku.

__ADS_1


Seperti apakah pertemuan mereka berdua? akankah Arista menerima cinta dari seorang laki-laki kaya raya, namun, memiliki sifat Arogan dan semena-mena tersebut?


__ADS_2