Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Terkesima.


__ADS_3

''Bibik siapa yang membawaku pulang semalam, karena aku sudah bertanya pada Reno dan bukan dia?'' begitu Exel melihat Bik Nany ia pun langsung bertanya.


''Non Dara dan temannya Den'' jawab bik Nany, ''Teman?'' Exel mengerut kan alisnya


''Iya...'' jawal Bik Nany singkat lalu menyodorkan sebuah gelas yang berisi air lemon dan jahe.


''Minumlah! ini Non Dara yang bikin, kasian, bahkan dari semalam Non, Dara tidak tidur karena menjaga Den Exel'' terang Bik Nany, Exel yang merasa bersalah pun meminta maaf pada Bik Nany.


''Den Exel tidak perlu meminta maaf pada Bibik, Den Exel seharusnya meminta maaf pada Nona kasihan dia Den Exel sudah terlalu banyak melukainya ingat Den, semua akan menjadi penyesalan jika orang itu sudah tak bersama kita lagi'' terang Bik Nany panjang lebar.


Deg.


Exel pun dengan wajah tak bisa di tebak hanya menghela nafas panjang.


''Tapi orang tuanya jahat Bik mereka sudah membuat ke dua orang tuaku tiada.'' Jelas Exel.


''Apakah semuanya itu benar apa pernah Den Exel, bertanya secara langsung apa yang menyebabkan keluarga Non, Dara melaku kannya? mungkin saja bisa jadi apa yang kita tuduhkan itu bukan lah sebenarnya'' lanjut Bik Nany menjelaskan, dan Exel pun membenar kan apa yang di kata kan Bik Nany, tersebut.


''Bik sudah siang aku berangkat dulu!'' sela Exel, beranjak dari ruangan itu ia pun sibuk mencari Dara.


''Ternyata dia di sini!'' gumamnya saat Dara terlihat menyiram tanaman, namun langkahnya terhenti saat mendengar Dara berbicara dengan seseorang lewat sambungan telepon.


''Iya Kak, benar aku tidak apa-apa sekali lagi terimakasih karena Kak, Devan, sudah datang tepat waktu untuk membantuku kalau tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan Exel, aku lagi sibuk lain kali kita sambung''


Dara memutuskan sepihak sambungan telponnya, saat merasa tak ada lagi yang perlu di bicarakan, Dara mengelus dadanya, Ia ter duduk di sebuah kursi taman di sekitar Apartement milik Exel itu, sedangkan cristal bening kini keluar begitu saja pada mata indahnya yang sudah menganak sungai, Ia tak habis fikir apa yang terjadi hingga suaminya harus mabuk berat.

__ADS_1


Apa lagi saat mengingat kata-kata yang ke luar dari mulut Exel saat Ia mengigau


''Siapa dia yang membuatmu seperti ini?'' lirihnya pilu hampir tak bersuara.


Dan tanpa Ia sadari Exel mendengar setiap percakapannya dengan Devan, dan melihat Dara menangis setelah mengakhiri teleponnya, tanpa mengetahui apa yang di fikirkan oleh istrinya itu, Exel mengepalkan kedua tangannya, sedangkan rahangnya mengetat. Dan dengan langkah tegap dan cepat Ia mendekati Dara.


''Ikut aku!'' tegasnya menarik tangan Dara dengan kasar, membuat Dara terkejut, saat tiba-tiba saja, ada tangan kekar menarik tangannya dengan kasar.


''Tut--Tuan kita mau ke mana?'' bukannya menjawab Exel terus menarik tangan Dara hingga Ia merasa kesakitan di pergelangan tangannya.


Exel membawanya masuk ke kamar. ''Ganti bajumu cepat!" perintahnya dengan sarkas. Dengan perasaan takut Dara pun mengganti pakaiannya.


"Bukan itu! itu kurang xexi apa kau tak punya baju xexi?" sergah Exel,


"Tidak Tuan...!'' jawab Dara jujur semua bajunya memang tertutup.


Dan kini mereka berada di salon dan butik,Exel kembali menarik tangan istrinya itu tanpa menyadari jika tangan Dara berdarah karena Ia menggenggam kuat tangan yang terluka bekas pecahan gelas tadi.


''Carikan baju yang **** dan cantik untuknya! dan jangan lupa juga untuk mengubah penampilannya!'' perintah Exel begitu masuk tempat itu, sedangkan Dara hanya bisa, pasrah dengan apa yang suaminya itu lakukan. Tanpa ada kekuatan untuk melawan suaminya.


''Sudah selesai Tuan'' seru pegawai yang di tugaskan merubah penampilan Dara, dan begitu Exel berbalik Ia begitu terkesima,melihat kecantikan Dara yang begitu sempurna, dengan drees shoulder blouse, dengan bahu yang agak terbuka dan di padukan dengan rok pendek sampai di atas lutut, dengan warna senada.


Namun, Dara hanya bisa menunduk sedih dengan apa yang Exel lakukan seolah-olah menelanjanginya karena Ia memang tak menyukai baju yang ****.


''Tut--Tuan bagaimana apa Anda menyukai pelayanan kami?'' tanya sang pegawai sekali lagi karena dari tadi Ia bertanya pada Exel, namun Ia hanya terdiam, membuat pegawai itu takut mengangap kalau Exel marah dan tak menyukai pelayanan mereka.

__ADS_1


''A-e iya'' jawab Exel tergagap.


''Maksudku oke juga!'' jawabnya datar, untuk menutupi ke gugupannya, sedangkan Dara masih menunduk menahan malu, ingin rasanya Ia menangis dengan apa yang di lakukan Exel hari ini, Ia tak menyangka kalau suaminya itu tega mempermalukannya, dengan memakai kannya pakaian yang hampir telanjang.


Setelah melunasi semuanya Excel pun kembali mengajak Dara untuk masuk ke mobil, hening tak ada percakapan hanya sesekali Dara akan menaikkan lengan bajunya, dan sesekali menarik roknya agar bisa menutup paha bagian bawah dan ke dua lututnya.


Dan sesekali Exel pun melirik ke arah Dara,


''kenapa kau harus menutupinya? bukankah itu bagus untuk di pandang' dan aku kira kau sangat menyukainya jika kau bertemu seseorang dia juga pasti senang melihat penampilanmu ini? anggap saja aku membantu kalian untuk berkencan.''


Ucap Exel datar dengan nada Ejekan Sedang Dara masih tetap membisu dengan memendam rasa. Ingin berkomentar pun toh tak ada gunanya Exel pasti akan punya 1000 kata-kata untuk kembali menghina dan menjatuhkannya.


Setelah 30 menit mereka pun sampai pada tujuannya, turunlah kita sudah sampai!" celetuk Exel. Dan betapa terkejutnya Dara ketika Ia mengetahui sedang berada di mana.


"In-ini kan kantor? kenapa kita harus kesini? Tuan?" ucapnya penuh tanda tanya.


"Iya' apa ada yang salah dengan semua ini! atau kau berharap akan tinggal di hotel dan bertemu ke kasihmu di sana!" sahut Exel penuh penekanan.


''Tuan aku hanya malu jika terlihat berpakaian seperti ini.'' Ucap Dara menunduk sedih,sedangkan wajahnya kini sudah memerah karena malu karena Exel terus mempermalukannya.


''Untuk apa kau malu tak ada yang melihatmu ayo cepat turun!" Dara pun dengan berat hati melangkah turun, namun dia berusaha menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, lalu mengikuti langkah Exel yang berjalan begitu cepat, hingga kini mereka pun sampai di depan pintu sebuah ruangan yg khusus untuk CEO. Dan Bugh.


Dara merasakan jidatnya sakit gara-gara menabrak punggung Excel.


''Auwww...!'' cicit Dara

__ADS_1


''Apa kau sengaja menabrakku!?'' sarkas Exel, ''Tit_tidak Tuan saya betul-betul tidak tau kalau Anda akan berhenti.''


''Dara!!!''


__ADS_2