Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Dokter Arya


__ADS_3

Sementara itu di negara yang jauh di sana di sebuah Rumah Sakit internasional.


"Bagaimana keadaannya Dokter apa dia bisa selamat?" tanya seorang pria paruh baya pada Dokter yang baru saja keluar dari ruang operasi.


Sang Dokter tidak langsung menjawab tapi menatap orang tua yang ada di depannya dengan seksama.


"Aku rasa kau bukan keluarganya sepertinya dia bukan orang dari negara ini." Ujar sang Dokter sambil menaikan lengan kemejanya, bukannya menjawab sang Dokter malah balik bertanya.


"Iya Anda benar sekali. Aku hanya seorang nelayan aku menemukannya terdampar di dekat perahuku. Jadi, aku menolongnya karena aku lihat urat nadinya masih berdenyut untuk itu aku putuskan untuk segera membawanya kemari." Terang orang tua tersebut memberikan penjelasannya.


"Baiklah mungkin aku akan butuh keteranganmu nanti tapi yang pastinya pasien selamat meski dia masih koma, kita hanya perlu mencari tau dimana keluarganya mungkin saja dia adalah wisatawan asing yang datang untuk berkunjung...tapi kenapa dia harus jadi korban luka tembak?" sang Dokter pun nampak binggung.


"Okey kalau begitu Anda boleh pergi biar dia aku yang akan menanganinya." Jelas sang Dokter kembali setelah lama berfikir.


Orang tua itu hanya mengangguk tanda me ngerti apa yang di sampaikan sang Dokter. Ia pun pamit undur diri setelah memberikan nama dan alamatnya jika suatu hari di butuhkan.


Dan dia pun menyerahkan perawatan orang yang di tolongnya kepada sang Dokter. Karena kebetulan sang Dokter juga dari negara yang sama dengan pasiennya. Dan sang Dokter pun tak lupa mengucapkan terima kasih.


Dan tiba-tiba saja telepon sang Dokter berdering Ia pun segera mengangkat panggilan masuk.


"Apa? yang benar saja. Oke baiklah aku akan segera kesana setelah semuanya kelar!" terang Dokter muda yang begitu tampan itu. Setelah mengakhiri telponnya Ia pun kembali kesebuah ruangan VIP untuk mengecek kembali keadaan pasiennya yang terbaring koma tanpa identitas tersebut.


"Hei Tuan, siapapun dirimu aku harap kau segera bangun kau hebat bisa bertahan sampai detik ini jadi cepetlah bangun!" ujarnya memberi semangat namun sejenak kemudian ia pun tertegun saat memperhatikan dengan seksama siapa sebenarnya yang ada di depannya itu.


"Tidak...ini tidak mungkin bukankah dia itu_" Dan dia pun tercekat saat menyadari siapa yang terbaring di depannya.


"Hah...ya ampun seharusnya aku mengenalmu sejak pertama. kenapa aku jadi sebodoh ini tidak mengenalimu...tapi siapa yang melakukan semua ini padamu dan di mana Tuan besar kenapa dia tak bersamamu atau jangan-jangan dia juga?_"

__ADS_1


Sang Dokter menjeda kalimatnya di saat ia mengingat sesuatu. Dia pun segera memanggil perawat untuk mengontrol pasiennya.


"Berikan padaku laporan terbaru tentang perkembangan pasien. Karena aku akan keluar sejenak. Dia adalah saudaraku jaga dia baik-baik jangan sampai ada orang lain Yang masuk selain diriku!" setelah menjelaskan dan mengintruksikan semuanya ia pun segera beranjak meninggalkan kamar VIP tersebut.


Dan bergegas menuju parkiran rumah sakit. Dan dengan kecepatan penuh ia pun segera melajukan mobilnya membelah jalan raya yang masih basah karena guyuran hujan beberapa waktu yang lalu.


Setelah beberapa saat kemudian Ia pun tiba di sebuah tempat yaitu restoran yang terkenal di kota tersebut.


"Maaf jika menunggu terlalu lama!"


"Tidak apa-apa aku mengerti kau selalu sibuk Dokter Arya. Bagaimana kabarmu selama di sini. Aku lihat kamu semakin okey saja."


"Ya seperti yang kamu lihat sendiri aku baik-baik saja. Kamu sendiri bagaimana sekarang dokter Darandra? dan ada apa kau tiba-tiba kau menghubungiku.? Bahkan rela jauh-jauh datang hanya untuk menemuiku?"


"Seperti kamu juga aku baik-baik saja. Lama tidak berjumpa dan senang rasanya berjumpa denganmu kembali di sini. Ya seperti yang kamu duga tujuanku kemari untuk mengajakmu kerjasama di rumah sakitku. Aku sangat butuh partner kerja sepertimu Kau adalah dokter hebat dan cerdas sedang aku tidak ada apa-apanya." Ujar laki-laki yang ternyata adalah Darandra to the point.


"Kau sudah menggannggu kesibukanku jadi kau harus bertanggung jawab hari ini kau yang bayar semuanya dan_"


"Kak Arya...!"


Dokter Arya menjeda kalimatnya saat mendengar seseorang memanggilnya.


Dan serentak mereka berdua pun berbalik melihat kearah seseorang yang datang menghampirinya seorang gadis cantik berambut lurus sepingang dengan tubuh semampai dan hidung mancung dengan bola mata yang berbinar terlihat sungguh sangat sempurna membuat mata Darandra dan Arya tidak berkedip menatapnya.


"Kakak...! kenapa kau menatapku seperti itu?"


"Tasya... kau! oh Tuhan kenapa kau ada disini dan ada apa dengan penampilanmu?"

__ADS_1


"Oh aku kira apa aku kebetulan ingin makan Kak pas banget kan Kakak disini jadi aku ikut gabung ya! dan Kakak tak perlu lebay ah dengan penampilanku. Bukannya Kakak tiap hari melihatku seperti ini. Bahkan Kakak diam saja. Kenapa Kakak sekarang mengomentari dandananku?" kesalnya sambil memanyunkan bibirnya tanpa memperhatikan Darandra yang dari tadi terus memperhatikannya tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun.


"Sudahlah aku lapar aku mau makan" selanya sambil menarik kursi di depannya untuk duduk.


"Stop...! siapa yang mengijinkanmu duduk disini! kau tidak lihat aku bersama siapa cari tempat duduk lain sana!" usir Arya pada adiknya.


"Tit-tidak apa-apa sekalian gabung saja silahkan Nona!" sela Darandra menghentikan perdebatan keduanya, seketika Tasya pun tersadar jika dari tadi seorang pria tampan terus menatapnya dengan tatapan penuh makna, seketika wajahnya pun berubah memerah karena menahan malu.


"Mm_Maaf..." lirihnya tergagap sambil tersenyum kaku sedangkan ia kini masih menunduk malu.


"Tidak apa-apa, perkenalkan aku teman kuliah Arya waktu diluar Negri" ucap Darandra mencairkan suasana yang semula berubah kaku sambil mengulurkan tangannya, dan Tasya pun dengan tangan yang bergetar menerima uluran tangan dari Darandra.


"Darandra.."


"Tasya..." balas Tasya menyebut namanya.


Sedang Arya hanya menatap jengah sikap teman dan juga adiknya itu yang sepertinya masih terkesan malu-malu.


"Hai...apa kalian akan kenyang dengan berdiam saja. Dan kau cepatlah pesan makanannya karena aku banyak urusan, setelah selesai makan kau segerlah pulang dan Anda Tuan Dokter temani aku kerumah sakit hari ini!"


Darandra dan Tasya hanya mengiakan lewat anggukan kepala. Setelah selesai berucap Arya pun segera memesan makanan dan tak perlu waktu lama ia pun segera bangkit dari duduknya setelah menyantap makanan yang ia pesan.


"Apa ada hal penting yang akan kau tangani di rumah sakit?" Darandra bertanya saat melihat cara makan sahabatnya yang terkesan buru-buru itu.


"Bukan lagi penting tapi ini sangat penting. untuk itu aku juga mengajakmu ikut dan kau Tasya pulanglah bukankah besok kau ada persiapan untuk balik ke Indonesia?"


Tasya hanya bisa menarik nafas panjang mendengar nada perintah dari sang Kakak.

__ADS_1


__ADS_2