Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Ending


__ADS_3

Semua orang merasa gembira menyambut kelahiran dan kepulangan Beby mentari, Damara pun turut bersyukur atas apa yang di anugerah kan Tuhan kepada nya, yaitu keluarga kecil yang bahagia meski pada awal nya kata cinta itu mustahil akan terjadi di antara mereka namun seiring berjalannya waktu ternyata semuanya telah berubah, kini hanya ada cinta dan cinta diantara mereka, cinta yang semakin hari semakin bertambah, apa lagi setelah kelahiran Putri kedua mereka, semuanya terasa lengkap dan sempurna.


Semua orang kini tengah sibuk berfoto ria bersama baby Mentari yang hari ini sedang di Haqikah.


"Maaf,, kami telat datang, karena si kembar rewel tidak mau di tinggal sama Papanya, akhirnya Oma yang menjaga mereka, karena hari ini Papanya ada urusan penting di rumah sakit.


"Apa Kak, Randra akan kembali lagi kerumah sakit Auntie?," Tanya Jelita.


"Sepertinya, lya lagi pula Rumah sakit Emergency, tidak ada yang pimpin, Arya sendiri ingin fokus mengurus istrinya yang lagi hamil apa lagi kandungan Devani di nyatakan sangat lemah." Terang Cleo lagi.


"Mama..Mama...Mama...!" Lagi asyik-asyiknya mereka bercengkrama tiba-tiba saja mereka di kejutkan dengan tangis bayi kembar Darandra, membuat semuanya menoleh ke arah kedua bayi tersebut.


"Stevano, Stevani, kalian kenapa sayang,? rindu ya sama Mama nya," tanya Oma Cleo.


"Sini sayang... sama Auntie,!" Seru Dara dan Jelita secara bersamaan, meski dengan perut yang sangat buncit Dara dengan gemas menggendong keponakannya itu, bahkan kadang sesekali mencium pipi gembul mereka.


Membuat Stevano kembali tertawa, begitupun Jelita dia begitu gemas dengan ke dua bayi lembar Kakak sepupunya dan adik iparnya, Amara yang di katakan telah meninggal setelah melahirkan kedua anak kembar mereka, namun tak ada satu keluarga pun yang bisa menemukan di mana ia di makamkan, dan selama ini ia tinggal dengan siapa tidak ada yang tahu.


Damara nampak berjalan menghampiri ke dua balita itu.


"Maaf kan aku Amara yang tak bisa menjagamu dengan baik, tapi aku berjanji kedua anakmu akan mendapatkan banyak cinta dari kami dan semua orang di sini," Tak terasa bening Cristal jatuh begitu saja di kedua pelupuk matanya.


Jelita memberikan usapan lembut di punggung suaminya yang sekarang bergetar itu.


"Sayang, tidak ada yang tau takdir seseorang bagaimana dan seperti apa, kepergian Amara itu karena pilihannya sendiri, karena ia tidak ingin membuat kita sedih atas apa yang di alaminya selama ini, bukankah kau sudah membaca sendiri surat kepergiannya itu dia mengatakan jangan salahkan siapa-siapa,"


"Amara pergi karena merasa tidak ada yang mempedulikannya, dia memilih jalan itu karena tidak ingin merasa di kasihani,"


"Tidak sayang tidak seperti itu, dengarkan aku aku sangat mengenal Amara, apa lagi sifatnya semenjak menikah dia menjelma menjadi wanita yang tangguh dan dewasa, aku yakin segala sesuatu sudah ia pertimbangkan sebelum ia pergi,"


"Maafkan aku, aku yang membuatnya harus pergi tanpa merasa kan cinta dari suaminya," Sela Tasya sambil tertunduk penuh penyesalan.


"Dan aku juga aku yang membuatnya jadi seperti ini, aku juga bertanggung jawab atas kecelakaan yang membuat Amara seperti ini," Timpal Renata.


"Sudahlah berhentilah saling menyalahkan diri sendiri apa kalian pikir Amara akan suka jika kalian masih menyalahkan diri sendiri, aku tau menantu ku itu seperti apa, hanya saja anak bodoh itu terlambat menyadari nya," ucap Cleo menimpali namun pada akhirnya ia mengumpati putranya sendiri.


"Sudah-Sudah lupakan yang sudah berlalu hari ini hari untuk baby Mentari kenapa kalian merubahnya menjadi acara airmata," Tegur Anggun, yang membuat mereka seketika terdiam.


"lya,, apa yang di katakan Bunda ada benarnya juga, maafkan aku sayang, aku sudah mengacaukan semuanya," Damara pun pada akhirnya mencium pucuk kepala istri nya itu dengan penuh cinta dan kasih sayang.


Meraka pun kembali tersenyum bersama penuh dengan suka cita.

__ADS_1


Beberapa bulan kemudian.


Selamat Tuan Putri Anda sudah lahir dengan selamat," ucap Dokter Heni yang juga tengah menangani kelahiran Putri kedua Exel dan juga Dara.


Exel merasa terharu dan sangat bahagia saat menyentuh putri mungilnya itu, dengan mata yang berkaca-kaca ia pun mengazani sang putri sebelum perawat membawa nya untuk di bersihkan.


Dara memilih melahirkan normal saja padahal Exel memintanya untuk melakukan operasi agar tidak merasakan sakitnya.


Namun Dara menolak karena ia ingin menikmati, proses menjadi seorang ibu yang berjuang untuk melahirkan itu seperti apa, kelahiran yang kedua ini ia tidak terlalu tegang karena pengalaman pertamanya dulu jadi ia sudah banyak tahu apa yang harus di lakukan dan di persiapkan nya, sedangkan Exel masih selalu menjadi suami yang siaga, meski pernah punya pengalaman, ia tetap saja khawatir dengan apa yang akan di alami istri nya itu di saat ia akan melahirkan.


"Terima kasih sayang, kau adalah wanita terhebat ku, terima kasih karena telah membuatku terjebak di dalam cintamu," Exel pun mencium dengan mesra bibir istrinya itu.


"Ehem... kami bukan patung manekin kak, kami bernyawa,!" Seru Jelita yang melihat kebucinan Kakaknya itu, bagaimana tidak semenjak Dara hamil anak keduanya Exel tak pernah ingin jauh-jauh dari istrinya itu, bahkan dia tidak akan tidur kalau Dara mengelus kepalanya seperti bayi.


Memang saat ngidampun Dara tidak mengalaminya tetapi Exel lah yang tersiksa, tiap hari dia akan muntah dan memakan makanan asam, seperti rujak adalah hobinya padahal dulu ia sangat membenci makanan itu.


"Keluarlah Kenapa kalian masih di situ,! mengganggu saja," usirnya pada Jelita dan Damara yang memang datang untuk menemani Dara, dan Exel.


"Kakak kau, ini jahat sekali dia itu kakakku kau jangan memonopolinya sendiri," kesal Jelita


"Dia itu istriku, terserah aku dong,"


"Tapi dia lebih dulu jadi Kakakku baru jadi istrimu,!"


"Kakak, kau__"


"Permisi maaf ini putri Anda Tuan nampaknya dia sedang haus dan lapar," ujar seorang perawat yang mendorong boxs bayi hingga membuat Jelita menggantungkan kalimatnya.


"Kalian berdua keluarlah," usir Jelita pada Kakak dan suaminya itu karena ia tak ingin kedua lelaki itu melihat Dara yang akan menyusui.


Tiga tahun kemudian.


Suara gemuruh tepuk tangan menggema di seluruh ruangan di dalam mansion itu, di iringi dengan nyanyian tiup lilin dari para tamu undangan yang hadir pada ulang tahun yang ketiga putri Exel dan Dara yang bernama Kayra Claudya.


Bermacam-macam hadiah dan doa di panjatkan untuk Kayra, dan mereka pun semua bersuka cita atas ke bahagian, keluarga kecil itu, diantara para tamu undangan yang hadir ada Jelita dan kedua putra putri nya yang tumbuh, sehat dan cerdas, Renata, dan kedua putra putri nya, Tasya dengan putra dan satu lagi dalam kandungan nya itu, dokter David beserta istri dan Anaknya, semua orang kini berbahagia dengan pasangan hidupnya masing-masing.


"Kakak...kakak...!"


"Ada apa Amara?"


"Apa kau melihat si kembar?"

__ADS_1


"Mungkin dia sedang bersama Kak Randra kau taukan anak itu akan mengikuti kemana Papanya pergi," Timpal Jelita


"Oh...iya aku lupa," ucap Amara menepuk jidat nya, lalu beranjak pergi.


"Tunggu Amara,!" Cicit Jelita.


"Ada apa Kak,?"


"Kau tidak amnesia lagi kan,?" sejenak Amara terdiam lalu menatap Jelita.


"Mmm... Maybe yes maybe no," Amara pun pergi meninggalkan Jelita yang masih terdiam, lalu sesaat kemudian ia tersenyum dan mencari sang suami.


"Hai kau kenapa sayang,?" tanya Damara di saat Jelita memeluknya dengan posesif.


"Aku bahagia, sangat bahagia bisa memilikimu,"


"Hei aku juga sangat bahagia bisa memilikimu sayang, apa kau sedang hamil anakku lagi kenapa kau berubah manis hem...?'' Damara pun ******* bibir istrinya itu, tanpa menyadari kedua putra putri mereka berkacak pinggang.


"Papi...Mami..." teriak keduanya, semua orang pun tertawa melihat kejadian itu.


TAMAT.....


Alhamdulillah akhirnya selesai juga cerita di dalamnya. maaf kalau banyak cerita yang ngegantung, dan banyak tipo di dalamnya karena Author juga masih belajar, terima kasih buat kalian yang udah singgah dan ngedukung Author sampai detik ini ya🙏 jangan lupa ikuti kisah Amara dan Darandra, aku juga akan buat kisah dokter David, Juga Restu dan Hana tapi satu-satu dulu. Ok Terima kasih....😍😘...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Baca juga ya karya Author di bawah ini dan jangan lupa Budayakan like, comment, hadiah, dan vote nya. Dukungan kalian akan membantu Author untuk tetap berkarya.



Zeo adalah pangeran Duyung tak dianggap oleh kaumnya karena di anggap keturunan iblis sebab tatoo yang berada di wajahnya. Hinaan dan cacian kerap ia dapatkan dari keluarga kerajaan maupun rakyat Duyung.


Suatu Hari dia menyelamatkan Ziya -- Manusia. Wajah Zeo yang tampan membuat Ziya menyukainya pada pandangan pertama.


"Kamu adalah pria paling tampan yang pernah aku temui di dunia ini!" puji Ziya membuat Zeo terkejut sekaligus terharu, karena untuk pertama kalinya di puji.


"Karena kamu memuji ku, maka aku akan menjadi pelindung mu mulai sekarang!" janji Zeo sungguh-sungguh.


Bagaimana kelanjutan kisah percintaan Zeo dan Ziya? Apakah berjalan baik? Atau malah berakhir sedih, karena Dewa laut menentang hubungan mereka?


Lalu apa yang akan terjadi saat kekuatan iblis Zeo bangkit? Apakah Dewa laut masih bisa menentang nya?

__ADS_1


ikuti kisah cinta non-human.


__ADS_2