
Sedang tangannya pun kini aktif menyentuh dan mempermainkan dua gundukan yang sudah membuatnya candu itu, mau tidak mau membuat Dara menegang dengan permainan dan serangan suaminya yang mendadak itu.
Tanpa bisa menghindari permainan Exel Dara terus di buat tak berdaya dengan setiap sentuhan lembut yang diberikan suaminya itu hingga tangannya pun menahan tangan Exel yang mulai menggelitik goa kecil miliknya yang berada di bawah sana saat merasakan sensasi yang membuncah.
"Kenapa?" Exel bertanya dengan mengerutkan alisnya namun pertanyaan Exel di jawab Dara dengan gelengklan kepalanya.
sedang matanya sudah diselimuti kabut gairah. Exel hanya bisa tersenyum puas karena kembali berhasil membuat istrinya itu tidak berdaya dengan permainannya.
Apa lagi saat melihat Dara hanya bisa memejamkan mata sambil menggigit bibir bawahnya seolah menahan rasa dan menahan suaranya agar tidak keluar saat Ia kembali melakukan aksinya.
mend...esah..lah sayang aku merindukan suaramu bisik Exel lembut tepat di cuping telinganya namun Dara tetap kekeh dengan pertahanannya kali ini ia tak ingin mengikuti apa yang Exel inginkan.
Namun Exel sekali lagi berhasil mempermainkannya tanpa ingin melakukan penyatuannya ia terus mempermainkan ******** Dara dan terus bermain dengan jari telunjuknya hingga membuat Dara mengg..elinjang.
"Ahk...ssssh...Ahk Ex..el_ummp" suaranya hilang dalam lum...atan Exel, dan bersamaan dengan Itu Exel pun segera melakukan penyatuannya karena setiap des..ah..an yang keluar dari mulut istrinya seolah menjadi magnet tersendiri untuknya berpacu meraih nikmat yang tiada habisnya. Namun sekali lagi Dara menahan dada bidang milik suaminya.
"Ada apa lagi!" Exel yang sudah terbakar hasratnya merasa sedikit terganggu dengan apa yang di lakukan Dara.
"Tot-tolong jangan ses-sekarang aku mohon ucap Dara memohon dengan menakup ke dua tangannya dan ntah kenapa tiba-tiba saja ia menjadi melo.
"Hei Kenapa kamu tiba-tiba menangis sayang Jika kamu belum siap maka aku tidak akan melakukannya tapi aku mohon. Berhentilah untuk menangis karena aku tak sanggup melihatmu mengeluarkan air mata hanya karena perlakuanku dan keinginanku. Apakah caraku menyakitimu?" Dara hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dari Exel walau kenyataan ia juga sangat menginginkan sentuhan suaminya. Sedang Exel hanya bisa mengerutkan sebelah alisnya.
"Lalu kenapa kau menangis sayang bukannya menjawab Dara masih terus menangis dalam isakannya membuat Exel semakin bingung karena istrinya itu terus menangis tanpa henti.
"Sayang. Katakan padaku apa yang membuatmu nangis?" namun Dara hanya tetap diam tanpa ingin menjawab pertanyaan suaminya membuat Exel semakin gusar. Dan Ia pun segera turun dari atas tubuh istrinya lalu berjalan kedalam bathroom ingin menuntaskan hasratnya yang tertunda dengan cara bermain solo karena Ia tak ingin memaksakan kehendaknya yang bisa membuat istrinya itu terluka lagi.
Dara sendiri menatap kepergian suaminya dengan tatapan lega, karena Ia tadinya takut kalau sampai Exel meneruskan niatnya kandungannya akan terganggu apa lagi dia belum berkonsultasi pada Dokter tentang boleh tidaknya dia melakukan hubungan saumi istri di saat kandungannya masih muda.
__ADS_1
Tak lama kemudian Exel pun keluar dari bathroom dengan balutan handuk di pinggang Ia lalu berjalan menuju walk in closet untuk mengganti bajunya setelah rapi dia pun berjalan mendekati Dara.
"Bagaimana. Apa kamu sekarang baik-baik saja? atau kamu masih marah padaku?, aku kan sudah tidak melakukannya. Maafkan Aku. Jika ada yang salah aku minta maaf ucap Exel sekali lagi sambil menatap wajah istrinya yang terlihat sembab di kedua matanya.
"Apa kau ingin makan sesuatu aku akan keluar sebentar jika kau ingin sesuatu aku akan membelinya untukmu."
"Aku ingin makan ayam geprek!"
"Ayam? apa aku tidak salah dengar. Bukankah selama ini kamu takut dengan yang namanya ayam lalu kenapa sekarang kok kamu ingin memakan ayam geprek aneh?" Exel berucap bingung sambil membulatkan matanya.
"Ya sudah, kalau kamu tidak mau tidak usah, aku tidak memaksa kok, dan untuk apa juga kamu bertanya aku mau makan apa.!" ucap Dara datar karena kesal sedangkan ia mulai menangis lagi membuat Exel bertambah bingung.
"Iya aku akan membelikannya untukmu tapi aku mohon kamu jangan menangis lagi ya. Sayang Kamu kenapa kok Manja sekali Tidak seperti biasanya apa terjadi sesuatu padamu?" tanya Exel menatap heran kepada istrinya itu Dara bukannya menjawab malah mengencangkan suara tangisnya membuat Exel benar-benar pusing di buatnya.
"Apa ada kata-kataku yang salah? aku kan Hanya bertanya. Aku minta maaf jika hal itu menyinggung perasaanmu.''
"Bukan itu. Maksudku tidak seperti itu sayang aku hanya heran kamu itu tidak seperti biasanya. Ya sudah aku pergi dulu ya, apa kau ingin sesuatu yang lain lagi.?"
"Tidak aku hanya ingin ayam geprek baiklah Jaga dirimu baik-baik, jika ada sesuatu cepat telpon aku dan kamu jangan takut mulai hari ini aku mempekarjakan Bodyguart untuk berjaga-jaga" Exel pun melangkah pergi meninggalkan Dara setelah memberikan satu kecupan di keningnya.
Sementara itu di sebuah ruang tamu di lantai 1 nampak Jennifer yang gelisah tak bisa memejamkan matanya padahal Ia merasa sangat mengantuk namun Entah mengapa raganya di sini sedang pikirannya entah melayang ke mana.
#flashback on#
Exel masuk di ruang di mana Jennifer dirawat setelah mengambil obat dan vitamin Ia pun segera kembali untuk menemui Jennifer agar Jennifer segera meminum obat dan vitaminnya.
Ceklek.
__ADS_1
begitu masuk Exel melemparkan pandangan ke seluruh ruangan di mana saat ini Jennifer Tengah dirawat namun ia tak menemukan sosok Jennifer berada di atas bangkarnya. Exel pun bergegas masuk dan berusaha mencari di seluruh ruangan tersebut.
"Jennifer! Apa kau berada di dalam?" teriaknya menggetuk pintu toilet namun tetap saja tak ada jawaban hingga Ia pun memutuskan untuk segera berlari keluar untuk mencari Jennifer. Ia takut akan terjadi sesuatu dengan Jennifer dan kandungannya karena mengingat pesan dokter.
Exel terus berlari di lorong rumah sakit ambil matanya terus menyapu di sekelilingnya hingga matanya tertuju pada sosok tubuh yang berjala dengan gontai dan lemah Jennifer-Jennifer tunggu!" Exel segera meraih tangan Jennifer hingga membuat Jennifer kebalik menatapnya.
"Kau mau keman katakan padaku kau mau kemana!" tegas Exel
"Lepaskan aku Tuan! lepaskan aku biarkan aku pergi aku mau pergi mencari suamiku.
Kau, berbohong padaku mengatakan suamiku sudah tiada, aku tahu suamiku masih hidup dan aku yakin itu, untuk itu sekarang lepaskan aku. Aku Ingin menyusul suamiku katakan saja di mana aku harus mencarinya!"
jerit Jennifer berusaha memberontak dan menghempaskan tangan Exel namun Exel tetap dengan kuat menggenggam tangannya. Dan Exel membawanya masuk dalam pelukannya ia berusaha membuat Jennifer tenang. Jennifer hanya bisa menangis tak berdaya.
"Jennifer! Dengarkan Aku, aku mohon kau jangan membuatku menjadi merasa tambah bersalah karena tak bertanggung jawab atas apa yang terjadi, aku sudah berjanji kepada Reno untuk menjagamu dan anakmu dengan baik jadi aku mohon Jen, aku mohon ini demi kamu dan anakmu yang berada di dalam sini." Exel meraih tangan Jennifer dan meletakkan nya di atas perutnya.
"Apapun akan aku lakukan untuk kalian yang penting Kalian sehat dan selamat. Kamu jangan takut, aku akan menjaga dan merawatmu hingga kamu melahirkan nanti, jika kamu tidak peduli dengan dirimu setidaknya kamu peduli dengannya buah hati hasil cinta kalian berdua ucap Exel kembali sedangkan kini ia sudah berlutut di depan Jennifer.
"Aku mohon demi anak ini ikutlah denganku. Aku Akan Menjagamu, dan menjaganya Dara pasti akan senang mendengarnya aku akan berbicara kepada Dara Tentangmu dan anak ini bagaimana? Apa kau mau tinggal di apartemenku aku takut, jika kau tinggal sendiri akan ada banyak musuh yang mengintaimu dan anakmu. Kamu tahu kan. Sekarang kamu adalah tanggung jawab ku selamanya.
"Baiklah Tuan demi anak dan suamiku aku akan ikut denganmu."
Jawab Jennifer membuat Exel berdiri dan segera memeluknya kembali.
"Terima kasih." Sela Exel yang masih memeluk Jennifer, sedang tangannya terus mengelus dengan lembut punggung Jennifer berusaha memberikannya ketenangan.
#Flashback on#
__ADS_1