Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Ikut ke Kantor


__ADS_3

"Aku mau lagi..." rengek Jelita setelah selesai memakan bubur Ayam yang di pesan oleh Amara adik iparnya itu hingga tandas.


"Tapi sayang itu kamu memakannya sudah banyak apa kamu belum kenyang?" Tanya Damara heran kerena porsi makan istri nya tidak seperti biasa.


Jelita hanya menunduk sedih mendengar apa yang di katakan Damara, sedangkan Amara yang berada di depan mereka memberi kode ke kakak nya dengan memberikan tendangan di kaki sang kakak. Hingga membuat Damara menatap kesal namun seketika ia pun paham di saat Amara memberikan kode lewat mata dan mulut yang komat-kamit serta tangannya memperagakan.


Seolah ia mengatakan Kak, Jelita sedang hamil, ini keinginan anaknya bukan dirinya, kakak harus mengikuti segala keinginannya.


Dan benar saja Jelita tiba-tiba terisak dalam diamnya, membuat Damara dan Amara pun segera bangkit dari tempat duduknya.


"Sas-sayang maafkan aku, aku akan membelinya untuk mu tapi aku mohon jangan menangis!"


"Oh Tuhan kenapa Jelita yang dulu kuat dan tomboy jadi melo seperti ini sih?"


Gumam Amara dalam hati dia bergidik melihat apa yang terjadi dengan Jelita yang berubah menjadi cengeng saat ke inginannya tak di ikuti.


"Amara...!"


"Yah...! ada apa...Kak?"


"Kamu bisa kan membelinya untuk Jelita karena kakak akan ke kantor dulu hari ini ada Rapat penting." Jelas Damara.


"Tapi Kak..! aku kan mau masuk kampus banyak hal yang ingin aku lakukan Di sana."


"Aku ikut ke kantormu boleh ya!" pinta Jelita.


"Tapi sayang kamu kan belum sepenuhnya sembuh" cicit Damara


Jelita pun memasang wajah memelasnya.


"Baiklah kamu boleh ikut" akhirnya Damara mengiakan untuk membawa ikut serta istrinya itu membuat Jelita seperti mendapat sebuah kejutan yang sangat istimewa.


"Apa sesederhana ini kebahagiaan nya aku bahagia bisa melihatmu tersenyum bahagia, tetaplah seperti ini."


Gumamnya dalam hati lalu ia pun meng- gandeng tangan Jelita untuk masuk di mobil.


"Apa kamu yakin baik-baik saja, aku takut nanti kamu kecapean sayang."


"Aku janji tidak akan cape-cape percayalah" ucap Jelita meyakinkan.

__ADS_1


Sesampainya di kantor Damara membawa Jelita masuk kedalam ruangan nya yang memang ruangan itu di sulap untuk menjadi tempat peristirahatan nya.


"Kamu bisa menunggu disini selama aku rapat bagaimana sayang?"


"Baiklah aku akan menunggumu tapi kau harus cepat kembali karena aku_"


Jelita menjeda kalimatnya ia sangat malu untuk mengatakan kalau ia sebenarnya tak ingin jauh dari suaminya itu.


"Aku janji tidak akan lama kok karena aku juga tidak ingin lama-lama berjauhan denganmu" seperti mengerti dengan perasaan istrinya Damara mengucap kan kata-kata itu, lalu kemudian ia pun mengecup pucuk kepala Jelita, dan ia pun segera menelpon Rony untuk mencari orang yang bisa menemani Jelita.


"lstirahat lah, akan ada orang yang datang menemanimu" ucapnya mengelus pipi sang istri.


"Tapi aku bukan anak kecil yang harus di temani"


"Aku tau itu tapi tetap saja aku khawatir kamu kenapa-kenapa aku mohon mengertilah." finisnya dengan suara datar membuat Jelita mau tidak mau harus menerima apa yang sudah menjadi keputusan suami nya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Tadi aku si suruh datang ke ruangan nya Boss untuk menjaga istrinya, mana ruangannya,? dan kenapa juga dia harus di jaga, seharusnya aku yang jadi istri seorang Boss, aku tidak perlu di jaga karena aku akan memanjakan diriku dengan semua uangnya ha ha ha" Tawa Renata terhenti disaat ia melihat sebuah Ruangan yang terpampang di depan matanya.


"lni pasti ruang kerjanya" Cicitnya ingin membuka hendle pintu namun baru saja ia ingin meraihnya seseorang memegang pundaknya dari belakang.


Renata pun dengan kesal melenggang pergi.


"Dasar istri brengsek untuk apa dia tadi menelpon ingin di temani apa ia sengaja melakukan nya" Renata yang kesal terus saja menggerutu.


"Awas saja jika aku_" Renata menjeda kalimatnya di saat matanya menangkap bayangan laki-laki yang selama ini di rindukannya itu.


"Damara, apa aku tidak salah lihat itu tadi Damara kan dan tadi itu dia bersama siapa, apa dia juga bekerja sama dengan pemilik perusahaan ini? aduh gawat bisa-bisa dia akan menertawakan aku kalau melihat penampilanku seperti ini." Renata pun bergegas berlalu dari tempatnya karena ia tidak ingin Damara melihatnya hanya memakai pakaian OB,


yah Renata sudah melamar kerja kesana kemari namun sayang tidak ada yang menerimanya hingga pada akhirnya, ia pun menerima pekerjaan jadi OB, di perusahaan BMT PRATAMA. Daripada dia jadi pengemis di jalanan dan itu tidak apa-apa lagi pula hanya sementara hanya sampai ia mendapat maaf dari Damara dan berhasil merebut hatinya kembali.


"Sial-sial-sial! kenapa hari ini aku bisa apes seperti ini. Kalau saja tadi aku berhasil menjaga istrinya Boss bukan tidak mungkin aku akan bertemu dengan si Boss secara langsung, dan aku dapat meminta bantuan nya untuk menjadikan ku pegawainya, tapi wanita sialan itu datang tiba-tiba.!" kesal Renata mengeluarkan sumpah serapahnya"


...----------------...


"Bagaiman schedule besok Ron...?"


"Maaf Tuan besok ada pertemuan dengan Perusahaan Rain Teknologi, dan Tuan Exel meminta pertemuannya hanya empat mata" Jelas Rony.

__ADS_1


"Exel pasti ini bukan maslah perusahaan tapi ini masalah pribadi." Lirihnya


"Baiklah silahkan lanjutkan tugasmu!"


"Baik Tuan!" dengan hormat Rony pun bergegas meninggalkan Damara sendiri.


Sedang Damara bergegas untuk Menemui sang istri yang sudah menunggu karena sebentar lagi Saatnya makan siang tiba. Ia tidak mau istrinya terus menunggu dalam keadaan lapar.


Ceklek...


"Bagaimana Cindy. Apa kau sudah memesan makanan yang dipesan istriku?"


"Sudah Tuan bahkan semuanya sudah siap terjadi di atas meja Anda"


"Oke baiklah terima kasih Cindy sekarang kau boleh pergi dan makan siang sepertinya Rony sedang menunggumu!"


"Baik Tuan saya akan pamit dulu" ucapnya menunduk hormat namun baru saja Cindy ndak memutar tubuhnya tiba-tiba kakinya tersandung.


Bugh.


Tubuhnya menimpa tubuh Damara saat tangan Damara menahan tubuhnya agar tidak membentur lantai.


Bersamaan dengan itu pintu kamar terbuka lebar Jelita yang baru saja keluar dari kamar tersebut membulatkan matanya seakan tidak percaya dengan apa yang dilihat di depan matanya sendiri, Damara yang sedang mendekap tubuh Cindy, dengan refleks mereka pun segera bangkit berdiri.


"Kau! kau, apa yang kau lakukan di sini! dan kau wanita_" Jelita menjeda kalimatnya saat menyadari siapa sebenarnya wanita itu.


"Kau tega membodohiku lagi Damar. Sudah berapa kali kau menipuku dan sekarang kau membawaku ke tempat ini hanya untuk melihat adegan mesum kalian!"


"Tidak sayang...!"


"Tidak Nona!"


"lni salah paham Sayang semua tidak seperti yang kau lihat!"


"Benar Nona apa yang dikatakan Tuan Ini Salah Paham."


"Diam kalian Aku tidak mau mendengarkan apapun dari kalian berdua!" pekik Jelita.


Jelita yang merasa kesal dan sakit hati, pun ingin Beranjak Pergi. Namun dengan cepat Damara bangkit menarik tangannya lalu memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Jangan pernah tinggalkan aku jangan pernah pergi dari sisiku Aku mohon kalau kau tetap ingin pergi maka di saat ini juga aku bisa mati."


__ADS_2