Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Menyesali sikapnya


__ADS_3

Tut tut tut...!


''Kamu di mana? cepat cari tau dimana Dara sekarang cepat...!" perintah Exel begitu sambungan telpon terhubung.


"Tuan bukankah Nona Dara bersama Anda? kenapa Anda mencarinya?" tanya sang asisten siapa lagi kalau bukan Reno.


"Aku telah menyuruhnya pergi!"


"kalau Tuan menyuruh Nona Dara pergi lalu kenapa Anda harus mencarinya? Bukankah itu bagus Tuan dan bukankah itu yang Anda inginkan?"


"Reno...! gajimu aku potong setahun...! aku menyuruhmu mencari Dara bukan malah balik bertanya dengan pertanyaan bodohmu itu.! Atau kau ingin aku menjadikanmu daging cincang!" kesal Exel memberi ancaman pada Reno sedang yang mendapat ancaman dengan susah payah menelan salivanya.


"Jika dalam satu kali dalam 24 jam kamu tidak menemukannya maka gajimu akan aku potong selama setahun!" Ancam Exel penuh penekanan.


"Bab-baiklah Tuan jawab Reno dari seberang telpon padahal baru saja ia tiba dari tempat di mana Ia semalam melakukan akad nikah bahkan dia pun belum sempat untuk istirahat.


"Sayang kamu dimana? Jen, Jenni kamu dimana?''


"Kamu ada apa sih? teriak-teriak aku kan lagi membersihkan badan'' jawab Jennifer yang memang betul-betul kelihatan fres karena habis mandi.


Glek.


Reno menatap istrinya dengan tatapan penuh gairah namun Ia segera tersadar saat mengingat ancaman dari Exel.


''A-Aku pergi dulu ya ada hal penting yang harus aku kerjakan. Kamu baik-baik disini!'' terang Reno bergegas keluar dari apartemen nya.


''Hey tung_''


''Jangan menungguku pulang!'' teriak Reno tanpa berbalik lalu bergegas masuk ke mobilnya.


"Dia itu benar-benar apa dia tidak mau memberitahuku kalau dia itu mau kemana?.'' gerutu Jennifer melihat suaminya berlalu begitu saja.


Sedangkan Exel pun mengerahkan seluruh anak buahnya untuk segera mencari keberadaan Dara


''Devan apa aku harus bertanya kepadanya? atau aku harus menelpon Bunda? sebaik aku menelpon Bunda dulu, mungkin saja Dara pulang kesana.'' Gumamnya dalam hati Exel pun lalu meraih benda pipihnya lalu mendail Nomor Ibu mertuanya.


Dengan perasaan ragu Ia pun mencoba untuk tenang jika saja Dara sudah menceritakan semua yang Ia lakukan selama ini maka apa pun itu Ia sudah siap untuk menerima konsekwensinya.


Tut tut tut...


''Halo ''Asslamualaikum!''

__ADS_1


''Waalaikumsalam! Bunda, ini dengan Exel Bun!''


"Iya Nak ada apa? apa ada sesuatu yang penting? bagaimana dengan Dara apa dia baik-baik saja. Dan kenapa kamu baru menelpon Bunda apa kalian sudah tidak butuh Bunda lagi?" Anggun memberikan pertanyaan beruntun kepada Exel.


Deg.


"Jadi Dara tidak pulang kesana lalu kemana perginya?"


"Halo kenapa kamu diam saja!."


"Eh iiya Bunda...!" gagapnya.


"Maaf Bunda bub-Bukan seperti itu hanya saja akhir-akhir ini kami sibuk mel_"


''Sudah-sudah Bunda faham kok apa maksud mu. kamu sibuk berbulan madu cepat bikinkan Bunda cucu ya!'' ucap Anggun memotong kalimat Exel.


Glek.


''I--iya Bun aku janji akan memberikan Bunda cucu segera.'' Jawab Exel dengan suara tercekat.


"Exel Dara kemana? Bunda mau bicara dulu boleh?'' tanya Anggun.


Deg.


''Maaf Bunda ada panggilan masuk sepertinya rekan bisnisku, aku angkat dulu ya Bun..!'' Elaknya lagi.


''Oh iya, iya jangan lupa sampaikan salam Bunda pada istrimu!'' seru Anggun.


''Iya Bunda nanti akan Exel sampaikan Aslamualaikum!''


''Waalaikum salam!'' sambunganpun terputus.


Exel terduduk sambil memencet batanghidungnya karena ia benar-benar takut jika Dara tak di temukan karena di luar sana ada banyak musuhnya yang berkeliaran dan yang Ia takutkan jika Dara di culik oleh salah satu dari mereka.


''Dara kamu kemana sayang pulanglah maafkan aku, maafkan aku!'' lirihnya menyesali sikapnya yang tak berubah manis padahal dia sudah sangat mencintainya. Di bukanya kembali Vidio Cctv yang dia ambil dari Apartemen selama Dara tinggal di sana, dan ada satu Vidio yang membuatnya marah pada dirinya sendiri.


''Hah...jadi bukan dia yang memecahkan dan menyiram foto Mommy? dan bahkan aku begitu jahatnya menghukumnya dengan hukuman tanpa ampun dan bahkan dia tak pernah ingin membalas, dia selalu baik dan memberikan pelayanan terbaik untukku, dan aku tega menyuruhnya pergi, hanya karena aku ingin melihatnya bahagia, dan setelah dia pergi kenapa aku tidak rela dan ingin mencarinya? bukankah dia pantas untuk mengejar cin_'' Exel berhenti bermonolog saat mengingat sesuatu.


''Devan, aku harus menghubungi Devan. Siapa tahu Dara ada bersamanya, kalau memang iya aku akan membiyarkan dia berbahagia bersama Devan.''


Drt..drt..drt..

__ADS_1


''Devan! baru saja aku ingin menghubunginya tapi kenapa tiba-tiba dia menelponku atau benar dugaanku?'' Exel terus bermonolog tanpa ingin menjawab panggilan telpon dari Devan karena jujur saja ia merasa sakit hati jika benar Dara kini bersamanya.


Hingga ting satu notifikasi pesan masuk dan Exel pun segera membukanya.


''Dari Devan.''


Gumamnya, dan dia pun membaca pesan masuk dari Devan.


[''Angkat teleponnya ada hal penting yang ingin aku bicarakan ini ada kaitannya tentang Dara.]


Deg.


Dan kembali gawainya bergetar menandakan ada panggilan masuk, Exel pun menekan tombol hijau dengan gaya cueknya dan begitu panggilan tersambung.


''Apa yang telah kau lakukan pada Dara hingga dia pergi dari tempat mu hah..!'' teriak Devan dari seberang telpon.


"Hahaha kau itu lucu sekali, kenapa kau bertanya padaku? dan tidak bertanya kepada kekasihmu itu! bukankah seharusnya kalian merasa bahagia karena dengan begitu kalian bisa bersama kembali, dan jangan pernah menghubungiku jika kau hanya ingin membahas masalah ini karena aku tidak punya banyak waktu!'' ucapnya sarkas.


''Baiklah kau benar-benar suami tidak bertanggung jawab jadi sia-sia saja Dara mencintaimu. Dengarkan aku, baik-baik biarkan aku sendiri yang menyelamatkan Dara, dan setelah itu aku akan membuatmu menceraikannya lalu aku akan menikahinya, aku tak akan pernah membuatnya bersedih, atau terluka, dan kau jangan pernah menyesalinya!'' ucap Devan panjang lebar yang disertai ancaman.


Deg.


''A-apa maksudmu manyelamatkan Dara?''


Tut tut tut.


''Brengsek sial kau sudah berani menantangku!'' geramnya karena Devan telah memutuskan sepihak sambungan teleponnya. Exel pun segera menghubungi Reno.


''Ren, kamu di mana sekarang.?''


''Bukankah Tuan menyuruh saya untuk melacak Di mana keberadaan Nona Dara, dan sampai saat ini saya masih melacak Kemana perginya Nona Dara tuan."


"Aku ingin sekarang Cepat kau hubungi Devan, dan tanyakan kepadanya apa sebenarnya yang terjadi pada Dara?''


''Jadi maksud Tuan? Tuan Devan ada bersama Nona Dara?"


''Jangan banyak bertanya dan lakukan seperti apa yang Aku perintahkan paham!'' ucap Exel penuh penekanan.


''Bab Baiklah Tuan." Jawab Reno


''Tapi Tuan Bagaimana kalau Tuan Dev?_''

__ADS_1


Tut tut tut...!


Belum selesai Reno dengan pertanyaan nya, seperti biasa Exel secara sepihak selalu memutuskan sambungannya terlebih dahulu membuat Reno Hanya bisa menarik nafas dan menghempaskannya keluar secara kasar.


__ADS_2