Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Renata Kritis.


__ADS_3

Flashback on.


Ceklek.


baik Baron, Damara, Exel, Restu, Jelita, dan Dara sama-sama menoleh ke arah suara pintu yang terbuka yaitu pintu ruangan operasi di mana Renata Tengah berjuang di dalam antara hidup dan mati.


"Bagaimana dokter, Bagaimana dengan istri saya,? dan bagaimana dengan kandungannya,?" Baron yang melihat dokter keluar langsung berdiri lalu berjalan mendekati dan memberikan pertanyaannya secara beruntun beruntung dokter yang menangani operasi Renata adalah dokter keturunan Indonesia.


"Apakah saya bisa bicara dengan Tuan Baron,?"


"Iya, saya sendiri dokter," tunjuk nya pada diri sendiri.


"Baiklah kalau begitu, mari silakan ikut saya sebentar," Ajak Dokter tersebut, Baron pun segera mengejar Langkah kaki sang dokter untuk menuju ke ruangan pribadinya.


"Ada apa sebenarnya ini dokter,? Kenapa anda tidak langsung memberitahukan saya bagaimana keadaan istri saya Bukankah saya menanyakan hal itu kepada anda tapi Kenapa anda tidak menjawabnya,?" Baron kembali berujar tanpa titik dan koma.


"Begini Tuan ada hal pentingnya ingin saya katakan kepada anda," ujar dokter tersebut yang bernama Rizal, Diapun menunduk lalu menarik nafas panjang setelah itu menatap Baron membuat jantung Baron berdegup begitu kencang.


"Tuan apakah anda sudah mempersiapkan diri Anda untuk mendengar berita yang akan saya sampaikan ini mendengar perkataan sang dokter tubuh Baron seakan melemas seperti jely.


"Dokter saya sudah siap,!" ucapnya tenang namun seolah tanpa tenaga.


"Baiklah, saya akan menyampaikannya kepada anda yang pertama selamat Putri Anda lahir sempurna dengan selamat dan kami sudah memindahkan Putri anda ke dalam ruangan yang lebih steril kami memasukkannya ke dalam picu, untuk sementara ini Putri anda akan kami masukkan ke dalam inkubator karena mengingat ia terlahir dalam usia kandungan istri anda 7 bulan," Terang dokter mulai menjelaskan titik permasalahannya.


"Lalu istri saya dokter,?" Baron yang mendengar bahwa istrinya melahirkan seorang putri untuknya tidak bisa menggambarkan bagaimana bahagia hatinya saat ini, namun yang lebih penting dari kebahagiaan nya itu adalah keadaan istrinya, hingga ia bertanya sedangkan tatapan matanya masih tertuju pada wajah dokter yang masih nampak serius itu.


"lstri anda...maafkan kami istri anda sedang kritis tapi kami sudah mengeluarkan semua Cancer yang ada di dalam perutnya sungguh Itu adalah sebuah keajaiban dan tak ada satupun yang tersisa tapi maafkan kami karena harus mengangkat kandungannya itu membuat istri anda tidak akan bisa hamil lagi, sekarang berdoalah Semoga Tuhan memberikan keajaiban untuk membuat istri anda mampu melewati masa kritisnya, karena jika dalam satu kali 24 jam ia tidak bisa melewati kristisnya maka kami tidak bisa apa-apa lagi, anda harus mengilaskan kepergiannya.


Deg.


Bagaikan petir di siang hari saat Baron mendengar penjelasan dari dokter tentang istrinya yang sekarang ini dalam keadaan kritis, walau penyakit di dalm tubuh nya sudah bisa di atasi.

__ADS_1


"Baiklah, dokter apa hanya itu yang akan Anda sampaikan,?" Tanya Baron lagi dengan suara yang pelan dengan wajah yang lesu.


"Iya,, hanya itu saja, nanti untuk kedepannya akan ada rekan saya yang akan mengurus semuanya anda bisa meminta kejelasan kepadanya jika Anda butuh sesuatu atau ingin menanyakan sesuatu tentang istri Anda, Segera hubungi saya ini kartu nama saya," Sang dokter mengulurkan tangan dan memberikan sebuah kartu kepada Baron.


"Baiklah, terima kasih Dokter," ucapnya lalu meraih kartu nama milik dokter tersebut. "Kapan saya bisa menemui istri saya dokter,?" Tanyanya kembali kepada dokter Rizal.


"Anda boleh menemui istri anda sekarang tapi setelah ia dipindahkan,"


"Baiklah dokter, kalau begitu terima kasih sekali lagi dokter," dan benar saja setelah Renata dibersihkan la pun segera si pindahkan ke dalam ruangan yang sangat steril, sedangkan di tubuh nya sudah lengkap terpasang alat untuk penunjang hidupnya.


"Bagaiman apa kata dokter,?" Tanya Damara saat melihat Baron datang dengan wajah yang bermuram.


"Renata sedang kritis, dan ia hanya mempunyai waktu satu kali 24 jam Tuan," Baik Damara dan semuanya terkejut mereka semua saling melempar pandangan lalu menatap Baron dengan tatapan lba.


"Kau harus bisa menjalani semuanya demi Anak mu," ujar Damara memberi semangat dan pelukan.


dan ucapan Damara seolah memberikan tamparan kepadanya la seolah tersadar akan sesuatu.


"Putri..." ucap semuanya dan kembali saling menatap.


"lya, Putriku lahir dengan selamat aku akan menemuinya dulu," Jawab Baron sambil terus berlalu.


Dan di sinilah Baron membawa bayi kecil yang masih keriput itu di depan tubuh Renata yang masih kritis, setelah sebelumnya meminta izin terlebih dahulu kepada Dokter, Dokter mengizinkannya selama bayi di dalam inkubator' dan dalam pengawasan dokter.


Baron meraih tangan Renata dan meletakkannya, ke dalam inkubator.


"Kau harus sembuh demi Putri kita, aku mencintai mu sayang, aku mencintai mu, dan mulai sekarang kau tidak usah khawatir, tentangnya karena aku berjanji padamu aku akan menjadi Ayah yang dan ibu yang baik, untuk putra putri kita," ucapnya sendu.


"Tuan, maaf kami akan membawa Putri Anda kembali," ujar salah seorang perawat.


"Sayang, lihat lah Putri kita sekali saja, aku mohon buka matamu sekali ini saja dan maafkan aku, kau boleh menghukumku, membenciku, memukulku tapi aku mohon," Baron terus saja memohon dengan rasa penyesalnya yang besar.

__ADS_1


la tertunduk dalam keterpurukannya hingga sebuah tangan pun bergerak-gerak membelai wajahnya.


"Sayang, sayang bangunlah, hai...kau kenapa? lihat aku, aku baik-baik saja aku juga sangat mencintaimu, dan Baron pun melihat Renata bangun lalu memberikannya sebuah kecupa di bibirnya.


"Sayang,, sayang... tunggu-tunggu aku..." Baron histeris memanggil istrinya, hingga sebuah tepukan di punggungnya menyadarkan nya, Baron pun sedikita


"Maaf Tuan, Anda sudah menunggu istri anda di sini sudah satu minggu, dan Anda jarang istirahat mungkin karena itu anda bermimpi buruk, maaf sekali lagi jika mengganggu istirahat Anda tapi sebaiknya Anda menyuruh seseorang mengantikan Anda walau hanya sesaat untuk anda beristirahat," ucap sang dokter yang baru saja masuk menemui istrinya untuk di periksa, yah seminggu yang lalu Renata di nyatakan Koma oleh dokter, dan kapan ia tersadar dari komanya hanya Auhtor yang tahu.


Baron mengusap kasar wajahnya, dengan langkah lesu ia pun keluar dari ruangan Renata untuk segera menengok Putri kecilnya itu.


"Hah...kenapa aku sampai ketiduran sepeti tadi," Gerutunya.


"Baron tunggu..." Suara sapaan seorang wanita menghentikan langkah nya.


"Ibu... bagaimana lbu bisa ada di sini,?" Tanyanya berbalik menatap sang lbu.


"Aku yang membawanya kemari,"


"Tuan Anda...?"


"Iya Baron, Nak Damara yang membawa ibu kemari, ibu kesini ingin menjenguk menantu dan sekaligus melihat Cucu lbu."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Haaiii...sambil nunggu Author up yuk ikuti juga karya di bawah ini👇👇👇



Adrian Pratama terpaksa harus menikah dengan adik angkat yang selama ini selalu ia jaga dan ia lindungi. Putri kandung dari ibu angkatnya. Mak Alisa.


Semua itu terjadi karena calon istri Adrian Pratama berselingkuh di belakangnya tepat saat hari pernikahan mereka.

__ADS_1


Sanggupkah Adrian Pratama menjalani pernikahan terpaksa dengan adik putri dari ibu angkat nya?


__ADS_2