
''Kenapa sampai kayak gini sih Reno? seharusnya kamu! yang menjaga Tuan, tapi kamu malah ikut mabuk?" kesal Dara saat mengetahui suaminya terkapar tak bisa berjalan karena mabuk berat beruntung ia menelpon Reno dan seorang telah memberi tahu ke adaan Reno siapa lagi kalau bukan Jenyfer.
Yang juga saat itu sedang mabuk. Namun ia masih bisa menceritakan semua tentang Reno ia fikir Dara adalah kekasih Reno, ia sengaja melakukannya agar Reno, ribut dengan kekasihnya itu. Karena ia tak menginginkan Reno terus mengekor di belakang Exel.
Dengan susah payah Dara mengangkat tubuh suaminya namun ia tak mampu menopang tubuh suaminya yang masih dalam ke adaan tidak sadar itu,hingga beberapa kali ia harus terjatuh dan tertindis badan suaminya yang berat itu.
hingga seorang laki-laki datang menolongnya, "kak Devan!" cicitnya terkejut.
"Ayo aku akan membatumu" ucap Devan lalu memapah tubuh Exel dan membawanya ke dalam mobil.
"Bagaimana dengan Reno Kak?" biarkan saja' dia masih bisa pulang sendiri kok.''timpal Devan datar.
"kakak tau darimana kalau aku ada disini?" "Aku tidak tau kalau kamu ada di sini, aku hanya me melihat Mobil Tuan Exel, dan aku penasaran apa yang dia lakukan didalam." "Aku harap kakak tidak akan cerita, tentang hal ini ke pada siapapun" pintanya, Dara dengan raut wajah sedih.
"Kamu tenang saja aku tidak akan cerita pada siapa pun!" Ucapnya Devan mantap,
"Terimakasih Kak" hening semua sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Apa kamu bahagia menikah dengannya?" tanya Devan setelah lama terdiam.
"kakak ini ngomong apasih tentu saja aku bahagia''
''iya meski di atas lukaku!'' ''Kak aku_" lebih baik kita membahasnya nanti saja aku tidak mau Tuan Exel kenapa-kenapa'' ucap Dara mengalihkan pembicaraan, tanpa sadar ia,menyebut suaminya itu Tuan.
''Tuan apa aku tidak salah dengar?''
''Itu sebutan nama sayang Exel di panggil Tuan sedang aku Nona bohongnya lagi. ''Sejak kapan kau begitu pandai berbohong? Dara aku mengenalmu sejak bayi bahkan aku sangat mencintaimu jadi aku tau kapan kau berbohong dan kapan kau jujur'jika kau tak bahagia maka katakan padaku aku akan membuatmu berpisah dan biar aku yang berbicara sama Dad Rafa tentang semuanya.'' Ucapnya sambil menatap wanita yang sangat ia cintai itu, lewat sepion.
''Tidak Kak aku punya alasan sendiri kenapa aku menikah dengan Exel itu karena aku sangat mencintainya Kak.'' Devan menatap mata Dara yang berada di belakang kemudi walau itu hanya dari kaca sepion,ia ingin melihat kebohongan di sana namun tatapan itu mengatakan bahwa Dara benar-benar mencintai Exel.
__ADS_1
Ada semburat kecewa di wajahnya saat mengetahui orang yang ia cintai begitu cepat melupakan cintanya yang sudah bertahun-tahun terbina.
''Lalu aku bagai mana apa kau tak pernah serius mencintaiku?''
''Kak!'' ''jawab aku!'' ''tidak sekarang Kak aku mohon.'' pinta nya karena ia semakin gelisah dengan ke adaan suaminya itu.
25menit mereka pun akhirnya sampai di appartement mili Exel,
''di sini saja Kak!'' ujar Dara menunjuk kan salah satu kamar tamu, setelah membaring kan tubuh Exel Devan pun segera pamit undur diri.
"Sekali lagi terima kasih Kak'' ucap Dara tulus dan hanya di angguki pelan oleh Devan sambil berlalu ke luar dari kamar tersebut.
Ia tak ingin berlama-lama melihat Dara yang begitu khawatir dan perhatian ke pada Exel karena itu akan menambah sakit di hatinya.
''Kenapa kau pergi meninggalkan aku. Aku sangat mencintaimu''
Deg,
''Siapa dia yang membuatmu jadi begini?'' lirih Dara merasa bagian keping hatinya ada yang hilang saat mendengar igauan suaminya itu.
Sementara itu Brak!
"Kenapa kau berat sekali Tuan Exel, akhirnya sampai juga kau tidurlah dulu disini besok baru pulang aku pergi dulu Tuan, namun baru saja ia bangkit ber diri tiba-tiba saja tubuhnya menimpa badan kekar di bawahnya.
"Aww...!" pekiknya. "Tuan kau kenapa menarik tanganku haah...!"
"Jangan pergi temani aku, kenapa malam ini kau cantik sekali?"
"Tuan kau jangan menggodaku"
__ADS_1
"Aku tidak menggodamu tapi kau memang terlihat sangat cantik dan **** sayang...!"
perlahan tangannya menangkup wajah wanita cantik yang ada di depannya itu. Mungkin karena pengaruh minuman ia pun memberani kan diri untuk mel..lu..mat bib...ir yang ranum dan begitu menggoda di depan -nya itu.
Dan di luar dugaan Ia pun mendapat balasan hingga mereka berduapun terhanyut hingga terbawa suasana saat tautan itu berubah menjadi pan...as, dengan agr....esifnya Reno,membuat Jenyfer tak berdaya saat tangan kekarnya mengelus dangan lembut sesuatu yang menjadi kesukaannya itu.
Sedangkan Jenyfer pun meraih kep...ala Reno dan dan membenamkannya, Reno melakukannya lebih dal..am lagi Reno pun kini melepas satu persatu yang melekat di t...ubuhnya dan di tu...buh Jenyfer, membuatnya dengan leluasa bergerak dan menelusuri setiap inci tub..uh Jenyfer.
ke dua insan yang masih dalam pengaruh minuman itu terus berg...el..ut, saling memberi dan saling menerima ke han...ga...tan dan ken...ikm...atan hkas perci...nta...an, sedang kan Jenyfer menyangka yang melakukannya adalah Exel sang pujaan hatinya.
Jenyfer terus mengeluarkan suara khas perc..intaan saat menerima setiap sent...uh..an yang di lakukan Reno, apa lagi saat Reno Dengan lihai berm...ain di area sen..si..tifnya membuat tu...buhnya semakin bergetar tidak karuan, karena ini adalah pengalaman pertamanya, dan Ia begitu rela melaku
kannya dengan orang yang sangat dia cintai.
''Apa kau menyukainya?''
''Hmm'' hanya itu yang bisa Ia katakan di sa'at Reno bertanya.
''Bersiaplah aku akan melakukannya.'' ucap Reno lagi dengan sedikit merengang kan k...aki Jenyfer agar dengan mudah Ia melakukan pen...ya..tuannya, kini dirinya pun men..gung..kung tu..buh Jenyfer dengan gerakan lembut ia mengarahkan sang junior Yang sudah men..egang dari tadi.
ia pun kembali memberikan sent..uh...an lembutnya dengan m...elu..mat lembut dua buah kesukaannya itu, dan untuk ke sekian kalinya Jennifer di buat terlena.
''Tuan!'' ucapnya dengan mata yang masih terpejam karena menikmati sen...sa...si yang begitu dahsyat menyerang seluruh organ tub...uh nya.
Sedangkan tubuhnya seperti orang yang sedang kesurupan,''Tuan,lakukan lah!'' racaunya dengan suara parau, lalu Reno pun segera melakukan pen..ya...tuan...nya, ''aaa-ump'' teriakan Jenyfer tenggelam dalam taautan bi...bir Reno.
''Sial kenapa ses...empit ini?'' rutuk Reno saat merasa sang junior begitu sakit, saat ingin menerobos ke pemil...i kan Jenyfer, Reno pun tersenyum penuh arti,''ternyata dia masih suci'' gumamnya dalam hati.
Setelah berusaha sekuat tenaga akhirnya Ia pun berhasil menembus benteng pertahanan Jenyfer, sedang Jenyfer dengan penuh air mata menahan rasa yang begitu sakit, dengan menancapkan kuku panjangnya di punggung Reno.
__ADS_1
Reno,yang faham pun dengan perlahan mengatur gerakannya, Ia terus berusaha memberikan tekanan lembut, hingga Jenyfer kembali merasakan sensasi yang luar biasa.