Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Ada apa denganku.


__ADS_3

Dokter David sudah menjelaskan kalau Excel hilang ingatan akibat pendarahan di otaknya tapi itu hanya sementara.


''Jangan sampai kalian memaksanya untuk mengingat karena itu akan berakibat buruk untuknya.'' Ucap Dokter David memberikan keterangan.


''Dan malam ini Dara yang akan menjaga Kak Kenan Bunda Mommy dan Daddy pulanglah.'' ''Apa kamu tidak mau di temani jelita?''


''Tidak usah Bun,'' tolak Dara


''Baiklah besok pagi kami kesini lagi.''


*


Setelah satu bulan, Kenan pun dinyatakan sembuh, namun tidak dengan ingatannya, dan setiap hari Dara harus di buat repot melakukan tugas darinya baik itu pekerjaan dari kantor atau sekedar menemaninya bertemu client.


Dara memang di tugaskan menjadi sekertaris pribadinya, sedang di rumah Ia pun hanya berdua, dan Dara pun selalu stand by, karena Kenan selalu meminta yang aneh-aneh kadang minta di temani ke toilet tengah malam padahal selama menjadi Excel dia tidak pernah neko-neko. Itu semua sengaja Kenan lakukan karena Ia sangat tidak suka melihat kedekatan Dara dan Devan selama ini.


''Yah semenjak sebulan yang lalu Devan di izinkan untuk mendekati Dara, karena Anggun merasa Dara pantas berbahagia dengan orang yang di cintainya, walaupun Ia pernah melarang Dara untuk tidak meninggalkan Excel dalam keadaan apapun.


Tapi kali ini ceritanya berbeda, Excel adalah Kenan dan Kenan pun tak menyukai Dara, jika Kenan kembali menjadi Excel maka Ia tidak akan punya kesempatan untuk bebas dari cekraman Excel itulah sebenarnya yang Anggun takutkan, Ia takut Excel memaksa dan menyiksanya lagi.


Namun, berbeda dengan Dara ia menolak apa yang Bundanya dan Devan inginkan karena Ia sangat mencintai Exel.


#Flash back on#


''Tidak! Kak, aku bukan wanita seperti itu! yang berselingkuh ketika suaminya sedang sakit!" tegas Dara menolak.


''Kamu tidak berselingkuh kok! aku hanya ingin kamu tidak menolakku untuk lebih dekat denganmu, karena Bunda sendiri sudah merestui kita.'' Ujar Devan.


''Kak, Devan aku tidak percaya jika Kakak semudah itu lemah dalam berfikir hanya tentang perasaan. Aku mohon Kak hargai keputusanku aku tidak akan pernah meninggalkan Excel apapun yang terjadi, walau maut taruhannya.''


''Apa sebesar itu Cintamu padanya?''


''Ini bukan tentang Cinta Kak, tapi ini tentang Kesetiaan, kepercayaan, dan kehormatan. Apa Kakak ingin memaksakan sesuatu yang belum tentu Kakak sendiri akan bahagia di dalamnya.?''


Devan hanya menunuduk lesu mendengar jawaban Dara, Ia pun menarik nafas kasar lalu menghempaskannya kembali.


''Bagaimana seandainya Kakak di posisi Exel saat ini? apa Kakak rela istri Kakak berseling kuh dengan mantan kekasihnya? aku rasa tidak Kak!'' Devan pun kembali tertunduk Ia benar-benar malu telah memaksakan sikapnya pada Dara.


''Maafkan aku, aku benar-benar minta maaf atas kelancangan segala ucapan tindakan dan keinginanku'' ujarnya dengan nada penuh penyesalan.

__ADS_1


''Sudahlah Kak, sebelum Kakak minta maaf aku sudah memaafkan nya kok!'' ujar Dara.


''Mari kita lupakan yang sudah-sudah aku yakin Kakak akan mendapatkan yang jauh lebih baik dariku!'' imbuhnya lagi.


Devan pun hanya bisa tersenyum kaku. Iaberfikir tidak akan ada cinta selain cintanya kepada Dara. Namun Ia juga tak ingin memaksakan kehendaknya yang membuat Dara benar-benar tidak bahagia, dan dia harus benar-benar merelakan Dara bahagia dengan orang yang di cintainya.


''Tapi boleh kan kita berteman?'' celetuknya.


''Tentu saja boleh Kak!'' seru Dara tersenyum lebar lalu Ia pun memeluk Devan tanpa menyadari ada sepasang mata memperhati kan nya dari jauh. Dan Devan pun membalas pelukan Dara.


''Ini adalah pelukan tanda pertemanan kita kak.'' Dan hanya di jawab anggukan oleh Devan dengan sedikit senyum di wajahnya. "Baiklah sekarang kita berteman jika ada sesuatu kamu tak perlu sungkan padaku" terang Devan.


"Tentu saja Kak, mulai saat ini aku akan merepotkanmu, jadi bersiap-siaplah'' ucap Dara sambil terkekeh, dan mengurai pelukannya, semenjak saat itulah kedekatan mereka terjalin meski sudah tidak ada cinta,namun itu bisa membuat Kenan meradang, Ia seperti takut kehilangan Dara untuk Itulah Ia selalu membuat sepupunya itu sibuk dan terus berada di sisinya.


#Flash back of#


Dan hari ini Ia melihat Dara kembali hanya berdua di kafe depan kantornya untuk breakfast.


"Dia berangkat pagi-pagi sekali hanya untuk ini dan tidak membuatkanku sarapan? awas saja aku akan menghukummu.


"Dara kemarilah!" seru Exel. Begitu melihat Dara melintas di depannya.


"Temani aku malam ini, kita harus pulang segera karena ada urusan penting di luar kota, tidak jauh kok paling cuma dua jam."


"Tapi Tuan apa hanya kita berdua?''


''Iya apa kau mengharap ada orang lain yang akan ikut?''


''Bukan itu maksudku apa Anda tidak bisa pergi sendiri saja soalnya malam ini aku ada janji dengan Jelita'' tutur Dara.


''Kalau kau ada janji dengan Jelita lalu kenapa Jelita tak mengomfirmasikannya padaku?''


''mana aku tau Tuan lagi pula itu bukan urusan Anda'' ucap Dara acuh.


''Apa kau bilang bukan urusanku! dengarkan aku apapun yang akan kau lakukan di luar sana, itu juga menjadi urusanku, aku disini bosmu, dan dirumah kau itu sepupuku jadi jangan macam-macam!" ucap Exel kesal menekan semua kalimatnya.


"Tapi aku kan hanya ingin bertemu Jelita masak itu saja tidak boleh!" protesnya dengan nada memelas.


"Aku bilang tidak ya tidak apa kau faham!"

__ADS_1


Dara hanya mengangguk lemas tak ingin berdebat dengan Kenan karena itu akan sia-sia saja hanya akan menguras tenaga dan emosinya.


Ia pun melangkah dengan lesu saat Kenan menarik tangannya, dan membawanya masuk di mobil.


Kenan pun sedikit melirik kearah Dara yang masih dalam mode diamnya dengan wajah yang masih di tekuk, sedangkan Dara memalingkan wajahnya ke jendela. Kenan lalu menyungingkan senyum tipisnya.


Deg.


"Ada apa denganku kenapa aku begitu bahagia melihatnya seperti ini? dia tampak semakin menggemaskan, dan aku, ada apa dengan perasaanku apa aku menyukainya? Tidak! itu tidak mungkin, aku tidak mungkin menyukai adik sepupuku." Kenan terus bergelut dengan fikiran dan persaannya.


*


*


"Turunlah!" serunya membuat Dara terkejut saat sadar dimana dirinya sekarang ini.


"Kak, kau bilang ak_"


"Sekarang turun dan masuklah sebelum aku berubah fikiran!" tegasnya lagi menjeda kalimat Dara.


"Baiklah aku akan turun, apa Kakak tak ingin masuk?"


"Tidak! aku buru-buru aku akan pergi bersama Reno." Selanya Kenan pun turun hanya untuk membukakan pintu mobil untuk Dara.


"Terima kasih..." Ucap Dara sambil menunduk tersipu.


"Hmm" hanya itu jawaban dari Excel.


"Tunggu dulu Kak! kenapa Kakak tiba-tiba membawaku kemari?" bukannya menjawab Kenan merogoh sakunya dan memperlihat gawainya dan Dara melihat sebuah pesan yang di kirimkan oleh Jelita.


"Owh jadi Jelita yang meminta Kakak untuk mengantarku sampai disini,tau begitu kenapa tadi harus berdebat" selorohnya.


"Ya sudah aku masuk dulu, Kakak hati-hati di jalan" Excel pun hanya mengangguk sedang kan Dara kini berbalik Ia ingin segera menemui Jelita.


Namun tiba-tiba saja dia berlik menatap Kenan yang kini juga berlik menuju mobilnya.


"Kak,tunggu!" teriak Dara membuat langkah kaki Kenan terhenti dan Bugh Dara tiba-tiba memeluknya dari belakang,membuat jantungnya berdegup kencang dan darahnya pun berdesir,Kenan berusaha mengendalikan perasaannya terlihat dari dia yang begitu acuh tak ingin berbalik membalas pelukan Dara.


"Cepatlah pulang.''

__ADS_1


__ADS_2