Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Kamu sedang Hamil.


__ADS_3

"Kenapa Kak Devan diam saja dan tidak menjawab pertanyaankun? dan katakan kenapa Kak Devan bisa membawaku kesini!" sentak Dara yang mulai kesal karena Devan hanya diam saja tanpa ingin menjawab pertanyaannya.


"Dara sebaiknya kita segera pergi dari sini kamu harus makan minum obat lalu minum vitaminnya. Aku akan mengantarkanmu pulang. Itu pun kalau kamu mau!" ujar Devan tanpa ingin menjawab pertanyaan Dara.


"Tapi Kak. Aku butuh jawabanmu sekarang bukan ajakanmu aku kenapa? kenapa Kakak tidak mau menjawab pertanyaanku!" ucapnya kembali dengan nada suara yang bergetar menahan tangisnya sedang matanya menatap Devan dengan kilatan marah dan kesedihan.


"Aku akan menjawab pertanyaanmu tapi tidak di sini. Ayo cepat kita pulang aku akan mengantarmu Aku tidak ingin kau kenapa-kenapa aku mohon ikutlah denganku"


bujuk Devan berusaha memberikannya pengertian kepada Dara agar dia tidak terlalu lama berdiri menyaksikan adegan yang ada di depannya. Devan tak tega melihat Dara yang berdiri lama hanya untuk menyaksikan suaminya yang sedang memeluk wanita lain.


"Ayo ikut aku cepat!" sentak Devan segera menarik tangan Dara untuk meninggalkan rumah sakit sedang Dara hanya menurut saja tanpa membantah saat tangannya kini ditarik oleh Devan.


"Kenapa kita kembali ke sini lagi Kak?" cicit Dara ketika Devan membawanya masuk ke dalam ruangan di mana tadi ia sedang dirawat.


Apa kamu mau meninggalkan tas dan Handphonemu jawab depan sambil meraih sling bag milik Dara. Setelah itu Devan kembali menggenggam tangan Dara lalu mengajaknya keluar tanpa mereka sadari ada. Sepasang. Mata terus memperhatikan gerak gerik mereka begitu mereka keluar dari ruang di mana ruangan itu dikhususkan untuk pemeriksaan ibu hamil,


"itu kan Dara tapi kenapa dia tidak bersama Exel.? Siapa laki-laki itu yang menggandeng tangannya bukankah dia juga yang waktu, eeem...Exel hilang ingatan? dan Exel hari ini juga dia bersama wanita lain, dan Dara juga jalan sama laki-laki lain ini aneh." fikirnya namun Ia pun segera berlalu meninggalkan tempat di mana dia berdiri mematung menyaksikan kemesraan Exel dari jauh.


"Lepaskan aku Kak Aku tidak mau pulang sebelum kakak menjelaskan semuanya kepadaku aku kenapa apa yang terjadi apa padaku penyakitku berbahaya sehingga kakak tidak mau menjelaskannya padaku?" Dara yang kesal menghempaskan tangannya dari genggaman Devan saat ia baru saja tiba di samping mobil milik Devan Ia pun berbalik ingin pergi.

__ADS_1


"Kamu sedang hamil Dara, dan itu sudah 1 bulan!."


Deg.


Dara tercekat dengan perkataan Devan. Ia pun hanya bisa terpaku di tempatnya berdiri sedang otaknya sudah tidak bisa mencerna apa yang di sampaikan Devan.


"Dara apa kau mendengarku aku mohon ayo kita pulang aku tidak ingin kandungan mu kenapa- kenapa. Dokter bilang kau tidak boleh capek dan banyak fikiran karena itu akan membahayakan janinmu nanti"


setelah selesai berucap Devan pun segera membukakan pintu mobil untuk Dara. Sedang Dara yang masih terdiam hanya bisa menurut saat Devan kembali menariknya masuk ke dalam mobil. Mobil pun melesat meninggal kan rumah sakit.


Devan terus menatap Dara yang masih membuang wajahnya menatap setiap jalan yang di lalui oleh mobilnya. Hening tak ada yang berbicara semua sibuk dengan fikirannya masing-masing. Dara yang masih diam tanpa berbicara sepatah katapun membuat Devan merasa benar-benar khawatir.


"Dara apa kau baik-baik saja?" kembali Devan bertanya dengan nada khawatir memecahkan kesunyian diantara mereka, Dara yang mendengarkan pertanyaan Devan pun menggerakkan tubuhnya dan mengedarkan pandangan ke arah Devan namun itu hanya sesaat karena setelahnya Dara fokus kembali menatap jalan di depannya, hanya sesekali ia mendesah menandakan kalau bebannya terlalu berat.


"Kakak itu tidak lucu kau bercanda kan tentang kehamilanku?" setelah lama terdiam akhirnya Dara memilih untuk membuka suaranya, Devan menarik nafas panjang lalu mendesah, saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Dara sendiri.


"Apa kau tidak mengenalku aku Devan apa selama ini aku pernah berbohong padamu tentang segalanya bahkan tentang perasaanku padamu, hingga kini aku tak bisa menghapusnya." Devan berkata pelan di saat mengatakan perasaannya karena ia tak ingin membuat Dara merasa tidak enak dan terbebani dengan ucapannya.


"Maaf..."

__ADS_1


hanya itu yang keluar dari mulut Dara.


"Untuk apa kau meminta maaf ini semua salahku yang tidak bisa melupakanmu, ini salahku karena terlalu mencintaimu."


"Tapi Kenapa harus sekarang?" Dara berucap tanpa mengalihkan pandangannya yang terus menatap jalan yang berliku di depannya sama persis seperti jalan hidupnya.


"Masud kamu?" balas Devan balik bertanya.


"Kenapa aku harus hamil sekarang di situasi seperti ini. Aku tidak pernah menolak kehadirannya di dalam rahimku hanya saja untuk saat ini yang aku pikirkan Bagaimana kelanjutannya setelah ini aku tak mungkin Bertahan bersamanya di saat dia telah mempunyai anak dari orang lain.


Bahkan dia sangat mempedulikannya, untuk itu aku mohon sama kakak untuk tidak memberitahukan kepada siapapun tentang kehamilanku biarlah aku yang menjalaninya sendiri. Aku akan berjuang untuk membesarkannya sendiri.


Aku akan menyelesaikan semuanya dalam waktu dekat ini. Aku hanya ingin menunggu waktu yang tepat saja untuk mengakhiri semuanya" ucap Dara panjang lebar dan kembali mendesah panjang


"Jadi benar apa yang aku lihat tadi Exel, ternyata menikahi wanita itu aku pikir dia datang untuk menemuimu tapi ternyata dia ada wanita lain. Seandainya aku tahu aku akan menghajarnya karena sudah berulang kali dia menyakiti hatimu, tapi untuk kali ini aku tidak akan membiarkannya untuk menyakitimu lagi, jika kau sudah tak ingin bersamanya lagi. Aku siap menjadi ayah dari Anak yang kau kandung." Ucap Devan sambil menatap Dara yang sedang menyandarkan tubuhnya.


"Tidak! Kak, aku tidak ingin memanfaatkan kebaikan kakak, kakak sudah cukup terlalu baik buatku dan aku tidak ingin lebih dari itu aku mohon Kak Devan mengerti apa yang aku maksud aku ingin kedepannya Kakak mencari wanita yang jauh lebih baik dariku yang bisa mencintai kakak apa adanya yang bisa memberikan cinta bahkan nyawanya sekalipun untuk kakak aku harap suatu saat Kakak bisa mendapatkan wanita seperti itu."


"Tidak Dara! sampai kapanpun dan dengan siapapun Aku tidak akan bisa jatuh cinta selain kepadamu dan bahkan aku tidak akan pernah melupakanmu jika aku tidak pernah bisa bersatu denganmu maka aku tidak ingin menikah dengan orang lain. Karena hati dan cintaku.

__ADS_1


Semua sudah ku beri hanya untukmu Dara, aku akan tetap bertahan menunggumu sampai kapanpun itu aku akan tetap menunggu dirimu untuk menerimaku lagi, tapi jika itu tak bisa terjadi maka biarlah aku sendiri selamanya karena aku tak bisa mencintai wanita lain selain dirimu." tutur Devan panjang lebar.


"Kak Devan aku mohon Janganlah seperti ini karena jika Kakak seperti ini aku yang akan merasa bersalah seumur hidupku karena. Biar bagaimanapun kita sudah tidak bisa bersama lagi baik. Sekarang atau nanti."


__ADS_2