Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Untung saja


__ADS_3

Perlahan Damara merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya itu tangannya pun meraih selimut lalu masuk di dalamnya.


Damar mulai memiringkan tubuhnya mencari posisi ternyaman untuk berbaring sedang satu kakinya di naikka di atas bantal guling lalu memeluknya begitulah cara tidur nyenyak seorang Damara.


Namun malam ini bukan perasaan nyaman tapi perasaan penasaranlah yang ia dapati saat satu kakinya ia naikkan di atas sesuatu yang di anggap bantal.


"Sejak kapan bantal guling ku berubah dingin seperti kulit manusia?" gumamnya bertanya pada diri sendiri sambil bergidik ngeri. Dan ia pun mencoba menyentuh dengan tangan nya.


"Apa-apa ini sebenarnya kenapa seperti tubuh?" Fikir nya lagi karena rasa penasaran ia pun segera mengambil remot untuk menyalakan lampu sedang tangan satunya menyibak selimut dan membuangnya jatuh di lantai.


Seketika matanya membulat saat mengetahui siapa yang berada di tempat tidur nya saat ini.


"Wanita bod_"


Damara menjeda kalimatnya disaat Jelita menggeliat sambil melenguh dengan posisi tidur nya yang terlentang.


Glek!


Dengan susah payah Ia menelan Saliva nya saat matanya menatap tubuh di depannya yang terbalut hanya dengan lingerie yang transparan dan sangat tipis setipis kulit ari itu. Apa lagi saat kedua tangannya Jelita yang terbuka membuatnya dengan leluasa menatap dua gundukan yang membuatnya candu itu nampak ujung kecilnya yang berwarna coklat kemerahan yang begitu ranum. Membuatnya ingin segera menyecapnya. Sedang sang adik kecilnya sudah penuh sesak di bawah sana.


"Damn, apa yang dilakukannya tidur di kamarku tanpa seizinku dan apa yang dia pakai apa dia sengaja ingin menggoda ku.


Sial ini pasti akal-akalanya dia saja agar aku melanggar kontrak itu.


#Flasback on#


"Baiklah aku akan menikah denganmu tapi jangan pernah melakukan itu padaku!" ucap Jelita menatap Damara.


"Apa maksudmu aku tidak faham?" tanya Damara mengerutkan keningnya.


"Jangan pernah menyentuh ku karena nafsu mu. Dan aku harap pernikahan ini hanya setahun, jangan ikut campur urusan masing-masing baik itu urusan pribadi, atau bukan. Aku ingin kotraknya siap besok dan kau boleh menulis poin-poin yang kau inginkan dan aku akan menulis poin-poin yang aku inginkan." Terang Jelita.


"Baiklah aku setuju dan kau harus mematuhi semua isi kontraknya" balas Damara

__ADS_1


"Dan jika itu terjadi maka itu akan jadi perpisahan kita" Ucap nya lagi dan di sanggupi Damara lalu mereka pun masuk ke dalam mansion sambil bergandengan taggan dengan senyuman bahagia yang di buat-buat.


#Flashback of#


"Benar-benar tidak bisa di anggap remeh dia sengaja melakukan nya untuk memancingku!"


Damara lebih memilih keluar dari pada adik kecilnya terus memberontak tidak karuan, namun sebelum keluar Damara memungut selimut yang sempat ia buang tadi.


Di selimutinya tubuh sang istri lalu ia pun memilih hendak segera pergi dari kamar tersebut tak mau ia tinggal lama-lama dengan menatap tubuh yang menggoda iman. Namun


baru saja ia memutar badannya tiba-tiba sebuah tangan menarik nya hingga,


Bugh.


Tubuhnya jatuh menimpa tubuh Jelita, yang masih terlena dalam mimpi indahnya itu. Jelita mengalungkan ke tangannya di leher Damara membuat Damara mau tidak mau merebahkan tubuhnya kesamping sedangkan darahnya mulai memanas menahan gejolaknya, bukannya lepas tangan jelita kini mulai memeluk tubuhnya hingga membuat selimut yang di pakai Jelita tersingkap, sedangkan kepalanya di sembunyi kan di dada bidang milik Damara berusaha mencari tempat ternyaman nya.


"Wanita ini benar-benar akan membuatku mati untuk menahan nya." Gerutunya


Baiklah jangan salahkan aku bantal gulingmu, karena kau sendiri yang memulainya!" seringainya menyentuh tangan Jelita dan melepaskan pelukannya, ditatapnya lekat wajah yang masih terlena dalam tidurnya itu perlahan dia pun menyentuh dagu milik Jelita, dan cup.


Bibirnya bergerak memberikan satu kecupan pada bibir Jelita yang sebenarnya sudah membuatnya candu itu.


"Bibir ini kenapa rasanya manis sekali sedangkan wajahnya membuatku tak bosan ingin terus menatapnya, dan kau terlihat manis jika sedang tertidur," Gumamnya kecil sambil tersenyum.


Deg.


"Apa yang aku lakukan kenapa aku harus mengaguminya dan haaah!" Damara menjambak prustasi rambutnya ia selalu di buat plin plan ketika dirinya selalu berada di samping Jelita.


Damara kembali menatap wajah Jelita dan ia pun kembali menyecap bibir mungil yang mempesona itu dan ntah kenapa Jelita pun sepertinya memberikan akses untuknya membuat Damara bersemangat ********** sedang tangannya mulai bergerilya membuka lingerie yang menempel di tubuh Jelita hingga tubuh itu polos tanpa sehelai benang pun satu desa...han lolos keluar saat Damara mulai meyecap dua buah kesukaan nya itu


sedang Jelita terus menekan kepala suaminya, karena sebenarnya ia sudah terbangun saat Damara menyecap bibirnya yang membuatnya hampir tak bisa bernapas.


Dan entah kenapa ia menikmati permainan Damara yang awalnya lembut namun kini menjadi liar dia terus di buat terlena dengan sentuhannya hingga ia merasa satu tekanan yang di bawah sana membuatnya mengg..elinjang, saat sebuah jari tangan mulai menekan menggelitik dan mulai keluar masuk seperti memberikan pompaan hingga membuatnya menggila dengan rasa itu, ingin rasanya ia meminta lebih dari ini. la berusaha menahan tangan Damara yang menggelitik nya dan berusaha menekannya agar bisa masuk lebih dalam lagi.

__ADS_1


Damara yang mengerti hanya bisa tersenyum saat mengetahui ternyata Jelita sudah bangun dan menikmati permainannya dengan sekali tekanan ia berusaha memberi apa yang Jelita inginkan sebelum ia melakukan penyatuannya.


"Ahk...! Satu erangan kembali lolos saat Jelita merasakan klim...aksnya dengan cepat ia menggigit bibirnya agar tak mengeluarkan suara aneh itu. Dan kini Damara mengarahkan sang Juniornya ingin segera melesat masuk namun baru saja ia menyelupkannya tiba-tiba suara deringan gawainya merusak konsentrasinya.


"Damn!"


Damara melihat siapa yang menelponya tengah malam yang mengganggu permainan panasnya itu. Setelah mengetahui siapa yang menelpon, ia pun segera turun dari tubuh Jelita dan memilih melenggang pergi dalam keadaan masih polos dan itu dapat terlihat oleh Jelita karena ia membuka sedikit matanya, dan jangan di tanya jantungnya kini berdegup kencang saat melihat Junior milik Damara yang masih menegang dia tak dapat membayangkan jika Junior itu jadi menembusnya pasti rasanya akan sakit sekali.


Gleg.


"Haaah untung saja tidak jadi apa yang ingin kau lakukan Jelita bodoh!" Rutuknya pada diri sendiri.


Yah Jelita memang sengaja melakukannya walau pada kenyataan ia juga menikmati permainan Damara. Ia melakukannya tak lain hanya karena ingin Damara melanggar perjanjian dengannya ia rela kehilangan kehormatannya demi bebas dari Damara.


Sedang Damara entah apa yang di bicarakan dan siapa yang menelponnya Jelita tidak tahu bahkan tidak bisa mendengar percakapan lelaki itu. Karena jarak yang agak jauh dan kini Damara memilih masuk ke dalam bathroom untuk bersolo.


*


*


*


Pagi.


Jelita yang terbangun karena merasa haus dikejutkan saat melihat jam yang melingkar di tangannya sedang menunjukkan pukul 9 pagi.


"Ya ampun Kenapa aku ketiduran dan sekarang aku terlambat bangun lagi."


Tok tok tok!


Terdengar ketukan suara pintu yang terdengar diketuk begitu nyaring.


"Siapa...!"

__ADS_1


__ADS_2