Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Perasaan yang dongkol


__ADS_3

"Dasar sial, tau begini aku tidak akan mau jadi Asisten pribadi nya! Dan untuk apa juga la mengajak wanitanya itu datang kemari kalau cuma untuk menemaninya makan saja."


Amara terus menggerutu dalam hati karena Ia benar-benar kesal dengan apa yang dilakukan Darandra, padanya. Bagaimana tidak di saat Amara Tengah asik membersihkan ruangan yang akan ditempati Darandra. Ia Malah asik duduk dengan Tasya, tanpa memperdulikan nya, dengan hati yang dongkol Amara terus menggerutu Karena ia merasa Darandra benar-benar keterlaluan, telah memperlakukannya Seenaknya saja. mempertontonkan kemesraannya di depan Amara.


"Amara Kemarilah!"


"Ya,, ada apa?" Jawab Amara.


"Boleh tidak aku minta bantuanmu. Tolong kau bawakan barang-barangnya Tasya ke dalam mobil." Perintah Darandra


"What!" Pekik Amara namun hanya di dalam hati. Saat, mendengar perintah Darandra


"Amara! Apa kau tidak mendengarku?"


"Ah oh ya ya apakah Dokter sedang berbicara denganku?"


"CK, apa suaraku kurang jelas di telingamu? atau kau sedang Aayik memikirkan seseorang?"


"Eh,, oh, kok...dokter sangat pintar sekali sangat tahu kalau saya sedang memikirkan seseorang, dan apa dokter Juga Tahu kalau orang itu__"


"Orang itu kenapa?" tanya Darandra menjeda kalimat Amara dengan wajah masamnya.


"Tit-tidak apa-apa." Gugupnya.


"Baiklah aku akan membawanya ke mobil tapi setelah itu Izinkan aku pulang, karena aku sudah capek..."


"Kau tidak boleh pulang sebelum kau membereskan semuanya! Ayo Tasya, kita pergi" Ajaknya menggandeng tangan Tasya sedangkan Amara hanya menggerutu di belakang sambil membawa barang-barang milik Tasya.


"Seharusnya kau, bertanya siapa orang yang aku fikirkan. Orang ltu adalah kamu! karena kamu orang yang paling menyebalkan tapi ntah kenapa aku semakin mencintaimu, walau sebenarnya aku ingin terlepas dari hubungan ini, apa kau tahu aku selalu berdoa agar rasa ku ini hilang dari ingatanku, tentangmu tentang kita dan semuanya"


Amara bermonolog sambil sesekali Terus menatap kepergian mobil tersebut hingga mobil itu pun menghilang di ujung jalan.


"Oh Tuhan Kasihan banget sih hidupku. Aku punya suami tapi tak menganggapku istri, aku punya madu tapi dia menganggapku hanya sebagai pembantu. Kalau terus begini Aku bisa gila di buatnya, Aku tidak kuat menjalaninya," Amara terduduk dengan lesu menatap jalan yang sudah mulai agak sepi.


"Apa sebaiknya aku ke Cafe' di mana tempat Kak Renata kerja saja? iya aku akan ke sana setelah aku membersihkan ini dulu Amara pun dengan segera beranjak dari duduknya lalu buru-buru menyelesaikan tugasnya. Setelah semua dirasa sudah selesai, Ia pun bergegas menuju Cafe' di mana tempat Renata tempo hari membawanya.


"Maaf mbak, Apakah anda butuh sesuatu?" tanya salah seorang pegawai di cafe itu.

__ADS_1


"Aku hanya ingin bertemu Kak Renata, apa Kak Renata nya ada?"


"Oh,, iya tuh, hari ini dia tidak masuk karena dia sepertinya sedang sakit."


"Sedang sakit.?"


"Iya Karena tadi dia sempat menelpo untuk minta izin"


"Baiklah Lain kali saja. Terima kasih, Mbak, kalau begitu saya mau pergi dulu." dengan langkah yang lesu Amara berjalan keluar meninggalkan cafe tersebut.


Tit...tit...tit...


"Siapa sih! gak ada sopan santunnya pakai klakson? kayak orang baru punya mobil saja. aku kan jalannya di pinggir tidak ditengah jalan.


Tit...tit...tit...


"Kenapa di klakson terus sih?" Amara yang merasa terganggu dengan bunyi klakson mobil di belakangnya, namun ketika sedang asyik menggerutu tiba-tiba saja tangannya ditarik lalu tubuhnya dihempaskan di dalam mobil dengan pelan.


"Kau-kau siapa?" cicit Amara bergetar ketakutan.


"lni aku,"


"Kau benar sekali, Amara aku memang selalu mengikutimu Kemanapun kau pergi, karena kau harus selalu berada di dalam pantauanku." Ucap Danu serius.


"Huh dasar Kakak, emangnya ini aku adalah seorang tahanan rumah yang harus dipantau," "Ayo aku antar kamu pulang" ajak Danu.


"Tapi kak, aku takut kalau Darandra dia nanti bisa curiga.


"Kamu tak perlu takut nanti biar kakak yang menjelaskannya. Apa kau sangat takut kepadanya?"


"tidak juga untuk apa aku takut padanya"


"lalu ayo ikut bersamaku. Terima kasih kak mending tidak usah aku keluar saja. Aku juga tidak mau dianggap menjadi orang ketiga diantara Hubungan Kakak,"


"tidak apa-apa, justru selama ini kita berpura-pura untuk itu kan?"


"Tapi kasihan juga dia Kak, Dia sangat mencintaimu."

__ADS_1


"Iya Aku tahu, tapi dia kan belum lulus sekolah masa Kakak mau pacaran sama anak kecil.


"Lalu Kakak, mau pacaran sama siapa?"


"sama kamu!"


"ah kakak ada-ada aja sih?"


"benar Aku serius seandainya semua bisa terulang kembali aku akan tetap mempertahankanmu, tak akan biarkan orang sedikitpun untuk melukaimu, aku akan selalu membuatmu bahagia."


"Kakak! Kakak ini bicara apa sih! ngelantur saja."


"Aku serius Amara! Kau tau kedatanganku ke Indonesia, hanya untuk mengungkapkan rasa cintaku kepadamu, tapi aku terlambat saat mengetahui bahwa kau mencintai pria lain di hatimu."


"Maafkan aku Kak" ucap Amara sambil menunduk.


"Tidak ada yang perlu dimaafkan dalam perasaan, karena cinta itu tidak pernah salah menempatkan dirinya pada orang yang patut untuk menerima cinta itu. Yang salah adalah kita yang selalu terobsesi untuk mencintai dan memiliki orang tersebut"


"Kak Apa kau sedang menyindirku?"


"Aku tidak sedang menyindirmu hanya saja aku tidak ingin melihatmu larut dalam semua kesedihanmu sendiri. Amara jika suatu saat kau berpisah kamu jangan takut ada aku yang selalu bersamamu kemanapun kau akan melangkah aku akan terus menemani itu janjiku padamu Amara."


"Kakak kau membuatku terharu. Seandainya orang yang aku cintai itu sepertimu, mungkin aku adalah orang yang paling bahagia mendapatkan cinta yang begitu besarnya tapi aku harap kakak bisa menjaga hati wanita yang mencintai kakak karena cinta itu bukanlah kesempurnaannya tapi perbedaan dan kekurangannya. Belajarlah Kak untuk mencintainya Agar suatu saat kakak tidak menyesal"


"Aku sedang berusaha untuk itu, kau tak perlu khawatir." Ucap Danu,


"Sekarang kau akan kemana? aku akan mengantarmu"


"Sebenarnya tadi Amara ingin ke rumah Kak Renata tapi sepertinya sedang sakit."


"kalau begitu ayo ikut aku,"


"kita mau ke mana Kak?"


"Ayo ikut saja."


"Baiklah aku akan ikut'. tapi Berjanjilah kau akan mengantarku pulang sebelum Darandra pulang lebih awal Baiklah kakak akan usahakan untuk kita pulang lebih awal"

__ADS_1


Akhirnya, Amara pun menyetujui kalau dia akan diantarkan pulang lebih awal "Sebenarnya kita mau ke mana Kak?"."sudahlah jangan banyak tanya nanti pun kamu akan mengetahui sendiri" Ucap Danu menimpali. Dan benar saja Amara pun hanya memilih diam tanpa ingin berbicara sepatah kata pun.


__ADS_2