Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Mengabaikanmu.


__ADS_3

Setelah mendengar dan mengetahui semuanya Baron merasa dunianya seakan runtuh, Dari semalam ia tidak tidur terus mencari dan bertanya pada siapa pun, Bahkan Cafe tempat ia bekerja pun tutup, sementara,dia juga berusaha bertanya pada Amara, namun semuanya nihil.


"Kalau Renata ada yang melihat tolong kabari saya." Ucapnya pada setiap orang yang di tanyanya, Dia tak menginginkan apa pun sekarang selain ingin meminta maaf pada istrinya yang kini tengah mengandung Calon anaknya itu.


"Sayang kemana aku akan mencarimu, sayang kembalilah, aku mohon maafkan aku, apa kau tak lagi merindukan aku, atau kau sudah tidak mencintaiku lagi, ucap Baron saat menepi di pinggir jalan, sambil menatap sebuah foto di mana Foto itu ia ambil dari Handphone milik Renata yang tertinggal.


'Aku bodoh mengabaikanmu selama ini, kenapa aku tidak mengakui saja perasaanku yang sebenarnya, justru aku hanya sibuk dengan diriku sendiri bahkan aku sibuk dengan masa lalu ku yang aku sendiri, tanpa mempedulikan mu yang sebenarnya sudah berkorban banyak untukku,'


Baron menyandarkan tubuhnya pada kursi kemudi sejenak ia ingin menenangkan diri dan berfikir kembali kemana ia akan mencari Renata, ka mengusap kasar wajahnya, saat mengingat kembali Renata yang selalu bertanya kepadanya.


("Sayang jika aku bisa hamil bagaimana?") Namun ia selalu menganggap semua itu adalah lelucon dan tidak mungkin akan terjadi kehamilan di saat kandungannya sudah terangkat, dan ia selalu menolak jika Renata selalu memberikan pertanyaan seputar anak, kini semuanya sudah terjadi dimana Renata terpaksa memilih pergi membawa anak yang di kandungannya.


"Bagaimana nasip kalian sekarang,? apakah kalian baik-baik saja atau sebaliknya,? Renata aku mencintaimu, sangat mencintaimu katakan padaku kau di mana? Aaaaaarrrgh" Baron memukul setir mobil nya begitu kuat, hingga membuat nya menangis, yah dia menangis karena untuk pertama kalinya dia merasa gagal menjadi seorang suami, dan seorang Ayah yang bertanggung jawab.


Setelah berusaha tenang ia pun kembali menghidupkan mesin mobilnya dan tujuannya, adalah rumahnya, sendiri karena sudah dua hari ini ia tidak pulang, bahkan Chat, telepon dari Lisa sendiri tak pernah di angkatnya, ntah mengapa ia sepertinya tidak ingin bertemu dengan wanita itu.


"Ayah...Ayah cudah pulang Bala lindu cama Ayah, bagaimana Ayah apa Bunda juga ikut cama Ayah? Bala juga Lindu cama Bunda Ayah,"


"Bara, Ayah..."


"Sebaiknya kau masuk kedalam, dan jelaskan pada lbu apa yang terjadi dan kau lakukan pada menantu ku,?" sela Bu Sofia, begitu melihat kedatangan Baron.


"Ibu aku..."


"Jelaskan semua nya di dalam karena jangan sampai aku menghajarmu di sini kau akan malu nanti di lihat tetangga," Sela Bu, Sofia lagi dengan nada ancamannya.


Baron pun bergegas masuk karena ia tak ingin berdebat dengan sang Ibu, apalagi kepalanya masih pusing memikirkan Renata, yang tak tahu dimana rimbanya.

__ADS_1


"Sekarang jelaskan semuanya pada Ibu, kau kemanakan menantuku? apa kau mengusirnya,?"


"lbu dengarkan aku, aku sedang berusaha mencarinya dan..."


"Dan kau berhasil menemukannya,?'' sela menjeda kalimat Baron, sedangkan mata lbu Sofia menatap tajam.


"Ibu dengarkan Baron dulu, Bu, Baron akan menjelaskan semuanya kepada ibu,"


"apa yang akan kau Jelaskan kepada ibumu ini? katakan Baron, apa yang akan kau jelaskan,? kau Baron, Renata adalah wanita yang paling baik yang Ibu temui selama ini, bahkan mantan mendiang istrimu pun menyetujuinya kalau kau menikah dengannya,"


"Mam-mam maksud ibu mantan mandi yang istriku, itu yang ibu maksud itu Lisa,? K-kapan Lisa meninggal Bu,?"


"Apa kau tahu Baron, ibu pergi dari rumah bukan karena saudara Ibu yang meninggal tetapi Lisa,"


"Lisa, apa ibu sadar dengan pembicaraan ibu itu, Ibu bilang Lisa sudah meninggal,? asalkan Ibu tahu selama Ibu pergi aku bersama Lisa Bu, bahkan kami merencanakan untuk menikah kembali setelah aku kembali dari luar kota.


"Ibu bersyukur kalau kamu sudah menyesal dan menyadari semua kesalahanmu tugasmu sekarang hanyalah untuk mencarinya dan ya Kenapa kamu bisa mengatakan kalau kamu akan menikah, dengan Lisa lagi aku tahu Lisa bagaimana Baron, dia wanita baik, selama ini Ibu hanya berpura-pura membencinya di depanmu agar kamu bisa melupakannya Karena itu semua permintaan terakhir Lisa.


Kau bisa melihat ini Baron, ini adalah pesan terakhirnya untukmu sebenarnya selama ini Lisa mengalami Stres semenjak melahirkan putramu itu ia mengalami Baby blues, dan karena tekanan dari keluarganya membuatnya tidak dapat perhatian dengan baik hinga penyakitnya berubah menjadi, depresi Postpartum. Dia berubah ingin menyakiti diri sendiri.


Risa, yang di tugaskan menjaganya malah meracuninya dengan obat-obatan hingga membuatnya lumpuh


dan dia sebenarnya tidak pernah menikah lagi, dia hanya tidak ingin membuatmu susah, dia tidak ingin menjadi beban dalam hidupmu, karena dia tahu keadaan kita itu seperti apa,"


mendengar apa yang dijelaskan oleh ibunya Baron menjadi tambah bingung antara ibunya dengan kenyataan yang dialaminya selama ini yang mana harus dia percaya.


"Tapi Bu, kenapa ibu mengatakan Lisa sudah meninggal,? yang harus Ibu tahu, aku selama ini bersama Lisa Bu, Bara pun sering bersamanya bahkan aku mengusir Renata karena Lisa Bu, karena aku ingin menikahinya mendengar.

__ADS_1


Plak.


Apa yang dijelaskan Baron membuat satu tamparan melayang di wajahnya.


"Suami macam apa kamu Baron,? kau tega mengusir istrimu demi wanita lain? dan Ibu tidak percaya ucapanmu itu, karena yang Ibu tahu Lisa sudah meninggal, jika iya memang menurutmu wanita itu adalah Lisa dia bukan Lisa Baron, tapi Risa, Risa dia adalah saudara kembar Lisa, dialah yang membuat Lisa menjadi seperti sekarang ini."


"Apa maksud ibu? Baron tidak mengerti Bu," "apa yang Ibu maksudkan? Bukalah dulu Baron apa yang ditinggalkan Lisa untukmu nanti jika semua keadaannya sudah membaik kamu bisa mengajak Bara untuk pergi ke tempat ibunya itu perkenalkan ia pada ibunya,"


"Tapi kenapa sekarang Bu,? kenapa? kenapa setelah Lisa tidak ada baru Ibu menyuruhku untuk memperkenalkan Bara pada Lisa,?"


"Ibu Pun berpikiran seperti itu Baron, tapi ini permintaan Lisa, dia tidak ingin bersedih bahkan melihat anaknya bersedih dia juga tidak ingin melihatmu bersedih karena keadaannya,"


"Tapi kenapa Ibu baru mengatakan semua ini sekarang Bu,? kenapa?"


"Bukankah Ibu sudah mengatakannya tadi Apa alasannya Lisa pasti semua sudah menulisnya di dalam buku hariannya itu."


"Baiklah Bu aku masuk ke dalam dulu," tanpa menunggu jawaban dari ibunya Baron, segera berlalu meninggalkan Bu Sofia yang menatapnya dengan tatapan penuh tatapan penuh kebingungan, terkadang ia begitu iba melihat nasib anaknya yang selalu berakhir dengan pernikahan yang penuh Dilema.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai..🤗🤗🤗..hayo...sambil nunggu Up lagi yuk kepoin juga novel keren👍 di bawah ini👇



**Mouza yang ingin memberikan kejutan untuk kekasihnya justru malah mendapatkan kejutan tak terduga dari Alan, kekasihnya.


Dengan mata telanjang, Mouza melihat dengan jelas saat Alan sedang bercumbu dengan wanita lain di siang hari, terlebih wanita itu adalah calon kakak iparnya sendiri**.

__ADS_1


__ADS_2