Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Nona Dara


__ADS_3

"Tuan apa Anda baik-baik saja?" Jennifer bertanya karena ia melihat Exel hanya terdiam dengan tatapan kosong sudah dua jam ia bergeming pada tempatnya sedang Jennifer sedari tadi sudah selesai menziarahi ke dua orang tuanya yang tercinta.


"Tut_Tuan apa Anda baik-baik saja?"


"Hah...ya! a..aku baik-baik saja." gagap Exel ia tersentak dari lamunannya saat Jennifer memberanikan diri menepuk pundaknya. itu di lakukan Jennifer lantaran Exel terus bergeming dari tempatnya.


"Apa kau butuh sesuatu?" tanyanya menatap intens Jennifer.


"Tidak Tuan terima kasih sudah membawaku ke tempat ini. Dan ayo kita pulang aku agak sedikit pusing" terang Jennifer membuat Exel khawatir.


"Ayo aku akan menggendongmu ke mobil" tawar Exel.


"Tidak Tuan saya masih mampu untuk melangkah. Hanya saja mungkin karena kurang tidur jadi agak sedikit pusing" terangnya menjelaskan.


"Apa kau yakin masih mampu untuk berjalan?" kembali Exel bertanya dengan nada khawatir. Dan hanya di angguki oleh Jennifer.


"Setelah sampai di rumah aku akan menelpon Dokter David untuk memeriksamu." ujarnya sambil memasangkan saet belt di tubuh Jennifer. Mobil pun terus meluncur dengan kecepatan sedang dan tepat pukul 6:00 mereka sampai di Apartemen Jennifer yang tertidur begitu nyenyak membuat Exel merasa kasihan karena Jennifer baru bisa tertidur setengah jam yang lalu dan itu semua karena tiba-tiba saja ia merasa gelisah.


Exel pun memilih mengangkat tubuh rinkih itu untuk masuk di kamar tamu miliknya. Tanpa menyadari sepasang mata yang terus menunggunya pulang kini menatap nya dengan tatapan sedih dan kecewa.


Bagaimana tidak dari semalam ia kelaparan hanya ingin makan Ayam geprek yang di beli suaminya namun hingga Ayam ber kokok pun Ayam gepreknya tak sampai-sampai.


Dengan perasaan yang berkecamuk jadi satu. Dara memilih melangkah keluar meninggalkan Apartemen Exel. Dengan rasa sakitnya yang luar biasa, niat hatinya yang semula ingin mengusir Jennifer dan mempertahankan Exel kini pupus saat melihat Exel yang teramat sangat begitu perhatiannya kepada Jennifer.


Dan begitu ia keluar ia pun di kejutkan dengan kedatangan Dokter David.


"Dokter David!"


"Nona Dara!"


"Ada apa kau datang sepagi ini?"


"Nona Dara aku fikir Anda sudah tidak di sini lagi. Maaf kedatangan saya kesini untuk memeriksa ke adaan Nona Jennifer. Tuan Exel menelpon saya katanya Nona Jennifer lagi sakit kepala mungkin ini pengaruh kehamilannya. Maaf Nona saya tidak bermaksud untuk_"


"Tidak apa-apa silahkan masuk mereka juga sepertinya baru sampai lagi pula aku juga mau pergi." terang Dara menjelaskan menjeda kalimat Dokter David.

__ADS_1


Setelah itu Dara pun melenggang pergi begitu saja. Dokter David hanya bisa menatap punggung Dara yang kian menghilang di tikungan jalan.


"Aku jadi binggung waktu itu kan Nona Dara di antar laki-laki asing keluar dari ruang pemeriksaan Dokter Heny bukan asing sih tidak asing." Dokter David meralat sendiri ucapannya saat Merasa pernah melihat Devan.


*


*


"Akhirnya kamu datang juga kamu terlambat 3 menit 15 detik." Tegur Exel yang baru saja keluar dari ruangan setelah membaringkan tubuh Jennifer.


"Ya ampun Tuan aku terlambat pun karena ada sebabnya" elaknya membela diri.


"Ya sudah cepatlah masuk aku tidak bisa menerima alasan, aku akan menemui istriku dul_"


Drrrt...drrrt...drrrt...!


Suara deringan gawai menjeda kalimatnya Exel pun melirik gawainya melihat siapa kiranya yang menghubunginya sepagi ini.


"No baru dan bukan dari negara ini" gumamnya. Dan segera mengangkat panggilan tersebut.


Ia pun mengurungkan niatnya untuk menemui istrinya ia fikir nanti saja sekalian setelah pemeriksaan Jennifer sekalian Ia juga akan mengajak istrinya untuk ikut berbulan madu.


"Periksa dia apakah boleh dia melakukan penerbangan hari ini ke Seoul!" perintah Exel.


Dokter David dengan cepat melaksanakan tugasnya memeriksa tekanan darah dan detak jantung nya.


"Semuanya baik dan normal hanya saja biarkan dia tidur dia hanya kurang tidur usahakan dia minum obat dan vitamin nya secara teratur." Terang sang Dokter.


"Lalu apakah tidak apa-apa kalau dia naik pesawat? karena ada hal yang sangat penting jadi aku akan mengajaknya ke luar negri" tanya Exel sambil melangkah keluar dari ruangan tersebut. Dan di ikuti oleh Dokter David dari belakang.


"Seperti Yang sudah saya jelaskan semuanya baik-baik saja. Yang penting dia harus memperbanyak tidurnya agar dia tidak gampang terkena Anemia." Jelas Dokter David.


"Baiklah Dokter terima kasih untuk semuanya" lanjut Exel menepuk pundak Dokter David.


"Apa Anda akan pergi berdua?" kembali Dokter David bertanya.

__ADS_1


"Tentu saja tidak aku akan mengajak Dara dia juga akan ikut denganku. Ada apa kenapa kau bertanya seperti itu?" Exel mengerutkan alisnya bertanya karena merasa heran dengan pertanyaan Dokter David.


"Apa suami Nona Dara tidak akan marah karena Anda mengajaknya pergi?"


"Suami maksudmu apa kau lupa kalau aku adalah suaminya atau apa kau sedang amnesia!?"


"Lalu siapa laki-laki yang mengantarnya ke Dokter kandungan tepat di hari Anda membawa Nona Jennifer kerumah sakit?" Ucapnya tanpa sadar.


"Apa maksudmu Laki-laki? hamil,? kau mengatakan Dara Hamil dan diantar laki-lak_"


Exel menjeda kalimatnya saat mengingat sesuatu.


"Jangan bilang kalau yang mengantarnya adalah Devan. Brengsek apa yang mereka lakukan di belakangku? kau tunggu aku, aku ingin mencarinya!" geramnya


"Anda akan mencarinya kemana?"


"Ya tentu saja aku akan mencarinya di kamarku." Jawab Exel datar.


"Emangnya Tuan tidak tau Nona ke mana? Nona Dara tidak ada di sini."


"Tau darimana kamu Kalau Dara tidak ada di sini?" tanya Exel heran.


"Karena saya sempat bertemu dengannya tadi di depan dan juga.


Sempat berbicara dengannya. Itulah yang menyebabkan kenapa saya terlambat dan Nona juga yang memberitahukan kalau kalian Baru saja sampai.


Deg.


"Apa! kamu bilang Dara yang memberi tahu kan tentang kedatangan kami dan itu berarti_" Exel menjeda kalimatnya ia begitu terkejut dengan apa yang di sampai kan oleh Dokter David.


"Jangan bilang kalau dia pergi karena kejadian hari ini. Tidak! aku akan Menghubunginya lalu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi." Exel yang mulai panik berusaha menelpon Dara namun Nomor nya sudah tidak aktif.


"Sial kemana perginya! kenapa dia pergi tanpa pamit bukankah selama ini dia selalu pamit.?" rutuknya kesal.


"Kalau begitu saya pamit dulu Tuan dan selamat atas kehamilan ke dua istri Anda."

__ADS_1


"Apa maksud ucapan mu!"


__ADS_2